
Jasper sekilat mungkin berlari menuju mobil yang terparkir setelah mendapatkan kabar buruk dari seseorang. Jasper melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata hingga lelaki itu memukul setir kemudinya karena terjadi kemacetan disepanjang jalan utama.
" Sial! " ucap Jasper geram saat melihat kemacetan dihadapan nya. Jasper segera membelokkan mobilnya menuju jalan lain dengan kecepatan tinggi. Dalam pikiran nya hanya Everlyn dan Laura.
Ya Jasper mendapatkan kabar jika mansion Everlyn disusupi beberapa orang bersenjata bahkan berhasil membawa Laura putrinya hal itu membuat Jasper terkejut sekaligus panik bukan main.
Jalanan yang dilewati oleh Jasper diapit oleh hutan belantara lebat yang jarang dilewati pengendara, namun dalam keadaan mendesak Jasper nekat melewatinya hingga tiga puluh menit berlalu Jasper berhasil menuju Mansion Everlyn.
Maniknya terbelalak saat melihat bangunan dihadapan tampak suram, tidak ada para penjaga yang bertugas di depan gerbang hal itu menambah kecemasan dalam diri Jasper.
Tok Tok Tok.
Jasper menoleh dan mendapati anal buah bayangannya mengetuk kaca, dengan cepat lelaki berkuasa itu turun dengan wajah cemas.
" siapa kali ini? Apa mereka musuhku? " tanya Jasper tajam.
__ADS_1
" Sepertinya bukan tuan! Mereka bukan musuh dari kita! " ucap lelaki berpakaian hitam dengan sopan. Jasper mengangguk dan segera memasuki mobil nya kembali.
" Awasi sekitar! " ucap Jasper dan lelaki itu mengangguk mantap. Jasper menerobos kan mobilnya masuk ke area mansion hingga matanya terbelalak saat melihat beberapa tubuh tergeletak begitu saja.
" Jasper! " gumam Ansel saat melihat sosok Jasper datang dan langsung menghampirinya.
" Dimana Eve? " ucap Jasper namun Ansel diam dan menatap Jasper lekat.
" Aku disini! " ucap Everlyn tiba-tiba dengan memakai pakaian khusus yang memperlihatkan tubuh seksinya hal itu membuat Jasper menelan ludah nya kasar. " Ada apa ? " ucap Everlyn dingin seraya menggenggam sebuah senjata dalam tangannya.
" membumi hanguskan orang-orang yang membawa putriku! " ucap Everlyn dingin.
" Laura..
" Putriku di culik Jasper! " ucap Everlyn menatap tajam Jasper dengan nafas yang naik turun.
__ADS_1
" Dan jangan lupa aku ayahnya! " dingin Jasper " Mari kita bekerja sama sweatheart. Aku ingin melihat aksi mu kali ini, ternyata kau misterius " ucap Jasper tersenyum tipis.
" Wanita juga punya rahasia! Deal mari kita bekerja sama kau ayahnya dan sepantasnya kita harus menyelamatkan Laura! " ucap Everlyn lagi.
" mereka menuju sebuah landasan pribadi! Waktu kita tak banyak " pekik Ansel saat melihat benda canggih layaknya tablet bergerak naik turun dengan titik merah yang berkedip cepat. " Maaf Eve aku memakaikan anting pelacak di kuping laura " ucap Ansel kikuk.
" Terimakasih Ansel." ucap Everlyn terlihat bersemangat dimana sebelum nya Jasper tak pernah melihat sikap Everlyn ini. Ansel mengangguk dan tak lama sebuah Helikopter datang dengan tiba-tiba dan landas dihalaman luas mam mewah di kediaman Everlyn.
" Go! Tunggu! " ucap Ansel terhenti dan tepat dihadapan Jasper hingga lelaki itu menghembuskan nafasnya perlahan. " Hubungi anak buah J! Wilayah ini milik mu, seharusnya kau mengetahui apa pekerjaan mu! " ucap Ansel tajam hingga Jasper tersenyum miring.
" Kau terlambat bung! Aku lebih cerdik darimu! " ucap sinis Jasper hingga Everlyn harus menarik kedua lelaki itu secara bersamaan..
" Tidak ada waktu untuk berdebat! Laura dalam bahaya! " Kesal Everlyn dan kedua lelaki itu hanya bisa mengangguk dalam diam. Jasper segera mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang di sana.
Everlyn tampak menyimak pembicaraan serius Jasper yang seharusnya bersifat pribadi, namun kini wanita itu mendengar nya dan membiarkan Jasper mengambil alih.
__ADS_1
" Mereka harus tau berhadapan dengan siapa! Berani menyentuh putriku maka harus siap menerima akibat nya! " ucap Jasper dingin namun terselip senyum berbahaya nya.