
Jasper dan Everlyn membawa Laura menuju rumah sakit terdekat dimana mereka menjadi pusat perhatian karena pakaian yang mereka kenakan basah.
Jasper membopong tubuh kecil Laura dengan berlari seraya berteriak memanggil dokter, beruntung seorang suster dengan sigap membawa brankar untuk membawa Laura menuju ruang gawat darurat.
" Lakukan yang terbaik untuk putriku! " ucap Jasper lagi dan suster itu mengangguk dan tak memperbolehkan siapapun masuk kecuali Dokter. Everlyn terduduk dan menangis seraya mengusap wajah nya kasar, kejadian tak terduga ini justru membuat putrinya dalam bahaya.
" Eve " panggil Jasper membawa tubuh Everlyn ke pelukan nya. Jasper mengusap lembut punggung wanita nya yang bergetar akibat menahan isak tangisnya. " Semuanya akan baik-baik saja " ucap Jasper lembut
" aku takut.. Disini tidak aman untuk nya Jasper " ucap Everlyn yang masih menangis karena teringat akan putrinya Laura.
" Siapa mereka? " tanya Jasper seraya menangkup kedua pipi wanitanya lembut, manik mereka saling bertatapan seolah mengisyaratkan sesuatu. " Eve..
" Aku tidak tau, sungguh " ucap Everlyn lagi memeluk tubuh Jasper erat. " Aku tidak tau.. tapi mereka mengenal ibuku " ucap Everlyn lagi membuat dahi Jasper berkerut.
__ADS_1
Jasper merasa jika ibu wanitanya bukan dari kalangan biasa terbukti mereka mendatangi kediaman Everlyn selaku putri dari Berlyn.
Ceklek.
Jasper dan Everlyn menoleh saat pintu ruangan Laura terbuka hingga seorang dokter lelaki keluar dan tersenyum penuh memikat. Jasper menatap tajam saat manik pria itu menatap wanitanya penuh minat.
" Bagaimana keadaan putriku? " tanya Jasper dingin hingga dokter itu menoleh dan tersenyum tipis menanggapi.
" semuanya baik-baik saja tuan, tidak perlu khawatir " ucap dokter itu dengan tenang.
" Kau dengar itu. Laura tidak apa-apa, aku akan masuk menemuinya " ucap Everlyn lagi dan Jasper mengangguk pelan. Tatapan Jasper tak luput dari lelaki yang berprofesi sebagai dokter itu.
" Jaga tatapan mu dari wanitaku! " ucap Jasper tajam dan berlalu begitu saja membuat dokter itu menggeleng pelan.
__ADS_1
Everlyn duduk disebuah kursi seraya mengusap lembut surai Laura yang masih saja basah. Jasper memperhatikan Everlyn lekat saat wanita itu terus mencemaskan keadaan Laura.
" Jasper " panggil Everlyn membuat langkah lelaki itu mendekat seraya membawa sebuah kursi untuk dirinya duduki.
" Semuanya akan baik-baik saja. Aku akan melindungi mu dan juga putri kita " ucap Jasper dengan wajah serius membuat tatapan Everlyn berpaling begitu saja.
" Lalu bagaimana kau menjelaskan tentang kedatangan wanita itu? " ucap Everlyn terlihat serius membuat Jasper tertegun. " Kau tak bicara padaku jika kau sudah memiliki seorang istri! " tajam Everlyn lagi.
" Apa itu penting? " tanya Jasper membuat Everlyn memicingkan maniknya pelan. " Wanita itu hanya istriku! Aku tak mencintainya sama sekali! " ucap Jasper lagi tegas. " Aku hanya mencintaimu dan juga anak kita " ucap Jasper dengan perasaan yakin. Everlyn diam saja tak menjawab dalam hatinya banyak sekali pertanyaan yang ingin dia katakan pada Jasper.
" Tapi kenapa kau menikahinya? " cicit Everlyn dengan pandangan tertunduk membuat Jasper gemas bukan main.
" Ingin mendengar kisah ku? " tawar Jasper terkikik geli melihat reaksi Everlyn yang terlihat seperti seorang anak kecil.
__ADS_1
" Tidak! " tegas Everlyn lagi " Kau membohongiku dan aku tidak menyukainya! " tegas Everlyn lagi seraya memalingkan wajahnya kearah samping dimana perasaan kesal menyelimuti hatinya. Jasper menarik lembut tangan wanitanya walaupun mendapatkan penolakan.
" aku akan tetap menjelaskan nya sayang. Karena aku mencintaimu dan juga putri kita " ucap Jasper berbisik tepat ditelinga wanitanya hal itu membuat Everlyn tersipu malu dibuatnya.