
seorang wanita sedang duduk menyandar di kursi kebesaran nya, jarinya terlihat mengetuk dengan pandangan yang lurus seraya mendengarkan seseorang yang sedang berbincang disamping kirinya.
Wanita bergaya anggun itu hanya mengedipkan kedua matanya saat seseorang berbicara dengan begitu tenang di sampingnya hingga sebuah pergerakan dapat disadari oleh wanita itu.
" Jasper " Gumam wanita itu yang tak lain adalah Jenifer. Wanita itu mengerutkan dahinya saat para anak buah yang berjaga terlihat berlarian dengan langkah tergesa.
" Tuan Jasper datang! " teriak seseorang menggema membuat para penghuninya panik seketika. Jenifer terlihat diam dengan raut wajah yang tak menentu.
" Jenifer bagaimana ini? " tanya seseorang lelaki yang berada di sampingnya.
" Apa lagi! hadapi dia! " ucap Jenifer lantang dengan kedua tangan terkepal erat seraya mengingat saat dirinya dikurung di tempat neraka milik Jasper.
DODODODORRRR
Arghhhh
suara teriakan terdengar santer di kediaman mewah bergaya Fantasy yang terletak disebuan pantai pribadi milik Jenifer. Jasper mensmbak siapa saja yang mencoba menghalangi jalan nya.
" JENIFER!! " teriak Jasper meraung seraya terus melontarkan senjatanya tanpa ampun. Jesika yang melihat itu dari layar monitor nya seketika terdiam " Jenifer! keluar kau! " teriak Jasper lagi dan berlari menuju lantai tiga dimana keberadaan Jesika berada.
__ADS_1
" Dia datang Jenifer! Kau gila, aku tak mau menjadi imbasnya antara permasalahan mu dengan Jasper! " ucap lelaki itu yang tak lain adalah sepupunya.
" Diam! Jangan katakan kau takut menghadapinya Rein! " ucap Jenifer tegas.
Brakkkk
Jenifer dan lelaki yang bernama Rein itu terkejut saat sebuah pintu yang memakai sebuab sidik jari dapat di lalui oleh Jasper dengan begitu mudah.
Jasper datang bersama dengan anak buahnya. Jenifer menatap lelaki yang masih menjadi suaminya tajam begitupun sebaliknya. Rein terlihat gugup saat kedua manik Jasper justru beralih menatap nya.
" Kita bertemu lagi Jenifer " ucap Jasper terdengar rendah dengan sorot mata yang terkunci pada sosok wanita yang selalu di hindarinya. Jenifer tersenyum kecil dan terlihat santai saat sosok kejam di hadapan itu sedang tersenyum penuh arti.
" apa yang membawa mu kemari Jasper? datang dan membunuh para anak buah ku " ucap Jenifet terlihat acuh tapi tidak dengan Rein. Lelaki itu berpikir jika Jenifer salah dalam bertindak.
" Apa maksud..
Dorrr
" Jenifer!!" teriak Rein saat melihat sepupunya itu di tembak di bagian kakinya hingga Jenifer menjerit tak karuan. " Kau keterlaluan Jasper, dia istrimu! " teriak Rein seraya menyobek gaun jesika untuk menampung darah yang terus mengalir.
__ADS_1
" Aku sudah pernah memperingatkan mu sekali namun kau mengabaikan nya Jeni! dan kini kau berani menyentuh putri ku dengan para antek-antek mu! Dimana Gera? " ucap Jasper yang tepat di hadapan Jenifer
" Jasper!! " teriak Rein namun,
BUGH!
" Rein! " teriak Jenifer saat melihat sepupunya itu di pukul tepat dibagian hidung nya hingga mengeluarkan cairan berwarna merah kental. Jasper menarik rambut panjang Jenifer tanpa bekas kasihan hingga wanita itu semakin merintih kesakitan.
" Katakan dimana Gera? " tanya Jasper namun tiba-tiba.
Bughhh
Rein bangkit dan memukul punggung kekar Jasper dengan tangan kosong hingga Jenifer terkejut bukan main. Jasper menyeringai kejam tepat di hadapan Jenifer hingga membuat Rein bingung seketika.
" Kau tak bisa ku maafkan Jeni! " lirih Jasper namun tiba-tiba suara seru helikopter terdengar dikediaman mewah. Baik Jasper dan Jenifer menoleh kesamping kanan dimana layar monitor canggih masih terlihat, senyum Jenifer terkembang saat melihat siapa yang datang.
" Kali ini kau yang tak bisa berkutik! " ucap Jenifer tepat di hadapan Jasper. " ayah ku tak akan membiarkan putrinya di perlakuan seperti ini oleh mu Jasper! " ucap Jenifer lagi namun Jasper tersenyum kecil dan mencengkram erat leher Jenifer hingga wanita itu dan juga Rein terkejut bukan main. " le... lepaskan.. " rintih Jenifer saat rasa sakit mendera pangkal lehernya.
" Kau yang sudah memancing perselisihan ini Jeni! jadi jangan pernah menyesal! " desis Jasper kejam hingga mendorong tubuh wanita itu kasar hingga terbentur tembok. Jenifer terkejut dan merasakan punggungnya yang sakit kuar biasa.
__ADS_1
" kau gila Jasper! " sentak Rein namun Jasper hanya tersenyum remeh menimpali.
Jenifer merintih karena punggungnya terbentur tembok Rein segera membantu sepupu nya itu untuk berdiri walaupun keadaan nya tak memungkinkan. Setidaknya kedatangan sang paman memberikan angin segar untuk keduanya.