
Antoni menatap tajam Robin seperti ingin mencabik nya dalam sekejap, perkataan lelaki itu cukup melukai hatinya, namun bagaimana pun perkataan Robin ada benar nya.
" Berlyn akan murka jika dia tau kau bersikap seperti ini padaku! " tajam Antoni membuat Robin terkekeh dan menatap Antoni lamat.
" Tau apa kau tentang putriku? " tanya Robin lagi dingin. " Kau tidak tau apapun tentang nya bukan? " ucap Robin lagi.
" Aku mengetahui semuanya! " teriak Antoni lagi marah dimana Fara tergeletak begitu saja setelah disiram Alkohol oleh anak buah Robin. Veronica tak kuasa menahan isak tangis nya saat melihat Fara yang dirawat dari bayi hingga besar harus terjerumus dalam kesesatan semata. " Aku mengetahui semua tentang istriku! " ucap Antoni lagi.
" Termasuk Berlyn yang merupakan seorang pembunuh hingga putri seorang Mafia? " tanya Robin dengan wajah polosnya namun perkataan nya itu membuat ketiga orang asing dimatanya syok bukan main. Veronica terasa tak percaya jika sahabat baiknya merupakan seorang pembunuh terlebih putri seorang mafia.
" Bohong! Kau pembohong! Mana mungkin Berly seorang pembunuh " ucap Antoni terkejut dimana ia baru saja mengetahui identitas asli dari mendiang istrinya. " Tidak mungkin! " tegas Antoni
" Hahahaha lihat wajah konyol nya itu sungguh menggelikan. Sudah ku duga jika Berlyn tak memberitahu mu tentang identitas yang sebenar nya bukan? sungguh malang sekali " ucap Robin lagi membuat Antoni terdiam. " Enyah lah sekarang juga! " ucap Robin tanpa perasaan dimana para anak buah Robin membawa tas berisi pakaian ketiganya. Antoni merasa di injak harga dirinya oleh mantan mertua mendiang istrinya dalam hatinya terselimuti kilasan dendam dan api amarah.
* Dikediaman Jasper.
Laura dan Jack tampak asyik menonton sebuah kartun animasi dengan berbagai aneka cemilan dan minuman yang tersedia. Laura asyik memakan sebuah cake kering berasa keju dengan dibaluri coklat dan taburan Almond, sedangkan Jack anak lelaki itu asyik memakan popcorn dengan minuman susu hangat di tangan nya.
" Laura apa kau bahagia disini? " tanya Jack tiba-tiba.
" Kau ini jangan bodoh Jack! tentu saja aku bahagia karena bisa bertemu dan tinggal bersama daddy " ucap Laura lagi dan Jack mengangguk kecil dibuatnya. " Ada apa kau bertanya seperti itu Jack? " tanya Laura dengan manik memicing.
__ADS_1
" Aku hanya bertanya saja " ucap Jack lagi tersenyum manis seraya mencubit pipi Laura gemas.
" Jack!! " teriak Laura kesal namun anak lelaki itu tampak tertawa renyah. " Kau selalu saja mencubiti pipiku ini! " ucap Laura lagi.
" pipimu itu sangat gembul, jadi.. Maaf aku selalu ingin mencubiti nya " ucap Jack membuat Laura terdiam dengan bibir mengerucut. " Sekarang kau sudah disini, maka aku akan kesulitan untuk bertemu dengan mu Laura. Aku hanya bisa mengandalkan liburan akhir tahun untuk bisa bertemu dengan mu " ucap Jack lagi dengan mata yang terfokus pada televisi berukuran besar.
Laura terdiam dan meminum minuman nya perlahan, ucapan Jack ada benarnya tapi mau bagaimana lagi pasti Mommy nya akan tinggal lebih lama bersama daddy nya.
" Ayo kita berjanji Jack! " ucap Laura lagi membuat Jack mengerutkan dahinya pelan. " Aku berjanji akan setia menunggu mu hingga dewasa agar kita selalu bersama " ucap Laura lagi membuat Jack tertegun dalam diamnya. Jari kelingking kecil dan manis itu tepat di hadapan wajahnya. Jack menatap wajah Laura lekat. " Come on " ucap Laura lagi.
" Ya aku berjanji untuk menunggu mu dewasa hingga nanti kau akan menjadi istriku. Aku akan berusaha untuk menjadi lelaki hebat, kuat dan banyak uang seperti daddy mu " ucap Jack tegas hingga Laura mengangguk namun tanpa sadar perkataan mereka terdengar oleh Jasper yang diam mematung membelakangi keduanya.
Ehemm!!
" Ada apa dad? " tanya Laura dengan wajah polos nya. Jasper tersenyum manis saat putrinya justru menatap dengan ekspresi seperti itu.
" Apakah tontonan kalian menyenangkan? " tanya Jasper menoleh kearah televisi dimana siaran itu belum berakhir.
" Cukup membosankan " ucap Jack membalas ucapan Jasper dan Laura hanya mengangguk membenarkan.
" Lalu kenapa kalian menonton jika bosan? " tanya Jasper lagi bingung. Namun kedua anak kecil itu hanya terdiam dengan ekspresi yang sama. " Daddy mendengar perkataan kalian tadi, bukankah perbincangan seperti itu adalah hal yang sangat dewasa? " tanya Jasper lagi.
__ADS_1
" ya lalu kenapa? Aku akan tumbuh menjadi pria kuat dan hebat dimasa depan, kelak semua orang akan bertekuk lutut dibawah kaki ku hingga dunia mengukir nama ku dengan indah " bangga Jack membuat Jasper terdiam karena tak menyangka jika anak seusia Jack mempunyai ambisi yang sangat kuat.
" Jangan sombong Jack! " tegur Laura membuat Jack tersenyum dan terkekeh kecil.
" Aku akan menjadi lelaki sejati Laura! Ingat janjiku ini " ucap Jack dan Laura hanya mengangguk kecil dengan diiringi tawa kecil.
" Jika begitu kau harus banyak belajar di usia dini Jack! Buktikan semua ucapan mu dimasa mendatang. Aku mendengar jelas jika kau menginginkan putriku untuk menjadi istrimu namun sebelum itu kau harus berhadapan dengan ku! " ucap Jasper dingin.
" Jasper! " panggil Everlyn tiba-tiba dengan Elle di belakangnya. " Jangan begitu pada Jack dia masih anak-anak dan belum memahami ucapan mu itu! " ucap Everlyn seraya duduk di kursi kosong lainnya. " Jack kau jangan terlalu menganggap serius perkataan paman Jasper, dia hanya bercanda " imbuh Everlyn lagi.
" Aku mengerti bibi. Namun tidak salah nya seperti itu " ucap Jack lagi dengan meneguk minuman nya hingga tandas " aku harus menjadi lelaki yang berkuasa suatu saat nanti! " ucap Jack dengan pandangan yang terkunci pada Jasper hingga lelaki itu tersenyum menyeringai.
" Jack hentikan! " ucap Elle selaku ibu dari Jack. " Kemasi baranng-barang mu karena kita akan kembali " ucap Elle lagi membuat Laura terkejut bukan main.
" Secepat itu bibi? " ucap Laura tak percaya.
" Kami akan segera kembali sayang, kau tau jika bibi tak bisa meninggalkan pekerjaan terlalu lama. Namun bibi berjanji akan berkunjung saat musim semi tiba " ucap Elle membuat Laura menghela nafasnya pelan seolah tak menginginkan teman kecilnya untuk pergi. Jack tersenyum dan mengelus lembut rambut panjang Laura.
" Aku berjanji akan selalu mengiri mu pesan Laura. " ucap Jack tersenyum manis.
" Tapi Jack kau baru saja di sini dan kita belum banyak bermain " keluh Laura hingga Jack mengangguk kecil.
__ADS_1
" Come on, kau tak ingat janji kita? " bisik Jack membuat dahi Laura mengernyit pelan. " Kita akan segera bertemu kembali " ucap Jack lagi dan Laura akhirnya mengangguk pelan dan tersenyum manis.
" baiklah. Jadi kapan bibi? " tanya Laura menatap Elle yang sedang tersenyum lembut. " Saat ini juga? " tebak Laura dan Elle mengangguk seraya mengacungkan satu jempolnya. " Apakah mommy dan daddy akan pergi mengantar mereka? " tanya Laura dan Everlyn mengangguk lagi. " Aku ikut! " ucap Laura berteriak penuh semangat membuat sang ibu terkekeh kecil.