The Misterius

The Misterius
* Semakin terbuka.


__ADS_3

Hari ini Everlyn harus pergi ke paris karena urusan pekerjaan dimana wanita keturunan Smith itu mulai membangun sebuah perusahaan baru yang bergerak di bidang Fashion atas saran dari Jasper.


Alhasil Everlyn harus meninggalkan Laura bersama dengan Jasper saat dirinya tak ada, untung saja Jasper tak keberatan dimana Everlyn tau jika pekerjaan seorang Jasper sangat lah banyak.


" Daddy kita akan kemana? " tanya Laura bertanya seraya menatap kearah jendela.


" Daddy harus rapat terlebih dahulu sayang, setelah itu daddy akan membawa mu ke sebuah tempat dimana daddy yakin kau akan menyukainya? " ucap Jasper menoleh kearah Laura dan tersenyum lembut.


" Baiklah, jadi tujuan utama kita adalah perusahaan daddy " ucap Laura dan Jasper mengangguk mantap. Sang supir yang masih anak buah Jasper hanya mendengarkan perbincangan antara ayah dan anak nya, namun dirinya tak menyangka jika sosok bos besarnya itu mempunyai sikap yang lembut dimana sosok Jasper yang kejam seolah lenyap begitu saja.


" Kita sudah sampai tuan " ucap sang supir dengan sopan. Jasper mengangguk dan segera membereskan barang-barang Laura dimana tablet dan beberapa cemilan berserakan di mobil mewah nya.


" Ayo sayang, daddy berjanji tidak akan lama " ucap Jasper dan Laura mengangguk. Beberapa satpam yang bertugas segera menunduk dengan hormat saat sang bos besar datang dengan seorang anak kecil.

__ADS_1


mereka terperangah saat Jasper justru menuntun Laura dan membawa sebuah tas ransel berwarna pink dengan gambar Barbie. Laura tersenyum manis saat beberapa orang terus menatapnya sedangkan Jasper hanya menunjukkan wajah dingin dengan memakai sebuah kacamata berwarna hitam.


" Selamat pagi tuan Jasper, ada yang bisa saya bantu? " tanya seorang resepsionis dimana wanita itu tersenyum ramah.


" Apa mereka sudah datang? " tanya Jasper lagi.


" Mereka sudah menunggu tuan di ruang rapat. " ucap sang resepsionis dengan pandangan yang menunduk. Jasper melenggang pergi begitu saja setelah mendengar perkataan karyawan nya itu.


Para karyawan Jasper dibuat penasaran siapa sosok anak kecil yang dibawa oleh bos mereka. Dimana Laura mengenakan sebuah pakaian dari brand ternama dengan sepatu boots berwarna coklat. Laura tersenyum saat Jasper menoleh kearah nya.


" Of course, kau hanya perlu duduk di samping daddy sayang " ucap Jasper dan Laura hanya mengangguk pelan seraya menggenggam tangan sang ayah.


Ceklek!

__ADS_1


Manik semua orang menoleh saat pintu ruangan yang menjadi rapat penting itu terbuka. Jasper berjalan dengan gagah seraya menyeret sebuah kursi pajangan untuk Laura duduki.


" Tuan anda..


" Mari kita mulai rapat nya " ucap Jasper dingin saat sudah meletakkan Laura duduk di kursi yang bersebelahan dengan nya. Jasper melepaskan kaca mata hitam nya dan menatap satu persatu wajah yang hadir di ruangan itu. " Ada apa? " tanya Jasper bingung saat semua orang justru terdiam begitu saja. " Jangan membuang waktuku! Ayo kita mulai rapat nya " ucap Jasper lagi.


" Maaf tuan, tapi kenapa harus ada seorang anak kecil pada rapat kita kali ini, apakah itu tidak akan mengganggu rapat kita hari ini? " tanya seorang lelaki bertanya seraya menatap Laura lekat.


" perhatikan mata mu itu jika masih ingin berada di tempatnya! Dia putriku, tak ada yang bisa mengatur rapat ini di tanah kekuasaan seorang Jasper philip! " ucap Jasper dingin membuat semua orang yang berada di ruangan itu terdiam dengan gugup. " Jalankan rapat nya atau tidak sama sekali! " ancam Jasper lagi hingga Laura pura-pura tak mendengar dan justru asyik dengan tablet milik nya


Jasper duduk dengan tegap dan mulai membuka sebuah berkas dengan laptop di hadapan nya, sekilas Jasper menatap Laura namun rupanya anak kecil itu justru asyik dengan dunia nya hingga Jasper terkekeh dibuat nya.


Rapat kali ini berjalan dengan lancar dimana Jasper menyetujui beberapa poin penting yang akan berjalan pada proyek barunya di bidang pembangunan. Sosok Jasper saat memimpin sungguh dingin dan irit bicara gayanya yang kaku membuat semua orang hanya bisa menghela nafasnya panjang.

__ADS_1


" Daddy aku lapar " ucap Laura menoleh kearah jasper saat lelaki itu sedang menandatangani sebuah berkas penting.


" Baiklah, kita akan makan terlebih dahulu " ucap Jasper lembut dimana semua orang tertegun saat mendengar Jasper yang berubah sikap dalam sekejap. " Bawa semua berkas ini. Rapat kita akhiri! " ucap Jasper dingin dan semua orang mengangguk patuh.


__ADS_2