
mobil yang Gera dan Laura tumpangi di tabrak oleh sebuah mobil truk yang tiba-tiba saja muncul di sisi kirinya. Gera tak dapat mengelak hingga dirinya kehilangan kendali kemudi nya.
Laura seketika terbemtur dan terhimpit oleh dasboar bagian depan hingga anak perempuan itu merasakan sesak didadanya.
" La.. Laura " panggil lirih Gera dengan pandangan yang mulai menggabur. sayup-sayup Laura masih dapat mendengar suara disekitarnya hingga derap langkah seseorang dapat didengar oleh telinganya.
Gera kehilangan kesadaran nya akibat kepala nya terbentur hebat hingga hidungnya mengeluarkan cairan berwarna merah.
" M-mommy " lirih Laura dengan manik terpejam erat. kejadian itu sangat begitu cepat hingga Gera tak bisa menghindari kejadian yang ada. Beberapa orang tampak mengelilingi mobil mewah yang ditumpangi oleh Gera da Laura.
CRATTTT
Aghhh
" Mereka mengenakan sistem tinggi pada mobil itu! " ucap seseorang dengan wajah penuh kesakitan dimana tiba-tiba dirinya tersetrum hingga membuat salah satu tanganya lunglai.
__ADS_1
" Jasper sialan! " desis salah satu dari mereka, hingga
DODODODORRRR
Aghhh
" menghindar!! " teriak salah satu dari mereka saat melihat anak buah Jasper datang dan tiba-tiba menyerang dengan rentetan peluru. Alhasil mereka menghindari serangan itu dan meninggalkan target begitu saja.
" Kepung mereka dan sisakan satu untuk tuan! " ucap anak buah Jasper saat melihat buruannya lari terbirit-birit menghindari kepungan serta serangan dari anak buah Jasper.
AGHHH
teriakan kematian dan aksi saling balas terdengar mencekam di wilayah yang sangat luas dan terisolasi. Kediaman Gera yang berada di kaki bukit sulit untuk dijamah oleh penduduk sekitar.
" Jangan beri celah! dan sisakan satu! " ucap tiba-tiba Jasper yang datang terengah-engah kepada anak buahnya dan langsung berlari kearah mobil dimana kendaraan beroda empat itu terlihat penyok dan ringsek.
__ADS_1
" Laura! " teriak Jasper saat melihat wajah putrinya penuh dengan darah. Seketika jantung Jasper berdetak tak karuan dengan nafas yang naik turun. Mobil mewah itu dilengkapi sensor dan sidik jari Jasper hingga lelaki itu dengan mudah membuka pintu mobil dengan cepat. " Laura! Gera! " panggil Jasper saat melihat kedua orang itu tergeletak dengan bersimbah darah dari wajah nya.
**********
Lelaki yang memakai kemeja berwarna merah itu tampak duduk termenung seraya menatap seseorang yang tertidur dengan pulas. Rambutnya yang acak-acakan dan penuh noda merah di wajah serta lengan nya membuat sosok lelaki itu tampak berbeda.
CEKLEK.
" Maaf tuan mengganggu, aku membawa kabar jika kelompok orang yang menyerang masih berkaitan dengan nyonya Jenifer. " ucap seorang lelaki itu sopan hingga lelaki yang memakai kemeja berwarna merah yang tak lain adalah Jasper sontak menajamkan pandangannya.
" J-jeni! " geram Jasper meremat kepalan tangan nya erat. Nafas lelaki itu tampak naik turun saat mendengar kabar dari anak buahnya. Jenifer memang tidak bisa diremehakan rupanya Jasper mengabaikan sosok wanita itu hingga putrinya celaka. " tunggu aku di markas! wanita itu harus ku beri pelajaran! " ucap Jasper menggeram.
" Tapi tuan J bagaimana dengan tuan..
" Aku tidak perduli! Dia sudah berani menyentuh putriku, itu artinya dia mengabaikan ancama seorang Jasper philip " tegas Jasper dengan menggebu-gebu. " Bunuh orang itu dan kirimkan mayatnya pada Jeni! wanita itu harus tau jika aku tak pernah bermain-main dengan ucapan ku! " ucap Jasper tak terbantahbdan lelaki itu hanya mengangguk patuh seraya berlalu begitu saja.
__ADS_1