
Hari-hari yang Fara lalui cukup membuat dirinya geram bukan main, pasal nya hampir seluruh pekerjaan di limpahkan oleh nya dengan pengawasan ketat dari Kei selaku asisten pribadi sang CEO.
Sudah hampir tiga minggu Everlyn tak mengunjungi perusahaan hal itu membuat Fara penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Everlyn di luar sana.
" Nona Fara ini ada..
" Sudah cukup! " teriak Fara kesal karena sedari tadi dirinya tak berhenti untuk istirahat, dan kini Kei muncul lagi dengan membawa beberapa berkas lainnya. " Kau benar-benar sialan Kei! Kau itu hanya kaki tangan kakak ku! Kau tidak berhak memperlakukan aku seperti ini! " teriak Fara lantang membuat Kei menghela nafas nya pelan.
" ini adalah tugas anda nona Fara! Kau sendiri yang meminta kepada nyonya Everlyn untuk ditempatkan dan duduk di kursi wakil CEO. Seharusnya kau faham dan mengerti tugas mu selama nyonya Eve tak hadir! Kini kau berteriak marah seolah-olah kau tak mampu untuk mengerjakan nya? Lalu bagaimana dengan kau yang waktu dulu duduk di kursi pemimpin? Sadar lah nona Fara kemampuan mu tak sepadan dengan nyonya Everlyn! " tekan Kei dengan tegas.
" Hentikan wanita sialan! Aku tak butuh bualan mu disini! " teriak Fara dengan menunjuk jarinya tepat ke wajah Kei.
" Jika begitu persiapkan diri anda karena para pemasok dunia sudah menunggu wakil ceo di ruang rapat! " ucap Kei tegas hingga Fara melebarkan matanya seketika. Rapat para dewan?.
" Pergilah, aku akan bersiap! " ucap Fara dengan nada kesal nya. Kei tak mengucapkan sepatah katapun saat meninggalkan ruangan Fara, hatinya diselimuti kekesalan pada wanita itu.
Fara segera mempersiapkan diri mempercantik penampilan nya sebagus mungkin dengan menambahkan polesan bibir agar terkesan lebih manis. Fara sudah mengetahui jika para dewan direksi yang baru berasal dari luar negara, hal itu membuat Fara mempunyai rencana lain.
" Lihat saja Eve! Aku akan membuat perusahaan ini hancur! " cicit nya dengan manik menyipit.
Disisi lain Everlyn sedang bersiap untuk menghadiri rapat dewan direksi untuk membahas pekerjaan dimana tender sebelumnya berjalan dengan baik, hal itu membuat perusahaan EM CROP semakin luas dan terkenal.
Gaun panjang berwarna merah melekat indah di tubuh ideal wanita itu, rambut panjang nya digelung indah hingga memperlihatkan punggung, leher, dan bahu mulusnya yang indah.
__ADS_1
Dirasa sudah cukup Everlyn segera melangkah dan bergegas pergi menuju perusahaan menggunakan sebuah mobil mewah pemberian dari Jasper.
Senyum wanita itu terus mengembang saat mengingat lelaki yang kini berstatus menjadi kekasihnya. Beberapa kali Everlyn dibuat terharu dengan sikap dan pemberian mewah dari Jasper beberapa hari yang lalu.
Hingga tak terasa mobil mewah itu mulai memasuki kawasan perusahaan. Everlyn segera memarkirkan mobil nya segera. Beberapa sambutan didapatkan oleh Everlyn saat berpapasan dengan para karyawan nya.
" Mereka sudah tiba? " tanya Everlyn pada seorang karyawan lelaki.
" Sudah nyonya. Mereka sudah menunggu di ruang rapat " ucap karyawan lelaki itu dengan sopan. Everlyn mengangguk dan tersenyum ramah, penampilan nya kali ini membuat para karyawan tertegun.
Sedangkan disisi lain Fara dibuat kerepotan dengan berbagai pertanyaan yang terlontar begitu saja dari para tamu perusahaan, beruntung Kei masih mau membantu menjawab walaupun mendapatkan tatapan tajam dari Fara.
" Nona Fara anda sangat cantik " ucap seorang lelaki yang sedari tadi memperhatikan Fara hingga membuat si mpu nya tersipu malu.
" Bagaimana jika aku menaikkan harga saham di perusahaan ini, nona Fara ? " ucap lelaki itu membuat Kei mengeryit tak mengerti.
" Maaf tuan Fras! Nona Fara tak memiliki kewenangan akan hal itu, dia hanya..
" Aku setuju tuan Fras.. Lalu bagaimana dengan yang lainnya " ucap Fara cepat tersenyum manis dan melirik Kei tajam. Kei hanya bisa meruntuki kebodohan Fara kali ini.
CEKLEK
Semua orang terkejut dan menoleh kearah pintu dimana seorang wanita datang dengan senyum ramah nya.
__ADS_1
" Maaf jika menunggu lama, tuan-tuan " ucap Everlyn melangkah dengan anggun dan duduk di kursi kebesaran nya, hingga tatapan semua orang tertuju padanya.
" Nyonya Eve " sapa Kei ramah dan Everlyn tersenyum menanggapi. " Anda datang di waktu yang tepat nyonya " ucap Kei lagi membuat Everlyn menyipitkan maniknya pelan.
" Ada apa? " ucap Everlyn.
" Mari tuan-tuan kita bahas masalah kenaikan harga saham, disini ceo EM CROP sudah tiba, jadi sepantasnya beliau lah yang lebih berwenang " ucap Kei sopan melirik Fara yang menatap tajam padanya.
" Kenaikan saham? " ulang Everlyn. " Apa ada masalah? " ucap Everlyn lagi.
" Tuan Fras bicaralah " ucap Kei lagi hingga lelaki yang bernama Fras tersenyum karena memperhatikan sosok Everlyn Mortar.
Everlyn melirik kearah lelaki yang bernama Fras dimana sosok gagah dan berkharisma nya sedang tersenyum penuh pesona.
" Nyonya Eve kau jauh lebih cantik seperti rumor yang ku dengar " ucap Fras tersenyum manis.
" rumor? " ulang Everlyn lagi dan Fras mengangguk membenarkan dengan tatapan yang lepas dari sosok Everlyn. " ternyata anda penikmat sebuah rumor tuan Fras " kekeh Everlyn lagi hingga mengundang gelak tawa yang hadir " Jadi bagaimana tuan? Aku ingin mendengar alasan nya? " tanya Everlyn lagi dengan sikap yang tenang.
" Pertama-tama aku sangat senang karena uang yang ku tanamkan di perusahaan ini tak sia-sia kau mengembangkan nya dengan sangat baik. Kau benar-benar berkompeten " ucap seorang lelaki yang memuji sosok Everlyn Mortar. " tapi tidak kah kau ingin menaikkan saham " tanya seorang lelaki berkulit hitam.
" Untuk apa? Biarkan harga saham tetap seperti yang sudah kita sepakati. Aku tak ingin memperburuk keadaan tuan-tuan " ucap Everlyn sopan.
" Tapi bagaimana dengan ku nyonya Eve? Aku ingin menambah modal saham di perusahaan mu, dan sepertinya nona Fara sangat setuju " ucap tuan Fras lagi. Everlyn terdiam sejenak dan menatap Fara dengan tatapan biasanya seolah-olah tak ada masalah di antara keduanya.
__ADS_1
" aku akan mempertimbangkan nya nanti tuan Fras. Lebih baik kita rayakan keberhasilan kita saat ini " ucap Everlyn lagi dengan diangguki semua orang yang ada.