The Misterius

The Misterius
* Everlyn dan Antoni


__ADS_3

Antoni dan Veronica terkejut saat mendapat kabar dari berbagai media tentang penangkapan Fara dan juga Bryan. Antoni tak menyangka jika putrinya akan bertindak lebih jauh.


" Ayo kita bertemu dengan Eve! " ucap Antoni kepada Veronica.


" Hentikan mas, biarkan Fara menerima akibat dari perbuatan nya itu " ucap Veronica tak terima. Namun Antoni terlihat berpikir dengan ucapan istrinya. " Eve akan semakin membencimu mas terutama aku. " tegas Veronica lagi " Tidak kah kau ingin berdamai? Kau sudah kehilangan ikatan dengan putrimu mas. " ucap Veronica lagi.


" Tapi Fara.. Dia hanya sedang hilang arah veronica " ucap Antoni menatap wajah istri nya lekat. Veronica membalas tatapan itu dengan tajam lalu tersenyum tipis.


" Apa yang sedang kau pikirkan ? " ucap Veronica lagi.


" Aku... Aku hanya " ucap Antoni gugup.


" Everlyn putrimu begitupun dengan Fara. Namun bagaimana jika Eve mengetahui semua nya Antoni? Termasuk tentang Fara " tanya Veronica lagi membuat tubuh Antoni menegang. " Selama ini Eve hanya mengetahui Fara putri angkat ku! " tanya nya lagi membuat Antoni terdiam.


" Tidak Vero! Eve tidak akan bertindak kejam lebih dari ini. Aku akan bertemu dengan nya " ucap Antoni berlalu pergi meninggalkan Veronica begitu saja. Veronica menatap kepergian suaminya dengan pandangan nanar.


" Benar kata mu Berlyn. Toni hanya memikirkan dirinya sendiri, dia tidak bisa adil terhadap dua putrinya. " gumam Veronica hampir tak terdengar dengan tangan yang memijat pelipis nya pelan.


Veronica akan membiarkan Antoni menyelesaikan masalah keluarga nya sendiri, dirinya tak akan ikut campur lagi mengenai masalah internal yang berkepanjangan ini.


Sedangkan disisi lain Antoni sudah mendapatkan alamat terbaru dimana putrinya tinggal, sebagai seorang ayah Antoni hanya ingin yang terbaik untuk Everlyn maupun Fara.

__ADS_1


Antoni berhenti di sebuah rumah mewah yang berada di sisi jalan ibu kota, manik nya menyipit kala melihat alamat yang diberikan oleh Kei padanya.


" Sebuah Mansion? " gumam Antoni tak menyangka jika hunian Everlyn sangat lah besar. Dirinya segera bergegas memasuki wilayah itu namun Antoni tak menyangka jika para pekerja di sana tak mengenali dirinya.


" Antoni mortar! Apakah putriku ada di dalam? " ucap Antoni tajam kepada seorang penjaga yang tidak membuka kan pintu gerbang untuk dirinya.


" Maaf tuan, nyonya berada didalam hanya saja..


" Biarkan orang itu masuk! Dia ayah ku! " ucap suara seseorang yang terdengar disebuah benda berukuran kecil di jam tangan lelaki yang bertugas. Antoni tertegun karena Everlyn dapat mengetahui keberadaan nya.


" Silahkan tuan " ucap lelaki bertubuh tegap mempersilahkan Antoni untuk masuk.


Antoni melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang diarea mansion putrinya, sesaat Antoni merasa kagum dan bangga karena Everlyn telah berhasil menjadi orang yang sangat berpengaruh, hal itu diketahui olehnya disebuah majalah edisi terbatas dimana potret Everlyn terpajang cantik di sana.


Antoni duduk dengan tenang disebuah ruangan yang menurut nya sangat Formal. Beberapa poto putrinya terpajang indah di sana namun manik nya menyipit saat Antoni melihat sebuah potret Everlyn dengan seorang anak perempuan.


" Halo, ayah " ucap suara tersebut mengejutkan Antoni. Everlyn berjalan dengan anggun dan duduk berhadapan dengan ayah nya. " Langsung saja, untuk apa kau menemui ku? " ucap Everlyn dengan datar.


" Eve mari kita bicara dengan kepala dingin " ucap Antoni membuat pandangan Everlyn menyipit. " Eve apa yang kau lakukan terhadap Fara? Kenapa kau..


" Hanya itu? Kau datang ke mansion ku hanya ingin membicarakan hal ini? " tajam Everlyn.

__ADS_1


" Eve bagaimana pun Fara adik mu! " ucap Antoni tak kalah tajam.


" Apa maksud ucapan mu? Jelas-jelas aku tak mengakuinya. Dia... Kau lah yang membawanya. " ucap Everlyn mengungkit masa lalu.


" Bebaskan dia Eve.. Fara hanya hilang arah.. Ayah akan membawanya kesebuah tempat untuk menghukum dirinya. " ucap Antoni lagi namun mendapatkan kekehan kecil mengejek dari Everlyn.


" Hilang arah? Merebut calon suamiku, mencoba mengakuisisi perusahaan ku dan juga mencoba menyingkirkan ku. Hilang arah bagaimana yang kau maksud ayah " tekan Everlyn tajam membuat Antoni terdiam. " Jika kau ingin membebaskan nya maka bebaskan sendiri jangan melibatkan ku! Namun mulai detik ini kau tak perlu menemui ku lagi " ucap Everlyn membuat Antoni terkejut.


" Kau keterlaluan Eve.. Sifat mu sangat mirip dengan ibumu! " ucap Antoni membuat nafas Everlyn menderu seketika.


" Kau lah yang Egois disini ayah! Apa perlu aku mengungkit masa lalu? tentang perselingkuhan mu dengan Veronica yang membuat ibuku tiada? Kau lah yang membawa mereka berdua ayah! Mansion itu milik ibuku! Jangan kau kira aku tak tau cerita masa lalu antara ibuku dan juga kau! " ucap Everlyn lantang membuat Antoni terkejut bukan main. " Aku mengetahui nya ayah! Aku mengetahuinya! " ucap Everlyn lagi " sekarang pergi dan bebaskan putri kesayangan mu itu! Namun jika terjadi sesuatu yang lebih buruk jangan panggil aku putrimu lagi karena apa? Aku Anna Smith bukan Everlyn Mortar! " ucap Everlyn dengan mata yang memerah menahan amarah nya.


" Bagaimana pun juga kau putriku Eve. Tidak bisa kah kau merasakan jika aku pun menyayangimu? " ucap Antoni lirih namun Everlyn memalingkan wajah nya.


" mungkin dulu iya! Dimana aku yang dulu sangat menyayangimu tapi tidak kali ini! " ucap Everlyn lagi " Pergilah " ucap Everlyn yang mengusir ayah nya walau hatinya bergejolak. Antoni terdiam dengan wajah yang sulit diartikan. " bebaskan dia dengan uang pribadimu, Tak ku ijinkan kau membebaskan dia dengan uang milik ibuku! " ucap Everlyn lagi membuat langkah Antoni terhenti seketika.


" Mommy " teriak seseorang membuat Everlyn dan Antoni menatap kearah sumber suara. Antoni membeku saat anak perempuan yang ada di hadapan nya memanggil mommy pada putrinya. Laura menatap ke arah Antoni seketika. " maaf mom aku menganggu waktumu, jika begitu nanti saja kita bicara " ucap Laura segera berlari kecil membuat Antoni terus menatap nya.


" Eve.. Dia..


" Dia putriku! Ada apa? " ucap Everlyn membuat Antoni syok seketika. Bagaimana busa putrinya memiliki seorang anak tanpa pernikahan. Antoni menatap tajam putrinya.

__ADS_1


" Kau benar-benar Eve.. Aku tidak..


" Pergilah! " ucap Everlyn memotong perkataan ayah nya yang terdengar marah. Antoni memegangi dadanya dengan nafas tersengal. Everlyn diam saja melihat itu semua seolah tak perduli dengan keadaan ayah nya hingga manik nya menatap kepergian sang ayah dengan sendu.


__ADS_2