
Satu bulan berlalu.
Everlyn mendadak menjadi pendiam tak seperti biasanya dimana sosok Everlyn terlihat sangat hangat di kalangan para karyawan nya. Kini sosok itu terganti oleh sosok dingin yang jarang tersenyum.
Laura anak perempuan itu merengek ingin kembali ke rumah kakek nya, hal itu membuat Everlyn mengabulkan permintaan putrinya karena di rasa Laura tak aman di sisi nya terlebih, saat mengetahui sosok Jasper yang merupakan seorang pembunuh bayaran kelas tinggi.
Tok Tok Tok.
Lamunan Everlyn buyar saat seseorang mengetuk pintu ruangan nya. Terlihat sosok Kei masuk membawa sebuah berkas yang membuat dahi Everlyn mengernyit.
" Apa itu? " tanya Everlyn dengan nada datar nya.
" Nyonya. Perusahaan yang berada di inggris berhasil kita raih, mereka bersedia bekerja sama dengan EM CROPS dalam waktu dekat. " ucap Kei yang membawakan kabar baik untuk atasan nya itu. Everlyn hanya mengangguk dan tersenyum kecil. " Namun nyonya aku membawa sebuah kabar buruk " ucap Kei lagi hingga senyum Everlyn memudar.
" Katakan! " pinta Everlyn.
" Nona Fara sudah dibebaskan! Begitupun dengan tuan Bryan! " ucap Kei lagi membuat Everlyn terdiam sejenak dengan mengetuk satu jarinya di atas meja.
__ADS_1
Kei harus memberikan kabar ini mengingat kekacauan yang dibuat oleh Fara dan Bryan sangat lah fatal hingga membuat perusahaan hampir bangkrut dengan adanya para karyawan dan beberapa petinggi perusahaan yang melakukan tindak korupsi.
" Biarkan saja mereka bebas Kei! Aku tidak perduli " ucap Everlyn lagi tegas hingga Kei hanya mengangguk saja " Ada lagi yang ingin kau sampaikan? " ucap Everlyn namun belum juga Kei berbicara suara pintu terbuka begitu saja membuat Kei dan Everlyn menoleh kearah sumber suara.
Seorang lelaki yang menggunakan setelah formal berwarna putih itu sedang tersenyum penuh memikat. Everlyn di buat sesak nafas akan kehadiran sosok lelaki yang sudah tak ditemuinya.
" Kei keluarlah " perintah Everlyn tegas.
" Baik nyonya. Berkas ini harus kau tandatangani, ingat jangan lupa " ucap Kei seraya mengerlingkan satu matanya dengan senyum penuh menggoda. Kei segera melangkah keluar dari ruangan itu namun dirinya sempat menyapa pria itu dengan sopan.
Everlyn segera menarik berkas yang dibawa oleh Kei untuk dirinya tandatangani hal itu tal luput dari tatapan manik biru yang tajam di ujung sana.
" Kau sungguh cantik Eve " ucap orang itu membuat Everlyn memicing dengan tajam. " Kemana putriku? " ucap orang itu yang tak lain adalah Jasper. " Kau sembunyikan dimana? " tanya Jasper lagi yang duduk di atas meja dengan wajah serius nya.
" Dia bersama dengan kakek ku! " hanya itu yang dapat Everlyn katakan sebelum dirinya beranjak namun cekalan tangan Jasper berhasil menghentikan langkah nya. " Jasper! " kesal Everlyn.
" Kau tak memberitahuku tentang ini Eve? Aku ayah nya namun kabar sebesar ini kau tak memberitahukan nya padaku " ucap Jasper seraya menangkup kedua pipi Everlyn lekat.
__ADS_1
" Dia lebih aman berada di sana Jasper! " tekan Everlyn namun Jasper diam saja dan melepaskan tangkupan nya di wajah Everlyn.
" Kau seolah meremehkan ku! " tengil Jasper.
" Jangan berkelit! Itu demi kebaikan nya! Aku tak ingin dia terluka karena profesi ayah nya. " ucap Everlyn lagi hingga tawa Jasper pecah seketika.
profesi? Apa yang Everlyn tahu tentang Jasper rasanya lelaki itu ingin sekali tertawa saat ini, namun si sisi lain Jasper sedikit tak terima karena seolah-olah Laura akan terluka karena dirinya.
" Ucapan mu sangat tajam Eve! profesi apa yang kau maksud hemm? Aku seorang pengusaha terkenal hingga dataran eropa, aku seorang miliarder yang sangat berpengaruh hingga.. " ucapan Jasper terhenti saat manik nya melirik kearah berkas yang berada di atas meja. " Kau tidak tau berterimakasih Eve! Kerja sama yang kau dapatkan itu merupakan hasil kerja keras ku! " ucap Jasper lagi hingga Everlyn terkejut bukan main " Kenapa? Kau terkejut? Bahkan aku sudah mengetahui asal usul perusahaan mu hingga konflik keluarga mu. Bagaimana masih ingin menghindar " tanya Jasper lagi tenang.
" Kau! " geram Everlyn. " Apa yang kau mau? " akhirnya perkataan itu lolos begitu saja.
" Jadilah wanitaku " pinta Jasper hingga wajah nya saling berhadapan satu sama lain " Aku menyukai mu Eve " ucap Jasper lagi dengan nada seriusan nya. Everlyn diam saja saat jemari Jasper membelai lembut pipinya.
Bohong jika Everlyn tak tertarik akan pesona seorang Jasper terlebih saat sentuhan lembut itu menyapa kulit wajah nya, seolah perasaan nyaman terukir dalam hatinya.
" Baiklah, sekarang aku resmi menjadi wanita mu " ucap Everlyn dengan senyuman seolah wajah bahagia terlihat dari rona wajah wanita yang berada di hadapan itu.
__ADS_1
" Baiklah nyonya. Kini kau resmi menjadi wanita seorang Jasper philip. Ingat itu, hanya aku! Hanya aku yang boleh memiliki mu! " ucap Jasper lembut penuh penekanan dengan membelai rambut Everlyn penuh perasaan hingga bibir mereka saling bersentuhan satu sama lain.