
Everlyn benar-benar tak bisa berpikir jika Jasper terus saja menghubungi dirinya hanya untuk bertemu dengan Laura. Alhasil Everlyn membatalkan janji yang sudah tercantum demi Jasper karena lelaki itu mengancam dengan begitu tega.
" Siapa yang ingin bertemu? " ucap Laura duduk dengan tenang walaupun jantung nya berdetak tak karuan dengan tangan yang saling meremas.
" Seseorang.. Seseorang yang..
" Maaf aku datang terlambat " ucap suara seorang lelaki dengan dingin dan datar. Laura dan Everlyn sama-sama menoleh ke asal suara itu. Laura terkejut dengan kedatangan lelaki yang selalu ia lihat dalam komputer pribadinya.
" Mom.. " cicit Laura menoleh kearah sang ibu yang menatap Jasper tajam.
" Laura.. Maafkan mommy, namun kau harus mengetahui sesuatu hal " ucap Everlyn menoleh kearah sang putri yang ikut menatap nya. Jasper diam saja dan justru menatap Laura tak berkedip.
" Langsung saja mom! Aku tak suka berbasa-basi " ucap Laura tiba-tiba seraya menatap Jasper berani. Manik biru itu memang benar-benar mirip dengan nya tak dapat di pungkiri jika wajah Jasper memiliki kemiripan dengan Laura.
" Aku ayah mu! " ucap Jasper tersenyum hangat membuat Everlyn terkejut seketika. " Kau Laura kan? " tanya Jasper lagi
__ADS_1
" Aku tau " ucap Laura.
" Laura dia ayah mu. " ucap Everlyn lagi mencoba memastikan kebenaran kepada putri tunggal nya itu.
" Aku tau mom! " ucap Laura dengan senyuman manis di wajah nya. " Jasper Philip! " ucap Laura dan Jasper hanya tersenyum tipis menanggapi " Senang bisa bertemu dengan mu " ucap Laura seraya menyodorkan tangan kanan nya untuk berjabat. Jasper terpaku saat melihat tangan putih nan kecil milik putri nya bahkan Jasper tak menyangka jika Everlyn benar-benar melahirkan benih nya dengan baik.
" Senang bertemu dengan mu " ucap Jasper lagi tersenyum manis membuat Everlyn yang melihat nya hanya bisa terdiam.
" Aku pun senang bisa bertemu dengan mu " ucap Laura gugup saat manik sang ayah terus menatap nya lekat.
" Laura... Laura Mortar? " gumam Jasper.
" Harus nya nama mu Laura Philip bukan Smith! " ucap Jasper datar.
" Ada apa? Apa nama ku tak sesuai ? " tanya Laura penasaran.
__ADS_1
" Philip... Laura Philip " ucap Jasper menegaskan sekali lagi.
" jasper hentikkan! " sela Everlyn dengan nafas kesal nya. " Laura maafkan mommy jika kau baru bertemu dengan ayah mu disini.. Setelah kau dewasa nanti kau akan mengerti dengan apa yang mommy lakukan " ucap Everlyn dengan lembut seraya mengusap pipi gembul milik Laura.
" Kenapa kau tak datang padaku Eve? " ucap Jasper lagi membuka suara.
" Jasper aku mohon jangan bertanya hal lain di depan nya " ucap Everlyn memohon dengan tatapan sayu penuh peringatan. Jasper yang memahami dengan cepat mengangguk seraya menatap kearah Laura yang masih terdiam.
" Laura apa kau tak senang bisa bertemu dengan daddy? " ucap Jasper lembut seraya beranjak dan duduk di samping sang putri. Laura terus menatap nya walau rasa gugup ia rasakan.
" Aku... aku sangat senang " ucap Laura dengan pandangan tertunduk membuat Jasper gemas bukan main. Everlyn terpaku saat tatapan hangat dilayangkan oleh Jasper dirinya terlalu takut jika Jasper menolak janin yang dikandung nya dulu.
tatapan Everlyn berubah sendu seketika kala melihat pertemuan Jasper dengan Laura yang tampak hangat, manik kecokelatan itu memerah seperti menahan air mata yang siap tumpah ruah karena mengingatkan akan masa kecil nya dengan sang ayah kala badai belum menerjang.
Namun Everlyn bersyukur karena Jasper tampak menerima Laura dengan tangan terbuka..
__ADS_1
" Laura mommy...
Dorrrrr