
Suara teriakan ketakutan memenuhi sebuah restoran berbintang tujuh. Everlyn berteriak ketakutan saat suara selongsong senjata begitu terdengar memekakkan telinga.
Jasper dengan cepat menarik Laura dan Everlyn secara bersamaan kearah dirinya bermaksud untuk melindungi
" Mommy " ucap Laura dengan tubuh bergetar saat berada di dalam dekapan Jasper sang ayah.
DORRR
Aghhh
Suara itu semakin membuat Everlyn dan Laura ketakutan. Jasper segera membawa keduanya ke tempat yang lebih aman melalui jalur evakuasi di pintu menuju kearah dapur, karena insting seorang Jasper merasakan ada nya sebuah bahaya mengintai.
" Damn! Mereka datang di waktu yang tidak tepat! " gumam Jasper kesal seraya melindungi Everlyn dan Laura dengan tubuh yang menjadi tameng.
" Siapa mereka? *******? " ucap Everlyn menatap Jasper cepat.
" Kita harus segera pergi! Lindungi Laura " pinta Jasper dengan tangan nya berselancar pada ponsel pintarnya. Everlyn segera memangku Laura yang tampak ketakutan dengan keringat yang mulai membasahi wajah mungil nya.
Dok!! DoK!!
Everlyn dan Jasper saling berpandangan dalam diam dengan jantung yang berdetak kencang. Jasper segera menyiagakan senjata api yang tersimpan rapi di balik jas mewah nya.
" Kau! " ucap Everlyn terkejut karena melihat Jasper memegang senjata berjenis revolver. Jasper diam saja dan segera menarik Everlyn untuk segera turun hingga pintu keluar.
__ADS_1
DUAK
" JASPER!! " Teriak seseorang bersamaan dengan pintu yang di dobrak kencang. Jasper mengumpat berkali-kali dengan melindungi Everlyn yang memangku putrinya Laura.
DORR!! DORRR!!
Trang!
" aghh!! " teriak Everlyn saat Jasper tertembak di bagian bahunya hingga cairan kental berwarna merah mengenai pakaian nya. Everlyn syok seketika.
" cepat pergi! akan ada orang-orang ku yang menjemput mu di sana. " pinta Jasper dengan sorot mata yang tajam.
" Tapi..
DORRR!!
Jasper mengelak dengan turut menyingkirkan Everlyn agar tak terkena peluru hingga Laura berteriak dan semakin ketakutan. Jasper menggeram dalam diam saat manik nya menangkap seorang lelaki yang sedang menyeringai kearah nya.
" Lari? Kau benar-benar pecundang Jasper! Setelah kau berhasil membunuh teman ku kini kau pun merebut..
" Keparatt! Tutup mulut mu! " teriak lantang Jasper bangkit dan langsung melesatkan peluru nya kearah orang itu, namun dengan cepat target mengelak hingga peluru tak mengenai tubuh nya. " Eve cepat! " ucap Jasper lagi hingga Everlyn dengan cepat berlari kearah pintu yang sudah terlihat oleh matanya.
Laura seketika membuka matanya dan melihat sang ayah yang sedang melawan seseorang dengan tangan kosong. Seketika jantungnya berdetak tak karuan dengan tubuh bergetar saat Jasper dengan mudah memukul lawan nya begitu saja.
__ADS_1
" Laura.. " panggil Everlyn namun Laura diam saja tak menjawab dan justru memeluk sang ibu erat. Everlyn berhasil keluar dari pintu evakuasi hingga nafas nya tersengal begitu saja, namun tak lama beberapa orang berbaju hitam terlihat dari arah kanan membuat Everlyn semakin membeku ditempat nya.
" Dimana tuan Jasper! " ucap salah satu dari mereka dengan menodongkan senjata nya kearah Everlyn.
Everlyn diam dengan keringat dingin mulai membasahi wajah nya karena ketakutan, sebisa mungkin dirinya menguasai diri karena Laura berada di dekat nya. Tak lama seorang Lelaki datang dengan langkah tergesa.
" Tuan Jasper " ucap orang itu lagi dan langung menatap kearah Everlyn.
DORRRR
Lagi-lagi suara itu mengejutkan mereka, manik Everlyn dengan cepat menatap kearah pintu dimana Jasper berada. Beberapa orang dengan cepat masuk melesat begitu saja.
" Kau? Nona Everlyn? " tanya lelaki itu dengan manik menyipit. Everlyn hanya mengangguk dengan tubuh bergetar dengan memeluk tubuh Laura. " Tua Jasper..
" Apakah kau anak buah Jasper? " tanya Everlyn memberanikan diri untuk berbicara. Lelaki itu hanya mengangguk hingga suara derap langkah kaki terdengar.
" Berlindung! " ucap Lelaki itu menarik Everlyn untuk bersembunyi di dalam mobil. Terlihat beberapa orang berwajah garang muncul dengan membawa senjata api di tangan nya.
Everlyn memperhatikan gerak gerik orang itu hingga tiba-tiba kejadian tak terduga terlihat oleh kedua matanya.
DORRRR!!
" J-Jasper.. " gumam Everlyn.
__ADS_1