
Satu minggu benar-benar membuat Everlyn dan Kei bekerja keras mengendalikan semuanya di balik layar, serta meretas data pribadi milik Fara dan juga Bryan.
Bukan hanya mereka berdua Everlyn dan Kei menemukan beberapa karyawan yang berani melayangkan uang perusahaan bahkan beberapa dari mereka menggunakan uang perusahaan demi kepentingan pribadi.
Seluruh perusahaan di buat terkejut akan kedatangan Everlyn serta sekertaris nya. Bisik-bisik terdengar di telinga mereka namun sebagian dari mereka merasa senang karena sang pemilik kembali usai beberapa tahun tak menampakkan diri serta melibatkan diri dengan perusahaan.
" Selamat datang kembali nyonya Everlyn " sapa mereka dengan menundukkan kepalanya sopan. Everlyn yang melihat itu hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis.
" Terimakasih atas sambutan nya " ucap Everlyn lagi " Kalian bisa kerja kembali aku akan keruangan ku terlebih dahulu " ucap Everlyn lagi.
" Maaf nyonya, hanya saja kini nyonya Fara lah yang menempatinya " ucap salah satu dari merek membuat langkah Everlyn terhenti dan membalikkan tubuh nya dengan elegan.
" Lalu apa maksud mu? Ruangan itu milikku! Seluruh yang ada disini adalah milikku! " ucap Everlyn dengan menekan kan setiap kata-kata nya. Semua karyawan hanya terdiam dengan menundukkan wajah nya tak berani menatap.
" bekerja lah dengan bijak dan jujur sebelum aku membuang kalian ke tempat sampah " ucap Everlyn kejam dan dingin.
Kei segera mengajak majikan nya untuk pergi menuju lantai dimana ruangan CEO berada, seluruh karyawan dibuat berdebar dengan apa yang akan terjadi di atas sana.
Namun sebagian dari mereka merasa tidak senang dengan kepemimpinan Fara sebagai pemilik baru. Ya selama Fara memimpin banyak sekali kerusuhan yang terjadi hingga harga saham yang naik dan turun membuat pekerjaan mereka tidak berkompeten.
Ting!
Everlyn sudah tiba di lantai teratas dimana ruangan nya berada, namun manik nya melihat beberapa poto Fara yang terpajang hampir sebagian dinding yang kosong.
__ADS_1
Prang!
Kei terkejut dengan sikap Everlyn yang tiba-tiba menurunkan bingkai poto serta melempar nya ke lantai. Bahkan Everlyn tak segan merobek poto Fara menjadi kepingan kecil.
" Apa yang...
Everlyn menoleh kearah sumber suara manik nya menangkap siluet orang yang dikenal nya. Fara ya wanita itu tak kalah terkejut dengan kedatangan Everlyn bersama dengan Kei yang tiba-tiba.
" bagaimana rasanya duduk di kursi itu? " ucap Everlyn seraya berjalan dengan perlahan menatap Fara tajam.
" E-eve " ucap Fara gugup menatap kakak tirinya tepat dihadapan nya. Fara wanita itu mendadak tak bisa berkata-kata lidah nya kelu dan sulit digerakkan. " E-eve kau disini.. " gugup nya seraya melangkah mundur karena Everlyn berjalan semakin mendekat kearah nya.
Kei menutup pintu ruangan CEO saat Everlyn dan Fara sudah berada di dalam, bahkan keduanya seperti tak menyadari jika sudah berada di mana.
" tentu saja.. Tentu saja aku senang " ucap Fara lagi " Untuk apa kau datang kemari? " ucap Fara menatap dengan tatapan menyelidik nya.
" Tentu saja mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku! " ucap Everlyn dingin menatap tajam tanpa berkedip. Fara terbelalak dengan nafas yang naik turun. Tidak! Apa maksud ucapan Everlyn ini?
" Perusahaan ini milikku! " ucap Fara menantang " kau tidak memiliki lagi saham disini Eve! " ucap Fara dengan berani. Everlyn tersenyum miring di buatnya.
Sejak kapan EM CROPS berganti kepemilikan. Perusahaan yang dibangun atas hasil kerja keras nya, perusahaan yang dulunya kecil dan dipandang remeh kini sudah berkancah internasional dan sukses dalam segala proyek. Namun semua itu tak lama sejak Everlyn tiada perusahaan itu seolah naik turun mencapai kebangkrutan.
" Memuakkan! Benar-benar tidak tau malu! " ucap Everlyn lagi " Kau memang pantas di tempat sampah Fara! " tekan Everlyn dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah. " Kau memang wanita tak tau diri, kau itu hanya beruntung karena veronica mau mengadopsi mu hingga akhirnya kau hidup mewah itu semua karena ibumu menikah dengan ayahku! " ucap Everlyn marah.
__ADS_1
" EVERLYN! " teriak Fara marah.
" ANNA SMITH! nama ku ANNA SMITH bukan EVERLYN MORTAR!! " teriak Everlyn marah dengan mencekik erat leher fara hingga Kei yang melihat nya terkejut bukan main.
" uhuk.. Uhh lepaskan.. Le.. Lepaskan " ucap Fara dengan terbata karena cekikan Everlyn semakin kuat di lehernya. Everlym tersenyum miring saat melihat wajah kesakitan wanita dihadapan nya ini.
" Nyonya hentikan! Dia bisa terbunuh " ujar Kei panik saat melihat Fara memejamkan matanya secara perlahan. " Nyonya! " teriak Kei lagi.
Uhukkk
Fara meraup oksigen sebanyak banyak nya saat cengkraman di lehernya terlepas. Everlyn tertawa dengan terbahak-bahak saat melihat ketidakberdayaan Fara.
" Gila! Kau memang gila Eve! " teriak Fara marah " Aku bisa melaporkan mu pada polisi atas tindak kekerasan! Jangan lupa aku siapa sekarang Eve " ucap Fara marah hingga menghentikan tawa Everlyn.
" oh lihat lah sekarang, siapa wanita ini di hadapan ku hahaha lucu sekali " ucap Everlyn tertawa " Fara Mortar " Gumam Everlyn lagi " Sejak kapan nama belakang mu menjadi mortar! " teriak Everlyn lantang hingga Fara terkejut. " Dasar tak tau malu! " teriak Everlyn lagi " Nikmati semuanya Fara! Nikmati selagi kau bisa. Namun ingat aku ini siapa, aku bisa membuat mu hidup terlunta di jalanan saat ini juga! " ucap Everlyn lagi tersenyum tengil.
" Kau gila! Keluar dari ruangan ku! " teriak Fara.
" Halo..Hancurkan sekarang juga " ucap Everlyn menghubungi seseorang dengan senyum penuh maksud nya menatap Fara yang kebingungan. " Hancurkan tanpa sisa. Rumah itu dibangun dengan uang milikku! " ucap Everlyn dengan tegas.
Tak lama dering ponsel milik Fara berbunyi, namun dahinya mengeryit saat nama seseorang tertera di sana.
" Halo! Ada apa? " ucap Fara saat mengangkat panggilan yang terhubung. Matanya terbelalak lebar saat seseorang mengabarkan sesuatu. " Everly! " teriak Fara lantang dengan tangan terkepal sempurna.
__ADS_1