
Robin Smith tampak menggeram saat mendengar kisah Antoni yang memiliki seorang putri saat masih berstatus suami dengan putrinya Berlyn.
Dirinya entah harus berbuat apa saat mengetahui betapa bajingan nya seorang Antoni Mortar. Robin kini harus menetap sementara di kediaman Jasper karena keinginan Everlyn yang menginginkan untuk Robin menginap.
Robin menatap kediaman mewah dimana Antoni dan keluarganya tinggal, manik Robin menatap sekitar saat beberapa penjaga terlihat oleh maniknya. Robin berjalan dan memasuki kawasan mewah itu dengan wajah yang angkuh.
" Katakan pada tuan mu Aku Robin Smith ingin menemuinya! " ucap Robin kepada salah satu penjaga yang bertugas. Lelaki bertubuh jangkung itu membungkuk dan segera melaporkan mengenai ini, tentu saja Antoni terkejut bukan main.
Kini ruangan di kediaman Antoni terasa sunyi dan panas dimana Robin Smith hadir dengan wajah angkuhnya. Fara yang tak mengenali Robin hanya bisa dian dan duduk di samping sang ibu.
" Lama tak berjumpa ayah " ucap Antoni terlihat gugup dimana Robin terus menatapnya tajam tanpa berkedip.
" Basa-basi mu terlalu kentara Antoni! Kedatangan ku ke sini hanya untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi hak cucuku! " ucap Robin membuat kedua manik nya terbelalak lebar. " Aku sudah banyak mendengar cerita akhir-akhir ini " imbuh nya lagi " Bagaimana Antoni apa kau senang bisa hidup dan tinggal mewah di mansion ini? Oh aku lupa kau hanya orang biasa yang beruntung bisa menikahi putriku! Tapi sayang cintanya harus terbagi dua hingga melahirkan putri haram mu Antoni! " ucap Robin dengan lantang.
__ADS_1
" Ayah jaga bicara mu! " pekik Antoni tak terima.
" Kemasi barang-barang kalian dari sini dan enyahlah sekarang juga! Kalian tak berhak menempati mansion mendiang putriku yang seharusnya menjadi hak cucu ku! " ucap Robin lantang tanpa perasaan.
" Tidak! Ayah aku tak mau meninggalkan mansion ini! ayah bicaralah! " ucap Fara lagi membuat Antoni terdiam seketika. Veronica hanya memijat pangkal hidungnya pelan karena tak menduga jika ayah dari sahabat nya itu akan datang tanpa disangka.
" Menjijikan! sampah memang sampah! " ucap Robin tajam membuat Fara terbelalak lebar karena tak menyangka dengan perkataan Robin selaku kakek dari Everlyn.
" Hei kakek tua kau tak berhak mengusir kami dari sini! Siapa kau huh! " bentak Fara menggebu-gebu.
Aghhh
" Fara! " teriak Antoni dan Veronica bersamaan karena tak menyangka jika Robin memiliki senjata api di balik jas mahal nya. Fara berteriak kesakitan saat kaki kanan nya tertembus sebuah peluru hingga dara mengalir begitu banyak.
__ADS_1
" ini peringatan untuk mu wanita sialan! Bodoh nya Anna karena tidak langsung menembak isi kepala mu saat kau berani menggoda calon suaminya dulu. Tapi tidak apa kini Anna mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari pada bocah sialan itu " tawa Robin puas karena tak memiliki belas kasihan dimana darah telah membasahi lantai.
" Ayah! Kau tidak bisa bersikap seperti ini tindakkan mu bisa ku laporkan pada pihak berwajib karena telah menembak warga sipil! " ancam Antoni namun Robin hanya terkekeh dengan senyum meremehkan. Oh rasanya Robin ingin sekali menguliti wajah Antoni hingga lelaki itu berteriak penuh kesakitan.
" Ayah hikss..hikss..! Cepat bawa aku kerumah sakit! " pinta Fara dengan air mata yang menetes deras karena tak sanggup merasakan sakit yang luar biasa itu. Antoni dengan sigap membopong tubuh Fara namun tiba-tiba segerombol orang tak dikenal masuk dan langsung menghadang.
" Tak ku ijinkan siapapun meninggalkan tempat ini sebelum aku perintahkan! " ucap Robin beranjak dari kursinya dan kini menatap Antoni dan juga Fara dengan senyum menyeringai. " Kau memang bodoh Antoni! Sedari dulu aku memang tak pernah merestui hubungan mu dengan putriku namun apa boleh buat, aku tak bisa melakukan apapun saat Berlyn menangis dan bersujud di bawah kaki ku hanya untuk lelaki bajingan sepertimu! " teriak Robin marah hingga mendorong tubuh Antoni.
brakkk!
" Tuan.. Tuan aku mohon kasihanilah suami dan juga putriku. Aku tidak tau jika kau sangat membenci suamiku " pinta Veronica dengan menangkup kan kedua tangannya. Robin menatap tajam Veronica hingga wanita itu merasakan ketakutan.
"Bereskan barang-barang kalian saat ini juga! Aku tak suka menunggu lebih lama lagi " ucap Robin penuh penekanan hingga Antoni berteriak lantang karena marah.
__ADS_1
" Jika kau datang hanya untuk masalah ini aku tak perduli! sama sekali tidak! " teriak Antoni marah karena sikap Robin yang menurutnya sangat kurang ajar. " Aku akan pergi dari mansion ini sekarang juga! " ucap Antoni dengan nafas naik turun nya.
" Bagus! tanpa uang sepeserpun asal kau tau itu! " ucap Robin membuat Antoni kian tak percaya. " Aku hanya mengembalikan tempat asal mu saja Antoni! Kemewahan yang kau dapatkan hasil kerja keras cucuku Anna! Jadi kau tak berhak menikmati jerih payahnya " sentak Robin membuat pandangan Antoni berpaling dan menatap Fara yang kian memucat karena lukanya. Antoni benar-benar geram bukan main tapi Fara lebih penting untuk segalanya.