
...**********...
Jam istirahat sudah selesai, keana adel dan mika juga sudah kembali ke kelas mereka.
Endra dan yang lainnya juga sudah kembali ke kelas mereka
Selama di kelas endra selalu melamun memikirkan sikapnya yang selalu saja gugup saat dirinya berada di dekat keana
Apa ada yang salah dengannya
leo yang melihat endra sedang melamun sedari tadi
menepuk bahunya pelan membuat endra tersadar dari lamunannya itu
" Lo kenapa ngelamun dari tadi, gue perhatiin setelah kita balik dari kantin lo kayak lagi mikirin sesuatu " Ucap leo, saat endra menoleh ke arahnya
" Gue gak lagi mikirin apa-apa kok " Ucap endra, yang mencoba mengelak bahwa dirinya sedang melamunkan sesuatu
" Lo gak usah bohong sama gue dra, gue tau lo pasti lagi mikirin sesuatu " Ucap leo, dirinya tau temannya ini akan mengelak dari pertanyaannya itu
" Alahh paling juga lagi mikirin si keana tuh bocah " Ucap ian sambil membalikkan badannya ke arah leo dan endra
" Mana ada gue mikirin si gorila itu yang ada gue stress kali kalok mikirin dia " Ucap endra dengan mengatai keana dengan sebutan gorila
" Wahhh parah lo dre cewek secantik keana lo katain kayak gorila, gue bilangin ke orangnya baru tau rasa lo hahahaha " Ucap David saat mendengar endra memanggil keana dengan sebuah gorila
" Apaan sih... ngapain juga gue takut sama dia " Ucap endra seraya memukul pelan kepala david
" Lo suka sama keana? Kalok emang lo suka sama dia kenapa gak lo tembak aja orangnya " Ucap leo dengan santai melihat ke arah endra
" Idih ogah gue pacaran sama dia, yang ada gue malah jadi kurus nanti " Ucap endra sambil mengedikkan bahunya
" Buat gue aja " Ucap daffa singkat, yang sontak membuat mereka kaget dan menoleh ke arah daffa
Apa mereka tadi salah dengar atau telinga mereka sedang konslet, mereka menggosok telinga mereka seakan tidak percaya daffa mengatakan hal itu
Daffa yang melihat tingkah mereka yang seakan tidak percaya dengan perkataannya hanya memutar matanya dengan malas
" Gue gak salah denger ini, kuping gue gak lagi konslet kan " Ucap ian yang masih menggosok telinganya dengan pelan
" Gue beneran gak salah denger kan daf, lo tadi bilang tertarik sama keana " Ucap David memastikan apakah pendengarannya masih sehat saat ini
__ADS_1
" Iya " Ucap daffa singkat membuat teman-temannya menjatuhkan rahang mereka tidak percaya bahwa seorang daffa yang cuek dan sedingin es ini tertarik sama cewek dan ceweknya itu keana
Endra yang mendengar daffa mengatakan hal itu seperti ada rasa tidak suka di hatinya, seakan dirinya tidak rela jika keana menjadi milik orang lain
merasa sedang di perhatian daffa menoleh dan melihat endra sedang menatapnya dengan pandangan yang berbeda dari biasanya, melihat hal itu daffa tersenyum samar lalu memalingkan wajahnya kembali
Seperti akan ada pertikaian di antara mereka berdua, semoga itu tidak menjadi hal buruk. Batin leo saat melihat perubahan sikap endra setelah mendengar perkataan daffa sebelumnya.
.
.
.
Di sisi lain keana yang sedang asik mendengarkan musik malah di kejutan oleh mika yang memanggilnya tanpa mengontrol volume suaranya
Baru saja keana merasakan ketenangan malah dihancurkan oleh suara mika yang memanggil namanya dengan keras
Hah... Kapan aku bisa menikmati ketenanganku. Batin keana sambil menghela nafas panjang
Keana yang melihat mika terengah-engah mengernyit heran, dan kenapa dia kembali sendiri dimana adel, bukannya mereka pergi ke toilet bersama
" hah... hah... hah... Kea lo... lo harus ikut gue, adel... dia lagi di gangguin 6 murid cewek di toilet... Gue udah berusaha ngehentii mereka tapi gue malah di dorong keluar dan mereka ngunci pintunya dari dalam, lo harus tolongin adel gue takut mereka ngapa-ngapain dia " Ucap mika dengan panik, dia takut mereka mencelakai adel jika mereka tidak segera menolongnya
Mendengar hal itu keana menggebrak meja dengan marah membuat seisi kelas menjadi kaget. Keana berdiri dan berlari keluar dari kelas menuju toilet
Mika juga berlari mengikuti keana, dirinya sangat takut terjadi sesuatu pada adel. Baru sampai di depan pintu Keana mendengar suara jeritan adel dari dalam
hal itu membuat keana semakin panik, Tanpa pikir panjang keana menendang pintu toilet dengan keras sampai membuat pintu itu rusak
hal tersebut membuat mereka yang ada didalam terkejut. Keana masuk dan melihat adel sudah tidak sadarkan diri dengan kepala yang terluka
Melihat hal itu Keana sangat marah lalu menghampiri adel dan menepuk pelan pipi adel mencoba membangunkanya tapi tetap tidak berhasil
Mika yang baru masuk dan melihat keadaan adel sudah terluka berlari dan memeluknya sambil menangis memanggil namanya tapi tidak kunjung ada respon dari adel
" Del... adel bangun lo kenapa, jangan bikin gue takut... bangun dong del... bangun.... " Ucap Mika dengan suara bergetar sambil masih mencoba membangunnya
" Mika lo sekarang bawa adel ke UKS dulu nanti gue nyusul lo ke sana, gue mau urus dulu para babi ini yang udah berani nyakitin adel " Ucap Keana sambil menatap sekelompok gadis itu dengan tajam, dirinya sudah benar-benar marah sekarang
" Okk gue bawa adel ke UKS sekarang " Ucap Mika lalu menopang adel dan membawanya ke luar menuju UKS
__ADS_1
Setelah Mika pergi Keana mendekat dengan terus menatap tajam kearah mereka, sekelompok gadis itu terduduk dengan takut mereka seakan tidak memiliki tenaga untuk lari dari situ
" Ikut gue sekarang, atau lo semua gue habisin di sini " Ucap Keana dengan dingin dan di angguki oleh mereka
Mereka berdiri dan mengikuti Keana dengan perasaan takut, dengan apa yang akan di lakukan oleh Keana kepada mereka
Keana membawa mereka ke kantor kepala sekolah, selama di perjalanan mereka menuju ruang kepala sekolah
Banyak siswa dan siswi yang merasa takut saat melihat Keana, karena dirinya selalu memasang wajah dingin yang bisa menusuk siapa saja yang melihatnya.
sampai di depan pintu kepala sekolah Keana menendang pintu itu sampai rusak
Membuat kepala sekolah yang sedang sibuk dengan pekerjaannya terlonjak kaget dan melihat siapa yang berani melakukan hal seperti itu
Keana masuk sambil melempar 6 gadis tersebut kehadapan kepala sekolah lalu menatap kepala sekolah itu dengan dingin
" Ada apa ini kenapa kalian membuat keributan di kantor saya " Ucap kepala sekolah dengan nada keras melihat 6 murid yang di lempar tepat di hadapannya
" Saya ingin meminta izin untuk menghukum mereka karena mereka sudah melukai teman saya sampai dia tidak sadarkan diri sekarang " Ucap Keana dengan nada semakin dingin membuat kepala sekolah menelan saliva saat mendengar kata-kata dingin yang keluar dari mulut Keana
" Apa kalian melukai murid lain sampai seperti itu? " Ucap kepala sekolah pada 6 gadis tersebut
" Iya... " Ucap mereka bersamaan
" Hah... Dasar kalian bikin masalah saja, nak biar bapak yang menangani hal ini bapak akan memberikan mereka hukuman yang berat karena telah mencelakai murid lain " Ucap kepala sekolah, mencoba menengahi masalah ini
" Saya tidak suka mengulangi apa yang sudah saya katakan " Ucap Keana tambah dingin dan menatap tajam kearah kepala sekolah
" Ba.... ba... baiklah bapak memberi kamu izin untuk memberikan hukum pada mereka " Ucap kepala sekolah pasrah, karena saat mendapatkan tatapan tajam dari Keana seakan dirinya bisa saja mati di tempat saat itu juga
Mendengar hal itu Keana lalu memerintahkan mereka untuk pergi ke lapangan sekolah dan berdiri di sana sampai dirinya kembali
Barulah Keana akan memberikan hukuman pada mereka, Keana mengancam jika mereka berani kabur maka Keana tidak akan segan-segan
memberikan mereka hukuman yang akan membuatmu mereka lebih memilih mati dari pada menerima hukuman itu
Sontak 6 gadis itu mengangguk paham, lalu Keana meninggalkan mereka dan menuju ke UKS untuk melihat keadaan adel saat ini
Semoga lo baik-baik aja del. Batin keana
...**********...
__ADS_1