
...**********...
malam terasa dingin suasananya juga sangat hening dan senyap, yang terdengar hanya suara angin yang berhembus pelan menerbangkan dedaunan pohon dengan lembut, acara api unggun sudah selesai dan semua siswa juga sudah kembali ke tenda mereka masing-masing
dalam keheningan itu hanya ada keana yang sedang duduk bersandar pada salah satu pohon di dekat tendanya sambil memandang bulan.
keana menatap bulan itu dengan tatapan sendu seakan banyak kekhawatiran yang selalu menyelimuti pikiran keana. saat keana sedang melamun tentang azka yang semakin ketat menjaganya tiba-tiba bayangan Saat dirinya di jadikan sebagai bahan eksperimen oleh pamannya sendiri membuat keana langsung tersadar dan memejamkan matanya lalu menarik nafas pelan agar dirinya kembali merasa tenang
" hah... " keana menghela nafas dengan gusar, kejadian itu sudah membekas di pikiran dan juga hati keana membuatnya selalu merasakan ketidak nyamanan karena selalu membuat keana tersiksa dengan ingatan itu
" lo ngapain " keana di buat terkejut dengan suara seseorang dari belang, saat menoleh ternyata orang itu adalah daffa yang berjalan menghampiri keana
" gak ada " ucap keana singkat lalu memalingkan wajahnya kearah bulan, daffa mendekat lalu duduk di sebelah keana lalu ikut menatap kearah langit dengan diam
" ngapain lo di sini " ucap keana dengan datar dan masih setia melihat bulan dengan tenang
" mau duduk aja " ucap daffa singkat, sungguh suana menjadi canggung untuk daffa karena dirinya tidak tahu harus berbicara apa dengan keana apalagi keana juga sangat cuek dan datar saat berbicara membuat daffa harus ekstra sabar menghadapinya
" mendingan lo balik " ucap keana singkat seraya menoleh kearah daffa dengan wajah datar
" gue mau nemenin lo " ucap daffa seraya memalingkan wajahnya saat keana menatap dirinya seperti itu, meski ekspresi yang keana ditunjukan hanya datar tapi tetap saja itu membuat jantung daffa berdetak cepat.
keana mengernyit bingung dengan sikap daffa yang seperti tidak ingin menatap dirinya, apakah ada yang salah dengan wajahnya sampai daffa maupun endra selalu memalingkan wajah mereka saat bersama keana.
" lo gak takut sendirian? " tanya daffa membuat keana yang tadinya melamun menjadi tersadar
" gak... gue suka ketenangan " jawab keana lalu bersandar pada pohon dan memejamkan matanya
" lo cewek unik " ucap daffa yang spontan membuat keana membuka matanya dan menatap bingung pada daffa
" unik? maksudnya? " tanya keana bingung dengan apa yang daffa katakan
" udah lupain aja " ucap daffa menghentikan pertanyaan keana agar tidak bertanya terlalu panjang tentang ini, jika sampai bertanya apa yang harus daffa katakan nanti sebab dirinya tidak pandai merangkai kata-kata yang baik jadi daffa takut salah bicara dan malah menyinggung perasaan keana
__ADS_1
" gue mau balik ke tenda " ucap keana lalu berdiri dari duduknya
tapi saat keana hendak pergi kepalanya tiba-tiba menjadi sakit seperti ada banyak ribuan pisau menusuk dalam pada kepalanya, gejala ini sama dengan yang terjadi pada keana waktu itu saat dirinya baru pulang menyelamatkan azka dan deandra
akhhhh gawat kenapa harus sekarang sih. batin keana
" Akhh....****... Akkkhhhhhhhhh " teriak keana kesakitan seraya memegangi kepalanya
" KEA... lo kenapa " ucap daffa panik saat melihat keana menjerit kesakitan seperti ini
" Aakkkkhhhhhh...sial sekarang rasa sakitnya udah mulai semakin parah, kalok kayak gini terus hasrat itu bisa muncul kapan aja " gumam keana seraya menopangkan tangannya pada salah satu pohon untuk menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh
" Kea... ayo gue bawa lo ke tenda perawatan " ucap daffa seraya menggendongnya karena keana tidak bisa berdiri dengan stabil
baru saja daffa ingin pergi keana menghentikan langkahnya agar tidak membawanya ke tenda perawatan, jika sampai keana yang dalam keadaan seperti ini di bawa ke sana maka hal yang tidak diinginkan akan terjadi
" jangan... akhhhhh... bawa gue ke sungai aja akkkkhhhhhhhhh " ucap keana seraya memegangi kepalanya kembali yang semakin terasa sakit
" kenapa lo mau kesana, lo harus dirawat dulu kea.... " ucap daffa dengan khawatir melihat keana semakin berteriak kesakitan seperti ini
" ok ok gue bawa lo kesana sekarang " ucap daffa lalu bergegas pergi ke arah sungai sesuai dengan permintaan keana.
sampai di sungai keana meminta daffa untuk menurunkan dirinya dan meminta daffa untuk berjaga supaya tidak ada yang mendekat ke arah sungai, daffa mengangguk mengerti lalu berdiri di pinggir sungai dengan waspada sedangkan keana berjalan pelan lalu masuk ke dalam sungai.
" kea lo gak papa, air sungainya malam ini sangat dingin " ucap daffa dengan raut wajah khawatir saat melihat keana merendamkan tubuhnya di air sungai yang dingin
" mending lo diem, dan jangan ganggu gue " ucap keana dengan datar membuat daffa diam dan hanya mengawasi keana dengan resah
keana terus menahan sakit yang teramat membuatnya tersiksa lalu setelahnya perlahan lahan sakitnya mulai menghilang digantikan dengan perasaan membunuh itu lagi, karena keana tidak ingin daffa melihat sisi lain dari dirinya dan juga tidak ingin sampai melukai daffa akhirnya keana menggigit tangannya sendiri bersamaan dengan munculnya hasrat itu.
keana terus menggigit keras tangan kanannya sampai hasrat itu menghilang secara perlahan, sedikit demi sedikit perasaan itu menghilang dan keana sudah cukup tenang, keana melepaskan gigitan di tangannya banyak darah yang keluar dari luka gigitannya itu. keana berjalan keluar dari sungai dengan pelan karena badannya sudah semakin lemas
" keana lo gak papa " ucap daffa seraya menghampiri keana dan memapah dirinya dengan pelan menjauh dari sungai
__ADS_1
" gue gak papa " ucap keana dengan pelan
" gue bawa lo ke tenda perawatan sekarang " ucap daffa dengan khawatir saat melihat keadaan keana yang seperti ini dengan tangan kanan yang terluka akibat gigitannya itu
" kak azka..... " ucap keana pelan kemudian penglihatannya mulai kabur dan semuanya menjadi gelap
.
.
.
PRANG........
azka tidak sengaja menjatuhkan gelas minum saat dirinya hendak mengambil air karena tenggorokannya sedang kering. perasaan tidak nyaman muncul di hati azka, perasaan resah itu muncul begitu saja membuat dirinya tidak tenang
kok perasaan gue jadi gak enak gini ya. batin azka
setelahnya azka membereskan pecahan gelas tadi dan membuangnya ke tempat sampah, setelah membereskannya azka pergi menuju kamarnya dan mengambil ponselnya lalu menghubungi keana
cukup lama azka mencoba menelfon keana tapi tetap tidak ada jawaban sama sekali, perasaannya semakin tidak nyaman takut terjadi sesuatu pada adiknya itu.
azka terus mencoba menelfon adiknya ini tapi tetap tidak ada jawaban sama sekali, karena tidak ada jawaban azka memutuskan untuk menyusul keana ke tempat campingnya untuk melihat keadaannya di sana
azka tidak akan bisa tenang jika tidak melihat langsung keadaan keana, azka lalu mengganti pakaiannya dan mengambil kunci mobilnya.
" azka kamu mau kemana malam-malam begini? " tanya deandra
" aku mau nyusul keana ma " ucap azka dengan raut wajah khawatir
" lahhh kamu ngapain mau nyusul adikmu ke sana apalagi ini udah malem loh azka " ucap deandra dengan bingung
" perasaan aku gak enak ma...aku takut terjadi sesuatu sama keana, izinin aku nyusul keana ya ma...aku cuma mau mastiin keadaannya aja " ucap azka dengan nada suara cemas
__ADS_1
" tapi hati-hati ya, nanti jangan lupa kabarin mama juga....mama juga pengen tau kepada keana " ucap deandra dengan khawatir saat melihat azka dalam keadaan tidak tenang seperti ini, deandra sangat tau azka dan keana memiliki ikatan batin yang sangat kuat jadi deandra bisa mengerti kekhawatiran yang azka alami
... **********...