
Endra dan yang lainnya masih menunggu adel dan david yang masih belum kembali dari mengambil kartu pengenal mereka pada pak joko
Mereka sudah mulai bosan menunggu adel dan david yang tak kunjung tiba, sudah setengah jam lamanya mereka menunggu
" Lama banget sih mereka berdua, cuma pergi ambil kartu pengenalan aja sampek setengah jam " Ucap mika sambil bermain-main air dengan bosan
" Nanti juga dateng " Ucap Keana singkat sambil bersandar di salah satu pohon dan masih terus memejamkan matanya
Baru saja dibicarakan adel dan david sudah datang dengan membawa kartu pengenalan juga selembar kertas yang sepertinya adalah kegiatan-kegiatan yang akan mereka lakukan nanti
" Lama banget sih... Cuma ambil kartu pengenal aja " Ucap ian
" Tadi pak joko masih ngejelasin tentang kegiatan yang harus kita lakukan selama camping " Ucap David sambil memeberikan kartu pengenal pada semuanya
" Nahhh ini daftar untuk kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan " Ucap adel seraya memberikan daftar tersebut pada endra, Endra mengernyit bingung saat adel menyodorkan daftar itu kepadanya
" Lah... Kenapa di kasih ke gue? " Ucap endra bingung, harus dia apakah daftar itu
" Lo... Kan ketuanya jadi lo lah yang megang daftar kegiatan kita gimana sih... " Ucap adel sambil meletakkan daftar itu di tangan endra
" Kan bukan gue aja ketuanya, si kea kan juga ketua... Kenapa gak di kasih ke dia aja... Kalok gue mah mana faham sama ini daftar " Ucap endra yang kembali memberikan daftar tersebut pada adel
" Hah.... Noh liat... Kalok gue ngasihnya sama keana yang ada kita gak ada kegiatan sama sekali " Ucap adel sambil menunjuk keana yang masih asik bersantai di bawah pohon
Keana tersenyum samar mendengar perkataan adel, dirinya tidak tidur hanya saja keana memejamkan matanya layaknya orang sedang tidur
Keana malas jika harus melakukan suatu hal yang menurutnya merepotkan, maka dari itu Keana duduk di bawah pohon seakan-akan sedang asik santai sampai tertidur supaya tidak di suguhkan tugas-tugas yang akan merepotkan dirinya
" Enak aja... Gak... Gak... Gue gak mau, yang jadi ketua kan bukan cuma gue aja kenapa malah tugasnya di kasih ke gue semua " Ucap endra menolak untuk mengatur kegiatan camping mereka
" Yaelah dra....cuma tinggal ngatur kegiatan aja kok repot banget sih lo.... " Ucap ian yang melihat endra terus menolak menerima daftar tersebut
" Kasih ke Keana aja sono, dia kan dari tadi kerjaannya santai mulu....dia kan juga ketuanya " Ucap endra seraya menunjuk Keana yang masih tenang memejamkan matanya di bawah pohon
" Repot Banget lo " Ucap daffa sambil menatap endra dengan malas
Mereka sudah memaksa endra untuk mengatur kegiatannya tapi tetap saja endra terus menolak melakukan hal itu, jika keana tidak mau melakukannya juga maka endra juga tidak akan melakukannya
Teman-temannya sudah mulai pasrah karena endra sangatlah keras kepala, mereka sudah membujuknya berkali-kali tapi endra tetap tidak mau melakukannya.
Keana mulai kesal dengan sikap endra yang terus saja menolak untuk mengatur kegiatan camping mereka, hanya sekadar menjalankan semua kegiatan di dalam daftar saja kenapa harus banyak berdebat seperti ini
Karena sudah tidak tahan Keana membuka matanya lalu menatap kearah teman-temannya dengan tatapan kesal
Sesaat mereka semua terdiam karena merasa seperti ada yang memperhatikan mereka dengan tajam, mereka menoleh dan mendapati Keana sedang menatap ke arah mereka dengan tatapan kesal
Seketika mereka semua menelan salivanya dengan kasar dan memalingkan wajah mereka kearah lain untuk menghindari tatapan Keana
" Hah.... Sungguh merepotkan " Ucap Keana lalu berjalan menghampiri teman-temannya
" Mana daftarnya " Ucap Keana singkat seraya mengulurkan tangannya pada adel
__ADS_1
Adel memberikan daftar kegiatan tersebut pada Keana seraya menatap bingung dengan apa yang akan Keana lakukan sekarang
" 5 kegiatan aja kan " Ucap Keana dengan masih fokus membaca daftar kegiatan mereka
" Iya.... Emang lo mau ngatur kegiatan ini sendirian kea.... " Ucap adel dengan penasaran
" Kata siapa sendiri, noh... Sama dia " Ucap Keana sambil menunjuk endra dengan dagunya
" HAH....... " Ucap mereka bersama, membuat Keana menatap bingung dengan tanggapan mereka, apa ada yang salah dengan ucapannya
" Kenapa? " Ucap Keana singkat saat melihat reaksi mereka terhadapnya
" Lo lagi demam apa gimana " Ucap ian sambil meletakkan tangannya di dahi Keana untuk memeriksa suhu tubuhnya apakah sedang demam atau tidak
" Enggak " Ucap Keana singkat seraya menyingkirkan tangan ian dari dahinya
" Lo kesambet apa kea.... Sampek mau ngerjain tugas bareng endra.... " Ucap David tidak percaya dengan apa yang terjadi
" Lo gak papa ngatur kegiatan ini bareng endra, nanti kalian bawaannya berantem lagi kan repot jadinya " Ucap leo sambil melirik kearah endra yang sepertinya tidak begitu peduli tentang hal itu
" Gak papa " Ucap Keana singkat
" Wah..... Kayaknya nanti bakal ada perang Dunia ke dua nih kalok kucing sama tikusnya lagi bareng " Ucap mika dengan senyuman jahil di wajahnya yang langsung di angguki oleh mereka semua
Keana hanya menghela nafas pelan melihat tingkah mereka yang seperti belum pernah melihat dirinya dan endra sedang akur
Eh... Tapi iya juga ya....emang kapan gue sama endra yang nyebelin ini pernah akur. Batin Keana
Endra tidak mengatakan apapun saat Keana mengambil alih tugas untuk mengatur kegiatan mereka bersamanya, tapi endra malah senang karena bisa sering menjahili Keana.
Keana dan yang lainnya sedang berkumpul untuk membahas kegiatan pertama mereka yang akan mereka lakukan secara berpasangan supaya kegiatan ini selesai lebih cepat.
Endra menjelaskan semuanya dengan rinci dan lengkap sesuai dengan arahan yang keana berikan mengenai kegiatan tersebut
" Jadi tadi gue udah jelasin rincian tugasnya, kita harus membatu para pekerja untuk memetik daun teh... Kalian bisa nentuin sendiri mau pasangan sama siapa soalnya Keana bilang menggunakan metode berpasangan seperti ini dapat mempercepat pekerjaan kita " Ucap endra menjelaskan dengan rinci mengenai kegiatan mereka hari ini
" Tunggu....maksudnya mempercepat itu gimana sih... Gue gak faham " Ucap ian seraya menggaruk kepalanya karena tidak mengerti kenapa harus dibagi menjadi berpasangan seperti ini
Endra menoleh pada Keana meminta saran supaya bisa memberikan penjelasan yang lebih ringkas lagi agar mereka semua mengerti dengan sangat jelas tentang kegiatan mereka hari ini
Keana mengangguk paham lalu menghampiri endra untuk memberikan penjelasan yang lebih ringkas dan mudah untuk mereka fahami
" Bilang aja...kalau kita harus mencapai target pengumpulan daun tehnya sebanyak 4 bakul, lo faham kan " Ucap Keana seraya berbisik pada endra karena dirinya lelah jika harus bicara panjang lebar pada semuanya
Endra mengangguk faham dengan apa yang di katakan oleh Keana lalu kembali melanjutkan penjelasannya pada mereka
" Dalam tugas kali ini kita memiliki target perolehan daun teh sebanyak 4 bakul, karena itu gue sama Keana mengusulkan untuk melakukannya secara berpasangan supaya bisa mencapai target itu dengan cepat nah.... Sekarang kalian paham kan..." Ucap endra panjang lebar lalu di angguki oleh semuanya
Setelah menjelaskan semuanya endra duduk dan menarik nafas panjang, sekarang dirinya mengerti kenapa Keana tidak suka berbicara panjang lebar seperti ini ternyata memang sangat melelahkan.
Keana yang melihat endra seperti sedang lelah hanya bisa menahan tawa, Keana lalu menghampiri endra dan memberikannya sebotol minuman untuk menyegarkan tenggorokannya
__ADS_1
Endra menerimanya dengan senang hati karena tenggorokannya memang sedang kering setelah berbicara panjang lebar seperti tadi
" Capek? " Ucap Keana sambil menatap endra yang sedang meneguk minumannya
" Iya....capek juga ternyata bicara panjang lebar kayak tadi, pantesan aja lo gak suka bicara panjang kayak gitu " Ucap endra sambil meneguk minumannya kembali
" Gue cuma gak suka hal yang merepotkan " Ucap Keana lalu beranjak pergi dari sana.
Keana pergi menuju teman-temannya untuk menanyakan apakah mereka sudah menentukan ingin berpasangan dengan siapa, karena sekarang mereka harus segera berangkat ke perkebunan
Mereka sudah menentukan ingin berpasangan dengan siapa sesuai dengan arah yang di beritahukan oleh endra tadi.
Adel berpasangan dengan David, mika berpasangan dengan ian, dan daffa berpasangan dengan leo, untuk Keana sudah pasti berpasangan dengan endra karena mereka sama-sama adalah ketua dalam kelompok ini.
Setelah selesai mereka semua pergi menuju perkebunan teh untuk melakukan tugas camping mereka, setelah sampai di perkebunan Keana dan endra mengarahkan mereka ke tempat yang berbeda supaya mereka bisa fokus dengan tugas masing-masing dan tidak terganggu dengan pasangan yang lain.
Keana dan endra juga pergi ke bagian mereka untuk memulai memetik daun teh bersama para pekerja yang lain dengan sedikit bersosialisasi bersama mereka.
Endra memetik daun teh dengan cekatan seperti sudah biasa melakukannya, saat sedang memetik endra melihat ke arah Keana yang masih diam melihat daun teh tersebut dan tidak melakukan apapun
" Lo kenapa diem aja....buruan petik " Ucap endra seraya menepuk pelan bahu Keana
" Gimana caranya " Ucap Keana seraya melihat dengan bingung bagian mana yang harus dia petik
Endra yang melihatnya langsung tertawa membuat Keana mendengus kesal saat endra menertawakan dirinya seperti itu
" Kenapa lo gak bilang dari tadi....kalok lo gak tau cara metik daun tehnya hahahahahahaha " Ucap endra sambil tertawa terbahak-bahak
Karena kesal Keana memukul kepala endra dengan geram membuat endra meringis kesakitan sambil memegang kepalanya
" Aduh kea....sakit.... " Ucap endra seraya meringis kesakitan, dan Keana hanya membuka muka dengan kasar
" Sini gue ajarin cara metik daun tehnya.... " Ucap endra lalu menarik Keana untuk mendekat padanya dan menunjukkan cara memetik daun teh yang benar
Keana mengangguk faham lalu menoleh ke arah endra, bersamaan dengan itu endra juga menoleh kearah Keana membuat mata mereka saling bertemu
Endra terdiam saat melihat wajah Keana dengan jarak sedekat itu, membuat jantungnya berdegup dengan kencang
Ya ampun....jantung gue kenapa kayak yang mau copot gini ya. Batin endra
Keana yang berada sedekat itu dengan endra seperti merasakan perasaan yang aneh pada dirinya, jantungnya berdegup 2x lebih cepat dari biasanya
Keana bingung dengan apa yang dia rasakan karena ini belum pernah terjadi sebelumnya seakan ada perasaan menggelitik di hatinya
" Ekhm.....sekarang lo udah faham kan....udah lanjutin metik daun tehnya biar cepet kelar " Ucap endra sambil menjauhkan wajahnya dari Keana lalu menetralkan detak jantungnya
" Ah...emm....iya " Ucap Keana lalu memetik daun tehnya seraya memegang jantungnya yang tadi sempat berdetak dengan cepat
Endra dan Keana diam tidak berbicara, mereka sedang mencoba mencari tahu tentang perasaan yang mereka rasakan sebelumnya
Perasaan aneh yang tiba-tiba saja muncul di antara mereka. Selama itu pula Keana dan endra tidak saling berbicara dan endra selalu menghindar agar tidak bertatap langsung dengan keana.
__ADS_1