The Mystery Behind Keana

The Mystery Behind Keana
Ep. 33


__ADS_3

...**********...


" kak buruan... " panggil keana dari ruang tamu, sudah cukup lama dirinya menunggu azka bersiap tapi masih belum selesai juga


jika dalam hal bersiap-siap kakaknya ini bisa mengalahkan semua wanita di dunia ini, keana yang seorang wanita saja tidak sampai selama ini jika hanya bersiap-siap.


" lo teriak... teriak aja dek... sakit kuping gue dengernya " ucap azka berjalan menuruni tangga dengan wajah kesal


" lama banget kayak penganten aja lo " ucap keana kesal lalu berjalan keluar meninggalkan azka yang mengikutinya sambil menggerutu


" loh... kalian mau kemana malam-malam begini? " tanya deandra yang baru saja keluar dari kamarnya ingin menuju dapur untuk mengambil air minum


sontak azka menoleh dan memberitahu deandra bahwa dirinya akan mengantar keana keluar sebentar karena tidak mungkin azka membiarkan keana pergi sendiri mengingat dirinya baru saja pulang dari rumah sakit.


deandra mengangguk mengerti dan membiarkan mereka keluar meski deandra sedikit khawatir karena keana baru saja pulang dan belum cukup istirahat, takutnya akan menggangu kesehatannya tapi jika di halangi maka keana akan lebih keras kepala lagi dan memaksa untuk tetap keluar entah itu ditemani oleh azka ataupun tidak.


dalam perjalanan azka selalu saja menggerutu pada keana, membuatnya jengah mendengar semua ocehan kakaknya itu tapi keana hanya diam dan mendengarkan semua ocehan azka tanpa ada niatan untuk menjawab sekalipun


dirinya lelah jika harus berdebat dengan azka jadi keana memilih untuk melihat keluar jendela mobil menikmati pemandangan jalan raya di malam hari.


" dek lo denger kan gue ngomong apa dari tadi? " tanya azka dengan geram karena sejak tadi keana hanya diam seraya memandang ke arah luar


" iya denger " jawab keana singkat sambil terus memandangi jalanan kota


" denger... denger... gue bicara dari tadi lo mana nyaut, udah gue temenin cari tukang sate juga " ucap azka dengan kesal melihat keana masih saja asik dengan kegiatannya sendiri


hah....


keana menghela nafas pelan seraya menggelengkan kepalanya melihat azka sudah memasang wajah cemberut, jujur keana sebenarnya sengaja tidak menghiraukan kakaknya ini dan hanya ingin menjahilinya saja


dan ternyata benar saja azka sudah kesal lalu memasang wajah cemberut seperti itu membuat keana tersenyum geli melihat tingkah azka yang menurutnya sangat menggemaskan.


cukup lama mereka mencari akhirnya membuahkan hasil azka menemukan satu penjual sate tepat berada di seberang jalan lalu azka menepikan mobilnya tepat di belakang penjual tersebut.


keana dan azka turun dari mobil menghampiri penjual sate itu lalu mereka berdua duduk dan memesan 2 porsi, keana kira azka tidak akan ikut memesan karena di rumah azka baru saja selesai makan malam.


" lo pesen juga? " tanya keana dengan heran sebab azka baru saja makan dan sudah ingin makan lagi


" ya iya lah dek... masak gue cuma duduk sambil liat lo makan sih... " jawab azka


" lo kan baru aja makan " ucap keana seraya menatap aneh pada azka

__ADS_1


" lah emang kenapa... kan gue laper lagi dek heheheheh masak iya lo makan enak gue cuma liat aja gitu " ucap azka dengan santai


" hah... itu perut apa gentong " gumam keana pelan seraya menghela nafas pelan melihat azka bisa makan sebanyak itu apalagi dia tidak gemuk dan malah memiliki tubuh yang bagus


tidak perlu menunggu cukup lama pesanan mereka sudah siap, tanpa basa-basi lagi keana langsung menyantapnya sungguh baru kali ini keana makan sate dan ternyata rasanya enak


tidak sia-sia keana meminta azka menemaninya mencari penjual sate, keana makan dengan lahap membuat azka terbengong melihat adiknya memakan sate itu begitu lahap


" pelan... pelan aja dek makannya nanti lo keselek, kayak orang gak pernah makan aja lo dek... lahap bener " ucap azka seraya tersenyum geli melihat keana makan dengan begitu lahap


" kok enak " ucap keana singkat membuat azka menggeleng pelan, melihat keana yang sangat senang seperti ini membuat azka lega sebab sejak di rumah sakit keana selalu saja diam dan tatapan matanya juga menyiratkan rasa sakit di hatinya


meski keana tidak mengatakan apapun tapi azka tau hanya dengan melihat wajah keana saja sudah memperlihatkan semuanya, dan sekarang azka merasa lega melihat keana bisa melupakan sejenak masalah dan kegelisahan di hatinya.


cukup lama azka dan keana di tempat itu dan keana juga sudah menghabiskan 2 porsi sate dan dirinya masih ingin memesan satu lagi, tapi azka menghentikannya sebab hari semakin malam dan mereka berdua juga sudah keluar terlalu lama deandra pasti akan khawatir jika mereka tidak segera pulang


mendengar itu keana menatap azka dengan wajah memohon agar dirinya bisa makan satu porsi lagi tapi tetap mendapatkan penolakan dari azka


keana terus saja meminta azka menunggu sebentar lagi karena keana masih ingin memakannya, karena keana terus saja memaksa akhirnya azka memilih untuk memesan satu lagi untuk di bawa pulang sebab tidak ada cara lain membujuk keana untuk pulang, setelah pesanan mereka selesai azka dan keana lalu beranjak pergi dari sana menuju mobil lalu mengendarainya pulang kerumah.


.


.


.


ugh...


keana menggeliat bangun seraya merenggangkan otot-ototnya yang kaku lalu melihat kearah jam sudah menujukan pukul 06:45, keana duduk bersandar di atas kasur lalu mengambil ponselnya untuk melihat apakah ada pesan penting dari markas


hmmm tidak ada misi penting sama sekali dari markas, semuanya hanya lah misi biasa. batin keana


sejak beberapa hari ini keadaan di markas ayahnya sedang baik sebab tidak terlalu banyak misi penting yang sedang di jalani, melihat tidak ada info yang menarik dari markas keana turun lalu berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri.


20 menit kemudian keana turun menuju meja makan tapi tidak menemukan dirga yang ada di meja makan hanya lah azka dan deandra, sejak keana sadar dari pingsan dirinya belum melihat papanya.


" ma... papa kemana? " tanya keana saat sudah duduk di meja makan


" ohh papa kamu lagi ada urusan di rumah kakek sayang " jawab deandra seraya mengambilkan sarapan untuk keana


" ohh gitu... " ucap keana singkat seraya menyantapnya makanannya

__ADS_1


" eh iya dek... kemarin temen lo ada yang nelfon gue... katanya mereka mau kesini jenguk lo " ucap azka yang masih terus fokus dengan sarapannya


" hmmmmm " ucap keana singkat dengan masih memakan sarapannya dengan santai


selesai dengan sarapannya keana duduk bersantai di ruang tamu bersama azka seraya bermain game kesukaan mereka, baru beberapa kali bermain azka sudah kalah telak dari keana.


ini lah sebabnya azka tidak pernah ingin bermain game bersama keana yang ujung-ujungnya dirinya hanya akan kalah telak seperti ini, jangan di tanya keana memang selalu bisa dalam segala hal kecuali satu yaitu tentang perasaan.


karena selalu saja kalah azka menghentikan permainan dengan kesal, entah kapan dirinya bisa memenangkan game ini bila bermain dengan keana karena itu azka menghentikan permainan itu.


keana tertawa geli melihat wajah azka yang nampak sangat kesal karena sudah beberapa kali di kalahkan olehnya, jika dalam hal pertarungan seperti ini entah itu di dalam game ataupun di dunia nyata keana tidak akan pernah mau kalah sedikitpun


" lo mah dek... gak bisa apa ngalah sekali aja sama gue... masak gue gak ada menangnya terus sih dari tadi " gerutu azka pada keana seraya di suguhi dengan wajah kesal


" ya... gak bisa lah " ucap keana dengan enteng lalu meneguk minumannya dengan santai


" ahhh lo mah gitu sama kakak sendiri emang gak bisa ngalah apa " ucap azka dengan cemberut


" gak kebalik " ucap keana seraya tersenyum geli melihat tingkah azka yang seperti anak kecil seperti ini


" ya kan galah sekali-kali sama gue gak papa kali dek... " ucap azka dengan nada suara kesal membuat keana mencoba menahan tawanya mendengar nada suara azka yang seperti itu


melihat adiknya hanya menghiraukan dirinya membuat azka jadi kesal lalu azka meneguk habis minuman di gelasnya dengan sekali tegukan mungkin dengan melakukan itu bisa meredakan kekesalannya pada keana.


keana sejenak merasa senang bisa menghabiskan waktu yang menyenangkan seperti ini bersama azka dan sedikit melupakan kegelisahan di hatinya


ya memang azka adalah obat terbaik baginya hanya dengan menghabiskan waktu dengan kakaknya bisa mengurangi rasa gelisah dan takut di hatinya.


merasa sedang di perhatikan azka menoleh dan mendapati keana sedang melihatnya seraya tersenyum membuat azka bingung ada apa dengan adiknya ini


" lo kenapa liatin gue kayak gitu... emang ada yang aneh sama muka gue dek " ucap azka seraya meraba-raba wajahnya untuk melihat apakah ada sesuatu di wajahnya


keana memegang dengan lembut tangan azka dan menyingkirkan dari wajahnya


" gak ada apa-apa kok kak " ucap keana lembut lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang azka menikmati kehangatan pelukannya


azka mengernyit bingung dengan perubahan sikap keana entah apa yang ada di pikiran adiknya ini yang terkadang tidak bisa di mengerti oleh azka, melihat keana bersandar padanya seraya memejamkan matanya azka tersenyum lalu membelai lembut rambut keana


" lo kenapa lagi dek...? " tanya azka lembut dengan masih mengelus kepalanya


" gak kenapa kak, cuma bersandar di pelukan kak azka bikin gue jadi tenang " ucap keana pelan dengan masih memejamkan matanya

__ADS_1


mendengar itu azka hanya tersenyum seraya menggeleng pelan dengan sikap keana yang masih saja tidak berubah sejak dulu yang suka sekali memeluk dirinya jika keadaan hatinya sedang tidak baik.


...**********...


__ADS_2