The Mystery Behind Keana

The Mystery Behind Keana
Ep. 39


__ADS_3

...**********...


Klek...


Keana masuk ke kamarnya lalu melemparkan tasnya di atas sofa karena badannya terasa lengket membuat dirinya merasa tidak nyaman jadi keana pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


" Hah...capek banget " Ucap keana dengan lesu setelah selesai membersihkan tubuhnya lalu melemparkan tubuhnya di tempat tidur untuk beristirahat.


Karena terlalu lelah Keana tertidur dengan nyenyak. hari sudah menjelang sore tapi Keana masih belum bangun dari mimpi indahnya itu


drrtt...drrtt...drtt...


Mendengar ponselnya berbunyi Keana menggeliat dengan malas lalu bangun dari tidurnya dengan terpaksa, Keana menoleh ke arah sofa dan beranjak dengan malas dari tempat tidurnya untuk mengambil ponselnya yang berada di atas meja


Terlihat di layar ponselnya notif panggilan dari anak buahnya yang tadi sempat dirinya telfon di sekolah Keana lalu mengangkat panggilan tersebut


" Halo... " Ucap Keana dengan nada suara sedikit serak


" Halo...selamat sore nona, maaf sudah mengganggu waktu istirahat anda... " Ucap pria tersebut dengan sopan


" Ya...tidak masalah, apa kamu sudah tiba? " Tanya Keana seraya duduk di sofa dengan santai


" Ya...saya sudah ada di gerbang depan nona " Ucap pria tersebut dengan tegas


" Baiklah kamu masuk saja, aku akan menunggu di ruang tamu " Ucap Keana lalu mematikan sambungan teleponnya dan beranjak turun menuju ruang tamu.


Sambil menunggu keana duduk dengan santai di ruang tamu seraya memakan camilan di tangannya.


Tingnong...tingnong....


Mendengar bel sudah berbunyi Keana memanggil bi yuni untuk membukakan pintu dan meminta orang tersebut untuk masuk.


Pria itu masuk dan menghampiri Keana lalu menunduk dengan hormat pada Keana


Keana menyuruhnya untuk duduk dan meminta bi yuni untuk membuatkan minuman untuk mereka.


Keana tidak langsung memulai pembicaraan dirinya menunggu sampai bi yuni datang dengan membawa minuman mereka


Sebab Keana tidak ingin ada yang mengganggu pembicaraan mereka nantinya, tak butuh waktu lama bi yuni datang dengan minuman di tangannya lalu meletakkan minuman itu di atas meja.

__ADS_1


" Silakan diminum, tidak perlu sungkan padaku " Ucap Keana datar tapi masih meninggalkan kesan sopan di dalamnya


" Terimakasih nona " Ucap pria tersebut dengan lembut seraya tersenyum pada Keana


Meski kedudukan Keana di markas mereka sangat tinggi tapi Keana tidak pernah memandang para bawahannya rendah ataupun sebelah mata.


Keana selalu menghargai mereka semua karena bagaimanapun semua anggotanya di markas sudah menjalankan semua misi dengan baik entah itu misi sulit ataupun yang paling berbahaya sekalipun mereka tetap menjalaninya dengan patuh.


" Lohh...doni! Lo ngapain di sisi? " Tanya azka yang tiba-tiba datang menghampiri mereka lalu ikut duduk di samping Keana


" Apa kabar tuan muda...saya di sini karena panggilan dari nona Keana " Ucap doni sambil menunduk hormat pada azka


" Hah...kamu di suruh Keana kesini, jangan bilang lo mau ikut dalam misi di markas lagi ya dek " Ucap azka menuduh Keana akan menjalankan misi-misi berbahaya itu lagi


Keana tersedak minumannya sendiri saat mendengar perkataan azka yang menuduhnya akan kembali mengikuti misi yang ada di markas mereka.


" Lo apa-apaan sih... " Ucap Keana kesal sambil memukul legan azka dengan geram, bisa-bisanya kakaknya ini menuduhnya sembarangan


" Lah kalok bukan karena masalah itu terus apa? " Tanya azka dengan bingung karena pasalnya Keana hanya akan memanggil doni untuk menanyakan perihal misi yang ada ataupun tentang perkembangan misi yang di jalankan oleh rekan-rekannya.


Keana memutar matanya malas lalu meminta azka untuk diam dan mendengarkan saja apa yang ingin dirinya bahas dengan doni serta untuk tidak banyak komentar terlebih dahulu sebelum semuanya selesai mereka bahas.


saat doni melihat foto itu dia merasa sangat familiar dengan gadis itu, dirinya seperti pernah melihatnya di suatu tempat


beberapa saat akhirnya doni ingat bahwa gadis yang ada di foto itu adalah nesya grizelle putri dari gibson Baron yang perusahaan ayahnya itu menjalin kerja sama dengan perusahaan bhalendra


" bukannya ini nesya " ucap doni pelan tapi masih bisa di dengar oleh Keana


" kamu mengenalnya? " tanya Keana penasaran saat mendengar doni menyebutkan nama nesya


" iya nona... dia adalah nesya putri dari Gibson Baron yang mana perusahaan mereka ada menjalin kerja sama dengan perusahaan kita nona " jelas doni pada Keana. Keana berfikir sepertinya nama Gibson Baron tidak asing di telinga keana


keana mengingat nama itu, perusahaan yang di pimpin oleh orang bernama gibson Baron itu sudah melakukan korupsi dalam keuangan perusahaan dan juga dengan sembunyi" melakukan perdagangan barang ilegal menggunakan nama perusahaan bhalendra.


saat Keana masih aktif dalam menjalankan misi dulu, dirinya tanpa sengaja membaca berkas mengenai perusahaan tersebut yang di beri tanda merah sebagai bukti bawa perusahaan itu menjadi target penyelidikan mereka.


anggota yang bertugas sudah berhasil mencari segala informasi mengenai perusahaan tersebut tapi suatu hari berkas yang mereka kumpulan dan akan segera di bawa kembali ke markas sebagai laporan malah hilang tanpa jejak dan sepertinya pihak perusahaan Baron sudah mengetahui bocornya rahasia mereka jadi sebelum berkas itu di bawa mereka sudah mencuri berkas itu terlebih dahulu tanpa sepengetahuan mereka.


hah......

__ADS_1


Keana memijit kepalanya pelan karena pusing dengan semua ini terlebih masalah pribadinya dengan nesya malah merambat ke masalah perusahaan juga.


melihat Keana yang sepertinya sedang pusing memikirkan masalah ini membuat azka angkat bicara


" doni... aku perintahkan kau untuk mencari semua informasi mengenai gadis itu dan juga informasi mengenai perusahaannya juga " ucap azka dengan tegas


" baik tuan muda akan segera saya laksanakan " ucap doni dengan tegas


" ingat...tidak boleh ada yang tau mengenai penyelidikan ini, cukup kau saja yang mencari informasi tersebut lalu laporkan semua hasil penyelidikan mu padaku... apa kau mengerti " ucap azka dengan tegas dengan aura kewibawaan yang tinggi


" saya mengerti tuan muda, kalau begitu saya permisi dulu " ucap doni lalu beranjak pergi meninggalkan ruang tamu


azka menoleh dan melihat Keana masih diam dengan posisi yang sama sangat jelas sekali terlihat bahwa Keana sangat lelah hari ini


" kalok ada masalah kayak gini... kenapa gak minta tolong sama kakak dan malah menangani semuanya sendiri " ucap azka


" gak papa kak " ucap Keana singkat


" lo gak percaya sama gue dek " ucap azka dengan nada yang terdengar sedih


" bukan gitu... gue cuma gak mau ngerepotin lo aja " ucap Keana dengan nada bersalah


azka menghembuskan nafas pelan lalu menarik Keana kedalam pelukannya. azka dengan lembut membelai rambut Keana


azka tau sifat keana yang tidak suka membuat dirinya kerepotan dengan masalah yang menimpanya tapi Keana juga adalah adiknya mana mungkin azka akan membiarkan adik kesayangannya menyelesaikan segala permasalahan sendirian dan dirinya hanya berdiam diri saja


" dengerin kakak ya... lo gak usah ngerasa bisa bikin gue repot sama masalah yang lo hadepin, gue ini kakak lo mana ada seorang kakak yang hanya berdiam diri aja ngeliat adiknya dalam masalah... jadi kalok lo ada masalah apapun cerita sama gue nanti biar gue bisa bantu lo selesai semuanya ok... " jelas azka sambil tersenyum lembut pada Keana


Keana hanya mengangguk patuh tanpa mengatakan sepatah katapun dan lebih memilih membenamkan wajahnya di pelukan azka.


makasih ya kak sudah mau selalu ada di saat aku memang sangat membutuhkan dukungan dari kakak. batin keana


karena terlalu nyaman berada di pelukan azka, Keana sampai tertidur dengan pulas membuat azka menggelengkan kepala pelan melihat tingkah adiknya ini yang sangat cepat sekali tertidur bila sedang ada di pelukannya sama seperti masih kecil dulu


akhirnya azka menggendong Keana dan membawanya naik menuju kamarnya supaya Keana bisa tidur dengan lebih nyaman.


azka membaringkan tubuh Keana dengan pelan agar tidak mengusik tidur cantiknya lalu memakaikan selimut padanya, azka menatap keana dengan lembut lalu mengecup kening keana singkat dan mengelus rambut keana barulah azka beranjak keluar dari kamar kemana.


...**********...

__ADS_1


__ADS_2