The Mystery Behind Keana

The Mystery Behind Keana
Ep. 40 CEMBURU


__ADS_3

...**********...


Hoammmmm............


Keana bangun dan melihat kearah jam yang menunjukkan pukul 05:40, karena masih terlalu pagi untuk Keana berangkat ke sekolah jadi keana duduk sambil memainkan ponselnya.


Keana melihat misi" seperti apa yang sedang di kerjakan di markas. Sebenarnya Keana sangat ingin kembali ikut dalam misi" tersebut tapi azka tidak mengizinkannya untuk ikut serta lagi dalam hal Seperti itu.


Bosan? Yaaa Keana sangat bosan karena tidak memiliki kegiatan yang menarik yang bisa dia jalani yang ada setiap harinya keana harus berurusan dengan para gadis di sekolah yang menurutnya sangatlah merepotkan ( untuk mika dan adel mereka di kecuali kan yaaa karena mereka berdua itu sudah menjadi teman berharga bagi keana).


Keana menoleh melihat jam ternyata sudah pukul 06:30 keana mematikan ponselnya lalu meletakkannya di meja.


Hah...pengen banget gue ikut lagi. Batin keana


" Lebih baik gue mandi aja " Ucap Keana lalu beranjak turun dari tempat tidur menuju kamar mandi


20 menit kemudian Keana sudah turun menuju meja makan untuk sarapan bersama azka, hari ini Keana berniat untuk pergi sendiri ke sekolah tanpa harus di antara jemput lagi oleh azka


" Pagi kak " Ucap Keana seraya duduk di meja makan bersama azka


" Pagi juga adikku sayang " Ucap azka sambil mencubit gemas pipi Keana


Keana meringis saat pipinya di cubit seperti itu lalu menatap azka dengan tajam tapi yang di tatap hanya nyengir kuda membuat Keana kesal saja


" Kok azka aja sih yang di sapa, papa malah enggak " Ucap dirga sambil menampilkan wajah cemberut pada Keana


Keana kaget mendengar suara dirga lalu memalingkan wajahnya dan melihat papanya itu sedang memasang wajah cemberut padanya


" Loh...papa kapan pulang? " tanya Keana bingung karena tadi dirinya memang tidak sadar jika dirga ada di meja makan bersama azka


" Papa baru pulang tadi malam dek...pas kamu udah tidur " ucap azka di sela-sela makannya


Keana hanya mengangguk paham lalu mengambil roti dan memakannya dengan tenang, melihat Keana makan dengan tenang tanpa mengucapkan selamat pagi juga pada dirinya membuat dirga memasang wajah cemberutnya.


deandra keluar dari dapur seraya membawa air minum kemudian meletakkan minuman itu di atas meja


Tapi yang membuat deandra heran adalah saat melihat wajah suaminya yang sedang cemberut pada keana dan yang Keana lakukan hanya sarapan dengan tenang.


Deandra menatap azka untuk menanyakan apa yang terjadi tapi azka malah tertawa lalu mengangkat dagunya kearah papanya.


" Kamu kenapa pa, pagi-pagi udah cemberut aja " Tanya deandra


" Gimana gak cemberut ma...si putri kesayangan mama ini masak cuma ngucapin selamat pagi sama azka aja terus sama papa enggak " Ucap dirga sambil menatap Keana dengan cemberut karena masih saja sibuk dengan sarapannya itu


Deandra hanya menggelengkan Kepalanya pelan mendengar alasan dirga memasang wajah cemberut seperti itu


" Ya ampun pa...cuma masalah kayak gitu aja kok di bikin repot " Ucap deandra seraya duduk bergabung bersama mereka untuk sarapan


Mendengar itu dirga hanya bisa kembali memasang wajah cemberutnya dan memilih memakan sarapannya dengan kesal


Tingkah ayahnya itu sudah seperti anak kecil yang sedang ngambek sama ibunya karena tidak di turuti kemauannya membuat Keana yang melihatnya hanya terkekeh pelan.


" Ayo dek berangkat nanti telat lagi, lo udah selesai sarapan kan " Ucap azka seraya berdiri hendak pergi dari sana


" Gue berangkat sendiri " Ucap Keana singkat


" Loh kok berangkat sendiri sih...biarin azka aja yang nganter kamu kea " Ucap deandra melarang Keana untuk berangkat sendiri ke sekolah


" Aku udah sehat ma " Ucap Keana sambil menatap deandra dengan lembut


" Tapi kan.... " Ucap deandra terpotong karena dirga menahannya untuk berbicara lalu mengizinkan keana berangkat sendiri tanpa harus di antar jemput oleh azka


Keana nampak senang karena papanya mengizinkannya berangkat sendiri, Keana kemudian beranjak pergi dari sana tapi sebelum pergi keana mencium pipi dirga dengan senang membuat dirga tersenyum lembut melihat tingkat Keana yang seperti ini.


" Kenapa papa izinin, nanti kalok keana kenapa² lagi gimana " Ucap deandra khawatir seraya melihat kepergian Keana


" Udah mama tenang aja...kan ada azka yang bakal jagain dia " Ucap dirga menenangkan kekhawatiran deandra


" Iya ma...kan aku udah bisa masuk ke sekolah keana ma jadi mama gak perlu khawatir kayak gitu nanti tambah tua loh " Ucap azka sambil tertawa lalu berlari pergi dari sana sebelum mamanya itu melayangkan amukannya pada dirinya


" APA...dasar anak nakal kamu ya " Teriak deandra saat melihat azka sudah kabur dari hadapan


Dirga hanya tertawa mendengar perkataan azka yang mengatai deandra sudah tua namun dalam sekejap dirga berhenti tertawa karena mendapatkan tatapan tajam dari istrinya itu


Jadi dirga lebih memilih diam dan melanjutkan sarapannya dari pada deandra nanti tambah marah padanya yang ada nanti dirinya tidak akan dapat jatah lagi.


.


.


.


di sekolah keana memarkirkan motornya di samping sebuah mobil berwarna merah, saat hendak pergi dari sana dirinya tanpa sengaja berpapasan dengan nesya yang kebetulan sedang berjalan kearahnya.

__ADS_1


" ngapain lo didekat mobil gue... gak pernah liat mobil mewah apa " ucap nesya dengan nada mengejek


Keana hanya menanggapinya dengan cuek lalu berjalan pergi dari sana meninggalkan nesya yang memasang wajah kesal padanya karena mengabaikan kata-katanya. dengan kesal nesya menuju ke mobilnya untuk mengambil barangnya yang tertinggal.


" berani banget dia nyuekin gue, ihhh awas aja nanti " ucap nesya dengan geram seraya membuka pintu mobilnya


baru beberapa saat Keana pergi dari sana sebuah mobil mewah memasuki kawasan sekolah lalu memarkirkan mobilnya di sebelah motor keana


nesya yang tadi sedang mengambil barang yang tertinggal di mobil menatap kearah mobil itu dengan takjub


siapa ya...orang yang bawa mobil mahal ini? kayaknya dia orang kayak deh. batin nesya


klek........


pintu mobil terbuka lalu keluar seorang laki-laki tampan yang membuat nesya terbengong di tempat menatap ketampanan luar biasa di depannya ini bahkan menurutnya endra bukanlah apa-apa jika di bandingkan dengan cowok itu.


suara pintu tertutup menyadarkan nesya dari lamunannya, dengan membenarkan sedikit pakaian dan rambutnya nesya menghampiri cowok itu dengan senyuman manis di wajahnya.


" permisi kak, ada yang bisa saya bantu " ucap nesya dengan nada selembut mungkin seraya menatap azka dengan senyum manisnya


ya orang itu adalah azka yang baru saja datang untuk mendaftarkan dirinya sebagai guru olahraga baru di sekolah ini untuk sementara waktu sampai guru lama mereka sudah sembuh dari sakitnya dan bisa mengajar kembali.


" ohhhh iya...kamu tau ruang kepala sekolah ada dimana? " tanya azka pada nesya yang sejak tadi tidak berhenti menatap dirinya


nesya diam tidak menjawab pertanyaan azka dan malah asik memperhatikan wajahnya. melihat nesya masih bengong di tempat azka menggoyangkan tangannya di depan wajah nesya seraya memanggilnya membuat nesya tersadar lalu meminta maaf pada azka karena sudah mengabaikannya


azka tidak mempermasalahkan hal itu. setelahnya nesya menawarkan untuk mengantarkan azka ke ruang kepala sekolah dan azka pun tidak menolaknya.


azka berjalan mengikuti nesya seraya melihat ke sekelilingnya, menurutnya untuk ukuran sekolah seperti ini suasananya cukup tenang karena semua murid ada di dalam kelas tanpa ada satupun yang keluar di saat jam pelajaran berlangsung.


semua murid di sini belajar dengan baik, heh tidak seperti yang dirumorkan. batin azka


sampai di depan pintu ruang kepala sekolah azka mengucapkan terimakasih pada nesya karena sudah mau mengantarnya ke sini.


setelah mengantarkan azka nesya lalu pamit untuk kembali ke kelasnya karena kelas sudah di mulai sejak tadi dan dirinya juga sudah keluar terlalu lama.


tok... tok... tok...


azka mengetuk pintu dengan sopan lalu di persilangan masuk oleh kepala sekolah. azka masuk dan duduk di kursi depan seraya menunggu kepala sekolah selesai memeriksa sebuah berkas di tangannya.


" maaf sudah membuat anda menunggu " ucap kepala sekolah seraya meletakkan berkas di tangannya


" tidak masalah pak kepala sekolah " ucap azka seraya tersenyum


" jadi anda ada keperluan apa dengan saya " tanya kepala sekolah dengan bingung saat melihat seorang pria muda yang sangat tampan datang menemuinya


" ya memang benar bahwa guru olahraga kami tidak bisa masuk untuk mengajar selama beberapa bulan ke depan tapi untuk ukuran seorang guru kamu terlalu muda untuk saya Terima " ucap kepala sekolah menolak untuk menerima azka untuk menggantikan posisi guru olahraga sementara karena menurutnya azka masih terlalu muda untuk hal itu


" apakah permasalahannya ada pada umur saya? " tanya azka dengan bingung karena sepertinya umurnya sudah cukup jika di kategorikan menjadi seorang pengajar


" iya... benar sekali " jawab kepala sekolah membenarkan


" kalau begitu sepertinya bapak salah paham dengan saya, umur saya sudah 27 tahun dan sudah masuk dalam kategori seorang pelajar bukankah seharusnya saya bisa mendaftarkan diri saya sebagai guru di sini " jelas azka yang sontak membuat kepala sekolah kaget di buatannya


" kamu sudah 27 tahun, tapi...saya kira kamu masih 18 atau 19 tahun " ucap kepala sekolah tidak percaya mendengar bahwa azka sudah berumur 27 tahun karena wajahnya tidak mencerminkan bahwa dia sudah 27 tahun


azka tertawa mendengar perkataan kepala sekolah itu yang sempat mengira bahwa dirinya masih berusia 18 atau 19 tahun, apakah dirinya tidak tampak seperti laki-laki yang sudah dewasa sampai-sampai kepala sekolah sendiri salah menilai dirinya.


setelah perbincangannya dengan kepala sekolah azka sudah resmi menjadi guru olahraga untuk beberapa bulan kedepan sampai guru yang lama sudah bisa kembali mengajar di sekolah.


.


.


.


kringggg...............


bel sudah berbunyi pertanda pelajaran jam pertama sudah selesai lalu di gantikan dengan pelajaran jam kedua.


" kea...ayo kita ganti baju dulu sekarang kan waktunya pelajaran olahraga " ucap adel lalu mengambil kaos olahraganya di dalam tas


" ehhh tapi bukannya pak boni lagi sakit ya...dan sudah ambil cuti untuk beberapa bulan kedepan " ucap mika mengingat bahwa bak boni guru olahraga mereka sedang ada masalah kesehatan dan tidak bisa mengajar


" iya juga ya... tapi kita kan tetep harus kelapangan meskipun gak ada pak boni mik, mungkin aja sudah ada guru penggantinya " ucap adel


" udah ayo ganti " ucap Keana memotong pembicaraan mereka lalu keluar menuju toilet untuk mengganti seragamnya


" ehh kea... tungguin " ucap adel dan mika bersamaan lalu berlari mengejar Keana yang sudah berjalan terlebih dahulu.


di lapangan semua siswa sudah berkumpul untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai olahraganya dengan di pandu oleh ketua kelas masing-masing.


Keana sangat tidak bersemangat mengikuti pelajaran olahraga hari ini, ingin sekali Keana izin untuk meninggalkan lapangan dan kembali ke kelas saja.

__ADS_1


" wahhhh kayaknya ada si pelakor nih di antara kita " ejek nesya seraya melirik kearah Keana


" kalian harus hati-hati sama pelakor itu nanti cowok kalian pada di rebut lagi sama dia " ucap nesya pada siswa lain dengan nada mengejek


Keana hanya menanggapi semua ejekan nesya dengan acuh dan memilih fokus melakukan pemanasan, sedangkan mika dan adel sudah kesal mendengar semua ejekan itu yang sudah pasti di tujukan pada Keana.


ingin sekali mika mencabik-cabik wajah yang sok cantik itu tapi Keana menahan agar tidak membuat keributan di lapangan Karena dirinya hanya ingin tenang dan tidak mau ribut sama sekali hari ini.


pemanasan sudah selesai dan mereka duduk dengan wajah sedikit lelah, baru beberapa saat mereka beristirahat terdengar suara yang mengejutkan mereka semua.


" apa pemanasan kalian sudah selesai? " tanya azka yang baru saja tiba di lapangan karena tadi dirinya harus kembali ke ruang kepala sekolah untuk mengambil seragamnya.


semua orang menoleh ke sumber suara, semua orang terkejut melihat seorang pria dengan ketampanan yang menurut mereka sangat lah sempurna tanpa ada cacat sekalipun.


tapi yang membuat mereka heran adalah baju yang di pakai oleh pria itu yang sangat mereka tau bahwa itu adalah serangga yang biasa di gunakan oleh guru olahraga mereka.


bukannya itu cowok yang tadi ya... yang gue anter ke ruang kepala sekolah? Jangan-jangan dia itu guru olahraga pengganti itu. batin nesya


Keana yang saat itu sedang minum lantas menyemburkan air dalam mulutnya karena kaget melihat kedatangan azka di sekolahnya bahkan dengan seragam yang dia pakai saat ini membuat Keana makin kaget dibuatnya.


kak azka ngapain di sini? pakek seragam itu juga lagi... jangan bilang kalok kak azka. batin Keana


" halo anak-anak perkenalkan saya guru olahraga baru yang akan mengajari kalian selama beberapa bulan ke depan sampai guru kalian sudah sehat dan bisa kembali mengajar di sini, kalian bisa panggil saya pak azka " ucap azka dengan senyuman di wajahnya


" wah gila guru itu ganteng banget... " ucap salah seorang siswi


" kalok gurunya ganteng gini mah gue mau kita pelajaran olahraga setiap hari " ucap siswi lain


semua murid berbicara ini dan itu mengenai azka sedangkan mika dan adel sekarang sedang mencoba menahan tawa melihat wajah kesal Keana saat melihat azka melamar menjadi guru olahraga mereka.


" halo kak azka... saya nesya yang tadi sempat membantu kakak mencari ruang kepala sekolah " ucap nesya dengan ramah seraya mengulurkan tangannya pada azka dan tak lupa senyum manis yang sudah terbesit di wajahnya


azka menoleh dan melihat nesya dengan datar, ternyata gadis itu yang sudah membuat adiknya kerepotan hari itu, azka hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan nesya yang masih diam dengan tangan terulur.


" hahahah liat tuh si nesya... sok soan pengen deket sama pak azka hahhahaha " ejek salah seorang murid


" iya... liat tampang nesya yang kayak gitu mah pak azka mana mau suka sama dia " ejek yang lainnya


mendengar semua ejekan itu nesya kesal lalu menatap mereka semua dengan tajam seketika itu pula mereka semua langsung diam dan tidak melanjutkan pembicaraan mereka.


" baiklah untuk pelajaran pertama kalian adalah voli, saya akan membagi kalian menjadi beberapa tim. satu tim akan di isi dengan beberapa perempuan dan laki-laki " jelas azka memberikan arahan pada mereka semua


" pak kenapa cowok sama cewek di gabung jadi satu tim? " tanya rian yang merupakan ketua kelas dari XI IPA 1 atau lebih jelasnya kelas yang di tempati Keana


" itu untuk melatih kerja sama kalian dan untuk menyeimbangkan kekuatan tim karena jika dalam tim hanya ada perempuan saja kekuatannya akan tidak seimbang, setiap tim nanti untuk pemain laki-lakinya akan ada di bagian depan dan belakang sedangkan yang perempuan akan berada di tengah apa kalian paham " jelas azka dengan tegas lalu di angguki oleh semuanya


azka lalu membagi mereka semua menjadi beberapa tim, untuk kelas Keana ada tiga tiga tim yang sudah di tetapkan dan untuk kelas XI IPA 2 yaitu kelas nesya juga sama sudah di tentukan menjadi tiga tim.


sebelum azka memulai permainannya dia meminta pada semua murid untuk lari keliling lapang dulu sebanyak-banyaknya 5 kali agar otot mereka tidak kaku saat bermain nanti.


5 putaran sudah mereka lakukan dan azka mengizinkan mereka untuk beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah mereka.


saat sedang beristirahat azka menghampiri Keana yang sedang duduk bersama mika dan adel, saat azka sudah berada di depan Keana dirinya terkekeh melihat adiknya itu menatapnya dengan wajah kesal.


" lo kenapa? " tanya azka seraya duduk di sebelah Keana


" lo ngapain sih di sini " ucap Keana kesal karena dirinya tidak tahu bahwa azka akan mendaftar mejadi guru pengganti di sekolahnya


" jadi guru lah emang ngapain lagi...berkebun gitu enggak kan hahahaha " ucap azka seraya tertawa melihat Keana memasang wajah kesalnya


" kak azka jadi guru di sini karena Keana ya " ucap adel menebak bahwa azka menjadi guru itu karena Keana


" wahhhh kok tau sih " ucap azka seraya tersenyum membenarkan ucapan adel


" kan kita berdua udah tau banget kak azka itu kayak gimana posesifnya sama Keana iya gak del " ucap mika yang juga di angguki oleh adel


azka tertawa ternyata sikap posesifnya itu sangat jelas sekali terlihat sampai adel dan mika menyadari hal itu dengan mudah.


Keana masih diam tidak menanggapi azka yang sedang berbicara dengan kedua temannya itu karena dirinya masih kesal dengan azka yang tidak memberitahu tentang ini padanya.


azka menoleh pada Keana yang masih memasang wajah kesalnya, azka tersenyum lalu membelai rambut Keana dengan lembut membuat Keana mendongakkan kepalanya melihat azka


" udah gak usah cemberut gitu, gue mintaaaf ya kalok gak bilang dulu soal ini " ucap azka lembut seraya tersenyum pada Keana


" Hhhhh ok " ucap Keana pelan membuat azka tersenyum karena Keana memang tidak bisa marah terlalu lama padanya.


dari kejauhan nesya yang melihat azka begitu dekat dengan Keana bahkan sampai tersenyum manis padanya membuat nesya merasa cemburu.


kenapa semua pria yang dia sukai selalu saja tertarik pada keana bahkan sekarang azka yang nesya sukai sejak pertama melihatnya pun sangat dekat dengan Keana dan terlihat sangat akrab juga


padahal saat nesya ingin dekat dengan azka yang dia berikan hanyalah sikap cuek padanya berbeda dengan yang ditunjukkan pada Keana.


nesya hanya tidak tahu bahwa azka adalah kakak Keana jadi ketidaktahuan itu menimbulkan rasa benci yang amat mendalam di hati nesya pada keana.

__ADS_1


liat aja nanti Keana... gue bakal rebut semua yang lo miliki hari ini dan membuat hidup lo menderita... liat aja nanti. batin nesya


... **********...


__ADS_2