
...**********...
Ian kembali duduk di tempatnya dengan memasang wajah masam membuat mereka yang melihatnya hanya bisa menahan tawa. Permainan kembali di lanjutkan dan bolanya sudah mulai berjalan dari tangan ke tangan. bola terus berpindah sampai akhirnya lagu berhenti tepat setelah bola itu berada di tangan endra
Kenapa harus berhenti di sini sihhh. Batin endra
Doni meminta endra untuk maju ke depan tapi endra masih enggan untuk maju
" Kak endra kenapa belum maju, ayo maju kak " Ucap doni, sebenarnya doni sangat kesal pada endra dia tidak begitu menyukainya karena sering membuat masalah dengan keana dan suka mencari perhatian dari keana, itu membuat doni kesal dan juga iri karena tidak bisa mendekati keana
" Woy dra...lo kok malah diem aja sih, ohhhhh gue tau...lo takut maju ke depan karena lo takut di tanyain yang macem-macem kan sama si ian " Ucap david seraya tertawa saat melihat endra menatap dirinya dengan kesal
" Takut? Hhhh gue gak takut " Ucap endra lalu berdiri dan berjalan maju ke depan
endra nampak ragu saat melihat ian tersenyum kemenangan seperti itu padanya, sepertinya ian akan balas dendam padanya endra karenakan menanyakan hal semacam itu padanya.
ini adalah kesempatan bagus bagi ian untuk mengerjai balik endra siapa suruh dia membuat dirinya malu di depan mika dan adik kelasnya jadi sekarang adalah waktunya pembalasan.
banyak siswa cewek yang mengangkat tangannya untuk bertanya pada endra sampai membuat doni bingung harus menunjuk siapa, mereka semua saling berebut satu sama lain hanya untuk bisa bertanya atau sekedar berbasa basi dengan endra.
mereka semua terus saja gaduh membuat doni pusing melihat kelakuan mereka, endra tersenyum kemenangan dengan situasi ini dan melihat kearah ian yang sepertinya kesusahan mengajukan pertanyaannya itu.
berisik banget, bikin sakit telinga gue aja. batin keana
keana sekarang sudah kesal melihat tingkah para siswa cewek yang malah ribut hanya untuk bisa bertanya atau sekadar berbicara pada endra, membuat telinga keana sakit mendengarkan ocehan mereka semua.
" BISA DIEM GAK... " teriak keana dengan kesal yang sontak membuat mereka semua terdiam lalu melihat kearah keana
keana menatap mereka semua dengan tajam dan dingin membuat mereka yang tadinya bertengkar menjadi diam membisu dan tidak berani menatap ataupun mengucapkan sepatah katapun pada keana
__ADS_1
" berisik banget " ucap keana dengan kesal lalu berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu, sebelum pergi keana sempat menatap tajam pada endra lalu setelahnya keana berlalu pergi ke tendanya
setelah kepergian keana suasana menjadi baik kembali semua siswa juga sudah tenang dan tidak ada yang ribut lagi, dan acaranya di lanjutkan kembali tanpa kehadiran keana.
" okk kita lanjutkan ya... jadi siapa yang mau bertanya " ucap doni memecahkan keheningan tersebut
" gue mau tanya don " ucap ian dengan tersenyum menyeramkan dan menurut endra itu bukan hal yang baik
" okk untuk pertanyaan pertama, kak ian mau tanya apa nih " ucap doni
" hehehehe giliran gue nih, eh dra gue mau nanya...lo sebenernya udah naksir keana dari kapan? " tanya ian seraya tersenyum kemenangan saat melihat wajah endra sudah berubah menjadi kesal
hahahahah syukuri, gue bales lo...siapa suruh bikin gue malunya minta ampun tadi. batin ian
" ohhh jadi ini ceritanya lo lagi pembalasan sama gue " ucap endra seraya menatap tajam ke arah ian
ian yang di tatap seperti itu oleh endra hanya bisa menahan tertawa seraya memalingkan wajahnya takut dirinya lepas kendali dan malah mempermalukan dirinya sendiri
" okkk gue udah tertarik sama keana sejak dia..... " ucap endra terpotong saat mengingat kejadian di rumah keana waktu itu saat endra tidak sengaja menabrak keana sampai terjatuh dengan posisi yang memalukan
" kenapa gak di lanjutin, hayoo...emang terjadi hal apa nih antara lo sama keana... " ucap ian seraya tersenyum jahil pada endra
" lo gak ngelakuin hal yang aneh-aneh kan sama keana, kok gue jadi curiga ya leo " ucap David sambil menyenggol pelan lengan leo
" mana gue tau.... " ucap leo dengan santai, karena sepertinya leo sudah mengerti tentang situasi antara endra dan keana, dan beruntung keana sedang tidak di sini
perkataan Teman-temannya ini sungguh membuat endra salah tingkah saat mengingat kejadian waktu itu, dan wajah keana yang sangat dekat dengan wajahnya itu kembali terlintas di pikirannya
husss...ini otak apa-apaan sih kok malah banyak wajahnya si gadis gorila itu. batin endra
__ADS_1
" ok ok sudah cukup ya pertanyaannya, sekarang kita ke pertanyaan yang ke dua " ucap doni menyudahi pembicaraan ini karena merasa tidak nyaman saat mendengar endra tertarik pada keana
pertanyaan terus berlanjut dan semua tampak sangat menikmati acara ini kecuali daffa yang sudah menampilkan wajah dinginnya setelah mendengar pengakuan dari endra.
ketidak sukaan muncul di hatinya saat endra berkata tertarik pada keana, daffa sebenarnya sudah menyukai keana sejak dirinya melihat sisi lain keana yang sangat berbeda dengan yang di tunjukkan keana dalam kesehariannya di sekolah.
sisi kejam, dingin, dan tak berperasaan yang di tunjuk oleh keana saat memberi pelajaran pada orang yang berani mengganggunya ataupun orang terdekatnya membuat daffa kagum karena keana sangat berbeda dengan gadis lain, meski daffa juga sebenarnya penasaran dengan apa yang sebenarnya ada di balik sifat keana yang seperti ini
tapi daffa masih tidak ingin mengambil tindakan apapun untuk mencari tau tentang hal itu biarkan saja semua berlalu dengan waktu, jika memang sudah waktunya semua rahasia di balik keana harus terungkapkan maka mereka semua juga akan tau pada akhirnya.
leo yang melihat daffa sedang melamun menepuk pelan bahunya bertanya apa yang sedang dia pikirkan saat ini samapai membuat daffa melamun seperti itu.
daffa adalah orang yang cukup tertutup dengan perasaannya sendiri jadi daffa tidak memberitahu pada leo tentang perasaan maupun apa yang sedang dia pikirkan saat ini
meski leo adalah orang yang paling dekat dengannya sejak daffa pindah ke sekolah itu, daffa masih tidak bisa terbuka soal perasaannya pada orang lain karena itu daffa selalu saja diam dan menjadi pendengar yang baik saja ketika Teman-temannya ini berbicara banyak hal
meski terkadang daffa juga ikut berbicara dengan mereka, tapi kata yang keluar dari mulutnya pasti hanya kalimat pendek saja.
leo dan yang lainnya tidak mempermasalahkan hal itu, mereka tetap menganggap daffa sebagai sahabat mereka
daffa Sangat beruntung bisa bertemu dengan sahabat seperti mereka yang dengan tulus mau menerimanya seperti ini, kehidupan di sekolah lebih membuat daffa tenang dari pada dirinya harus selalu berada dirumahnya sendiri yang membuat daffa merasa muak.
...**********...
**Hayo.... ada apa ya sama daffa? apa ada rahasia di balik kedinginan daffa ini ya... sebenarnya apa yang membuat daffa merasa muak dengan rumahnya sendiri?
KALAU KALIAN PENASARAN IKUTIN TERUS KISAHNYA 😇😉 NANTI AKAN BANYAK LAGI EPISODE - EPISODE MENARIK LAINNYA
KALAU KALIAN SUKA SAMA CERITA KU JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE JUGA SERTAKAN MASUKAN KALIAN DI KOLOM KOMENTAR YA 😙😙
__ADS_1
Terima Kasih 😘**