The Mystery Behind Keana

The Mystery Behind Keana
Ep. 43


__ADS_3

...**********...


" Pengumuman...untuk semua siswa dan siswi harap berkumpul di lapangan sekolah karena ada hal penting yang ingin di sampaikan oleh bapak kepala sekolah...sekali lagi harap berkumpul di lapangan segera terimakasih "


Suara dari petugas sekolah tadi menggema ke seluruh penjuru sekolah membuat semua murid bertanya-tanya mengenai hal penting apa yang ingin di sampaikan oleh bapak kepala sekolah.


Di lapangan sudah banyak murid yang berkumpul dan bergerombol di sana sini setelah semuanya berkumpul bapak kepala sekolah datang beserta dewan guru yang lainnya termasuk azka yang juga ikut karena sekarang dirinya juga seorang guru.


Baru beberapa saat kepala sekolah dan para guru tiba keana, adel, dan mika baru sampai di lapangan di karenakan mereka tadi masih berganti pakaian di toilet.


Saat mendengar pengumuman bahwa mereka semua di minta berkumpul di lapangan mereka bertiga langsung bergegas mengganti seragamnya dengan cepat.


" Apa semuanya sudah berkumpul, tidak ada yang ketinggalan? " Tanya kepala sekolah seraya melihat mereka semua dengan teliti


" Tidak ada pak " Ucap mereka semua bersamaan


" Baiklah bapak akan mulai, saya meminta kalian semua berkumpul di sini karena ingin memberitahukan bahwa...minggu depan sekolah kita terpilih menjadi tuan rumah dalam ajang lomba tahun sekolah yang selalu diadakan setiap setahun sekali " Jelas kepala sekolah membuat semua siswa bersorak bahagia karena ini kali pertama sekolah mereka terpilih menjadi tuan rumah dalam acara lomba tahunan sekolah dan itu hal yang luar biasa bagi mereka


" nanti ada lomba apa aja pak? " tanya david dengan keras di barisan paling depan


" untuk lomba apa saja yang akan diperlombakan nanti pengumumannya akan di tempel di mading sekolah kalian bisa liat sendiri nanti dan memilih ingin mengikuti lomba apa " ucap kepala sekolah dengan di angguki oleh david yang sepertinya sangat tidak sabar ingin mengikuti perlombaan itu minggu depan


" pak... bukannya kita harus memiliki beberapa siswa atau siswi terbaik dulu untuk dipersiapkan dalam lomba penting itu " bisik pak joko membuat kepala sekolah menepuk dahinya pelan karena hampir melupakan hal penting ini untung saja pak joko mengingatkannya akan hal itu


kepala sekolah kembali melihat kearah semua murid yang sedang berdiskusi satu sama lain tentang lomba apa yang ingin mereka ikuti kecuali satu orang yang sedari tadi hanya diam mendengarkan semuanya tanpa ada minat untuk ikut bergabung dalam lomba nanti


" perhatian semuanya...bapak hampir lupa mengatakan ini, bapak akan memilih siswa dan siswi terbaik untuk dipersiapkan dalam lomba basket. kalian tau kan bahwa lomba basket ini adalah inti dari acara nanti maka dari itu saya akan meminta pak azka untuk memilihkan beberapa murid terbaik hari ini " ucap pak kepala sekolah seraya menunjuk azka untuk memilihkan beberapa murid terbaik yang akan dipersiapkan di lomba itu nanti


azka kaget mendengar pak kepala sekolah menunjuk dirinya untuk memilihkan beberapa murid terbaik padahal dirinya kan baru mengajar hari ini dan tidak terlalu tau dengan skil setiap murid yang ada di sini.


tapi tidak ada pilihan lain karena pak kepala sekolah yang menunjuk dirinya secara langsung. sedetik kemudian azka baru teringat bahwa endra dan teman-temannya sangatlah cakap dalam bermain bola basket terutama endra


dirinya sempat memperhatikan permainan mereka saat di rumah hari itu dan untuk pemain wanitanya azka tidak perlu pusing mencarinya karena keana adalah kandidat terbaik.


azka maju beberapa langkah lalu menatap ke arah endra dan yang lainnya dengan senyum manis membuat mereka berlima yang melihatnya merinding seakan-akan ada sebuah firasat tidak baik dari senyuman azka itu.


" endra, ian, david, leo, dan daffa kalian saya pilih untuk menjadi perwakilan sekolah kita dalam lomba basket nanti " ucap azka dengan senyum manisnya membuat mereka berlima terkejut, kenapa harus mereka padahal mereka berlima sudah berencana untuk mengikuti lomba yang lain

__ADS_1


" tunggu dulu...kenapa harus kita berlima sih kak azka, kenapa bukan yang lain aja? " tanya ian heran kenapa harus mereka yang dipilih dan bukan siswa yang lain toh masih banyak juga yang bisa bermain basket selain mereka


" karena menurut saya kalian yang paling cocok dan saya juga sudah pernah melihat cara kalian dalam bermain... itu sangatlah baik " ucap azka dengan santai membuat ian ternganga mendengar jawaban santai dari mulut azka


hendak protes lagi pak kepala sekolah langsung menghentikan mereka dan memutuskan bahwa endra dan teman-temannya akan menjadi perwakilan tim pria dari sekolah ini.


selanjutnya azka melihat kearah kerumunan kembali untuk mencari keberadaan keana dan kedua temannya itu ternyata mereka bertiga berada di barisan paling belakang sudah azka tebak bahwa keana lah yang tidak ingin terlibat dalam perlombaan jadi dirinya memilih untuk berdiri barisan paling belakang.


" untuk tim putri... ADEL, dan MIKA yang ada di barisan belang maju ke depan " ucap azka seraya memanggil nama keduanya dengan sedikit berteriak supaya mereka berdua bisa mendengarnya


adel dan mika yang tadinya sedang asik mengobrol langsung kaget mendengar nama mereka di panggil oleh azka, bukannya maju mereka berdua malah diam terbengong dengan wajah bodohnya karena tidak kunjungan maju akhirnya keana memukul lengan keduanya dengan keras yang langsung membangunkan mereka dari keterkejutannya


keana langsung meminta mereka berdua maju karena sudah di panggil sejak tadi jadi adel dan mika pun maju ke depan berkumpul dengan endra dan yang lainnya


" baiklah yang selanjutnya.... emmm... " ucap azka sambil melihat kearah keana dan itu disadari olehnya, merasa ada yang tidak beres dengan tatapan azka itu keana berbalik dengan pelan dan hendak pergi dari sana


" KEANA... bisa maju ke depan " ucap azka sambil memanggil keana dengan keras, keana yang sudah hendak pergi tertahan karena azka sudah keburu memanggilnya membuat keana tidak bisa pergi begitu saja dari sana.


keana membalikkan badan dengan pelan lalu menatap kearah azka yang sedang menampilkan senyum manis di wajahnya membuat semua siswa perempuan berteriak kagum melihat wajah tampan azka yang sedang tersenyum


" tapi pak azka... untuk tim perempuan masih kurang 2 orang lagi " ucap pak joko saat melihat azka tidak memilih kembali 2 siswi yang tersisa


" untuk sisanya saya akan menyeleksi sendiri dan melihat bakat mereka juga untuk pemain cadangannya saya akan menyeleksinya juga. karena pertandingan ini sangat penting maka dari itu saya sendiri yang akan menjadi pelatih mereka " ucap azka dengan tegas karena di tim yang dia pilih ada keana maka dirinya akan melatihnya juga mengawasi adiknya itu sendiri, azka tidak begitu percaya jika keana dia serahkan pada orang lain mengingat tempramen dan sifat keana yang keras mungkin akan membuat guru yang melatihnya kesulitan.


mendengar penjelasan itu pak joko mengangguk paham lalu mengumumkan pada semua murid yang berkeinginan ikut dalam pertandingan bola basket bisa mendaftarkan diri padanya dan dapat melakukan seleksinya besok lusa


setelah mengumumkan itu bapak kepala sekolah pamit undur diri dan kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan beberapa berkas untuk acara minggu depan di ikuti oleh guru yang lain kecuali pak joko dan juga azka yang masih harus mengatur mengenai penyeleksian lusa nanti.


selepas kepergian kepala sekolah dan para guru banyak siswa perempuan yang langsung mengerubuni pak joko untuk mendaftarkan diri. sebagian dari mereka mendaftar bukan untuk ikut bermain namun hanya untuk bisa bertemu dengan azka setiap hari karena azka lah yang akan menjadi pelatihnya


untuk siswa pria tidak terlalu banyak yang mendaftarkan diri mereka mungkin hanya ada sekitar 20 orang saja tapi itu sudah cukup lain halnya dengan siswa perempuan yang ada sekitar 48 orang yang mendaftar


" wahhh banyak banget yang daftar kayaknya kakak lo populer banget ya di sekolah " ucap ian seraya menyenggol keana karena harus bersabar menghadapi banyaknya fans dari kakaknya itu yang mungkin bisa menyerangnya kapan saja


" berisik lo " ucap keana singkat membuat ian tertawa melihat wajah kesal keana yang sepertinya dirinya terpaksa mengikuti lomba karena perintah dari azka tadi


" tapi bagus juga kan kalok keana ikutan main... dia kan jago banget main basketnya " ucap leo memuji keana karena memang faktanya keana sangatlah mahir dalam permainan ini bahkan endra saja yang merupakan atlit bola basket terbaik di sekolah ini kalah telak dari keana

__ADS_1


" wahhh bener banget tuh...apalagi belum ada yang nih di antara kita yang bisa ngalahin keana " ucap david seraya sedikit melirik kearah endra dengan senyum polosnya


" kok gue ngerasa itu kalimat lo arahin ke gue ya... " ucap endra kesal mendengar perkataan david yang seakan sedang menyindirnya yang pernah kalah telak saat bertanding melawan keana


" ya kan emang fakta... kalok lo pernah di kalahkan emang apa yang salah hahahaha " ucap ian sambil tertawa mengejek pada endra yang langsung di hadiahi pukulan di kepalanya oleh daffa


mendapat pukulan itu ian hanya bisa meringis dan menatap daffa dengan cemberut sedang daffa malah adu tos bersama endra seakan mereka berdua sangat puas sudah membuat kepalanya sakit.


" keana lo gak papa kan? " tanya adel saat melihat keana sejak di panggil ke depan tidak mengatakan sepatah katapun bahkan raut wajahnya terlihat begitu lelah


" iyaa keana... lo kayak yang capek banget, lo sakit " ucap mika sambil menempelkan punggung tangannya di dahi keana namu suhu tubuhnya baik-baik saja


keana menggeleng pelan mengatakan bahwa dirinya baik-baik sana namun entah kenapa sejak tadi kepala terasa sakit tidak seperti biasanya, bahkan jika itu karena gejala yang biasa dia alami mungkin hasrat itu akan memuncak seketika itu juga


tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing membuat pandangannya sedikit kabur karena pusing di kepalanya itu tubuh keana sedikit oleng kebelakang namun dengan sigap daffa menangkap tubuh keana


" lo kenapa " tanya daffa khawatir melihat keana hampir saja terjatuh jika saja dirinya tidak dengan sigap menangkap tubuh keana mungkin saja keana akan terjatuh ke tanah


semuanya menjadi panik tak terkecuali endra yang sudah berada di samping keana hendak mengambil alih tubuhnya namun langsung di berikan tatapan tajam oleh daffa karena tidak bisa melihat situasi jika keana sedang merasa tidak nyaman saat ini


" keana.... lo kenapa " ucap adel panik melihat keadaan keana yang sepertinya sedang dalam keadaan tidak tidak baik


" KAK AZKA..... keana kak.... " teriak mika memanggil azka yang sedang sibuk membantu pak joko menangani para murid yang mendaftar


mendengar mika berteriak memanggilnya sambil menyebut nama keana azka langsung saja membalikkan badan dan melihat keana sedang di rangkul oleh daffa


dengan segera azka berlari menghampiri mereka dan langsung mengambil alih keana dari rangkulan daffa yang saat ini masih terus memegangi kepalanya yang terasa pusing


" lo kenapa dek... kok tiba-tiba kayak gini, mana yang sakit " ucap azka panik melihat keana seperti sedang merasa sakit di kepalanya


" kepalaku tiba-tiba pusing " ucap keana pelan seraya menyandarkan kepala di dada azka dan seketika itu pula keana sudah tidak bergerak lagi membuat azka tambah panik dan mencoba membangunkan keana namun hasilnya sama saja keana tetap tidak membuka matanya


kepanikan mereka semakin menjadi melihat keana sudah jatuh pingsan, dengan segera azka membawa keana ke UKS dan meminta adel dan mika untuk menyampaikan pada pak joko bahwa dirinya ada urusan mendadak sebelum pergi azka juga meminta pada daffa untuk pergi ke kelas keana dan mengambil tasnya dan membawanya ke UKS.


dek... lo kenapa lagi... maafin kakak yang tadi gak merhatiin kamu dengan baik... maafin kakak. batin azka


...**********...

__ADS_1


__ADS_2