
...**********...
Endra dan leo sudah tiba di depan gerbang sebuah rumah besar, tapi mereka ragu untuk masuk kedalam. Melihat tampilan luar rumah itu saja sudah membuat mereka kagum, Leo turun dari mobil lalu bertanya pada penjaga gerbang apakah ini benar alamat rumah keana
" Permisi pak...saya mau tanya, apa ini benar rumah dari Keana hernanda elga? " Tanya leo dari balik gerbang
" Iya benar, mas ini siapa ya...apa ada keperluan dengan nona keana?" Ucap pak asep selaku penjaga gerbang tersebut
" Saya temannya Keana pak, boleh bukain pintunya pak soalnya teman-teman yang lain sudah menunggu di dalam " Ucap endra seraya tersenyum ramah
Leo kembali masuk kedalam mobil setelah gerbang telah di buka Mobil endra masuk ke halaman rumah Keana, mereka berdua kagum dengan keindahan rumah Keana
Tampak luarnya saja sudah mengagumkan ternyata setelah masuk kedalam terlihat lebih mengagumkan lagi, Taman-taman yang terawat dengan baik membuat suasana didalamnya sangat nyaman dan tenang.
Gila...bagus banget nih rumah. Batin mereka berdua
Sampai di pintu masuk endra membunyikan bel 3x, tak berapa lama pintu di buka oleh seorang perempuan paruh baya yang ternyata adalah bi yuni
" Nak endra sama nak leo ya... " Ucap bi yuni saat melihat dua orang pemuda yang sepertinya adalah orang yang di tunggu oleh Keana dan yang lainnya
" Eh...iya benar saya endra dan ini leo " Ucap endra
" Mari masuk non Keana sama yang lainnya sudah menunggu kalian di dalam " Ucap bi yuni seraya mempersilahkan endra dan leo masuk lalu mengantar mereka ke ruang tamu
Di ruang tamu Keana dan yang lainnya masih asik berbincang-bincang tentang acara camping 2 hari lagi
" Permisi non keana...temannya sudah datang " Ucap bi yuni saat sudah berada di ruang tamu
Keana menoleh pada bi yuni lalu Keana melihat kebelakang punggung bi yuni dan melihat mereka berdua di sana
" Makasih bi, sekalian buatkan mereka minum " Ucap Keana lalu mempersilahkan endra dan leo duduk
" Lama banget sih kalian berdua datengnya " Ucap David sambil memasukkan cemilan kedalam mulutnya
" Kita kesasar tadi, gara-gara si leo nih yang salah nunjukin jalan...bikin gue kesel aja " Ucap endra sambil menunjuk leo dengan dagunya
" Hehehehe...maaf lah tadi di persimpangan gue lupa harus kearah mana jadinya ke sasar deh " Ucap leo sambil menggaruk tengkuknya sambil cengengesan
" Yaelah cuma nyari alamat rumah Keana aja sampek nyasar aja lo berdua, kayak bocah aja masih kesasar hahahahah " Ucap ian sambil menertawakan endra dan leo
Endra yang mendengarnya langsung memukul kepala ian dengan kesal karena mengatai dirinya seperti itu, Yang membuat mereka salah jalan itu adalah leo tapi kenapa dirinya yang di ejek seperti itu.
" Non kea ini minumannya " Ucap bi yuni sambil membawa nampan berisi minuman untuk endra dan leo
" Makasih bi " Ucap Keana singkat, bi yuni pergi kembali ke dapur setelah meletakkan minumannya di atas meja
Endra meminum jusnya dengan cepat itu karena dirinya memang sedang haus saat tiba di rumah Keana tadi, sudah haus malah di buat kesal oleh ian membuat endra semakin gerah saja.
__ADS_1
Pintu terbuka menampakkan seorang laki-laki tampan sedang berjalan kearah ruang tamu sambil membawa kantong belanjaan di tangannya.
Mereka melihat kearah laki-laki itu dan seperti pernah bertemu sebelumnya. Mereka baru ingat laki-laki yang masuk tersebut adalah laki-laki yang kemarin menjemput Keana ke sekolah
Mereka tidak menduga akan bertemu lagi dengannya di rumah Keana. Mereka semua penasaran apa yang dilakukan laki-laki itu di rumah Keana
Laki-laki itu adalah azka yang baru saja kembali dari supermarket untuk membeli bahan makanan, deandra meminta azka berbelanja bahan masakan karena teman-teman Keana akan datang hari ini sekalian saja azka juga membelikan camilan kesukaan Keana mengingat kemarin mood adiknya itu sedang kurang baik
" Ini gue udah beliin camilan kesukaan lo " Ucap azka lalu meletakkan camilan itu di atas meja membuat Keana menatap dengan binar camilan tersebut tapi langsung di netral kan kembali olehnya
azka melihat teman-teman Keana sedang menatap dirinya dengan wajah seperti orang penasaran saja, apa lagi dua cowok di antara mereka juga menatap dirinya seperti ingin memakannya hidup-hidup saja memang ada yang salah dengan dirinya
Itu cowok dua kenapa sih liatin gue sampek segitunya emang ada yang salah sama penampilan gue. Batin azka
" Makasih, kenalin ini azka kakak gue " Ucap Keana yang sontak membuat mereka semua menganga kaget dengan jawaban Keana, mereka pikir azka adalah pacarnya Keana tapi ternyata dia adalah kakaknya
" Hah...jadi dia kakak lo kea " Ucap adel sambil melongo tidak percaya dengan apa yang dia dengar
" Iya emang kenapa " Ucap Keana sambil menatap bingung dengan reaksi teman-temannya saat tau azka adalah kakaknya
" Gue kira dia pacar lo gak taunya ternyata dia kakak lo kea " Ucap mika sambil melirik sedikit kearah azka
" Kenalin gue azka aditya saputra panggil aja kak azka " Ucap azka sambil tersenyum membuat adel dan mika tertegun sesaat melihat ketampanan azka
" Halo kak saya ian " Ucap ian
" Daffa " Ucap daffa singkat tapi di dalam dia merasa senang saat tau bahwa azka adalah kakaknya Keana
" Halo kak azka saya endra " Ucap endra sambil tersenyum dirinya sangat bahagia mengetahui bahwa azka bukanlah pacar Keana entah kenapa perasaan bahagia itu muncul tiba-tiba di hatinya
" Dan...dua gadis ini siapa nama kalian " Ucap azka saat melihat adel dan mika diam seperti patung sambil terus memperhatikan dirinya
Keana yang melihat kedua temannya ini masih terus bengong sambil menatap azka, Keana lalu batuk dengan sengaja membuat adel dan mika tersadar bahwa mereka sedang bengong sambil menatap azka menjadi gelagapan di buatnya
" Ah...eh...itu...nama saya adel " Ucap adel dengan gugup
" S...sa...sa...saya mika kak " Ucap mika dengan suara gagap
Azka yang melihat tingkah mereka berdua yang menjadi gugup seperti itu hanya bisa tersenyum geli, apakah dirinya setampan itu sampai bisa membuat kedua gadis itu menjadi salah tingkah seperti ini.
Melihat suasana menjadi canggung Keana meminta kakaknya untuk pergi kedapur memberikan barang belanjanya pada bi yuni, azka yang mengerti maksud dari Keana lalu pergi dari situ.
" Gila...kakak lo ganteng banget kea, gue sampek pangling liatnya, buat gue aja ya kakak lo...sekalian biar gue bisa cuci mata setiap hari hihihihihi " Ucap mika asal yang langsung mendapat pukulan telak dari adel entah apa yang ada di otak temannya ini
" Sembarangan aja lo kalok ngomong " Ucap adel sambil memukul lengan mika
" Sakit tau gak del, lo mah gak bisa apa buat gue senang Dikit aja " Ucap mika sambil menekuk mukanya kesal
__ADS_1
" liat gue aja mik sama gantengnya kok sama kak azka " Ucap ucap David sambil membusungkan dadanya dengan PDnya
" Ihhhhh jangan sama-samain muka lo sama muka kak azka beda jauh kali bagaikan langit sama bumi " Ucap mika yang sontak membuat David yang tadinya tersenyum bangga berubah menjadi masam
" Hahahahah yang sabar ya bro, lapangkanlah dada mu menerima kenyataan pahit ini hahahahha " Ucap ian sambil tertawa terbahak bahak dan langsung mendapat pukulan dari david
" Ayo ke taman belakang " Ucap Keana mengajak mereka ke taman belakang rumahnya disana terdapat lapangan basket yang tidak terlalu besar, sudah lama dirinya tidak bermain bola basket berhubung sekarang teman-temannya sedang di rumahnya Keana akan mengajak mereka bermain bersama
" Ngapain kita ke taman belang? " Ucap endra saat Keana mengajak mereka pergi ke taman belang
" Main bola basket " Ucap Keana singkat, dia malas menjelaskan panjang lebar pada endra
" Hahahahaha emang lo bisa main basket kea " Ucap endra sambil di selangi tawa
Keana yang mendengar endra meremehkan dirinya menjadi kesal, kenapa endra sangat suka sekali membuat dirinya kesal setiap harinya
Keana melipat tangannya di dada sambil menatap endra dengan datar dan menantang endra bermain basket dengannya dengan syarat siapa saja yang kalah harus memenuhi semua permintaan lawan yang menang tanpa terkecuali
Mendapat tantangan seperti ini dari keana membuat endra merasa jika ini bukan hal yang buruk, jika dirinya menang maka Keana akan menuruti semua permintaannya toh hanya Keana endra yakin bisa menang dengan telak karena tidak ada yang pernah bisa mengalahkannya dalam permainan bola basket di sekolah
" KAK AZKA... " Teriak Keana memanggil azka dari ruang tamu, membuat azka yang sedang bersantai di kamar langsung berhambur keluar menemui adiknya saat mendengar namanya di panggil seperti itu berarti tandanya adiknya itu sedang dalam mode berbahaya untuknya
" Iya adikku sayang ada apa kamu memanggil kakak " Ucap azka saat sudah ada di ruang tamu sambil mengelus punggung adiknya dengan lembut berharap dirinya tidak akan ikut terlibat dalam hal apapun yang ingin di lakukan oleh adiknya ini
" Buset cepet banget datengnya " Ucap ian saat melihat azka sudah ada di sana secepat kilat
" Kayaknya kak azka takut sama Keana deh " Bisik David pada ian yang sontak mendapat jitakan manis dari daffa di kepala mereka
" Jangan ngawur " Ucap daffa singkat dengan menatap datar kedua temannya ini
" Aduhhh lo mah gitu kalok sama temen sendiri...main jitak pala orang aja lo daf untung gak benjol kepala gue " Ucap ian sambil memasang wajah cemberutnya
" Iya bener tuh " Ucap daffa sambil mengelus kepalanya
" Udah kalian gak usah ribut mulu, berisik tau gak " Ucap leo sambil memandang kesal kedua temannya itu
Hah...kenapa juga gue punya temen kayak mereka. Batin leo sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-temannya ini
Keana menatap azka datar lalu memintanya untuk menjadi wasit di dalam pertandingan bola basket antara dirinya dan endra
Hal itu membuat azka terkejut, apakah bocah ini sudah kehilangan akal dengan menantang adiknya bermain basket bahkan meskipun endra sangat pandai bermain basket dia tidak akan bisa mengalahkan adiknya ini
Tapi apa lah dayanya ingin menghentikan adiknya menerima tantangan makan yang akan jadi pelampiasan adiknya itu adalah dirinya, jadi azka hanya bisa pasrah dan menerima permintaan Keana untuk menjadi wasit dalam permainan ini
Semoga endra gak menyesal nantinya karena sudah menantang adiknya ini, meski hebat pun dia bukan tandingan adikku. Batin azka sambil melihat endra dengan prihatin.
... **********...
__ADS_1