
...**********...
Di ruang kerja Dirga sedang memikirkan tentang kejadian tempo lalu, sepertinya hasrat membunuh yang ada di dalam diri keana sudah mulai muncul kembali.
" aku sudah menekan hasrat membunuh yang ada di dalam tubuh keana 5 tahun yang lalu seharusnya itu tidak akan muncul kembali, tapi kenapa hari itu keana menunjukkan gejala itu lagi hah...sepertinya aku harus menemui ayah untuk membahas masalah ini " Ucap Dirga sambil memijit pelan pelipisnya
Dirga sangat pusing memikirkan masalah ini dirinya bingung bagaimana jika kejadian 5 tahun lalu terulang kembali, Dirga tidak ingin kehilangan putri tercintanya itu
5 tahun sebelumnya
Dirga sedang berkumpul bersama istri dan kedua anaknya di taman, mereka sedang menghabiskan waktu bersama dengan sangat bahagia
Dirga sangat bahagia karena di karuniai 2 orang anak yang luar biasa, dirinya yang dulu sangatlah tidak peduli dengan kehidupan rumah tangga seperti ini dan lebih memilih menyendiri tanpa ada keinginan untuk mencari kebahagiaan lain.
Sampai saat dimana Dirga bertemu dengan deandra wanita yang mampu memutar balikkan semua kehidupannya dalam sekejap, wanita yang sangat dia cintai yang sekarang menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya
Dirga tidak menyangka dengan kebahagiaan ini seakan ini semua adalah mimpi. Dirga memiliki 2 orang anak
Yang pertama adalah laki-laki dia bernama azka aditya saputra dia sangat mirip dengan deandra, ceria dan suka sekali heboh dengan segala hal tidak jauh berbeda dengan ibunya itu tapi azka sangat lah bertanggung jawab bahkan dia sangat lah menyayangi adiknya
Dan yang kedua adalah perempuan namanya keana hernanda elga putri tercintanya dan juga adik kesayangan azka, sifat keana lebih mengarah pada Dirga yang dulu, dingin juga cuek dan juga tidak terlalu peduli dengan sekitar
keana memiliki jiwa pemimpin yang kuat bahkan lebih kuat dari pada dirga dulu, meskipun begitu keana sangatlah peduli dengan keluarganya, meski keana sangat dingin pada setiap orang. Keana paling menyayangi azka dan selalu bersikap manja padanya
Kehidupan mereka awalnya sangat damai dan bahagia, sampai kejadian yang mengerikan menimpa keluarga mereka
Keana sedan tidur jadi terbangun saat tau bahwa ada orang yang asing yang masuk kedalam kamarnya dengan niat jahat yang sangat bisa Keana rasakan
Tapi dirinya yang masih berusia 5 tahun sangat tidak mungkin bila dirinya melawan orang itu jadi Keana menempelkan alat pelacak yang pernah dia buat saat ikut bersama ayahnya ke markas rahasia
Lalu Keana menyambungkan alat pelacak tersebut pada ponsel Dirga agar saat dirinya sudah dibawa kabur oleh orang itu dirga dapat menemukan lokasi persembunyiannya dengan mudah.
Orang tersebut memberikan obat tidur terlebih dahulu pada Keana barulah dia membawa Keana kabur dari sana.
Hari itu azka baru berumur 12 tahun sedangkan keana baru berumur 5 tahun. Pada malam dimana keana baru saja genap 5 tahun ada orang yang menculik dan membawanya pergi entah kemana membuat Dirga sangat marah karena ada orang yang berani menculik putri kecilnya.
Dirga menghubungi markas rahasianya untuk melacak lokasi orang yang menculik keana menggunakan ponselnya karena putrinya itu sangat pintar karena bisa meninggalkan alat pelacak pada dirinya.
Keana terbangun dan merasa pusing karena obat bius yang orang itu berikan padanya Setelah menyesuaikan penglihatannya Keana melihat ke sekeliling ruangan itu yang nampak seperti laboratorium untuk melakukan sebuah eksperimen
__ADS_1
Keana mencoba untuk bangun tapi tidak bisa karena kaki dan tangannya terikat di atas kasur brangkal
Keana terus mencoba melepaskan dirinya tapi usahanya sia-sia karena ikatan itu sangat kuat.
Setelahnya pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan seorang laki-laki yang sepertinya seumuran dengan ayahnya masuk kedalam ruangan dan menghampiri keana
" Ternyata kau sudah bangun keponakan ku apakah tidurmu nyenyak " Ucap laki-laki itu dengan senyum jahat di wajahnya
" Keponakan? Siapa kau sebenarnya...aku tidak mengenalmu " Ucap Keana dengan nada tetap tenang dan hanya menunjukkan ekpresi datar di wajahnya
" Oh...iya kenapa aku bisa lupa, akan ku beritahu aku ini sebenarnya adalah pamanmu...paman Hendra adik dari ayahmu yang sangat aku benci karena dia selalu saja mengambil apapun yang aku suka bahkan dia juga mengambil ibumu dariku wanita yang sangat aku cintai jadi...aku menculik mu agar dia juga bisa merasakan rasanya kehilangan orang yang dia sayangi...akan ku jadikan kau bahan percobaan ku yang paling baik hari ini HAHAHAHAHAHAHAHA " Ucap Hendra sambil tertawa jahat lalu mempersiapkan semua hal yang dia perlukan untuk percobaan kali ini, dia akan merubah Keana menjadi senjata yang mematikan
" Kamu bukan pamanku, lepaskan aku...apa yang ingin kamu lakukan padaku " Ucap Keana sambil meronta mencoba lepas dari ikatan itu
" Percuma kau meronta seperti itu, lebih baik kau diam dan biarkan pamanmu ini bekerja dengan tenang " Ucap Hendra sambil menyeringai lalu menyuntikkan sesuatu pada tubuh keana
Entah apa yang di suntikan pada Keana, tapi setelah menyuntikkan itu tubuh Keana menjadi panas lalu rasa panas itu berubah menjadi rasa sakit yang amat menyakitkan seakan seluruh badannya akan hancur seketika
lalu tiba-tiba ada perasaan aneh yang dia rasakan seakan tubuhnya menjadi pribadi yang berbeda seperti ada hasrat membunuh yang sangat kuah.
Setelahnya rasa sakit itu hilang dan hanya menyisakan hasrat membunuh didalam dirinya itu untuk pamannya yang sudah berani menjadikan dirinya sebagai bahan percobaan seperti ini.
" Paman...berani sekali dirimu itu menjadikan ku sebagai bahan percobaan mu, apa kau sudah bosan hidup " Ucap Keana sambil berjalan mendekat pada Hendra dengan menatap tajam dirinya
" Kau...kau...bagaimana mungkin kau masih memiliki kesadaran, seharusnya kesadaran mu sudah di ambil alih oleh hasrat membunuh itu " Ucap Hendra sambil berjalan mundur dengan raut wajah terkejut karena keana masih bisa mempertahankan kesadarannya.
.
.
Dirga yang sudah menemukan lokasi keberadaan Keana langsung menuju ke tempat itu dengan membawa beberapa anggota elit di markasnya
Raut wajah marah bercampur khawatir menghiasi wajah dirga, dirinya sangat takut terjadi sesuatu pada putri kecilnya itu.
Sampai di lokasi Dirga keluar dari mobil lalu melihat ponselnya untuk memastikan keberadaan Keana di sana
Alat pelacak itu mengarah pada sebuah rumah tua, Dirga dan anggota elit itu pun berlari menuju rumah tersebut
Belum juga mereka sampai ada sebuah suara gaduh dari dalam rumah itu dan setelahnya seorang laki-laki terlempar keluar dari rumah itu dengan keadaan terluka
__ADS_1
Setelahnya seorang gadis kecil berjalan keluar dengan raut wajah dingin yang ternyata adalah Keana.
Dirga yang melihat putrinya nampak berbeda berlari menghampirinya namun Keana mengangkat tangannya menghentikan Dirga saat sudah hampir mendekat pada dirinya
" Papa...sebaiknya tidak mengganggu ku dulu, urusanku dengan paman belum selesai jadi sebaiknya papa mundur karena aku tidak ingin melukai papa " Ucap Keana dengan tetap menatap Hendra dan berjalan mendekatinya
Dirga berhenti saat Keana tidak mengizinkan dirinya untuk mendekat, entah apa yang terjadi pada putrinya itu lalu Dirga melihat siapa orang yang berani menculik putrinya itu.
Betapa terkejutnya dirga saat tau bahwa yang menculik Keana adalah Hendra adiknya sendiri, kenapa Hendra melakukan hal seperti ini pada dirinya
" Hendra...jadi kamu pelakunya, berani sekali kamu menculik putri ku...apa sebenarnya yang ada di pikiran mu Keana itu keponakan mu " Ucap Dirga dengan marah dengan apa yang di perbuatan oleh adiknya ini
" Heh...yang ada di pikiran ku...? Yang ada di pikiran ku itu cuma kebencian terhadap mu, kau selalu merebut segalanya dariku bahkan deandra kau juga merebutnya dariku padahal kau tau bahwa aku sangat mencintainya...tapi kau malah merebutnya dari ku...karena itu aku menculik putri mu menjadikannya sebagai bahan eksperimen ku untuk menghancurkan dirimu agar kau tau bagaimana mana rasanya kehilangan orang yang kau sayangi " Ucap Hendra meluapkan semua kebenciannya selama ini
" Heh...tapi sayang putri mu ini sangat hebat dia bahkan bisa mempertahankan kesadarannya tapi itu tidak akan lama, dia pasti akan menjadi suatu senjata yang mematikan di kemudian hari dan kau tidak akan bisa menghentikannya jika kau tidak membunuhnya hahahahahaha ironis sekali " Ucap Hendra sambil tertawa
Keana yang mendengar itu sangat marah, sekarang amarahnya sudah di luar batas Keana lalu menendang Hendra dengan keras sampai terbang menghantam pohon besar.
Hendra yang mendapat serangan itu memuntahkan seteguk darah, dirinya mencoba bangun dengan perlahan lalu pergi dari tempat itu
Untuk saat ini Keana bukan tandingannya jadi dari pada dirinya mati konyol di sini lebih baik kabur dan menyusun rencana baru untuk menghabisi Keana karena sudah membuat dirinya terluka parah seperti ini
Dirga yang melihat Hendra kabur memerintahkan anggota elit itu untuk mengejarnya dan tidak membiarkan dirinya lolos begitu saja, anggota elit yang menerima perintah itu pun langsung mengejar Hendra yang sudah berlari jauh.
Dirga lalu menghampiri Keana dan memeluknya untuk menenangkan putrinya itu tapi Keana terus meronta, karena amarahnya sudah mencapai batas yang seharusnya Keana lalu memuntahkan seteguk darah dan pingsan seketika
Dirga sangat panik saat Keana tidak sadar kan diri seperti ini. Lalu Dirga membawa Keana pergi dari tempat itu dan membawanya kerumah sakit sesegera mungkin.
Setelah kejadian itu Keana koma selama satu tahun dan azka sangat sedih karena tidak bisa melindungi adiknya itu, sedangkan Hendra berhasil kabur dan tidak bisa di temukan lagi.
.
.
.
Mengingat hal itu membuat Dirga merasa sesak, dirinya tidak ingin melihat Keana terbaring lemah di rumah sakit lagi, Dirga tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi lagi dia pasti akan melindungi putrinya dengan cara apapun meski dirinya harus mengorbankan dirinya sendiri untuk hal itu.
... **********...
__ADS_1