The Mystery Behind Keana

The Mystery Behind Keana
Ep. 44


__ADS_3

...**********...


Di UKS azka masih mencoba membangunkan keana dengan menggunakan minyak angin tapi masih tidak berhasil juga


Sedari tadi azka menggerutu tidak jelas karena daffa belum juga datang padahal hanya mengambil tas saja kenapa harus membutuhkan waktu selama ini


" Ughhhhh...si daffa itu kemana sih lama banget, cuma ngambil tas keana aja segini lamanya " Gerutu azka sambil masih terus berusaha membangunkan keana


Baru beberapa saat dirinya membicarakannya daffa akhirnya datang bersama adel dan yang lainnya seraya membawa tas keana lalu memberikan tas itu pada azka


" Lo cuma ambil tas aja lama banget sih...gak tau apa keadaan keana udah kayak gini " Ucap azka kesal membuat daffa merasa bersalah sudah membuat azka menunggu, azka lalu membuka tas itu dan mengambil sebuah kota yang entah apa isinya


Mereka semua menatap penasaran dengan kotak yang di keluarkan oleh azka dari dalam tas keana.


Azka membuka Kotak itu lalu mengeluarkan sebuah jarum suntik yang sepertinya sudah di isi dengan obat yang siap untuk di gunakan kapan saja dan dimana saja, semuanya kaget saat melihat azka mengeluarkan jarum suntik itu dan azka yang melihat keterkejutan mereka tidak peduli sama sekali karena yang ada dipikirannya adalah keana.


" daffa bisa bantu gue pegangin tangan keana sebentar " Ucap azka pelan kemudian daffa mendekat dan memegangi salah satu tangan keana


" Ian, david sama leo boleh tolong jaga di pintu...gue gak mau ada orang lain yang masuk sebelum keana bangun, dan sisanya bisa di sini aja " Ucap azka dengan tegas yang langsung di patuhi oleh semuanya tanpa ada satu pertanyaan sekalipun


Azka menarik nafas lalu menyuntikkan obat itu pada keana, setelah semua obat sudah masuk beberapa menit kemudian keana meronta sambil berteriak kesakitan


Jika saja azka tidak meminta daffa untuk memegangi salah satu tangan keana mungkin dirinya akan kesulitan menahan adiknya itu.


Semua teman-temannya terkejut melihat keana meronta sambil berteriak seperti itu, ini pertama kalinya mereka melihat keana dalam keadaan seperti ini


Keana yang mereka kenal cuek tapi memiliki kasih sayang yang tulus di hatinya ini sekarang malah sedang berteriak kesakitan seperti itu membuat mereka semua yang ada di sana merasakan sakit di hati mereka.


Perlahan-lahan keana mulai tenang dan suara teriakannya juga sudah berhenti. Merasa keana sudah tidak meronta lagi daffa melepaskan pegangan tangannya itu dari keana sedangkan azka mengambil saputangannya lalu mengelap keringat yang bercucuran di wajah keana dengan lembut


" Kak azka...keana baik-baik aja kan " Ucap adel dengan suara pelan yang sepertinya sudah ingin menangis saat ini namun di tahan olehnya


Ian, david dan leo juga kembali mendekati mereka dengan wajah khawatir melihat keana terbaring lemah di atas ranjang


" Kak...sebenarnya keana sakit apa? Sampai dia seperti ini " Tanya endra dengan suara sedih seraya menatap keana yang masih menutup matanya dengan wajah yang di penuhi dengan keringat


Azka masih diam tidak menjawab pertanyaan itu karena dirinya bingung apakah harus menceritakan semuanya pada mereka

__ADS_1


" Kak azka kok diem aja sih... " Ucap mika sedih melihat azka masih saja diam seakan tidak mau menjelaskan apapun pada mereka


Azka menghela nafas pelan lalu menatap kearah keana dan membelai lembut kepalanya, sungguh hatinya sangatlah sakit harus melihat adiknya terus merasakan sakit seperti ini


" Sebaiknya lebih sedikit kalian tau itu lebih baik tapi gue cuma mau minta satu hal dari kalian, jadilah teman sekaligus sahabat yang selalu ada buat keana " Ucap azka dengan lembut seraya menatap mereka semua dengan wajah sendu dan tangannya yang masih menggenggam tangan keana dengan gemetar


Mereka semua kaget mendengar azka berkata seperti itu dengan wajah sendu yang seakan dirinya membutuhkan dukungan dari mereka semua untuk keana


" Kak azka gak usah khawatir...kita bakalan tetep ada buat keana kok karena keana sahabat kita " Ucap mika sambil tersenyum tulus karena dirinya tidak akan mungkin meninggal sahabat seperti keana yang sudah membuat hidupnya juga adel penuh warna


" Iya kak...kita bakal selalu ada buat keana selalu dan kapanpun " Tambah ian dengan antusias


" Dan untuk masalah kak azka gak bisa cerita masalah keadaan keana sekarang...kita bisa ngertiin kok kak kalau kak azka belum bisa ceritain semuanya sekarang " Ucap leo lembut dan di angguki oleh semuanya dan mereka juga tidak akan memaksa kak azka untuk bercerita jika memang belum siap untuk menceritakannya


Azka tersenyum lembut dirinya sangat bersyukur saat tau bahwa adiknya memiliki teman-teman yang baik dan bisa menerimanya apa adanya.


Saat semuanya sedang berbicara dengan azka, endra diam di belakang mereka sambil menatap keana dengan tatapan yang sulit di artikan


Lo sebenarnya kenapa sih keana...gue sekarang jadi semakin penasaran ingin tahu semua tentang lo. Batin endra


Melihat semakin lama banyak hal yang aneh terjadi pada keana membuat endra semakin penasaran ingin mengetahui segalanya.


Namun untuk saat ini azka tidak ingin berfikir terlalu banyak tentang asumsinya pada endra tapi yang pasti azka akan selalu mengawasi endra jika saja apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan.


" Ugh..... " Ucap keana meringis sakit sambil memegangi kepalanya dan mencoba menyesuaikan pandangannya


" Dek...lo udah sadar, gimana masih ada yang sakit " Ucap azka lembut sambil membelai Kepalanya dan keana hanya menggelengkan kepala sambil mencoba bangun dari tidurnya


Azka membantu keana bangun dan meletakkan bantal di punggungnya agar dirinya merasa lebih nyaman


" Keana lo udah ngerasa enakan " Tanya adel khawatir seraya mendekat pada keana dan menggenggam tangannya dengan lembut


" Udah gak papa " Ucap keana singkat sambil tersenyum pada adel


" Kita tadi khawatir banget tau sama lo... " Ucap mika dengan sedih lalu memeluk keana, dengan tenang keana mengusap punggung adel dengan lembut


mika melepaskan pelukannya dari keana dan di susul oleh daffa dan yang lainnya untuk berbicara dengan keana dan sesekali tertawa dengan candaan yang di buat oleh ian

__ADS_1


lain halnya dengan endra yang masih diam di tempat sibuk dengan pikirannya sendiri sejak tadi dan tidak menyadari bahwa keana sudah sadar dari pingsannya.


" woy dra...lo ngelamun aja dari tadi, noh keana udah siuman emang lo gak khawatir apa sama keadaan " ucap david seraya memukul lengan endra dengan keras untuk menyadarkan temannya itu


" ah...eh lo udah sadar... gimana keadaan lo udah mendingan " tanya endra dengan cepat karena di kagetkan oleh david yang memukul lengannya dengan keras membuatnya tersadar bahwa sejak tadi semua orang sedang menatap dirinya dengan bingung


" udah... " ucap keana singkat karena dirinya tak terlalu memperdulikan pendapat ataupun simpati dari endra karena sejak awal keana memang tak terlalu menyukai endra yang selalu saja ingin mengetahui segala tentang dirinya entah itu dimasa lalu atau di masa sekarang


" sudah... sudah mendingan sekarang kalian balik ke kelas, bentar lagi bel udah mau bunyi biar keana disini aja sama gue " ucap azka meminta mereka semua untuk kembali takutnya nanti mereka malah di hukum karena terlambat masuk kelas


mereka semua akhirnya meninggalkan keana bersama azka dan kembali ke kelas mereka masing-masing dan endra masih terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya ikut pergi meninggalkan UKS menyusul teman-temannya


" kak... kok kayaknya ada yang aneh ya sama endra tadi " ucap keana serius karena sempat melihat ada yang aneh dengan sikap endra tadi yang memang tidak seperti biasanya


" nanti gue ceritain kalok kita udah pulang, karena kakak ada sesuatu yang mengganjal juga dari sikapnya itu " ucap azka dengan serius membuat keana semakin penasaran dengan apa yang terjadi selama dirinya pingsan tadi


karena tidak ingin keana lebih banyak berpikir azka minta keana untuk beristirahat saja dan tidak terlalu memikirkan masalah endra tadi karena keadaannya baru saja stabil dan masih memerlukan banyak istirahat.


keana menurut saja pada azka karena memang dirinya sangat lelah entah apa sebabnya tapi badannya terasa kehabisan banyak tenaga


setelah keana membaringkan tubuhnya dan tertidur azka dengan pelan sedikit menjauh dari keana lalu mengambil ponselnya menelfon seseorang


" selamat siang tuan muda " ucap orang itu dengan sopan


" aku ada tugas buat kamu, cari tau semua informasi atas nama endra pramudya pastikan tidak ada satupun yang terletak. aku mau informasi mengenai anak ini besok sudah ada di rumah...apa kamu mengerti " ucap azka dengan dingin karena dirinya tidak ingin melewakan satu kejanggalan ataupun informasi apapun yang bisa saja itu akan membahayakan keana


" baik tuan muda... " ucap orang itu dengan tegas


setelah menelfon salah seorang bawahannya azka kembali duduk di sebelah keana yang masih tidur dengan lelapnya membuat azka tersenyum melihatnya karena sepertinya adiknya itu sedang bermimpi indah sekarang.


...**********...


**wahhhh bakal ada kejutan apa lagi nih........ apakah keana bisa mengatasi semua masalah yang akan datang kedepannya? 🤔🤔🤔


kalok kalian masih penasaran sama lanjutannya komen di bawah ya...


dan jangan lupa vote ceritaku yaaa dan kalau kalian suka sama cerita ku ini klik like di bawah 🥰🥰🥰

__ADS_1


Terima aksih


__ADS_2