
...**********...
Hari sudah menjelang pagi bahkan matahari sudah menunjukkan sinarnya untuk menyertai keseharian semua orang pagi ini.
Saat semua orang bangun di hari yang cerah ini beda halnya dengan keana yang masih saja bergelut dengan tempat tidurnya seakan tidak ingin bangun dari mimpi indahnya.
Karena hari ini libur sekolah jadi keana bisa tidur sepuasnya tanpa harus memaksakan tubuhnya untuk bangun pagi sekali hanya untuk berangkat ke sekolah
Saat keana masih asik tidur dengan pulas tiba-tiba saja dirinya di kejutkan dengan suara keras dari sebelah tempat tidurnya yang memaksanya bangun dari mimpi indah itu
Keana menoleh kearah samping dengan kesal karena yang membangunkannya dengan cara yang super menyebalkan itu ternyata adalah azka.
" Lo apa-apaan sih " Ucap keana seraya menatap kesal pada azka, tidak bisakah kakaknya itu membangunkan dirinya dengan sewajarnya tanpa harus berteriak tepat di sebelahnya
" Apa...mau marah, udah jam berapa ini kea...lo anak gadis bukannya bangun pagi malah tidur sampek jam segini...mau gue bilangin ke mama lo " Ucap azka sambil membuka tirai di kamar keana membiarkan sinar matahari masuk untuk menyinari ruang itu
" Duh kak...ini kan hari libur " Ucap keana kesal lalu kembali membaringkan tubuhnya dengan kasar hendak kembali tidur dan melanjutkan mimpi indahnya yang sempat terganggu karena azka
Melihat adiknya kembali memejamkan matanya azka sudah kesal, bukannya bangun keana malah ingin kembali tidur dan tidak mempedulikan ucapannya itu
Hah...adek satu ini bikin gue emosi aja, bakal gue kerjain lo. Batin azka
Dengan segera azka menggendongnya dan berjalan menuju kamar mandi membuat keana terkejut karena azka menggendongnya secara tiba -tiba seperti ini
" Kak lo apa-apaan sih..." Ucap keana seraya meronta agar azka menurunkan tubuhnya namun itu sia-sia saja
" Lo itu kalok gak di kasih pelajaran gak bakal nurut dek " Ucap azka seraya masuk dan meletakkan keana di dalam bak mandi lalu menyalahkan shower dan mengguyur tubuh keana dengan air dingin
" AHHHH kak azka...lo apa-apaan sih dingin tau " Ucap keana seraya mencoba turun dari bak mandi tersebut namun dengan sigap azka kembali mendudukkan keana di sana dengan masih terus mengguyurnya menggunakan air dingin
Keana akhirnya pasrah dan membiarkan azka melakukan apa yang ingin di lakukannya. Melihat Keana sudah tidak melawan lagi azka mematikan shower itu dan menyalahkannya kembali namun azka sudah menggantinya menggunakan air hangat.
Dirinya berjongkok di sebelah Keana dan melihat wajah adiknya yang sudah cemberut dan tidak mau melihat ke arahnya membuat azka terkekeh pelan melihat tingkah lucu Keana itu
" Ya elah ngambek nih anak, udah mending lo sekarang mandi habis itu lo turun buat sarapan gue tunggu di bawah " Ucap azka seraya tersenyum geli melihat Keana masih memalingkan wajahnya dengan cemberut, setelahnya azka bangun lalu beranjak pergi dari sana menuju kamarnya terlebih dahulu untuk mengganti bajunya yang sedikit basah setelah mengerjai Keana tadi.
.
.
.
Tap... Tap... Tap.....
__ADS_1
Keana berjalan menuruni tangga dengan malas menuju meja makan. Di sana azka sudah duduk sambil menyantap sarapannya dengan tenang, keana menarik kursi di sebelah azka lalu duduk seraya menyapu pandangannya ke sekeliling tapi tidak melihat keberadaan papa dan mamanya
Mungkin jika jam segini papanya mungkin sudah berangkat ke kantor namun tidak biasanya keana tidak melihat keberadaan mamanya saat ini
" Kak...mama kemana " Tanya keana sambil memukul punggung azka sedikit keras membuat azka yang sedang menyantap makannya itu jadi tersedak dibuatnya
" Uhuk...uhuk...uhuk...dek lo apa-apaan sih gue lagi makan tau, gak usah pakek mukul segala bisa kan...heran gue. Mama gak ada lagi keluar sebentar " Ucap azka dengan kesal lalu mengambil air dan meminumnya dengan pelan
" Iya maaf " Ucap keana singkat membuat azka mendengus kesal mendengar jawaban keana yang hanya keluar 2 kata saja dari mulutnya
" Itu mulut bisa bicara sedikit lebih berwarna gak sih " Ucap azka sambil mencubit pipi keana dengan gemas membuat keana memegangi pipinya dengan wajah cemberutnya
" Mulu gue juga " Ucap keana singkat lalu mengambil roti dan memakannya dengan santai.
Di ruang tamu keana sedang asik bermain game kesukaannya yang entah sudah yang ke berapa kali game itu di mainkan.
Sedangkan azka sedang berada di ruangannya memeriksa beberapa berkas tentang beberapa perusahaan yang sedang dia selidikinya saat ini
terkait dengan penggelapan dana juga perdagangan barang-barang ilegal yang diperjual belikan melalui jalur perusahaan tanpa sepengetahuan kantor pusat atau lebih tepatnya perusahaan inti milik keluarganya.
Saat sedang sibuk memeriksa berkas-berkas itu tiba² ponselnya berdering menampilkan sebuah panggilan dari salah seorang bawahannya yang kemarin sempat dia perintahkan untuk menyelidiki semua hal yang berkaitan tentang endra
Azka mengangkat telefon tersebut dengan segera karena azka tidak ingin melewatkan satu informasi apapun yang berhubungan dengan keselamatan keana entah itu tentang asumsinya pada endra sekalipun
" Sudah tuan muda saya sudah mendapatkan semua informasi yang tuan muda inginkan " Ucap bawahannya itu dengan tegas
" Bagus...bawa semua informasi yang kamu dapat kerumah sekarang " Perintah azka dengan menampilkan senyum dingin di wajahnya.
" Baik tuan muda " Ucap bawahannya itu dengan tegas lalu azka memutuskan panggilan itu dan duduk bersandar di kursinya seraya menatap foto keana yang masih berusia 5 tahun, disana terlihat jelas keana tertawa bahagia saat menerima kado ulang tahun darinya
Wajahnya yang polos dan manis, tawanya yang lucu ya meskipun saat di hari biasanya sifat keana sangatlah cuek pada segala hal namun tetap tersimpan kehangatan di dalamnya.
Dan jika itu berkaitan dengan keselamatan keana sifat azka yang biasanya sangat memanjakan adiknya dan juga super menyebalkan itu akan berubah menjadi kejam, dingin, dan sangat bertolak belakang dengan sifat yang biasa dia tunjukkan pada keana.
Flashback
" Ma...keana mana? " Tanya azka kebingungan saat mencari keberadaan adiknya itu namun tidak kunjung ketemu juga
Deandra yang sedang sibuk membuat kue di kejutan dengan kedatangan azka yang tiba-tiba datang ke dapur menanyakan keberadaan Keana
" Mana mama tau azka...kan mama lagi sibuk bikin kue buat adek kamu... " Ucap deandra yang kembali sibuk dengan adonan kuenya itu
" Tapi aku cari dari tadi kok gak ada, ma...bantuin cari keana dong ma " Ucap azka dengan nada merengek pada deandra yang menjadi tidak fokus membuat kuenya
__ADS_1
" Aduh azka...mama lagi sibuk sayang...coba kamu cari di ruang baca mungkin adek kamu lagi ada di sana " Ucap deandra lembut, mendengar mamanya menyebutkan ruang baca azka baru teringat bahwa dirinya belum memeriksa ke sana. Dengan segera azka berlari ke ruang baca sambil memegang sesuatu di tangannya
Deandra yang melihat kelakuan putranya itu hanya bisa menggeleng kepala lalu kembali melanjutkan membuat kue ulang tahun untuk keana.
Saat tiba di ruang baca azka masuk dan mencari keberadaan keana di sana dan benar saja keana sedang duduk sambil membaca buku dengan santai
Azka lalu berlari menghampiri keana yang sedang asik membaca. Melihat kedatangan kakaknya itu keana menatap bingung karena biasanya azka tidak suka masuk ke ruangan ini
" Kakak ngapain ke sini? " Tanya keana bingung dengan sedikit memiringkan kepalanya dengan lucu membuat azka gemas dan tidak tahan untuk mencubit pipinya yang lucu itu
" Ugh..... Adek kakak yang paling cantik ini imut banget sih.... " Ucap azka seraya mencubit pipi keana dengan gemas
" Aaaa sakit kak azka " Ucap keana kesal seraya memasang wajah cemberut karena kakaknya ini suka sekali mencubit pipinya itu
" Heheheh maaf deh... Oh iya kakak ada sesuatu buat kamu " Ucap azka dengan senyum cerah di wajahnya membuat keana penasaran
" Apa? " Ucap keana penasaran dengan apa yang ingin di berikan oleh azka padanya
Dengan perlahan azka menarik salah satu tangannya yang sejak tadi dia sembunyikan di balik punggungnya karena ingin membuat kejutan untuk keana
Saat melihat apa yang ada di tangan azka mata keana seketika berbinar senang melihat hadiah yang diberikan oleh azka padanya
" Waaahhhhhhh......ini kan video game yang aku pengen " Ucap keana kegirangan lalu mengambil video game itu dari tangan azka, melihat keana begitu senang dengan hadiah yang dia berikan azka merasa bahagia karena bisa membuat adik kesayangannya ini tertawa riang
Karena tidak ingin melewatkan kesempatan ini azka mengambil ponselnya untuk mengabadikan momen tersebut lalu dengan segera azka memotret keana yang sedang tertawa bahagia
" Kak azka makasih.... Kakak memang yang terbaik cup... " Ucap keana dengan senangnya seraya melompat ke pelukan azka lalu mengecup pipi azka dengan bahagia.
" Sama-sama adik manisku, ini hadiah ulang tahun kamu dari kakak... Kamu suka kan " Ucap azka sambil tersenyum dan membelai lembut puncak kepala keana.
" Suka banget " Ucap keana dengan wajah gembira
Flashback selesai
Mengingat momen itu azka tersenyum karena itu pertama kalinya dirinya melihat keana begitu bahagia dan bisa tersenyum bahkan tertawa secara lepas.
Meski sekarang keana menahan diri untuk tidak terlalu menampakkan emosinya namun azka masih ingin melihat senyum itu di wajahnya lagi.
Karena sejak kejadian 5 tahun lalu keana sudah tidak pernah lagi menunjukkan senyum itu padanya, senyum yang begitu ingin azka lihat lagi namun seperti di tahan oleh sesuatu yang membuat keana tidak menunjukkannya lagi.
Kakak pasti bakal berusaha buat ngembaliin senyuman itu lagi di wajah lo dek. Batin azka
...**********...
__ADS_1