
...**********...
Keana duduk di tepi lapangan sendirian sambil memperhatikan permainan voli yang sedang berlangsung antara tim 1 dengan tim yang lain
Karena tidak ingin ikut bergabung jadi keana meminta pada timnya untuk menjadikan dirinya sebagai pemain cadangan saja
Awalnya adel dan mika menolak hal itu dan sempat memaksa Keana untuk ikut bermain bersama mereka namun karena diberikan alasan bahwa dirinya tidak terlalu bisa bermain voli alhasil mereka menyetujui permintaan Keana untuk jadi pemain cadangan.
" Lo kok gak ikut main aja sih dek, bukannya lo bisa ya main voli ya meskipun gak sejago saat lo main basket sih " Ucap azka seraya duduk bersama Keana lalu menyodorkan sebotol minuman padanya, Keana mengambil minuman itu dan meneguknya dengan pelan
" males aja " Ucap Keana singkat seraya meletakkan minuman itu di sampingnya dan kembali memperhatikan permainan, sedetik senyum Keana muncul saat melihat timnya memenangkan permainan dengan di sertai sorak bahagia mereka yang nampak sekali bahwa mereka sangat bersenang-senang hari ini
" Lo mah bawaannya males mulu pantesan berat badan lo naik...males gerak sihhhh hahahahaha " Ucap azka dengan tawa mengejek pada keana, sontak pernyataan azka langsung mendapatkan tatapan tajam dari keana...bisa-bisanya kakaknya itu mengejeknya gendut padahal keana sudah rajin berolahraga dan makan tidak berlebihan
bukannya takut saat di tatap dengan tajam seperti itu azka malah semakin tertawa, sebenarnya adiknya itu tidak gendut tapi keana memiliki tubuh yang ideal yang selalu menjadi idaman semua wanita di dunia azka hanya sengaja menggoda keana supaya adiknya itu tidak selalu memikirkan banyak hal yang merepotkan.
" Ya udah gue ke sana dulu " Ucap azka lalu beranjak pergi meninggalkan keana menuju lapangan bermain dan kembali memberikan arahan pada siswa lain sedang keana masih asik dengan kegiatannya yaitu menonton permainan voli itu.
" Kea...lo liat gak tadi kita menang loh... " Ucap mika dengan gembira sambil duduk bersama keana di ikuti oleh adel yang juga duduk bersama mereka, melihat kedua temannya itu sangat lelah Keana memberikan botol minuman pada mereka
" Wah...makasih tau aja lo kalok kita lagi haus " Ucap adel senang lalu meneguk minumannya itu
" Sayang banget tadi lo gak ikut main " Ucap mika menyayangkan karena keana tidak ikut bermain, padahal jika Keana ikut bermain pasti akan jauh lebih menyenangkan
Mereka bertiga duduk sambil berbincang-bincang dengan seru dan keana hanya mendengarkan dengan baik dan juga sesekali berbicara juga.
.
.
.
suara ricuh sangat jelas sekali terdengar bahkan sampai ke luar ruangan karena kelas XI IPA 4 atau lebih tepatnya kelas endra dan teman-temannya sedang tidak ada pelajaran karena guru yang harusnya mengajar hari ini sedang ada urusan dengan kepala sekolah
__ADS_1
karena sedang free jadi mereka semua dapat bermain sepuasnya seperti bermain game online, bercanda gurau dan sebagainya maklum lah sekolah bebas peraturan jadi semua siswa siswi di sekolah ini jadi lebih bebas tanpa tertekan dengan peraturan sekolah pada umumnya yang tidak memperbolehkan mereka melakukan banyak hal dan jika melanggar akan di keenakan hukuman.
" eh...dra emang lo gak risih apa ditempelin mulu sama nesya itu? " tanya david heran melihat endra selalu saja diam tanpa perlawanan saat dirinya selalu di ikuti kemana-mana oleh nesya
" kalok gue jadi lo behhhh sudah gue lempar kali ke ujung dunia biar hilang sekalian " ucap ian dengan semangatnya
" bukannya gitu...gue sih risih banget di tempelin mulu sama nesya, tapi mau gimana lagi sebagian besar dana sekolah ini itu berasal dari papanya nesya " ucap endra dengan kesal karena dirinya sangat tidak suka jika harus terus bersama nesya. tapi mau bagaimana lagi itupun karena permintaan dari ayahnya sendiri supaya tidak membuat nesya kesal dan mengadukan yang tidak-tidak pada ayahnya yang bisa membuat sekolah ini bangkrut dan tutup kapan saja.
" terus hubungannya sama lo apa? " tanya leo bingung dengan jawaban endra itu
endra diam tidak menjawab pertanyaan leo dirinya masih belum bisa menceritakan semuanya pada mereka tentang masalah yang sedang di hadapinya saat ini
" udah kalian gak usah banyak tanya, endra mungkin punya alasan tersendiri buat gak cerita dulu sama kita " ucap ian menengahi pembicaraan mereka melihat endra diam dengan raut wajah yang sulit di artikan, ian berfikir mungkin masalah ini belum bisa endra cerita sekarang
" tumben banget lo bekata-kata bijak, biasanya tuh otak ketinggalan di rumah ahahahhah " ucap david sambil tertawa meledek ian yang tadinya sudah seperti orang yang bijak malah suasana itu di rusah oleh david yang menyebalkan itu.
" kurang ajar lo dav " ucap ian kesal lalu hendak memukul lengannya tapi david sudah keburu lari menghindari ian sambil terus tertawa
" dasar " ucap daffa singkat sambil tersenyum samar melihat tingkah kedua temannya itu yang terkadang tidak bisa akur sama sekali
sesaat daffa melihat kearah endra yang sepertinya sedang melamunkan sesuatu, sepertinya daffa mengerti akan permasalahan yang sedang di hadapi oleh endra saat ini tapi dirinya memilih untuk diam dan tidak ikut campur terlebih dahulu sampai endra mau menceritakannya sendiri pada mereka barulah daffa akan memikirkan tindakan apa yang harus mereka lakukan untuk membantu endra.
meski endra adalah saingan cintanya untuk mendapatkan hati keana namun tetap saja endra adalah sahabatnya, kalau dirinya sedang ada masalah atau semacamnya daffa akan dengan sigap membantu semampunya
.
.
.
jam pelajaran olahraga sudah selesai semua murid yang berada di lapangan telah kembali ke kelas mereka masing-masing kecuali keana, adel, dan mika
mereka tidak langsung kembali ke kelas tapi mereka membantu azka terlebih dahulu membereskan semua peralatan olahraga yang sudah mereka pakai tadi.
__ADS_1
tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk membereskan semuanya karena peralatan yang mereka pakai juga tidak banyak hanya tinggal peralatan kecil saja yang belum mereka bereskan
" dek biar gue aja yang bawa...lo kan harus ke kelas sekarang, sisanya itu biar kakak aja yang bereskan " ucap azka seraya mengambil alih barang yang di bawa keana, karena peralatannya memang tinggal sedikit saja jadi keana mengajak adel dan mika untuk kembali ke kelas. melihat keana sudah pergi azka lalu kembali melanjutkan membereskan semua peralatan yang tersisa
di lorong koridor menuju kelas Keana berjalan dengan santai dibelakang sambil mendengarkan perbincangan adel dan mika yang tiada habisnya.
Brugk...........
sontak suara itu membuat adel dan mika terkejut lalu mereka berdua membalikkan badan untuk melihat apa yang terjadi, mereka terkejut melihat keana jatuh tersungkur dengan segera adel dan mika menghampiri keana kemudian membantunya untuk bangun.
" makanya kalok jalan itu pakek mata " ucap nesya dengan sarkas sambil tertawa remeh pada keana sudah jelas dirinya tadi sengaja membuat keana jatuh
" keana lo gak papa kan? " tanya adel khawatir sembari memeriksa seluruh tubuh keana dan benar saja siku kanan keana terluka sampai mengeluarkan darah
" gak papa kok " ucap keana singkat karena luka kecil seperti ini bukanlah apa-apa baginya bahkan keana sudah pernah mendapatkan luka yang lebih parah dari ini
" gak papa gimana, lo gak liat apa itu tangan lo udah berdarah gitu " ucap mika kesal namun tetap tidak menutupi raut khawatir di wajahnya itu membuat keana tersenyum samar melihat kedua temannya sangat khawatir padanya
" alah luka dikit kayak gitu kok udah heboh aja " ucap nesya dengan entengnya membuat adel dan mika sudah tidak bisa bersabar lagi melihat kelakuan si nesya ini yang sudah keterlaluan
dengan cepat adel melayangkan tamparan di wajahnya membuat nesya menatap adel dengan marah karena sudah berani menampar wajah seperti itu, keluarganya saja tidak pernah sekalipun menamparnya seperti itu.
" lo berani-beraninya ya nampar gue kayak gini...cari mati lo " teriak nesya dengan wajah yang sudah merah padam karena marah dan hendak melayangkan tamparannya juga pada adel namun tangan nesya itu langsung di tahan oleh mika lalu mendorong nesya sampai terjatuh.
" gue udah cukup sabar ya selama ini ngeliat tingkah laku lo itu tapi lo udah buat keana terluka kayak gitu sekarang kesabaran gue udah habis " ucap adel dengan tajam pada nesya, dirinya sangat marah melihat sahabatnya terluka seperti ini apalagi keana selalu menjaga dan melindungi mereka dari bahan bullyan anak-anak di sekolah. sekarang melihat keana terluka seperti itu membuat hati adel sakit
" dan untuk tamparan tadi...itu pantas buat lo, udah ayo kita bawa keana ke UKS dulu " ucap mika tak kalah tajam lalu mereka pergi dari sana membawa keana ke UKS untuk mengobati luka di tangannya.
" AAARRRGGGKKKK........... liat aja nanti gue bakal hancurin hidup kalian semua " teriak nesya dengan marah tatapan matanya di penuhi dendam yang sangat banyak untuk keana dan teman-temannya.
dari kejauhan keana masih bisa mendengar suara teriakan nesya lalu tersenyum samar, sepertinya keana sudah menduga akan terjadi seperti ini tapi meskipun begitu nesya tidak akan mungkin bisa menyentuh kedua sahabat ini ataupun keluarga dan orang terdekatnya karena keana tidak akan membiarkan hal itu terjadi entah itu sekarang atau di masa depan.
kita liat aja nanti...seberapa sanggup lo bisa menyentuh mereka. Batin keana
__ADS_1
... **********...