
...**********...
Keana pergi ke UKS dengan tergesa-gesa sampai tidak sengaja menabrak seseorang, Keana lalu berbalik untuk meminta maaf karena tidak sengaja menabrak orang itu
Orang yang di tabraknya itu
ternyata adalah endra. Endra bangun dan menggerutu pada Keana yang suka sekali menabrak dirinya seperti ini
Melihat endra yang sedang marah-marah padanya, Keana hanya memutar bola matanya malas lalu meninggalkannya begitu saja
Merasa di abaikan endra semakin kesal lalu mengikuti Keana dengan terus menggerutu padanya, membuat dirinya jengah mendengar ocehan endra yang sangat menyebalkan itu
Endra terus mengikuti Keana sampai di UKS, Keana sungguh salut dengan endra yang masih bertahan mengoceh sedari tadi tanpa henti. Keana sempat berfikir apakah endra tidak lelah berbicara panjang lebar sejak tadi
" Lo bisa diem gak " Ucap Keana yang sudah mulai kesal dengan ocehan endra yang tidak bermutu itu
" Salah lo sendiri nabrak gue sampek jatoh, lo kira gak sakit apa untung ni bokong gue baik-baik aja gak lecet sama sekali " Ucap endra yang terus mengikuti Keana sampai kedalam
" Bodo amat " Ucap Keana lalu menoleh ke arah adel dan mengabaikan endra yang semakin membuat dirinya naik darah saja
Syukur saja adel sudah sadar dari pingsannya. Adel menatap Keana dan endra yang sedari tadi berdebat membuatnya tertawa melihat tingkah mereka yang selalu saja bertengkar
" Eh... Del lo kenapa bisa luka gini " Ucap endra saat melihat adel dengan keadaan kepala yang terluka
" Gue tadi di gangguin sama murid cewek di toilet " Ucap adel lalu menoleh ke arah Keana yang menatap dirinya dengan raut wajah khawatir
Keana mendekat dan memeluk adel dengan erat membuat adel terkejut dengan tindakannya tersebut, tapi setelahnya adel membalas pelukan Keana dengan hangat
" Lo gak papa " Ucap Keana seraya menggenggam lembut tangan adel
" Gue gak papa kok cuma lecet dikit doang " Ucap adel sambil menatap Lembut Keana
Keana mengangguk lalu melihat kearah kepala adel yang terbalut oleh perban, membuat dirinya menjadi marah saat mengingat kejadian di toilet tadi
" 6 cewek tadi lo kemanain kea, gue pengen banget benyek-benyek tuh muka yang sok cantik banget itu ugh.... Bikin kesel aja " Ucap Mika sambil *******-***** selimut dengan geram
" Mereka ada di lapangan " Ucap Keana
" Ngapain lo bawa mereka ke lapangan " Ucap endra penasaran apa yang akan di lakukan oleh Keana nanti kepada 6 siswi tersebut mengingat sifat Keana kalau sedang marah sangatlah menyeramkan
Keana tidak menjawab pertanyaan endra dan hanya meminta mereka ikut ke lapangan sekolah saat bel pulang nanti .
Keana akan memberikan pelajaran yang pantas agar mereka kapok dan tidak berani menyakiti teman-temannya lagi
.
.
.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi, Keana sudah keluar dari kelas sejak bel sudah berbunyi dan menemui ke 6 siswi tersebut sambil menunggu adel dan Mika tiba.
Tak berselang lama Mika dan adel datang menghampiri Keana di lapangan sekolah, tapi kenapa endra dan yang lainnya ikut datang
Keana tidak meminta mereka untuk ikut datang ke lapangan, mengapa mereka malah ikut membuat keana jengah saja jika harus melihat wajah endra yang menyebalkan itu.
Adel melihat 6 gadis yang mengganggunya tadi menatap dirinya dengan sinis seakan ingin memakannya hidup-hidup saat itu juga
Keana menatap endra dengan tajam pasalnya dirinya masih kesal dengan kelakuan endra sebelumnya yang mengoceh tanpa henti padanya membuat telinganya sakit sampai saat ini.
Endra yang merasa sedang di perhatian menoleh dan mendapati Keana sedang menatap dirinya dengan tajam lalu setelahnya memalingkan wajahnya kembali menatap pada ke 6 gadis itu
" Lo habis ngapain ke Keana kok kayaknya dia lagi kesel banget sama lo " Bisik David saat melihat Keana menatap endra dengan kesal
" Gue gak ngapa-ngapain kok " Ucap endra yang merasa tidak melakukan hal yang membuat Keana kesal
Keana berdiri dan menghampiri 6 gadis tersebut yang sedang menunduk dan tidak berani menatap pada Keana karena mereka merasa tatapan Keana seakan lebih menakutkan dari tatapan pembunuh
Baru saja Keana ingin berbicara ada seseorang yang memanggil namanya dari jauh. Keana sangat kenal dengan suara itu, Keana lalu menoleh dan melihat azka sedang berjalan menghampiri dirinya.
__ADS_1
Adel dan yang lainnya ikut menoleh saat mendengar ada seseorang yang memanggil nama keana, saat sudah menoleh mereka melihat seorang laki-laki yang sangat tampan berjalan ke arah mereka
Adel dan Mika yang melihat ketampanan azka bahkan sampai tidak berkedip sekali pun seakan mereka terhipnotis oleh sesuatu
Keana yang melihat temannya diam tidak bergerak saat menatap kakaknya itu lalu menepuk pelan baru mereka, membuat mereka berdua tersadar dan menunduk karena malu
" Lo ngapain masih disini, gue udah nunggu lama banget tau gak di parkiran " Ucap azka saat sudah di hadapan keana, dia lupa memberitahu kak azka bahwa dirinya akan pulang sedikit terlambat
Dia siapa? Ngapain dia nungguin keana segala. Batin endra
" Eh... Itu siapa ya kok kayak kenal banget sama keana " Ucap ian saat melihat kedekatan azka dan Keana
" Mungkin pacarnya Keana kali... liat aja tuh orangnya ganteng banget endra mah kalah sama dia " Ucap David spontan, dan langsung mendapatkan pukulan oleh endra
" Asem lo dav, gue ini temen lo apa bukan sih " Ucap endra dengan kesal saat mendengar perkataan David
" Woy... gila lo sakit tau, main pukul anak orang aja untung gak benjol nih kepala " Ucap David sambil mengelus kepalanya dengan terus menggerutu pada endra
" Udah... udah... lo berdua malah berantem nohhh di liatin sama Keana emang gak malu " Ucap leo yang spontak membuat endra dan David berhenti berdebat, sedangkan daffa hanya menatap tidak suka pada azka.
" Ayo pulang gue udah capek tau " Ucap azka sambil menarik tangan Keana
" Lo tunggu sebentar gue masih ada urusan sama mereka " Ucap Keana seraya menoleh pada 6 gadis itu
Azka beralih melihat arah pandangan Keana yang sedang menatap gadis-gadis itu dengan tatapan marah mengerti lalu melepas tangannya
Keana mendekat lalu menatap tajam kearah gadis-gadis itu
" Gue mau tanya, kenapa kalian gangguin temen gue " Ucap Keana dengan nada suara yang sudah berubah dingin, dirinya tidak bisa sabar jika berhadapan dengan sampah masyarakat seperti ini
Mereka tetap diam tidak menjawab pertanyaan Keana, membuat dirinya kesal tapi dia tidak berhak menghukum mereka karena yang akan menghukum mereka adalah adel
Keana mendongakkan kepalanya ke atas lalu mengusap wajahnya pelan lalu menghembus nafas dengan kasar
" Mau jawab sendiri atau gue bantu kalian jawab pertanyaan gue " Ucap Keana semakin dingin sambil menatap mereka dengan tajam membuat 6 gadis tersebut takut setengah mati
Keana yang mendengar ini ada sangkut pautnya dengan endra menarik nafas dalam, sudah dia duga akan terjadi masalah bila dia terus berurusan dengan endra
" Heh...lo jadi cewek kok gini-gini amat ya... cuma gara-gara kita temenan sama mereka lo sampek nyakitin adel kayak gini emang ba***** lo semua " Ucap Mika dengan geramnya
" Lo juga jadi cewek sok cantik banget sampek mau deketin endra sama temen-temennya dihhhh na*** gue liatnya " Ucap salah seorang anggotanya
Keana duduk dan memijat pelipisnya, dirinya sangat pusing jika harus berhadapan atau bertengkar dengan sesama cewek
Keana lebih memilih bertarung dengan laki-laki dari pada harus adu mulut dengan banyak gadis seperti mereka ini
Hah...hidupku yang tenang entah pergi kemana sekarang. Batin Keana
" Ehh... Lo semua itu siapanya kita, kita aja gak kenal sama kalian ngapain kalian ngurusin kegiatan kita sampek nyakitin adel kayak gitu dihhh gue mah ogah mau deket-deket sama kalian bisa penyakit gue nanti " Ucap ian sambil menatap mereka dengan jijik
" Tau tuh sok cantik aja lo pada malah masih cantikan Keana kali, dari pada lo jauhhh..... Kalok harus di bandingin sama keana " Ucap david sambil merentangkan tangannya sampai mengenai wajah endra membuatnya menepis tangannya dengan kasar
" Buset kena muka gue bego... gak liat apa nih muka ada di sebelah lo, mana bau asem lagi tangan lo " Ucap endra sambil menutup hidungnya dan sedikit menjauh dari David
" Hahahaha habis main basket dia mah jadi asem tuh baunya " Ucap leo saat melihat David menggerutu dengan kesal
Keana masih duduk sambil memikirkan hukuman apa yang pantas untuk orang seperti mereka ini.
Setelah berfikir lama Keana menghampiri adel lalu membawanya kehadapan gadis-gadis itu
Adel bingung apa yang ingin Keana lakukan kenapa dia membawanya mendekati gadis-gadis itu
" Gue tanya lo di apain aja sama mereka " Ucap Keana dengan menatap datar para gadis itu
" Itu... Gue...emmmm...mereka napar gue terus mukul kepala gue sampek luka kayak gini " Ucap adel dengan gugup saat 6 gadis tersebut menatap dirinya dengan tatapan tidak suka
" Hmmm okk sekarang lo tampar mereka, dan lo gak boleh berhenti sampek gue bilang stop " Ucap Keana lalu duduk sambil menatap mereka dengan datar
Adel kaget saat mendengar perkataan Keana tadi yang memintanya menampar mereka semua.
__ADS_1
Mereka semua yang mendengar perkataan Keana hanya melongo tidak percaya dengan tindakan Keana ini
Azka hanya melihat kejadian itu dengan tenang seakan ini sudah menjadi tonton biasa untuknya saat adiknya sedang menghukum seseorang
Keana memilih ketua geng tersebut untuk maju lebih dulu, dia maju dan menatap Keana dengan perasaan benci dan bersumpah akan membalas perbuatan Keana ini padanya
" Siapa namamu " Ucap Keana menatap dirinya dengan datar
" Silvi... gue bakal balas lo nanti " Ucap gadis yang bernama silvi itu dengan kesal
" Gue tunggu pembalasan lo " Ucap keana dengan seringai di wajahnya membuat teman-teman silvi bergidik ngeri melihatnya
Adel mulai menampar silvi berulang kali, 2 menit sudah berlalu tapi Keana masih belum menyuruhnya untuk berhenti
Kini wajah silvi sudah bengkak dan merah akibat tamparan berulang kali yang dia dapatkan, dirinya semakin membenci Keana karena sudah memberinya penderitaan seperti ini
" Stop " Ucap Keana lalu adel menghentikan tamparannya
Keana berjalan mendekat ke arah silvi lalu menarik dagunya dengan kasar memperlihatkan wajahnya yang sudah tidak bisa di kenali lagi
Keana lalu tersenyum samar dan menghempaskan wajahnya dengan kasar. Keana meminta adel untuk beristirahat biar dirinya saja yang menyelesaikan sisanya
Keana berjalan ke arah 5 gadis yang tersisa dan menampar mereka semua satu persatu, meski Keana hanya menampar mereka dengan sekali tamparan saja
Tapi satu tamparan itu saja sudah bisa membuat wajah mereka bengkak parah dengan ujung bibir mereka yang terluka.
Endra, ian, David, leo, dan daffa yang melihat kejadian itu sungguh tidak bisa percaya bahwa Keana bisa melakukan hal sampai sejauh ini
Endra semakin penasaran terhadap keana, kenapa gadis secantik Keana bisa melakukan hal sesadis ini tanpa ada rasa simpati sekalipun seakan seperti sudah biasa baginya melakukan hal semacam itu.
" Udah selesai " Ucap azka saat Keana menghampiri dirinya
" Udah " Ucap Keana singkat, lalu merentangkan tangannya pada azka
" Kenapa? " Ucap azka bingung saat melihat adiknya merentangkan tangan padanya
" Capek... gendong " Ucap Keana yang spontak membuat endra dan yang lainnya melongo tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Keana bersikap manja pada seseorang wahhhh ini merupakan hal langka bagi mereka
" Hah... kau ini " Ucap azka lalu menggendong Keana sambil tersenyum gemas melihat tingkat adiknya yang tiba-tiba menjadi manja padanya
" Kayaknya gue sama adel kerumah lo besok aja deh kea, lo kayak yang capek banget sekarang lagian kan besok sekolah libur " Ucap Mika saat melihat Keana yang sepertinya sangat kelelahan hari ini
" Hmmm iya " Ucap Keana singkat
Karena terlalu lelah Keana tertidur di gendongan azka, Keana selalu merasa nyaman saat di pelukan kakaknya ini seakan semua beban pikirannya menjadi hilang seketika
" Lo bisa bawain tas Keana gak ke mobil " Ucap azka pada adel yang sedang melamun di tempat
" Ah.. Eh.. Iya kak bisa " Ucap adel dengan gugup lalu mengambil tas Keana dan berjalan menyusul azka ke arah mobilnya
" Dan lo semua mending pergi sekarang gue enek liak muka kalian " Ucap Mika lalu pergi meninggalkan lapangan dan mengejar adel
Endra yang melihat ke dekatan Keana dengan azka merasa ada perasaan tidak suka di hatinya, dia merasa kesal saat melihat Keana di gendongan oleh orang lain
Dirinya bahkan bingung menyapa dia kesal saat melihat hal itu, dia tidak mengerti dengan perasaannya saat ini.
Endra terus saja berdiri dan menatap kepergian Keana dan azka, sampai ian menepuk bahunya membuat dirinya kaget
" Kenapa... lo cemburu dra liat Keana di gendongan sama tuh cowok " Ucap ian sambil mencoba menahan tawa melihat wajah endra yang di tekuk seperti dadar gulung yang sudah gosong saja
" Ce..elah gak usah di tekuk juga kali tuh muka, udah kayak dadar gulung gosong aja suram banget hahahahaha belum tentu juga kali itu cowok pacarnya Keana " Ucap David sambil menepuk bahu endra
" Lo kira muka gue apaah lo samain sama telur, emang ya...otak lo itu udah konslet gara-gara kelamaan sama ian lo " Ucap endra sambil memukul kepala David dengan kesal
" Lo cemburu sama tuh cowok, kalok lo cemburu kenapa gak lo cari tau aja tuh cowok pacarnya apa bukan " Ucap leo lalu meninggalkan temannya menuju motornya untuk pulang di ikuti oleh daffa yang sejak tadi diam saja dengan wajahnya yang sudah bertambah dingin selepas kepergian Keana
masa iya gue cemburu. Batin endra
...**********...
__ADS_1