The Mystery Behind Keana

The Mystery Behind Keana
Ep. 2


__ADS_3

...**********...


kring... kring... kring...


bunyi jam weker mengusik tidurku, aku pun beranjak bangun dan melihat ke arah jam yang menunjuk pukul 06:15 masih terlalu pagi untuknya berangkat ke sekolah


beberapa saat kemudian ibunya berteriak membangunkan ku dari dapur, aku heran dengan suara ibu yang bisa sekeras itu bahkan ibu berteriak dari dapur


dari pada ibu mengomel panjang lebar aku segera mandi dan bersiap-siap ke sekolah


hari ini aku berangkat sendiri menggunakan motor kesayangan ku


aku tidak terbiasa di antar ****** jika ke sekolah karena aku lebih suka berangkat sendiri menurut ku menghemat waktu saja


setelah selesai bersiap aku turun menuju meja makan untuk sarapan


" keana bangunnn sudah jam berapa ini kamu gak mau sekolah apa " teriak deandra dari dapur tanpa deandra sadari aku sudah di meja makan. aku memakan sarapan ku dengan tenang sedangkan ayah hanya menahan tawa melihat tingkah ibu yang berteriak memanggil ku dari dapur


" sayang... kau tidak usah berteriak keana sudah di meja makan dari tadi kok " ucap dirga sambil terkekeh geli


" keana sejak kapan kamu di meja makan kok ibu gak tau " tanya deandra dengan heran


setelah menghabiskan suapan terakhir aku melihat dan menjawab pertanyaan ibu


" sejak tadi " ucapku singkat


" kenapa gak bilang dari tadi kalok sudah di meja makan, kan ibu gak perlu teriak-teriak manggil kamu turun " ucap deandra sambil memasang wajah cemberut


" sudah lah sayang... pagi-pagi jangan marah marah gak baik " ucap dirga sambil menahan tawa


" kamu juga kenapa tidak bilang kalau keana sudah di sini " gerutu deandra


" aku berangkat " ucapku sambil beranjak pergi ke garasi mengambil motor ku


" hati hati ya sayang " ucap dirga


aku menyalahkan motor ku dan berangkat ke sekolah, aku melajukan motorku dengan kecepatan sedang membelah jalanan jakarta menikmati keadaan sekitar dengan santai,


setelah beberapa menit aku sampai di sekolah


aku memarkirkan motorku lalu berjalan menuju kelas, selama berjalan menuju kelas banyak pasang mata yang melihat ke arahku ada yang menatap dengan tatapan kagum ada juga yang menatap dengan iri


tapi aku tidak mempedulikan hal itu toh yang penting mereka tidak mencari masalah dengannya


saat aku berjalan di Koridor menuju kelas seseorang tidak sengaja menabrak ku sampai terjatuh


bukannya minta maaf dia malah cuma menoleh lalu berjalan pergi gitu aja, aku bangun lalu mengejarnya untuk minta maaf ke padaku


karena sudah menabrak ku


" heh tunggu " ucapku sambil menghadang jalannya dia pun berhenti dan menatap ku dengan jengkel


" apa lo gak liat gue lagi buru-buru minggir gue mau lewat " ucapnya sambil mendorong ku tapi gagal karena aku menggenggam pergelangan tangannya dengan kuat dia pun meringis ke sakita dan meminta padaku melepaskan tangannya, tapi aku tidak peduli


" aakkkkk... sakit lepasin gak mau lo apa sih mau cari gara-gara sama gue loh " ucapnya sambil meringis kesakitan


" minta maaf sekarang " ucapku singkat


" ogah gue minta maaf sama lo, emang lo siapa, ohhhhh lo anak baru kemarin itu kan gak usah blagu deh lo baru anak baru aja sok jagoan lo " cercahnya sambil berusaha melepaskan tangannya


" MINTA MAAF SEKARANG " ucapku menekankan


" gue gk mau ahhhkkkkkk..... " ucapnya sambil meringis


karena tak kunjung minta maaf aku pun melepaskan tangannya dan menatapnya tajam dia hanya memegang tangannya yang terasa sakit sambil memandang ku sinis


karena tak ingin membuat masalah aku pun pergi ke kelas dengan perasaan yang buruk baru aja satu dua hari sekolah sudah ada aja yang membuatnya kesal

__ADS_1


" dra.... ngapain lo di sini " teriak salah seorang laki-laki mengagetkan endra


" buset lo ian ngagetin gue aja untung gak copot nih jantung " ucap endra sambil mengelus dadanya dan ian hanya tertawa


" buruan kita ke kelas sekarang pelajarannya pak joko lo mau di suruh bersihin kamar mandi lagi kalau telat " ucap ian


" iya ya buruan lahhh mumpung masih belum bel " ucap endra dan mereka pun berlari menuju kelas karena takut di hukum sama pak joko yang terkenal sebagai guru kiler di sekolah tersebut.


...**********...


sesampainya di kelas keana langsung duduk dengan membanting tasnya dengan kasar sungguh hari ini adalah hari paling sial untuknya ketemu cowok gila di Koridor


setelah puas menggerutu di dalam hati ada dua siswi yang menghampiri ku, mereka duduk dan menjulurkan tangan melihat itu aku pun menyambut uluran tangan tersebut


" Hai kenalin nama gue ADELIA FARANISA panggil aja adel " ucapnya sambil tersenyum manis padaku


" Hai juga kenalin nama gue MIKA MAHESWARI panggil aja mika " ucapnya sambil mengulurkan tangan sambil tersenyum aku pun membalasnya


" gue keana " ucapku singkat


" kita boleh jadi temen kamu kan, gue liat lo sendirian aja gak ada temen jadi gue sama mika pengen jadi temen lo boleh kan " ucap adel


" iyaa bener tuhhh, lo mau kan jadi temen kita " ucap mika penuh harap


aku melihat mereka bergantian setelah ku pikir-pikir gak ada salahnya kalok aku cari temen toh dari dulu aku gak pernah punya temen


" boleh " ucapku singkat, mereka yang mendengarnya sangat senang dan mengajakku pergi ke kantin bersama jam istirahat nanti akupun mengiyakannya


...***********...


kring... kring... kring...


bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan keluar kelas menuju kantin,


setelah membereskan buku aku, adel, dan mika pergi menuju kantin di perjalanan aku melihat para siswa siswi bergerombol seperti sedang melihat sesuatu


aku baru ingat bahwa sekolah ini hanya untuk siswa siswi bermasalah aku tidak begitu peduli yang penting selama dia sekolah di sini selagi tidak ada yang mencari masalah dengannya itu hal yang bagus


sesaat aku tiba di kantin, keadaan kantin sangat ramai mika sedang memesan kan makanan sedangkan adel sedang mencari tempat kosong


setelah mendapatkan tempat kosong aku dan adel duduk sambil menunggu mika membawakan pesanan mereka selama menunggu aku melihat sekitar


banyak siswa-siswi yang bergerombol dan berbincang, bercanda bahkan sampai ada yang bernyanyi


saat sedang melihat sekitar matanya tertuju pada meja di sebelah mereka dengan lima cowok yang duduk di sana


setelah di lihat-lihat ternyata salah satu di antara mereka adalah cowok yang menabrak nya tadi pagi yang ternyata endra, di saat bersama dia juga menoleh dan mata kami bertemu


dia menatap ku dengan tajam seakan ingin memakan ku saja aku pun memasang wajah datar dan membuang muka untuk tidak melihat wajah menyebalkan itu


" ini dia pesanan kalian " ucap mika yang datang sambil membawa makanan


" ini dia sudah datang, lama banget sih lo sampek jamuran gua nunggu " gerutu adel


" woyyy antri woy gak bilang terima kasih juga lo sakit hati dedek tau gak " ucap mika sambil memasang wajah sok sedihnya


" makasih mika " ucapku singkat


" sama-sama bebebku, nohhh kayak keana dong lo bilang terima kasih " ucap mika sambil menatap ku kesal


" hehehehe iyaa makasih mika yang cantik dan super imut " ucap adel sambil mencubit pipi mika


" gila lo del kalok pipi gue kendor gimana " gerutu mika


setelah perdebatan kecil kami melanjutkan makan dengan tenang sambil sesekali di selangi candaan mika yang garing aku hanya menanggapi dengan sedikit senyum samar sangat samar yang hanya bisa di lihat olehku


tapi ketenangan ini tidak berlangsung lama saat endra mendatangi meja kami dan menggebraknya dengan keras sontak membuat adel dan mika terkejut dengan kelakuannya sedangkan aku hanya melihat sekilas lalu melanjutkan makanku

__ADS_1


endra menatapku dengan tajam tapi aku tidak peduli aku hanya tidak ingin terlibat masalah jadi aku menghiraukan keberadaannya


" hehh lo si anak baru yang blagu itu kan " tanya endra


" ..... "


" kalok gue ngomong tuh di jawa lo gak tau siap gue hah " sarkahnya sambil membuang makanan ku ke lantai membuat semua orang di kantin memperhatikan mereka,


okkk ini sudah keterlaluan meskipun aku udah janji sama ayah gak bakal cari masalah tapi kalok mereka cari masalah duluan sama aku mana bisa aku diam aja


aku pun menaruh sendok yang ku pegang dengan kasar lalu menatap tajam ke arah endra


sekarang aku sudah emosi melihat kelakuannya itu


" mau lo apa " ucapku dengan menatap tajam padanya


" endra lo apa apaan sih mau bikin ulah lagi lo " bentak adel membuat endra menatapnya tajam


" lo gak usah ikut campur deh ini bukan urusan lo " ucap endra tajam


" ya urusan gue lah keana itu temen gue lo tuh kerjaannya cuma cari masalah terus " ucap adel tapi di hiraukan oleh endra, dia tetap ingin membuat perhitungan dengan keana yang sudah membuat pergelangan tangannya sakit tadi pagi dan sampai saat ini masih sedikit terasa sakit


teman-teman endra yang melihat kejadian itu mencoba melerai dan menenangkan endra tapi nihil jika endra sudah ingin melakukan sesuatu mana dia akan melakukannya


keana yang melihat mereka mencoba melerai dan memenangkan endra akhirnya berteriak menyuruh mereka untuk diam, mereka yang mendengarnya langsung terdiam dan melihat ke arahku


kini wajahku sudah berubah dingin membuat adel, mika, dan teman teman endra merasa takut melihat tatapan tajam keana yang seperti ribuan es sedang menusuk mereka


" lo mau apa sama gue " tanya keana kepada endra dengan tatapan dingin tapi seakan tidak peduli dengan perubahan sikap keana endra tetep mencoba membuat keana tunduk padanya


" minta maaf sama gue " ucapnya sambil menatapku tajam


" buat apa gue minta maaf sama lo " ucapku di sertai seringai membuat teman mereka berdigik ngeri


" lo udah buat pergelangan tangan gue sakit tadi pagi jadi lo punya hutang maaf sama gue, dan gue gak bakalan berhenti sebelum lo minta maaf sama gue " ucap endra sambil menunjuk jarinya ke wajahku


aku paling tidak suka apa bila ada orang menunjuknya seperti itu, tanpa basa basi keana memelintir jari endra membuat sang empu meringis kesakitan


" gue gak suka lo nunjuk-nujuk gue, mau gue sekalian patahin aja nih jari biar lo gak ganggu gue lagi " ucap keana tajam


" ahhhkkkkk..... lepasin gak lo cuma mau bilang maaf aja kenapa susah amat sih " ucap endra kesal


" ngapain gue harus minta maaf sama lo kalok lo nabrak gue sampek jatuh aja gak bilang maaf " ucap keana sambil mendorong endra sampai jatuh teman-teman endra pun membantunya untuk berdiri


" udah dra mending lo minta maaf aja biar masalahnya gak tambah rumit " ucap leo


" iya emang lo gak liat tuh muaknya si keana udah nakutin banget " ucap ian sambil memandang takut kepada keana


" lo semua gak usah ikut campur deh, lo juga kenapa harus takut sama cewek sok kayak dia " ucap endra sambil menunjuk keana


kesabaran keana sudah habis, keana akhirnya menyeret endra ke tengah lapangan sekolah dengan kasar dia tidak peduli dengan tatapan dari siswa-siswi sekolah yang sudah berkerumun untuk melihat apa yang sedang terjadi


setelah sampai di lapangan keana langsung melempar endra dengan kasar sampai tersungkur ke tanah lalu dia menatap tajam ke arah keana


" maksud lo apa narik-narik gue kayak gitu tadi mau cari ribut lo " bentak endra dengan tangan terkepal ini adalah penghinaan untuknya, selama dia sekolah disini gak pernah ada yang berani berbuat seperti itu padanya


itu karena endra adalah anak pemilik sekolah ini dan termasuk mos wanted di sekolah ini hampir seluruh wanita di sekolah ini tergila-gila kepadanya


dan hanya keana saja yang berani menatapnya dingin dan sampai berbuat kasar kepadanya. itu membuatnya ingin menaklukkan gadis baru itu


" gimana ini kayaknya keana marah banget dehhh, kalian berempat cari cara dong kalian kan temannya endra " ucap mika takut akan ada perkelahian di sini


" gue mau ngapain juga gak bakal di dengerin sama tuh bocah gila, percuma kayaknya nasib keana lagi sial baru masuk sekolah aja udah bermasalah sama endra " ucap David menatap perhatian ke arah keana yang menurut mereka akan jadi bulan bulanannya si endra mereka gak tau aja kalau keana itu bisa bela diri bahkan bisa di bilang dia ahli bela diri no. 1 di dunia hanya saja keana merahasiakan hal itu dia tidak ingin timbul masalah baru yang akan membuatnya repot itu sangat menyebalkan menurutnya.


...**********...


Apa yang akan terjadi selanjutnya yaaa?? 🧐😱

__ADS_1


__ADS_2