
...**********...
" Kea ayok kita ke kantin udah bel istirahat ini " Ucap adel setelah selesai mengemas semua buku di atas meja
" Males gue " Ucap keana singkat seraya memasang earphonesnya lalu memejamkan matanya, entah kenapa hari ini keana sangat malas untuk pergi dari kelas
" Ayok lah kea...gue udah laper banget nih, emang lo tega apa liat sahabat lo ini kelaparan " Ucap mika dengan nada sedih dan wajah memelas
Melihat mika yang memasang raut wajah seperti itu membuat keana menghela nafas pelas lalu melirik kearah adel yang juga sedang memasang tampang melas andalannya itu
Jika sudah melihat mereka berdua seperti itu keana tidak bisa menolak ajakan mereka.
" Oke...oke...gue ikut " Ucap keana pasrah
Mendengar itu terlihat wajah mereka berubah seketika dengan ekpresi kemenangan, apalagi mika yang sepertinya sudah tidak sabar untuk pergi ke kantin mendatangi makanan kesukaannya.
.
.
keadaan kantin cukup ramai hari ini tidak seperti hari-hari biasanya yang selalu ramai dengan siswa cewek yang bergerombol di sana sini hanya agar bisa melihat ataupun sekadar menyapa endra dan teman"nya.
mika menarik pelan tangan keana menuju meja yang kosong, keana yang ditarikpun hanya diam mengikuti arah jalanya mika.
saat mereka sudah duduk mika langsung beranjak pergi untuk memesankan makanan sedangkan adel dan keana hanya duduk menunggu pesanan mereka.
sambil menunggu keana berbincang dengan adel dengan sesekali melihat Henponenya untuk melihat segala aktifitas yang di lakukan oleh para anggotanya di markas, karena sudah lama dirinya tidak ikut serta dalam menjalankan misi.
di sisi lain endra sedang duduk berkumpul bersama teman"nya dengan perasaan risih karena nesya selalu saja menempel padanya setiap saat.
( NESYA GRIZELLE adalah anak dari seorang pengusaha sukses yang berada di bawah naungan perusahaan BHALENDRA atau lebih tepatnya perusahaan ayahnya keana. nesya sendiri merupakan tipikal wanita yang licik juga cemburuan dirinya akan melakukan apa saja demi bisa mencapai segala tujuannya entah itu dengan cara buruk sekalipun nesya akan tetap melakukannya. )
" endra lo laper gak? mau gue pesenin sesuatu " tanya nesya dengan manja seraya mengaitkan tangannya di lengan endra
" gue gak laper " ucap endra dingin seraya menarik tangannya dengan kasar
melihat sikap dingin yang ditunjukkan oleh endra membuat nesya kesal, sudah banyak sekali cara yang nesya lakukan untuk menarik perhatian endra tapi yang dia dapatkan hanyalah sikap dingin dan acuh darinya seakan endra tidak tertarik sedikitpun padanya tapi nesya tidak akan menyerah sedikitpun untuk bisa mengambil hatinya.
saat sedang memalingkan wajahnya endra tanpa sengaja melihat keana yang sedang berbincang berdua bersama adel, seketika itu pula semangat dihatinya tiba" muncul kembali.
endra terus saja memperhatikan keana dari jauh dan menghiraukan semua ocehan nesya padanya, merasa diabaikan nesya penasaran dengan apa yang sedari tadi endra perhatian sampai" dia mengabaikan semua yang nesya katakan
saat melihat kearah yang dituju oleh endra rasa marah dan cemburu menyelimuti diri nesya saat dirinya tahu bahwa keana lah yang sedari tadi di tatap oleh endra
kekesalan nesya pada keana semakin besar belum lagi dengan masalah di gerbang sekolah tadi pagi yang masih membuatnya kesal dan sekarang karena keana juga endra mengabaikan keberadaannya.
ian yang melihat perubahan ekpresi pada wajah endra mengernyit bingung lalu menyenggol pelan lengan david seraya mengkode dengan matanya dengan heran saat melihat sikap endra berubah seperti itu.
David lalu melihat kearah endra dan benar saja temannya itu sedang tersenyum seraya melihat kearah yang berbeda. karena penasaran dengan apa yang endra lihat
David pun ikut memalingkan wajahnya kearah yang sama untuk mengetahui apa yang sedang endra lihat itu, david terdiam saat tau apa yang sedang diperhatikan oleh endra sampai seperti itu tapi beberapa saat kemudian david malah terkekeh geli membuat ian yang melihatnya mengernyit bingung
" lo kenapa? " tanya ian dengan bingung melihat david yang sedang terkekeh pelan
__ADS_1
" noh liat... temen lo itu lagi liatin bidadarinya yang sedang duduk di sebelah sana " ucap david dengan terkekeh pelan seraya menyenggol pelan lengan ian
karena penasaran ian pun ikut menoleh
" ya elah... gue kira apa yang bisa bikin mood itu anak baik ternyata my Princess " ucap ian dengan kekehan pelan
" kalian lagi ngomongin apa sih " tanya leo yang sedari tadi fokus pada ponselnya
" makanya jangan main HP terus, ketinggalan berita kan lo jadinya " ucap ian
" ya kan tadi gue lagi ada hal yang harus di selesaikan " ucap leo menjelaskan perihal kesibukannya tadi
" iya sampek lupa sama temen sendiri " ucap david dengan kesal
" gak usah berantem " ucap daffa dengan kesal melihat keributan dari teman"nya yang hanya meributkan masalah sepele saja
mendengar perkataan daffa seketika itu pula mereka semua diam dan memilih memakan makanan mereka.
.
.
.
lama mereka menunggu akhirnya mika datang dengan membawa 3 mangkok bakso ditangannya.
dengan segera mika meletakkan makanan itu di atas meja dan langsung saja bakso tersebut di sambar dengan cepat oleh adel yang memang sedari tadi sudah merasa sangat lapar
" ya ampun... belum juga gue ikut duduk itu bakso udah di samber aja, emang udah gak makan berapa bulan bak... sampek kayak orang kelaperan gitu ahahahahah " ledek mika seraya duduk sambil tertawa melihat adel makan dengan lahapnya
" enak bener ya lo ngomongnya gak tau apa itu tadi antrinya minta ampun " ucap mika dengan kesal lalu ikut memakan makanan
keana hanya diam mendengarkan semua ocehan kedua temannya itu tanpa ada niat untuk ikut dalam perdebatan mereka dan lebih memilih memakan baksonya dengan tenang.
saat keana sedang asik makan entah dari mana seorang gadis dengan sengaja menumpahkan minumannya di baju keana membuat bajunya menjadi kotor terkena noda dari minuman itu
" ups... maaf gue gak sengaja " ucap gadis itu dengan senyum kemenangan
keana menatap gadis itu dengan tajam lalu mengambil tisu dan membersihkan sedikit noda di bajunya agar tidak terlalu parah
" HEH lo apa-apaan sih nes, lo sengaja ya nyiramin minuman itu ke keana " teriak mika dengan kesal seraya mendorong bahu nesya dengan kasar
" lo ngapain dorong" gue, kan tadi gue udah minta maaf lagian gue juga gak sengaja numpahin itu minuman " ucap nesya dengan santai
mendengar itu mika sangat kesal dan hendak memukul wajah nesya namun di tahan oleh adel karena mereka sekarang sedang jadi bahan tontonan murid lain.
endra dan yang lainnya yang melihat kejadian itu langsung beranjak dari tempat mereka menghampiri keana
" lo gak papa " tanya endra pada keana dengan khwatir lalu memakaikan jaket yang dibawanya pada keana saat melihat bajunya yang basah
nesya merasa cemburu melihat endra begitu peduli pada keana dan malah mengabaikan keberadaannya, nesya menghampiri endra dan bergelagut manja padanya
" sayang... kamu liat kan mereka tadi bentak" aku, padahal kan aku gak sengaja numpahin minuman itu ke keana " ucap nesya dengan nada sedih yang di buat-buat olehnya
__ADS_1
teman" endra yang mendengar perkataan nesya jadi kesal sudah jelas mereka tadi melihat bahwa nesya memang dengan sengaja menyiramkan minuman itu pada keana
udah jelas" dia sengaja ngelakuin itu tadi. batin leo
kekesalan yang keana pendam sejak tadi sudah tidak bisa dia tahan lagi, keana melepaskan jaket yang di pakaian oleh endra lalu melemparnya di atas meja.
keana lalu menatap nesya dengan tajam lalu berjalan perlahan kearahnya, seketika itu pula atmosfir di sekitar mereka berubah menjadi dingin
dan sepertinya kesabaran keana sudah habis sekarang. nesya yang melihat keana berjalan mendekat kearahnya dengan tatapan dingin membuat bulu kuduknya merinding seketika
tatapan yang keana berikan seakan menusuknya sangat dalam sampai" dirinya tidak bisa menggerakkan kakinya untuk menjauh dari sana, meskipun ketakutan nesya tetap mencoba tetap tenang.
keana menyeringai saat melihat wajah ketakutan yang seperti di tutup-tutupi oleh nesya agar mereka yang ada di sana tidak menyadari wajah takutnya
" lo cari masalah sama gue " ucap keana dengan dingin seraya masih menatap nesya dengan tajam
" gu... gue gak lagi cari masalah sama lo, malah sebaliknya lo yang cari masalah sama gue " ucap nesya sedikit gugup tapi masih menyalahkan semua kesalahan pada keana
" oh benarkah " ucap keana singkat dan dengan Seringai di wajahnya
" iya... lo udah berani deketin endra, yang harus lo tau ya... endra itu punya gue dan gue peringkat sama lo jangan pernah deketin endra atau lo bakal nyesel nantinya " ucap nesya dengan tajam seraya menunjuk wajah keana
" Hhhhh gue kasih tau lo satu hal, gue paling gak suka ada orang cari masalah sama gue terlebih lagi mengganggu waktu ketenangan gue terlebih cewek kayak lo yang liat mukanya aja udah bikin gue kesel " ucap keana tak kalah tajam
keana lalu mengambil minuman mika di meja dan menyiramkan minuman itu pada wajah nesya
" AAAAAAAAAA lo berani nyiram gue " terian nesya dengan marah pada keana karena menyiram dirinya seperti itu
" sekarang kita impas, kalok lo cari gara" lagi sama gue, bisa gue pastiin kalok gue gak bakal berbelas kasih lagi sama lo " ucap keana dengan tajam
" lo berani"nya nyiram gue kayak gini, lo belum tau siapa gue dan bakal gue pastiin lo bakal nyesel udah berurusan sama gue " ucap nesya dengan marah lalu beranjak pergi dari sana
" okk gue tunggu tanggal mainnya " ucap keana dengan dingin
endra yang mendengar itu merasa khwatir pada keana takut bahwa nanti nesya akan mempersulit keana kedepannya, apalagi keluarga nesya adalah keluarga yang terpandang
" mendingan lo keruang ganti aja deh kea, baju lo udah basah gitu " ucap leo seraya memakaikan kembali jaket milik endra
" iya disana kayaknya ada seragam olahraga deh yang bisa lo pakek dulu " ucap david
" okk gue pergi dulu " ucap keana lalu pergi dari sana di temanin oleh mika dan adel yang menyumpah serapahi nesya
setelah kepergian keana ian menatap endra yang sepertinya khawatir dengan keadaan keana kedepannya, karena memang tidak bisa di pungkiri bahwa nesya bisa melakukan apapun sesuka hatinya terlebih dengan bantuan ayahnya yang memiliki koneksi dan kerja sama yang baik dengan perusahaan Bhalendra yang terkenal itu
" gue tau apa yang lagi lo pikirin " ucap ian sambil menepuk pelan bahu endra
" semoga aja gak terjadi hal buruk " ucap endra pelan
" lo tenang aja... keana bukan tipe cewek lemah gue bisa liat bahwa keana itu sepertinya bukan dari keluarga sembarangan dra " ucap leo menebak-nebak perihal keluarga keana
" gue juga ngerasa kayak gitu, aura yang ditunjukkin keana itu seperti aura kepemimpinan yang kuat " ucap David membenarkan perkataan leo
" tenang aja " ucap daffa seraya menepuk punggung endra dan tersenyum samar padanya
__ADS_1
semoga aja firasat kalian benar. batin endra
... **********...