The Mystery Behind Keana

The Mystery Behind Keana
Ep. 18


__ADS_3

...**********...


20 menit sudah berlalu Keana bangun dari tidurnya karena sudah tidak merasa lelah, meski sudah bangun Keana enggan untuk beranjak dari pangkuan azka


" Lo kalok udah tidur bangun dong dek...kasian tuh temen-temen kamu udah nungguin dari tadi " Ucap azka sambil mengelus lembut rambut Keana


Keana masih belum ingin bangun dari pangkuan azka, sudah lama dirinya tidak tidur di pangkuannya setelah azka pergi ke Bandung untuk kuliah.


Setelah kejadian 5 tahun yang lalu dan dirinya terbaring koma selama setahun, azka menjadi pribadi yang berbeda


Azka menjadi sangat pemarah dalam segala hal, tapi setelah Keana tersadar dari komanya membuat azka perlahan-lahan kembali seperti sebelumnya, sungguh Keana sangat mengerti bagaimana perasaan kakaknya waktu itu jika dirinya berada di posisi azka waktu itu mungkin Keana akan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh kakaknya.


" Kak...gue takut " Ucap Keana sambil menggenggam tangan azka dengan erat


" lo takut kenapa?...kakak kan disini jadi lo gak perlu takut sama apapun...kakak pasti jagain lo dek... " ucap azka sambil mengelus lembut rambut keana, entah apa yang di takutkan oleh adiknya ini tapi setelah kejadian penculikan yang di lakukan oleh pamannya Keana selalu saja merasa khawatir dalam segala hal


" gue takut kejadian 5 tahun yang lalu terulang lagi...gue takut kak... " ucap Keana dengan suara bergetar saat mengingat kejadian itu


azka dibuat terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Keana, kejadian 5 tahun yang lalu itu adalah bencana buruk yang terjadi pada keluarga mereka. azka tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi sudah cukup baginya melihat adiknya terbaring koma selama satu tahun di rumah sakit seakan setengah jiwanya di tarik paksa dari tubuhnya sangat menyakitkan, azka tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi dirinya pasti akan melindungi adiknya ini apapun resikonya nanti


" lo gak usah takut...kakak disini...kakak bakal jagain lo dek...jadi lo gak usah mikirin hal itu lagi, lebih baik sekarang lo temuin temen-temen lo...kasian mereka udah nungguin lo Bangun dari tadi okk " ucap azka lalu mencium kening Keana dengan lembut


Keana mengangguk lalu pergi menemui teman-temannya yang sedang bermain basket di lapangan. azka melihat punggung Keana yang semakin menjauh dengan raut wajah yang sulit di artikan


azka sangat menyayangi Keana dia akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan keana, bahkan jika azka harus melawan beribu bahaya dan masalah sekalipun dirinya akan melakukannya untuk Keana asalkan adiknya itu bahagia


sudah cukup penderitaan yang dialami adiknya 5 tahun lalu azka tidak ingin Keana mengalami hal itu lagi.


.


.


Keana menghampiri adel dan mika yang sedang sibuk belajar bermain basket bersama David sedangkan daffa, leo dan ian asik menonton kegiatan mereka sambil sesekali mengejek David yang sedang modus pada adel tapi Keana tidak menemukan keberadaan endra bersama mereka


" eh...keana lo udah bangun " ucap leo saat melihat kedatangan Keana


" iya...endra mana? " ucap Keana seraya menoleh kesana kemari


" ke toilet " ucap daffa singkat sambil menatap keana dengan lembut


" ada angin apa ini...tumben banget lo daf mau ikutan ngomong, biasanya juga cuma jadi pendengar setia aja " ucap ian sambil tersenyum jahil pada daffa

__ADS_1


" bukan urusan lo " ucap daffa sambil menatap kesal pada ian


" ohhh...gitu " ucap Keana singkat lalu menoleh ke arah adel dan daffa yang sedang asik dengan kegiatan mereka sampai deandra memanggilnya untuk mengajak teman-temannya masuk untuk makan siang


Keana menyuruh mereka untuk masuk karena sudah di panggil oleh mamanya sedangkan dirinya akan pergi menyusul endra di toilet.


Keana berjalan Kearah toilet tapi belum juga dirinya sampai, dia sudah melihat endra berjalan kearahnya dengan kepala menunduk


Keana sedikit tersenyum samar dengan ide yang terbesit di kepalanya untuk mengerjai endra, Keana berjalan mundur lalu bersembunyi di balik tembok menunggu endra lewat di sana


saat sudah beberapa langkah lagi Keana keluar dan mencoba mengagetkan endra tapi sayangnya rencananya gagal dan tubuhnya malah bertambah dengan endra


membuat mereka kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai dengan endra yang jatuh di atas Keana


untuk saja endra sigap menahan tubuhnya agar tubuhnya tidak bertubrukan dengan tubuh keana, endra melihat kearah Keana dan mata mereka saling bertemu sesaat endra tertegun saat melihat wajah Keana sedekat itu endra menatap lekat mata coklat keana, mata yang sangat cantik dan dengan tatapan tajamnya tapi tersirat banyak rahasia di dalamnya yang masih belum bisa endra pecahkan


" sampek kapan lo mau di atas tubuh gue " ucap Keana yang melihat endra masih belum Bangun dari posisinya itu dan malah menatap dirinya, endra tersadar mendengar perkataan Keana lalu bangun dari Posisi itu dengan perasaan canggung karena ketahuan memperhatikan Keana


" maaf...lagian lo ngapain ngagetin gue tadi, kayak gak ada kerjaan aja lo " ucap endra mengalihkan pandangannya karena dirinya masih gugup akibat kejadian tadi


" dihhh PD banget " ucap Keana sambil berjalan pergi meninggal endra


.


.


Keana duduk sambil menyantap makanannya dengan tenang, melihat tingkah putrinya yang seperti itu deandra hanya menghela nafas karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk merubah sikap Keana yang sangat cuek seperti ini


deandra beralih menatap Dirga seolah memberi isyarat untuk membuat Keana sedikit menikmati suasana kebersamaan mereka saat ini apa lagi ada teman-temannya yang juga ikut bergabung bersama mereka


" kea...papa dengar kamu sedang dekat sama nak endra ya...apa kalian pacaran " ucap Dirga asal yang sontak membuat Keana dan endra terbatuk mendengar perkataan Dirga, azka dengan sigap langsung memberikan air pada Keana dan mengelus lembut punggung Keana


deandra yang mendengar suaminya berkata sebarang seperti itu langsung memukulnya dengan keras, entah apa yang ada di pikirannya itu bukannya membuat suasana menjadi baik untuk Keana malah mengacaukannya


" aku tidak salah dengar " ucap Keana dengan datar lalu menatap Dirga dengan tatapan yang sepertinya itu adalah sebuah ancaman baginya


" ekhemmm...maksud papa bukan begitu, siapa tau kamu sudah punya pacar itu kan bagus " ucap Dirga lalu memalingkan pandangannya menghadap ke arah lain


" eh...e...enggak kok om saya sama Keana cuma temen aja " ucap endra dengan canggung


" hahh...aku tidak mau jadi seperti kak azka " ucap Keana santai sambil kembali melanjutkan makannya

__ADS_1


" lah kenapa jadi gue " ucap azka bingung


" pacar kakak kan banyak " ucap Keana yang sontak membuat Dirga dan deandra kaget lalu menatap azka dengan tajam untuk meminta penjelasan


" ah...eh...Ng...enggak bukan gitu kok ma x ucap azka dengan raut wajah takut beserta gugup


huh...adiknya ini suka sekali mengumbar aibnya saja bikin kesel aja pengen di giling hidup-hidup tapi sayang adik sendiri hah...kenapa nasibku malang sekali tuhan. batin azka sedih


" emm...kita mau pamit pulang om...tante " ucap leo saat mereka semua sudah selesai dengan acara makannya


" iyaa soalnya udah siang tante " ucap adel menambahkan


" lahh...kalian kok udah mau pulang padahal tante masih pengen kalian lebih lama disini, kedatangan kalian ke sini bikin tante senang udah lama rumah ini gak rame kayak gini, kalian tau sendiri lah putri tante kayak gimana " ucap deandra sambil sedikit melirik ke arah keana. Keana yang merasa di perhatian mendongakkan kepalanya pada deandra


" lain kali kita bakal sering ke sini tante " ucap endra lalu beranjak pamit pada Dirga dan deandra di ikuti oleh yang lain


Keana ikut beranjak pergi mengantarkan mereka semua keluar, adel dan mika melambaikan tangannya sebelum pergi begitu pula dengan yang lain.


hanya tinggal leo dan endra saja yang masih belum beranjak pergi dari sana, sebelum itu endra meminta leo untuk pergi terlebih dahulu ke mobil karena dirinya masih ada sesuatu yang perlu di bicarakan pada Keana


leo mengangguk mengerti lalu pergi meninggalkan endra dan Keana di sana


" gue mau ngomong bentar sama lo " ucap endra lalu membawa Keana ke bangku taman di depan rumahnya


" ada apa " ucap Keana singkat


" lo sebenarnya punya rahasia yang lo sembunyikan dari dari temen-temen lo kan " ucap endra dengan nada yang sebelumnya lembut berubah menjadi datar, perkataannya endra membuat Keana sedikit kaget tapi di netralkan kembali supaya tidak menimbulkan kecurangan pada endra


" maksud lo apa gue gak ngerti " ucap Keana santai dengan tatapan datar yang membuat endra semakin yakin bahwa ada sesuatu yang dirinya dan temannya yang lain tidak ketahui


" kenapa lo gak jujur aja, emang apa susahnya sih jujur sama temen lo sendiri " ucap endra dengan nada sedikit meninggi karena kesal dengan sikap Keana yang seperti ini.


Keana menengadahkan kepalanya seraya menutup mata lalu menghembuskan nafas panjang, setelahnya Keana membuka matanya lalu kembali menatap endra dengan tatapan yang sudah berubah dingin membuat endra sedikit terkejut dengan perubahan sikap Keana saat ini


" lebih baik lo gak perlu tau lebih jauh dari pada ini, gue paling gak suka orang yang suka ikut campur sama urusan pribadi gue " ucap Keana dengan dingin membuat endra sedikit memundurkan tubuhnya dari Keana


" sekarang emosi gue udah naik mendingan lo pergi sekarang sebelum gue ngelakuin hal yang ngebuat lo gak bisa pulang lagi dari sini paham..." ucap Keana dengan nada sudah bertambah dingin, sekarang dirinya sedang emosi dan jika endra terus berada di sana itu mungkin akan menjadi hal yang buruk.


endra yang mendengar nada bicara Keana sudah berubah dingin memilih pergi dan tidak melanjutkan pembicaraannya, sedang Keana hanya menatap datar kepergian endra lalu beranjak masuk kembali ke dalam rumah.


...**********...

__ADS_1


__ADS_2