
...**********...
Di lain tempat, david yang sedang memetik daun teh bersama adel merasa canggung karena tidak tahu apa yang harus dia bicarakan dengan adel
david mencoba mencari sebuah topik pembicaraan agar suasana tidak begitu canggung di antara mereka
meskipun adel tidak begitu memperhatikan suasana tersebut, dirinya masih asik memetik daun teh dengan tenang
" Eh...del, habis camping nanti lo ada acara gak? "Tanya david dengan gugup
" Emmmm kayaknya gak ada deh, emang kenapa? " Jawab adel seraya menatap david dengan bingung
" Eh...em...itu....kalok lo lagi gak ada acara, mau gak lo jalan sama gue " Ucap david dengan gugup seraya menggaruk tengkuknya dengan canggung
" Hmmm boleh aja sih...nanti biar gue Sharelok alamat rumah gue " Ucap adel dengan tersenyum manis pada david
Mendengar hal itu david sangat senang, dia kembali melanjutkan memetik daun teh dengan semangat dan wajahnya yang tidak bisa berhenti tersenyum.
Melihat david begitu senang seperti ini membuat adel menahan tawa saat melihatnya, adel berfikir apa sebegitu senangnya david sampai tidak bisa berhenti tersenyum seperti itu
Dia kayaknya seneng banget pas gue mau jalan sama dia. Batin adel
adel kembali melanjutkan pekerjaannya dengan tenang sambil sesekali melirik pada david yang terus saja memetik daun teh sambil tersenyum sendiri membuat mika terkekeh sambil menggelengkan kepalanya
.
.
sedangkan di tempat ian dan mika terlihat bahwa mereka berdua sedang ribut perihal siapa yang paling cepat memetik daun teh di antara mereka
Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka berdua malah bertengkar tentang masalah kecil saja
" Yang paling cepet metiknya itu gue bukan lo " Ucap ian
" Kok lo sih....jelas-jelas gue yang paling cepet metiknya " Ucap mika dengan nada kesal
" Mana ada....nih liat aja hasil petikan daun tehnya banyakan gue kok, jadi yang paling cepet ya gue lah " Ucap ian seraya memperlihatkan hasil petikan daun tehnya
ian dan mika terus saja berdebat tanpa ada salah seorang dari mereka yang mau mengalah, sesaat setelahnya ian melihat ada seekor ulat sedang bertengger di bahu kiri mika.
hal itu membuat ian tersenyum saat memikirkan ide jahil yang terlintas di kepalanya untuk mengerjai mika
" Eh....mik, ada ulat itu di bahu lo " Ucap ian seraya memundurkan badannya sedikit menjauh dari mika
" Hah....ulat? alah...gak usah bohong lo, gak takut gue " Ucap mika dengan tenang karena mengira bahwa ian sedang berbohong dan ingin mengerjainya
" Siapa yang bohong cobak, noh...liat di bahu kiri lo ada ulat " Ucap ian sambil menunjuk ke arah bahu kiri mika
__ADS_1
Mika melihat kearah bahu kirinya untuk memastikan perkataan ian, mika yang melihat ada seekor ulat sedang bertengger Manis di bahunya menjerit meminta ian untuk mengambilnya.
Mika bukannya takut hanya saja dirinya merasa geli saat melihat hewan kecil dan lembek itu, bukannya mengambil ulat tersebut dari bahunya ian malah tertawa terbahak-bahak melihat mika yang menjerit meminta untuk membuang ulat itu
" Akkhhhhhh.....ian cepetan ambilin ulatnya ihhhhhh " Ucap mika sambil menjerit ketakutan
" Hahahahahaha lo sama ulat aja takut " Ucap ian, lalu mendekat pada mika dan membuang ulat itu dari bahunya
" Udah gue buang ulatnya, kayak bocah aja lo....sama ulat aja takut...mika lo denger gak gue ngomong ap.... " Ucap ian terpotong saat wajahnya sangat dekat dengan mika
mika menatap ian dengan mata yang sedikit berair, membuat ian terdiam memperhatikan mika yang seperti ingin menangis tapi dia tahan.
ian merasa bersalah saat melihat mika seperti itu, kalau dirinya tau akan jadi seperti ini ian tidak akan menggoda mika dengan ulat itu.
Karena sudah tidak tahan lagi, mika akhirnya menangis di hadapan ian seraya menutup wajahnya dengan tangan membuat ian jadi terkejut saat melihat mika menangis seperti ini
ian bingung apa yang harus dia lakukan untuk membuat mika berhenti menangis, karena sebelumnya ian belum pernah menenangkan seseorang yang sedang menangis.
" Eh....mika lo kenapa nangis....udah dong nangisnya " Ucap ian seraya mengelus pundak mika dengan lembut untuk menenangkan dirinya
" Huwaaaaaaa.......... " Bukannya berhenti Mika malah tambah menangis membuat ian jadi bingung dibuatnya
" Aduhhh.....udah dong Mika....gak usah nangis lagi, gini aja deh...gue bakal turutin semua kemauan lo asalkan lo berhenti nangis sekarang okkk " Ucap ian dengan asal, Mendengar hal itu mika terdiam dan tidak lagi menangis
" Beneran.... " Ucap mika sambil menatap ian dengan menggembulkan pipinya
" Iyaa...bener " Ucap ian pasrah saat melihat wajah mika yang seperti itu entah kenapa dirinya tidak bisa menolak
hal itu membuat ian terkejut dibuatnya, ian bingung harus memberikan respon seperti apa jadi dirinya hanya diam di tempat dan membiarkan mika memeluk tubuhnya, ian yang sedang di peluk oleh mika meresa ada perasaan aneh yang menjalar di tubuhnya
Ini gue kenapa sih....cuma di peluk sama mika aja udah degdegan gini. Batin ian
Setelah memeluk ian mika lalu kembali melanjutkan memetik daun teh dengan semangat dan wajahnya yang selalu tersenyum.
.
.
.
satu demi satu semua kelompok yang menjalankan kegiatan camping mereka hari ini sudah kembali ke tenda mereka untuk beristirahat dan menulis laporan tentang kegiatan yang mereka lakukan, laporan itu nantinya akan di kumpulan pada pembimbing sebagai bukti bahwa kelompok tersebut sudah menjalankan kegiatan camping dengan baik.
Keana dan endra sudah kembali dari perkebunan teh dan memilih beristirahat di luar tenda seraya menunggu teman-teman yang lainnya datang.
Keana memilih duduk di bawah pohon sambil memerankan matanya sejenak, karena Keana sangat lelah setelah memetik begitu banyak daun teh hari ini
melihat Keana yang sepertinya sangat kelelahan, endra memilih untuk duduk di depan tendannya agar tidak menggangu tidur Keana
__ADS_1
angin berhembus dengan pelan seakan menyalurkan kesejukan yang menenangkan, endra memperhatikan Keana dari kejauhan melihat betapa tenangnya dia tidur di alam terbuka. helai demi sehelai angin menerbangkan rambut panjangnya, wajahnya terlihat tenang seperti air sungai yang jernih
endra terpesona dengan kecantikan alami yang terpancar dari dirinya, sungguh Keana adalah keindahan sempurna yang diciptakan oleh tuhan.
saat endra hendak menghampiri Keana dia sudah melihat bahwa teman-temannya sudah datang jadi endra mengurungkan niatnya untuk menghampiri Keana dan memilih untuk pergi menghampiri teman-temannya
" aduhh.....capek banget gue....ada yang mau minum gak gue ambilin " ucap adel sambil melihat pada mereka
" gue mau dong....capek banget gue " ucap Mika lalu di angguki oleh adel
" yang lain ada yang mau gak? " tanya adel lagi
" iyaaa udah deh del...kita semua mau....lagian emang haus banget " ucap ian mewakili semuanya
" ok...gue ambilin dulu ya..." ucap adel lalu berbalik pergi untuk mengambil minuman mereka
" gue bantuin ya del..." ucap david seraya mengikuti adel dari belakang
semua duduk seraya mengipas-ngipas badan mereka menggunakan tangan, sungguh tugas pertama mereka bukanlah sesuatu yang menyenangkan
endra menghampiri mereka lalu duduk di sebelah leo dan menanyakan apakah mereka semua menikmati kegiatan pertama mereka
" gimana....kalian menikmati kegiatan hari ini, gue liat kayaknya banyak kejadian tidak terduga yang menimpa kalian " ucap endra sambil menahan senyum saat melihat ian jadi salah tingkah di buatnya
" gak ada kejadian spesial kok....yang ada cuma capek doang " ucap leo sambil mengipasi dirinya kembali
" gue liat itu gak berlaku deh sama ian " ucap endra sambil tersenyum jahil pada ian
" kenapa jadi gue " ucap ian bingung dengan perkataan endra
" alah...ngaku aja deh lo...ada kejadian apa lo tadi di perkebunan sama Mika, dari wajah lo aja keliatan kalok terjadi sesuatu " ucap endra sambil tersenyum jahil pada ian
sontak itu membuat ian jadi salah tingkah, melihat sikap ian yang menjadi seperti itu membuat endra dan leo tertawa dibuatnya
baru kali ini mereka melihat ian bersikap seperti itu, endra dan leo terus tertawa tanpa henti membuat ian jadi kesal karena sudah di kerjai oleh dua temannya ini
" eh....gue kok gak liat kea....dia kemana " ucap Mika yang tidak menemukan keberadaan Keana sedari tadi
" ohh Keana....itu dia lagi di sana, dia lagi tidur kayaknya sih kecapean banget mendingan kita gak usah ganggu dia dulu " ucap endra seraya melihat Keana yang sedang tidur dengan pulas di bawah pohon
" ada angin apa ini....tumben banget lo perhatian sama Keana " ucap ian sambil menyenggol pelan bahu endra dan tersenyum kemenangan saat melihat wajah endra menjadi merah saat mendengar perkataan ian.
ian sengaja mengatakan hal itu untuk balas dendam karena endra juga sempat menggodanya tadi, jadi sekarang mereka sudah impas.
sesaat setelahnya adel dan david datang dengan membawa minuman mereka, adel mencari keberadaan Keana untuk memberikannya minum tapi tidak menemukan keberadaan dirinya
adel bertanya pada endra dimana keberadaan keana, lalu endra menunjuk sebuah pohon besar di dekat sungai tempat keana sedang tidur saat ini
__ADS_1
adel hendak menghampiri keana tapi di tahan oleh endra karena sepertinya Keana sedang sangat lelah jadi endra memintanya untuk tidak mengganggu Keana saat ini, adel mengangguk mengerti lalu duduk bergabung dengan mereka.
... **********...