The Mystery Behind Keana

The Mystery Behind Keana
Ep. 26


__ADS_3

... **********...


Tidak terasa acara camping sudah memasuki hari terakhir, semua kegiatan sudah selesai dan sekarang adalah malam penutupan untuk acara camping ini


Malam ini mereka semua mengadakan acara penutupan dengan api unggun untuk memeriahkan malam terakhir mereka di tempat camping tersebut.


Semua siswa berkumpul dengan mengelilingi api unggun, mereka juga memainkan sebuah game dimana mereka akan memutar sebuah lagu dimana saat lagu itu di mainkan para siswa memindahkan sebuah bola pada siswa di sebelah mereka


Jika lagu berhenti maka siapa saja yang memegang bola itu harus maju ke depan dan menjawab 3 pertanyaan dari mereka yang ada di sana.


Lagu mulai di mainan dan bolanya sudah mulai berjalan dari setiap siswa ke siswa yang lainnya, semuanya tertawa seraya memindahkan bola itu dengan cepat


Bola terus berjalan sampai bola itu berada di tangan ian, lagu berhenti tepat saat ian ingin mengoper bola tersebut pada daffa.


" Nah...kak ian bolanya berhenti di kamu, jadi kak ian sekarang maju kedepan dan jawab 3 pertanyaan mereka tanyakan " Ucap siswa yang bertugas sebagai pemimpin acara malam ini


" Emang harus banget di jawab ya... " Ucap ian


" Iya dong kak...ini kan udah peraturan yang di tetapin dari awal permainan " Ucap doni selalu pemimpin acara malam ini


" Hah...okk deh, tapi jangan tanya yang aneh-aneh lo pada " Ucap ian seraya berdiri lalu berjalan maju ke depan


" Okk jadi siapa yang mau bertanya? " Ucap doni seraya melihat ke sekeliling


" Gue mau tanya " Ucap endra mengacungkan tangannya dan tersenyum jahil pada ian


Sudah ian duga teman-temannya ini pasti akan menanyakan hal yang tidak-tidak padanya, apalagi endra suka sekali bertanya pertanyaan yang membuat ian bingung harus menjawab seperti apa


" Okk kak endra, apa pertanyaan kak endra? " Ucap doni


" Gue mau tanya...lo naksir sama mika gak...? " Ucap endra seraya tersenyum jahil, sontak ian yang mendengar pertanyaan endra membulatkan matanya


Sungguh benar dugaannya bahwa endra pasti akan menanyakan pertanyaan yang aneh seperti ini, sebelum ian menjawab pertanyaan endra itu


Ian melihat kearah mika yang sedang melihat kearah dirinya dengan wajah yang seperti tidak terkejut dengan pertanyaan endra tadi, malah mika menampilkan ekpresi bingung yang nampak sangat lucu di mata ian


" Kok lo nanya yang aneh-aneh sih " Ucap ian dengan kesal pada endra

__ADS_1


" Lah emang kenapa itu kan hak gue mau nanya apa aja, lagian lo tetep harus jawab dan gak boleh bohong tau " Ucap endra dengan santai dan terus berusaha menahan dirinya untuk tidak tertawa


" Iya...kak ian harus jawab pertanyaannya dengan jujur " Ucap doni


" Emmmm itu...gue...gue... " Ucap ian dengan gugup bagaimana dirinya harus menjawab pertanyaan ini


" Lama banget sih lo, cuma tinggal jawab aja masih mikir panjang dulu " Ucap David Seraya terkekeh saat melihat ian kebingungan mencari jawaban


" IYA GUE NAKSIR SAMA MIKA " ucap ian dengan keras Karena kesal dengan David yang mengejek dirinya seperti itu


Mika yang mendengar ian mengatakan bahwa dia menyukainya, sungguh membuat mika kaget


Ini kuping gue masih sehat kan, gue gak lagi salah denger. Batin mika


" Hahahaha gila, jadi lo beneran naksir sama mika...gila berita yang menghebohkan ini " Ucap david kaget seraya tertawa saat melihat bahwa wajah ian sudah merah dibuatnya


" Okk untuk pertama yang kedua siapa yang ingin bertanya? " Ucap doni lagi


" gue don mau tanya " ucap adel seraya mengangkat tangannya


" okk kak adel, apa pertanyaannya? " ucap doni sambil melihat kearah adel


" gue mau tanya, lo beneran tulus suka sama mika atau lo cuma sekedar naksir sesaat aja sama mika " ucap adel seraya menatap tajam pada ian lalu melirik kearah mika yang masih tidak merespon apapun


ian sedikit tertegun mendengar perkataan adel yang sepertinya menekankan sebuah peringatan padanya, sebenarnya ian masih bingung dengan perasaannya itu.


ian masih diam tidak menjawab pertanyaan adel, dirinya bingung harus menjawab seperti apa karena ian tidak ingin jawabannya tersebut malah akan melukai perasaan mika


duhh...gue bingung harus jawab gimana. Batin ian


" kok lo...malah diem sih, bukannya jawab pertanyaan gue " ucap adel dengan kesal melihat ian diam saja tanpa menjawab pertanyaannya


" sebenernya gue masih bingung sama perasaan gue ke mika, gue gak bisa jawab pertanyaan yang lo ajukan tadi " ucap ian seraya menatap mika yang masih terdiam di tempat sambil menatap ian dengan lembut, itu membuat ian terdiam saat melihat mika menatap dirinya seperti itu


apa dia gak marah atau jengkel sama gue, kok tatapannya kayak gitu sih...bikin gue salting aja. Batin ian


mika yang melihat ian dibuat salah tingkah olehnya tidak bisa menahan senyum, ian dengan cepat memalingkan wajahnya yang sepertinya sudah merah seperti tomat

__ADS_1


mika hanya terkekeh melihat ian dengan wajah memerah seperti itu, mika berfikir seperti tidak ada salahnya mencoba membangun hubungan yang baru.


mika melihat kearah adel yang masih menatap tajam kearah ian seakan-akan sedang melihat mangsa buruannya, segera mika memegang bahu adel dengan lembut lalu mengisyaratkan agar tidak perlu mencurigai ian seperti itu


adel mengangguk lalu beralih menatap Keana yang sejak tadi diam saja seakan tidak peduli dengan kehebohan ini, merasa sedang di perhatian Keana menoleh dan melihat adel sedang menatap dirinya dengan cemberut


keana menatap bingun kearah adel yang melihatnya dengan wajah cemberut seperti itu, memangnya ada yang salah dengannya hari ini mengingat Keana tidak melakukan hal apapaun yang membuat adel kesal


ini anak kenapa liatin gue kayak gitu, gue rasa gue gak ngelakuin hal yang salah deh. Batin Keana


" kenapa? " tanya Keana bingung dengan sikap adel yang sepertinya sedang kesal padanya


" gue kesel liat lo dari tadi diem aja dari tadi udah kayak patung aja lo, pokoknya pertanyaan terakhir ini harus lo yang tanya " ucap adel dengan kesal lalu memalingkan wajahnya kembali


" HAH...kok jadi gue " ucap Keana tapi di hiraukan oleh adel


Keana hanya bisa menghela nafas sebenarnya Keana malas jika harus mengajukan pertanyaan seperti ini, Keana juga tidak tau harus menanyakan hal apa pada ian.


saat doni melihat ke sekelilin mencari siapa yang ingin mengajukan pertanyaan terakhir, Keana lalu mengangkat tangannya saat doni melihat kearah tempat Keana duduk.


" kak Keana mau bertanya pertanyaan terakhir " ucap doni kaget saat melihat Keana mengacungkan tangannya


" iya... " ucap Keana singkat membuat doni sedikit canggung saat berbicara dengan Keana, karena sebenarnya doni sudah mengagumi Keana sejak dirinya pindah ke sekolah hari itu


yang membuat doni Sangat kagum padanya karena Keana sangat berani meski Keana sangat dingin dan cuek dia sangat peduli dengan teman-temannya, tipe gadis seperti Keana sangat jarang di temukan karena itu doni sangat mengangumi Keana tapi tidak berani untuk mendekatinya


" okk kak Keana ingin bertanya apa? " ucap doni dengan lembut seraya menatap kagum padanya, Keana sempat berfikir sejenak lalu kembali menatap ian dengan ekpresi datar membuat ian merasakan perasaan kurang nyaman dengan pertanyaan yang akan Keana lontarkan


" gue mau tanya, lo habis meluk mika kan di kebun teh waktu itu " ucap Keana dengan santai


blus pertanyaan Keana itu sontak membuat wajah ian merah padam, kenapa Keana harus menanyakan hal seperti itu di sini membuat dirinya malu setengah mati saja apalagi Keana bertanya dengan nada santai seperti itu


" lo kenapa nanyain hal itu sih kea..." ucap ian dengan wajah yang sudah sangat merah


" gue cuma nanya aja " ucap Keana dengan santai merasa kalau tidak ada yang salah dengan pertanyaan itu


semuanya menjadi tertawa saat melihat ian menjadi salah tingkah dengan wajah yang sudah memerah, meski ian enggan untuk menjawab pertanyaan itu tapi mereka sudah mendapatkan jawabannya melihat dari tingkah ian yang seperti itu saja sudah membuktikan semuanya.

__ADS_1


... **********...


__ADS_2