THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Pelindung


__ADS_3

Arsenio POV


Aku masih shock dengan insiden yang baru saja kami alami, sepulang dari makan malam.


Setelah sampai di rumah aku membawa Putra masuk kedalam kamar dan menidurkan nya, belum sampai aku keluar kamar Janeta sudah masuk dan mengambil baju ganti untuk putra.


Aku memperhatikan cara dia mengganti baju yang dikenakan putra dan mengganti nya dengan baju tidur; begitu telaten dan sabar dalam dalam mengurus Putra, bahkan dari informasi para ART sejak Putra dipegang Janeta suasana hati Putra sangat baik dan berat badan nya naik karena Janeta dengan telaten menyuapi Putra.


Aku tersenyum dan duduk disofa kamar sambil menunggu Janeta selesai melakukan tugasnya,


Bentar ya bang aku sekalian ganti baju,


memang bang Arsen gak ganti baju kata Janeta kepada ku.


Baiklah aku akan ganti baju sekalian dan akan kembali lagi untuk membicarakan insiden tadi kata ku kepada Janeta.


SKIP ๐Ÿ’ฎ


Kami sudah duduk bersama disofa dalam kamar Putra, aku melihat Janeta sudah mengganti pakaian nya dengan baju tidur berbahan satin dengan warna salem dan sangat pas di badan Janeta, bahkan menurut ku terkesan sexy ditubuhnya, padahal tidak ada yang terbuka... tidak tahu ada apa dengan pikiran dan mataku ketika menatapnya.


Bikin aku Meriang


( \= Merindukan Kasih Sayang ) ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


Saya akan menjelaskan semua informasi yang kami dapatkan bang,


Dengan detail Janeta menceritakan semua kejadian dan penyelidikan yang dia dan agen Safety X lakukan.


Aku terperangah mendengarkan penjelasan nya mengenai informasi yang dia dapatkan, tidak dapat aku bayangkan seandainya aku tidak menyewa Safety X, bisa jadi Putra sudah menjadi korban dari keserakahan Aji.


Terus apa yang akan kamu lakukan Net, kataku


Aku akan menjadi Pelindung buat Putra bang,


kata Janeta tegas tanpa ragu.


Sejak kamu masuk di rumah ini kamu sudah menjadi pelindung bukan hanya untuk Putra tapi juga untuk kami semua kataku,


Tx ya Net sudah berjuang jauh untuk Putra kataku sambil tersenyum kepada nya.


Sudah menjadi tugas ku bang,


santai saja bang jangan dijadikan beban kata Janeta enteng.


Bagaimana kalau misi selesai dan Putra tidak mau pisah dengan kamu Net, kataku sambil menundukkan kepalaku.


kita bicarakan itu nanti saja bang, yang terpenting sekarang bagaimana langkah kita selanjutnya untuk melindungi Putra,


Aku tidak tahu bagaimana cara nya berterima kasih kepada mu Net, andai aku harus menyerahkan diriku sebagai ucapan terima kasih, aku bersedia Net, kataku menyakinkan.


Apa.... !!!


Itu namanya Modus bang,


gak mau..... kata Janeta sambil melotot kearah ku,


Aku tersenyum senang,


Lha abang kan hanya menawarkan saja itupun kalau kamu mau, kalau gak mau ya tolong dipertimbangkan Net,


kataku sambil terkekeh --- memang aku sih berharap ..... ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ

__ADS_1


Ha...ha.... bang.... becanda gak ada habisnya kata Janeta sambil tertawa dan berdiri mau keluar kamar, tapi belum sempat dia membuka pintu aku sudah memeluk nya dari belakang dan membuat Janeta terkejut dengan tindakan ku.


Bang lepas, ..... kata Janeta sambil berusaha melepaskan pelukanku.


Minta tolong sebentar saja Net, aku butuh tempat untuk bersandar kataku pelan dan hal tersebut bisa diterima oleh Janeta terbukti dia tidak menolak pelukan ku.


Aku menenggelamkan kepalaku ke tengkuk nya dan menghela nafas beratku,


Bang, lebih baik kita duduk kembali kata Janeta sambil mengurai pelukanku dan membalikkan badan kemudian menggandeng tanganku dan menuntunku ke arah sofa.


Aku mengikuti langkah Janeta dan kamipun duduk bersama kembali,


Tidurlah bang,


Letakkan kepala bang Arsen di kaki ku ini kata Janeta sambil menepuk pahanya tanda dia mempersilahkan ku untuk merebahkan kepalaku di kakinya.


Aku sedikit terkejut dengan perlakuan Janeta yang diluar ekspektasi ku,


tapi aku menurut karena aku butuh tempat untuk bersandar, sekalipun aku laki - laki dewasa tapi pada saat aku rapuh aku butuh topangan orang yang aku percayai yaitu Pelindung anakku,


Aku merasakan tangan Janeta mengelus rambut dikepalai sehingga membuat aku tenang dan terbuai dengan perhatian nya, sungguh malam ini aku bersyukur dia mau dan merelakan dirinya untuk peduli kepadaku dan perlahan dia menyelonjorkan kakinya diatas sofa single didepan nya,


Nyaman,


Ada ketenangan,


Damai,


itu yang aku rasakan malam ini.


Harusnya aku yang menjadi Pelindung tetapi justru Tuhan kirimkan bidadari kuat untuk menjadi pelindung kami,


( dunia kebalik ) ---- tapi itulah hidup


Tak terasa kami tidur dengan posisi seperti ini sampai pagi,


Daddy.......


Aku terkejut dengan suara Putra memanggil ku rasanya seperti mimpi tapi ternyata sudah pagi dan Putra sudah ada didepan ku,


Ya sayang jawabku pelan, sambil memberikan kode agar dia tidak memanggil bunda nya yang masih tidur dengan posisi duduk, akupun perlahan bangun.


Daddy kenapa bunda tidul sepelti itu, tacihan bunda kata Putra.


Iya, maaf Daddy yang sudah bikin bunda tidur seperti itu,


jangan bangunkan bunda ya sayang kasihan bunda pasti capek kataku kepada putra dan dibalas dengan anggukan.


Perlahan aku mengangkat tubuh Janeta dan membaringkan nya di atas tempat tidur dan menyelimuti tubuh nya.


Kami berdua keluar dari kamar dan menuju ke meja makan,


Mbak Siti kira - kira apa makanan kesukaan Janeta tanyaku,


Soto daging tuan, kata mbak Siti


Kalau begitu tolong buatkan soto daging lengkap ya mbak


Baik tuan,


tuan mau saya buatkan kopi kata mbak Siti

__ADS_1


iya boleh mbak sekalian bawakan ke kolam renang ya mbak kataku


baik tuan,


Bu Dhe Citi Putla au cucu coklat ya,


Siap Bosque..... kata mbak Siti sambil mencubit pipinya Putra.


Aku melangkah menuju kekolam renang sambil menggandeng tangan mungil milik Putra, dan rencana pagi ini kami akan berenang bersama.


Biarkan untuk sesaat Pelindung kami istirahat, biar dia memulihkan tenaga nya lewat tidur, batinku.


Aku senang tadi malam perhatian nya membuat hatiku meleleh dan jantungku ambyar kemana - mana,


Aku tersenyum lebar membayangkan kejadian tadi malam.


Selesai berenang aku dan anakku masuk ke kamar Putra mau membangun kan Janeta, dan saat kami masuk ternyata dia masih terbaring dengan tenang di tempat tidur, seolah tak ada beban yang dia pikul terasa bagai bidadari yang sedang menikmati peraduan yang nyaman, sungguh ciptaan Tuhan yang sangat indah, batinku saat melihatnya.


Bunda..... ayo banun ( bangun ),


Bunda maem ulu ( makan dulu )..... kata Putra sambil menciumi wajah bunda nya,


Aku terkekeh melihat Putra yang begitu mencintai wanita yang bukan ibu nya, tapi interaksi keduanya membuat aku makin mantap untuk menyudahi ikatan pernikahan ku dengan Clarisa, aku tidak mau membuat Putra makin terluka, biarkan saat ini dia menikmati kebahagiaan dengan bunda Janeta nya.


Aku duduk dipinggir tempat tidur dan ikut membangun kan Janeta,


Hei.....bundanya Putra bangun, kataku sambil memencet hidungnya,


Akh..... bentar lagi ya, kata Janeta tanpa membuka mata.


Putra terkekeh melihat bundanya malah menarik selimut, dan menenggelamkan wajahnya di guling.


Bunda ucu ( lucu ) ......


Bunda ayo bangun, kata putra sambil menggoyang goyangkan badan Janeta.


Akhirnya setelah beberapa menit kami membangun kan Janeta dia pun membuka mata nya dan melihat siapa yang telah membangunkannya,


Dia melihat ke arah ku dan tersenyum manis kemudian melihat ke arah putra dan menunjukkan ekspresi seperti singa yang hendak menerkam mangsanya,


O . ...... jadi anak ini yang sudah membangunkan tidurku, kata Janeta dengan nada seperti singa dan bangun sambil mengendap endap mau menerkam Putra dan Putra pun melompat ke arah ku dan memelukku erat,


Daddy Putra akut, kata Putra teriak dan tertawa.....


Ayo mana anak yang membangun kan bunda ....... Aum ( suara singa ).


Daddy ayo lari, cepat dad.......


Ha...ha..... akhirnya tertangkap kata Janeta sambil mengambil Putra dan menggendong nya kemudian menciumi perut Putra dan mendapatkan serangan seperti itu membuat Putra tertawa geli,


Ampun bunda...... wkwkwkwk


Ampun...... kata Putra sambil menahan geli.


Aku melihat mereka tertawa bersama dengan bercanda bebas membuatku bahagia,


Pelindung anakku ternyata jago membuat suasana menjadi happy.


Cantik banget ,........... batinku memuji Janeta.


End POV

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2