THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Informasi 1


__ADS_3

Setelah menidurkan Putra aku mulai mengutak atik laptop ku dan memantau semua CCTV dan mereplay semua nya,


mulai dari mobil putih yang ada di seberang jalan tempo hari sampai aku memperhatikan mobil putih yang dipakai oleh nyonya Clarisa kemaren waktu datang ke sini.


Ehm.... sepertinya sama, tapi sayang plat nomor mobil yang ada diseberang jalan tidak kelihatan, mungkin pengendara mobil sudah memprediksi kan kalau ada CCTV sehingga dia memarkir kan mobil nya di sisi yang tidak terpantau oleh camera.


sedangkan mobil nyonya Clarisa plat nomor nya terpantau camera dengan jelas.


( * 2356 ** )


Fix..... aku akan mulai menyelidiki mobil yang diseberang jalan, gumamku sambil menghubungi seseorang.


Jer, kamu sudah melihat rekaman CCTV beberapa hari ini kan,


Sudah Net,


kamu pasti mencurigai mobil putih nya kan,


iya betul,


sesuai prediksi....


Aku akan mencari tahu tentang pemilik dua mobil tersebut, dan secepatnya akan aku infokan ke kamu.


ok, tx Jer...


Sama - sama Net, take care -- bye.


Aku mengakhiri pembicaraan ku dengan Jery dan menutup laptopku, kemudian menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih diri.


Baru aku membuka pintu kamar didepan ku sudah berdiri tuan Arsenio,


Tuan..... ada yang bisa saya bantu...


Net, please jangan panggil aku tuan....


Kamu bukan pembantu di rumah ini,


Panggil dengan sebutan yang normal aja Net, katanya.


Saya coba.....


Net, apa bisa aku tidur dengan Putra ...


sudah lama aku gak tidur dengan nya,


kata tuan Arsenio memohon.


Lho.... silahkan, memang seharusnya anda meluangkan waktu bersama dengan Putra, sahutku sambil tersenyum.


Manis sekali senyuman mu Net kata tuan Arsenio pelan, yang masih bisa aku dengar dengan jelas.


Makasih, sahutku pelan.


Tx ya Net, kata nya sambil masuk dan membaringkan tubuhnya disebelah Putra dan memeluk anaknya dengan erat.


Aku keluar dari kamar dan berkeliling rumah untuk memantau kegiatan malam di rumah besar maupun di paviliun.


Tidak ada hal yang mencurigakan menurut ku, dan akupun keluar menuju ke pos satpam, dan melihat dua orang satpam masih berjaga sambil menonton TV.


Malam pak, sapaku


Malam juga Non,


kok belum tidur kata salah satu Satpam kepada ku,

__ADS_1


Belum bisa tidur pak,


cari angin malam biar bisa cepat tidur kataku membuat alasan.


Mau gabung nonton non,


Makasih pak,


Pak bisa saya tanya sesuatu kataku


silahkan non,


Apa pernah lihat mobil putih disekitar rumah ini, kataku


kedua satpam mulai berpikir dan


Iya non, beberapa hari yang lalu sore - sore ada mobil putih parkir diseberang jalan, kata satpam 1.


Iya non, malah saya perhatikan beberapa kali mobil putih lewat saja tapi sepertinya bukan milik penghuni perumahan ini, kata satpam 2.


Ok pak, kalau ada yang mencurigakan jangan sungkan untuk menyampaikan kepada saya ya, demi kebaikan penghuni rumah ini kataku tegas


Siap non kata mereka serempak


Ok, silahkan kembali bertugas dan terima kasih ya pak.... kataku sambil berlalu meninggalkan mereka.


sama - sama non, selamat malam juga.


Aku melangkah masuk kedalam rumah dan satu informasi baru sudah aku kantongi sekalipun belum bisa memberi kan jalan keluar dari teka teki masalah tuan Arsenio.


Disofa ruang keluarga aku menyalakan TV tapi tidak untuk aku tonton hanya sekedar menemaniku merenung kan kejadian demi kejadian beberapa hari di rumah ini.


Aku mulai ngutak atik dan merangkai potongan kejadian yang ada.


Aku memejamkan kedua mataku, aku tidak mau tindakan ku ke depan membuat Putra celaka, aku harus melindungi nya dengan segenap kemampuanku, batinku.


Net.....


Aku mendengar ada suara memanggil namaku, aku buka mataku dan melihat tuan Arsenio sudah berdiri didepan ku.


Eh.... iya, Bang..... sahutku dan sesuai permintaan tuan Arsenio agar aku tidak menanggapi nya tuan, maka aku memanggilnya dengan panggilan Abang...


( bukan abang tukang bakso ya reader ๐Ÿ˜… )


Aku melihatnya tersenyum mendengar aku memanggilnya abang.


Kamu belum tidur atau justru aku membangun kan kamu,


Gak bang aku belum tidur,


Kamu tidur saja sama Putra biar aku kembali ke kamarku, katanya sambil duduk disebelah ku.


Abang saja yang tidur sama Putra biar aku yang tidur di sofa ini, lagian kan hanya malam ini saja, kataku santai


Ya masak anak gadis aku suruh tidur di luar,


ntar di culik dedemit bagaimana kata Bang Arsenio kepadaku.


Aku tertawa mendengar ucapan nya.


Ya mana ada yang mau nyulik wanita seperti ku bang, malah yang nyulik lari ketakutan lihat aku bang.....


๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ lari mendekat ya Net,


Abang ada - ada saja sahutku tersenyum.

__ADS_1


lha Abang juga kenapa terbangun setahuku tadi sudah tidur sama Putra.


gak tahu tiba - tiba terbangun, dan gak bisa tidur lagi, mau cari teman ngobrol.... sahutnya


Emang mau ngobrol apa bang,


Aku minta maaf soal istriku yang berbicara tidak sopan sama kamu, tolong jangan dimasukkan ke hati,


Jangan kuatir bang, omongan seperti itu sudah jadi makanan ku dalam bertugas, sahutku sambil tersenyum.


Iya aku lupa kalau kamu wanita tangguh, dan salah satu agen andalan Safety X sahut bang Arsenio sambil tersenyum kearahku.


Abang bisa saja,


Sejak kami menikah sampai sekarang tidak ada rasa merindu dalam hatiku untuk Clarisa, yang ada setiap hari adalah rasa kebencian dan jijik melihat tingkah nya, kata bang Arsen pelan sambil menunduk kan kepala.


Kesalahan dan kebodohan terbesar ku adalah menikahinya dan terjebak dalam permainan nya, sahutnya menyambung cerita nya.


Aku diam sambil melihat ekspresi wajahnya yang sedih dan menahan rasa amarah yang sangat besar.


Kalau bukan ada Putra aku tidak akan mau menikahinya, sebab aku tahu dia wanita yang licik dan jahat dan tidak memiliki attitude yang baik sebagai seorang wanita.


Bahkan setelah malam kejadian terlarang itu sampai sekarang aku tidak pernah mau menyentuh nya, sekalipun dia selalu memancing gairah ku sebagai seorang lelaki, justru makin dia menggoda ku makin aku jijik melihatnya,


Aku tidak tahu harus sampai kapan pernikahan ini akan bertahan,sudah lama aku menginginkan perpisahan tetapi aku selalu melihat kondisi putra yang masih membutuhkan seorang ibu,


tapi makin putra besar makin tingkah Clarisa tidak menunjukkan sikap seorang ibu, justru malah jarang pulang.


Aku memang mendengar desas desus kalau sekarang dia menjalin hubungan terlarang dengan pria lain, pria yang dulu pernah mengejarnya sewaktu kuliah.... tapi sebenarnya Clarisa tidak pernah menanggapi bahkan setahu ku Clarisa tidak mencintai pria itu, sampai akhirnya beberapa bulan terakhir aku mendengar dia menjalin hubungan terlarang dengan Aji nama sipria itu,


Sebenarnya Aji bukan orang asing dimataku dia adalah rival Bisnisku, bahkan demi keuntungan besar dia sanggup menghalalkan segala macam cara.


Bahkan aku dengar sekarang bisnis nya sudah melebar, mungkin itu yang membuat Clarisa mau melakukan tindakan be****t dan meninggalkan Putra,


Seandainya aku punya bukti yang kuat aku akan menceraikan nya.


Akhirnya masih diam dan sesekali mengangguk anggukkan kepala tanda mengerti apa yang sedang dialami bang Arsen dan satu informasi lagi aku dapatkan untuk merangkai kembali serpihan yang tercecer.


Maaf ya Net kamu harus mendengarkan keluhan ku, kata bang Arsen malu.


Gak apa - apa bang,


kadang kita memang butuh orang lain untuk mendengarkan masalah kita, agar kita lega


kataku menegakan nya agar tidak sungkan dan malu.


Bang.....


Kata survey kalau kita mengungkapkan dan menceritakan masalah kita maka beban nya sudah berkurang sampai 80% dan yang 20% nya adalah berdoa kataku kepada bang Arsen.


Aku melihat wajah bang Arsen mulai cerah ketika mendengar kalimatku yang penuh dengan nasehat baginya.


Kamu masih muda tapi kamu sungguh bijaksana Net,


jangan buat aku makin kagum sama kamu kata nya.


Ha..ha.... bang ...ingat anak istri sahutku sambil tertawa dan menepuk bahunya.


aku hanya akan ingat anak dan juga kamu yang sudah memberikan kebahagiaan bagi keluarga kecilku, sahut bang Arsen sambil melihat ku secara intens.


Aku diam dan hanya bisa tersentuh dengan kalimat yang dia sampaikan kepada ku.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2