THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Hati seluas Samudera


__ADS_3

DETIK DETIK TERAKHIR KISAH INI JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA,


HARGAI KAMI SEBAGAI PENULIS DENGAN MEMBERIKAN VOTE ......


JERIH LELAH KAMI SELAMA BER MINGGU - MINGGU AKAN TERBAYAR BAHAGIA APABILA KALIAN MEMBERIKAN VOTE ATAS NOVEL INI.....


๐Ÿ™ ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Akhirnya langkah kaki Clarisa berhenti dan memandangku dengan wajah sendunya,


Aku memperhatikan penampilan Clarisa sudah tidak seperti dulu....


Aku bundanya Putra kataku,


Masih ingat aku kan ... ?


Nanny nya Putra...... kataku mengingatkan nya.


Iya ingat..... katanya pelan...


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Karier nya hancur dan keluarganya sudah membuangnya karena tahu Clarisa hamil hasil hubungan dengan seorang penjahat kelas kakap.


Padahal dulu orang tuanya yang menyetujui hubungan Clarisa dengan Aji, bahkan disaat Clarisa belum cerai dengan Arsen.


Dia sekarang hidup dengan Ayu putri kecilnya di sebuah rumah kontrak kan yang kecil, dia juga sekarang bekerja di sebuah cafe di mall ini sebagai waiters dan hari ini adalah hari off nya, makanya dia mengajak Ayu jalan - jalan diarena bermain anak....


Kami duduk makan di sebuah resto di mall ini, aku dan bang Arsen masih mendengarkan kisahnya sedangkan Putra dan Ayu sedang disuapin mbak Siti dimeja sebelah.


Begitulah nasibku sekarang kata Clarisa sambil menundukkan kepalanya,


Kenapa kamu tidak datang kerumahnya bang Arsen kataku


Aku tidak punya muka lagi,


Aku malu.....


Aku sudah tidak pantas meminta bantuan sama Arsen,


Clarisa.... mulailah hidup berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan keadaanmu, berdamai dengan keberadaan Ayu..... kataku menasehati nya.


Mulai sekarang biar biaya hidup Ayu kami yang nanggung, aku akan buatkan Ayu tabungan jadi sewaktu - waktu kamu bisa ambil uang tersebut untuk kebutuhannya Ayu, kataku tanpa meminta persetujuan bang Arsen karena sebelum masuk resto tadi bang Arsen sudah membisikan kepadaku bahwa semua keputusan ada ditangan ku.


Walaupun aku membuka lagi jembatan hubungan kita tapi jangan sekali - kali kamu mengkhianati kepercayaan ku, kalau itu terjadi maka aku akan menghancurkan kamu, kataku tegas kepada Clarisa.


Baik,


Terima kasih banyak bundanya Putra kata Clarisa....


Dan kamu bisa menghubungi ku kalau kamu kesulitan merawat Ayu, demi kemanusiaan aku yang akan mengasuhnya sahutku.


Iya.....


Mulai besok kamu juga bisa pindah ke salah satu rumah ku yang dekat dengan mall ini supaya kamu tidak mengeluarkan banyak uang untuk bayar kontrakkan dan juga ongkos transportasi mu ke tempat kerja kataku menjelaskan nya.


Aku tidak tahu harus berterima kasih seperti apa ..... justru kamu yang menolong dan mengangkat derajat ku, kata Clarisa pelan dan menundukkan kepalanya.


Ini no telp ku : 081xxxxxxxxx


Aku melihat Clarisa langsung mengetikkan angka - angka di HP nya.

__ADS_1


Bang Arsen hanya menjadi pendengar setia pembicaraan dan semua keputusan yang aku ambil mengenai mantan istri nya,


Maafkan aku Sen kata Clarisa kepada bang Arsen,


Aku sudah memaafkan mu, dan mulailah hidup baru dan hati - hati dalam melangkah kata bang Arsen seperti menasehati seorang adik.


Kami pun akhirnya menikmati makanan kami dan sesekali aku melihat Clarisa makan dengan lahap, mungkin dia sudah lama tidak makan menu seperti ini batinku....


Hanya satu kata yang terucap untuk Clarisa "kasihan".


Kami mengantar Clarisa pulang, aku melihat wajah Ayu sangat bahagia....


Tak ( kak ) mobing nya bagus ya....


Ini mobil Daddy kata Putra menjelaskan,


Tatak ( kakak ) Olang kaya ya.....


Yang kaya itu Bunda jawab Putra,


Aku dan bang Arsen tersenyum mendengar jawaban Putra......


Ayu cenang bisa naik mobing bagus.....


Kapan - kapan kakak ajak kamu jalan - jalan ya, kamu mau gak..... ??


Au...au ...tak ( kak ) jawab Ayu senang.....


sambil memeluk Putra.....


Sepanjang perjalanan ada saja yang ditanyakan Ayu kepada Putra, dan aku melihat Putra dengan sabar menjawab semua pertandingan Ayu.....


Aku juga melihat Clarisa meneteskan air matanya, dia melihat Putra begitu tumbuh menjadi anak yang sangat baik...


Berhenti disini saja Mbak Janeta kata Clarisa pelan,


Lho rumahmu mana kataku, sebab kami berhenti disebuah yang sempit....


Rumah kontrakan ku masuk kedalam gang itu jawabnya,


Kami semua keluar..... kecuali bang Arsen,


Aku antar biar besok orang - orang suruhan ku tahu rumah kamu untuk bantu kamu pindahan kataku.


Baik....mari mbak....


Bang tunggu disini aja ya, biar aku dan mbak Siti juga Putra yang antar Ayu...


Ok sayang, hati - hati jawab bang Arsen.


Kami berjalan mengikuti Clarisa dan Ayu yang sudah berada didepan kami, dan kami berhenti disebuah rumah yang sangat kecil,


Masuk mbak kata Clarisa...


Iya jawabku pendek sambil memasuki rumah kontrakan Clarisa.


Bun ini rumah apa tanya Putra, kok kecil kata putra polos...


Sampai detik ini Putra tidak ingat kalau Clarisa adalah wanita yang telah melahirkan nya, dan memang bang Arsen dan Clarisa sudah sepakat untuk tidak menceritakan kepada Putra.


( mungkin egois tapi itu sudah menjadi kesepakatan mereka berdua, aku tidak bisa mengubahnya ).

__ADS_1


Ini rumahnya Ayu,


tapi besok Ayu dan mamanya sudah pindah kok sayang jawabku.


O...... kata Putra sambil memperhatikan isi rumah Ayu....


Tak ( kak ) ayo Ayu tujukin kamal Ayu.... sambil menarik tangan Putra,


Aku mengikuti dua anak kecil itu masuk kedalam kamar yang sempit dan jauh dari kata mewah.....


Hanya ada kasur spon kecil dan bantal berbentuk love warna pink juga boneka beruang kecil, mungkin boneka teman Ayu tidur batinku.


Bun....kasihan Ayu.... kata Putra lirih...


Besok Ayu sudah pindah ke rumah bunda yang dekat Mall tadi sayang, jadi Putra tidak perlu sedih ya....


Iya bun,


Setelah berbincang sebentar dengan Clarisa kamipun pulang, dan aku menghubungi anak - anak yang biasa menjadi tenaga bersih - bersih di Markas lewat Miki agar besok membantu pindahan Clarisa.


Bun, jadikan Ayu besok pindah lumah kata putra.....


Jadi sayang, ini tadi bunda habis telpon uncle Miki untuk membantu Ayu pindah rumah.


Putra tersenyum bahagia mendapat jawaban dariku,


Dad, tahu gak lumah nya Ayu kecil banget dad, kasihan Ayu....


Ehm.....


Telus dad, tempat tidul nya juga kecil sekali,


Ayu gak punya mainan lho dad, kasihan Ayu ya dad....


Ehm....


Daddy dali tadi ha...hem... ha....hem jawabnya kata Putra jengkel dan langsung cemberut dan wajahnya di tenggelam kan didadaku,


Bang Arsen hanya terkekeh melihat ekspresi anaknya yang sedang marah...


Jangan marah kan bunda sudah siapin rumah buat Ayu kata bang Arsen sambil mengelus kepala Putra,


Aku pun mencium kepala Putra dan mengelus punggung nya,


Aku sekarang adalah Nanny seumur hidup buat Putra dan itu membuat ku bahagia.


*Kebahagiaan tidak diukur dari harta dan derajat seseorang, kebahagian bisa di rasakan oleh siapa saja yang hidupnya selalu mengucap syukur.


Bahkan semakin kita dewasa dalam menjalani kehidupan ini maka kita memerlukan Hati seluas Samudera untuk menerima semua proses hidup, bahkan


kedewasaan seseorang tidak diukur dari usia tetapi kedewasaan seseorang bisa dilihat dari cara dia menjalani hidup dan mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan.


Jangan ada kata menyerah dalam hidup ini, tetapi perjuangkanlah semuanya selama masih ada kesempatan dan jangan sia - siakan kesempatan yang ada sebab kesempatan yang sama tidak akan datang dua kali*.


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ THE END....... THE END..... ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


****AKU UCAPKAN TERIMA KASIH PADA SEMUA READER YANG SUDAH MENDUKUNG KARYA KU INI, DAN TETAP BERIKAN LIKE, KOMEN DAN VOTE YA.......


JADILAH PEMBACA YANG BIJAK..๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


SAMPAI KETEMU LAGI DI KARYA NOVEL KU YANG LAIN YA****.....

__ADS_1


GOD BLESS..... !!!


__ADS_2