
Buk...
Agh......
Bertele - tele kamu,
ulang lagi panggilan nya.... CEPAT !!!!
Sudah berulang kali tapi dari tadi HP nya tidak dapat dihubungi sahut seseorang, yang bisa aku pastikan itu adalah tuan Dicky...
agh.... si***an kenapa gak bisa dihubungi kata pria satunya dengan nada marah.
Aku mulai membuka handle pintu dengan pelan karena posisi pintu ada dibelakang pria yang sedang marah jadi dia tidak tahu kalau pintu terbuka, justru yang sempat melihatku adalah seseorang yang sedang diikat yaitu tuan Dicky, tapi dengan cepat aku menaruh jari telunjukku di bibirku tanda untuk tidak bersuara.
Aku memperhatikan pandanganku diposisi di mana aku harus bersembunyi agar targetku tidak merasa ada aku di dalam ruang tamu ini,
dan aku mendapatkan ada sofa besar di sebelah pintu dan aku rasa dibalik sofa itu adalah tempat yang tepat untuk aku bersembunyi.
Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat batinku mantap.
Mumpung dia lagi marah - marah dan sudah tidak fokus menodongkan senjatanya kepada tuan Dicky,
Angkat tangan ..... !!!! teriakku sambil menodongkan pistol ku dan mendekati targetku,
Jatuhkan senjatamu,
dan letakkan tanganmu diatas kepala kataku dengan nada tegas.
O....ok....katanya terbata - bata,
dan tanpa basa basi aku mengambil pistol yang dijatuhkan nya dan menembak mata kakinya,
Dor.....
Akh..... ba*****n, teriak pria tadi.... sambil terjatuh dan memegang kakinya yang mengeluarkan banyak darah.
Aku menyelipkan pistolku dibelakang punggung ku, dan melepaskan ikatan tuan Dicky,
Hubungi orang yang mengirimmu,
Ha..ha...aku tidak akan menuruti perintah mu, sebab yang kulaksana kan hanya perintah tuanku saja, ejek pria tadi kepadaku,
Pilihanmu kurang tepat bung, kataku sambil tersenyum dan mengarahkan pistolku dilengan nya,
Dor,....
Akh..... Gi** kamu teriak pria tadi dengan menahan sakit yang menurut ku lumayan menyiksanya,
Bagaimana masih mau main - main dengan ku sahutku menantangnya, dan sekarang aku mengarahkan pistolku dengan posisi tegang diatas pahanya,
Seandainya jariku tergelincir pasti paha ini akan tembus oleh peluruku, ancam ku kepadanya.
Bagaimana masih belum mau menghubungi tuan mu, kataku.....
Ok...ok.... kata pria itu dengan nada takut,
kemudian dia mengeluarkan Hp nya dan menghubungi seseorang,
Hal....Hallo bos....
__ADS_1
Maaf gagal bos.....katanya gugup,
ini ada yang mau bicara bos katanya sambil menahan sakit karena peluru ku, lalu dia menyerahkan HP nya kepadaku sambil gemetaran karena rasa sakit,
Siapa ini kata seseorang diseberang telepon, dengan nada emosi.
Hallo tuan Aji, anda memang tidak kenal saya tapi saya sangat tahu siapa anda, kataku sinis.
Katakan siapa kamu, teriaknya
Sayang anak buah anda bo***h semua seperti tuannya, kataku sambil terkekeh mengejeknya.
Wanita si****n kamu....
Aku akan menghabisi mu dengan cepat,
saya tunggu waktu itu, atau justru anda yang akan saya habisi lebih dahulu sahutku tegas.
Ku****g a***r kamu, teriak tuan Aji di sambungan telepon,
Aku hanya bisa tersenyum mendengar teriak kannya,
Tidak lama polisi berdatangan dan memborgol para tersangka dan membawa pak satpam kompleks juga untuk ditanyai,
Aku dan tuan Dicky juga memberikan keterangan untuk melengkapi berkas yang ada, setelah itu aku membawa tuan Dicky menuju kerumah aman.
Terima kasih nona,
kalau boleh tahu siapa nona ini yang telah menyelamatkan saya tanya tuan Dicky kepadaku
Nama saya Janeta,
Net, bagaimana .... apa sudah clear kata Jery disambungan telepon ku,
Clear Jer, sasaran baru sudah aman dan sekarang kami menuju ke rumah aman sahutku.
Aku masih bisa melirik kearah tuan Dicky yang heran dengan interior mobil ku dan juga penasaran dengan siapa aku bicara.
Net, ada informasi baru lagi yang pastinya akan membuat mu double kop roll , kata Jery sambil terkekeh.
Kalau aku sampe kop roll aku jamin kamu akan habis di tanganku, sahutku
Ha..ha.... itu yang aku tunggu dari kemaren, aku rela dihabisi oleh wanita secantik kamu Net kata Jery menggoda ku.
Aku juga akan jadi wanita yang paling beruntung bisa menghabisi mu, bahkan aku pastikan dihari kematian mu Safety X akan mengadakan pesta meriah, sahutku sambil tertawa.
Jer, andai kita bisa melihat ekspresi wajah tuan Aji aku jamin akan menjadi tranding topik abad milenium sahutku,
Aku akan menunggu saat kamu menghabisi nya, dan itu justru akan membuat aku puas... kata Jery seperti menyimpan dendam pribadi.
Aku jamin aku yang akan menangkap nya sendiri Jer, kataku meyakinkannya.
Ok, Net ..... kamu harapan besarku dalam menangkap hiu ini,
Ok, untuk informasi baru mu kita bicarakan setelah aku sampai rumah aman,
Siap, kata Jery sambil mengakhiri sambungan komunitas kami.
Aku masih fokus dan menghentikan mobil dikedai kopi yang satu atap dengan bakery,
__ADS_1
mari turun sebentar,
tuan mau minum apa kataku menawari nya,
Cappucino saja sahutnya,
Aku memesan beberapa kopi dan juga roti untuk aku bawa ke rumah aman.
Setelah selesai membayar kami melanjutkan perjalanan kembali,
Tidak lama kami sudah sampai di rumah aman, dan aku langsung memasukkan mobil digarasi,
Silahkan keluar tuan, kataku.
Aku melihat tuan Dicky sedikit ragu dan berjalan pelan sambil rmlihat keadaan garasi yang posisinya ada di bawah tanah dan setelah keluar dia juga mendapati beberapa perlengkapan fitnes dan alat berat disebelah garasi yang hanya dibatasi dengan blok kaca, bahkan digarasi rumah aman juga ada sepeda motor ku yang terlihat masih terawat.
Mari ikut saya kataku, sambil melangkah menuju pintu kaca di sisi sebelah kanan garasi, aku menarik handle pintu kaca dan menahannya untuk mempersilahkan tuan Dicky masuk,
Bunda....... teriak anak kecil yang tak lain adalah Putra,
dia lari mendekatiku dan akupun menangkap tubuhnya dan menggendong nya, sambil kerepotan karena memegang beberapa tas kresek kopi dan box kue.
Bang Arsen pun berdiri dan mendekati kami,
Kamu tidak rindu kepadaku kata bang Arsen kepada tuan Dicky sambil memeluk sahabatnya.
Maaf telah melibatkan mu Dic, kata bang Arsen.
Nio, jelaskan apa arti semua ini kata tuan Dicky....
( O... ternyata tuan Dicky memanggil bang Arsen dengan panggilan Nio )
Ok, aku akan jelaskan....tapi nanti.
Mbak Siti, ini kataku sambil menyerahkan box kue dan kresek kopi....
Non, non Janeta baik - baik saja kan kata mbak Siti khawatir
iya aku GPP mbak,
minta tolong mbak Siti obati tuan Dicky, sebab ada beberapa luka yang didapat kan,
kataku .....
Aku duduk di sofa, sambil menciumi Putra,
Bunda dali ( dari ) mana kok cama uncle Dicky, katanya
Tadi bunda jemput uncle di rumahnya, kataku
Telus kenapa uncle Dicky mukanya biyu - biyu ( biru - biru ) kata Putra dengan wajah penasaran.
O.... tadi uncle terjatuh dan terguling - guling ditangga rumahnya, karena terburu - buru mau membukakan pintu buat bunda sahutku.
O...bejitu ( begitu ) ya,
Kami yang ada di ruangan itu tersenyum - senyum dan terkekeh karena kebohongan yang aku buat, justru membuat suasana menjadi rileks.....
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
__ADS_1
YA SAY ๐๐๐๐