
Pagi semua kata ku kepada bang Arsen yang sudah ada di meja makan dan juga para ART yang sedang sibuk di dapur.
Pagi juga Net, sahut bang Arsen
Pagi non Janeta kata ART dengan kompak.
Mbak Siti apa pak Subur dan satpam sudah sarapan semua kataku
Sudah non, jawab bu Subur istrinya pak Subur tentunya yang juga bagian dari ART.
Aku mengangkat tubuh Putra dan mendudukkannya di kursi makan.
Baru aku mau mengambil nasi tiba - tiba Jery menghubungi aku,
Ya Jer, ada apa.....
Net, kalian harus hati - hati sebab sejak malam penangkapan anak buah Aji waktu kalian pulang makan malam, sekarang ada sasaran baru yang mereka inginkan,
Siapa sasaran baru nya, tanyaku
Sasaran selanjutnya adalah Tuan Arsenio dan seisi rumahnya termasuk para ART, minus pak Teguh karena sudah mengundurkan diri dari pekerjaan nya, mereka sudah melacak dan mencari informasi siapa saja orang yang bekerja di rumah tuan Arsenio, dan juga sahabat tuan Arsenio, kata Jery menjelaskan.
Net, saranku secepatnya kalian tinggal kan rumah itu, jangan berspekulasi Net kata Jery.
Ok, tx infonya Jer
Net, kalau bisa bawa mereka ke rumah aman saja, dan aku sudah siapkan semua kata Jery.
ehm..... Ok Jer, tx ya....
Aku mematikan sambungan telepon dengan Jery dan ...
Mbak Siti tolong suapi Putra dulu ya, kata ku sambil meninggalkan meja makan,
Baik non,
Net, ada apa tanya bang Arsen kepadaku,
Gpp bang, lanjutin sarapan nya sahutku menenangkan nya agar tidak menimbulkan kecemasan.
Tapi bang Arsen tetap mengikuti ku keluar,
Pak Subur.... teriak ku...
Iya non Janeta, ada apa non,
Tolong mobil tuan Arsenio dimasukkan saja ke garasi kemudian kunci garasi, dan setelah itu pak subur kemas pakaian kumpul di ruang tengah.......
Baik non, mau pergi untuk berapa hari non,
Siapin saja untuk beberapa hari sahutku cepat sambil menuju ke pos satpam,
Pak Adi dan Pak Mamat tolong kemas pakaian kalian, kalau ada mobil dengan logo SX bukain gerbang sahutku,
Siap non....
Net, kata bang Arsen sambil menarik lenganku....
Ada apa..... jelas kan sama abang Net,
Mereka menjadikan bang Arsen dan seisi rumah ini sasaran baru untuk dihabisi jawabku, dan aku akan membawa kalian semua keluar dari rumah ini, itu prosedur Safety X yang harus aku lakukan bang,
Tolong hubungi sahabat bang Arsen, hari ini suruh tetap di rumah jangan keluar sampai aku sendiri yang menjemput nya,
kalau ada orang yang mengaku kepada sahabat bang Arsen sebagai suruhan Safety X jangan dipercaya,
Aku kembali masuk kedalam rumah,
Bu Subur tolong siapkan pakaian dan keperluan Putra,
dan mbak Siti cepat ke paviliun dan siapin pakaian mbak Siti dan Bu Subur juga, kita akan pergi beberapa hari kataku.
__ADS_1
Siap non,
Dari awal memang sudah aku sampaikan ke semua penghuni rumah sewaktu-waktu aku menyuruh mereka untuk bertindak cepat apabila ada keadaan darurat, tidak aku sangka ternyata mereka sudah siapkan perlengkapan mereka dan sudah distand by kan.
Semua sudah berkumpul di ruang tengah,
Bu Subur apa pakaian tuan Arsenio juga sudah disiapkan,
sudah non malah sudah lengkap satu tas dengan punya nya tuan muda Putra jawab bu Subur,
Bagus jawabku,
Kapan bu Subur siapkan pakaian saya tanya bang Arsen,
Sejak peristiwa penyerangan tuan waktu pulang makan malam jawab Bu Siti tegas,
O.... kok kalian sudah pada siap tapi aku sendiri yang tidak tahu apa - apa kata bang Arsen, penuh tanya
Kami sudah di briefing ( pengarahan ) sama non Janeta tuan, kata mbak Siti.
Aku melihat bang Arsen mengangguk angguk kan kepala tanda mengerti.
Aku mendengar suara gerbang besar dibuka dan itu artinya Miki dan Miko sudah datang,
aku melangkah keluar,
Pagi komandan, kata Miki dan Miko bersamaan.....
Pagi sahutku,
Ayo masuk dulu....
Diruang tengah kami sekarang berkumpul dan aku memberikan arahan kepada semua;
Miki dimobilmu akan diisi para satpam dan pak Subur plus sebagian barang mereka,
Miko kamu bawa Tuan Arsenio dan Putra dan ART plus barang mereka,
Cepat jangan buang waktu,
Siap Ndan.....
Ayo semua masuk masuk di mobil yang sudah disiapkan, dan amat sudah membuat suasana menjadi tegang sahutku, tapi anggap ini adalah rekreasi keluarga kataku sambil tersenyum.
Bunda, .... Putla ikut bunda katanya merengek
Gak bisa sayang, sekarang Putra ikut uncle Miko sama Daddy dulu, sahutku sambil menggendong Putra dan aku masukkan ke dalam mobil Miko.
Masih disela - sela kesibukan mengatur semuanya, tiba - tiba Jery menghubungi ku,
Ada apa Jer,
Bergerak sekarang Net, mereka mengirim anggota mereka 3 kali lipat dari serangan pertama dan satu mobil bergerak ke alamat rumah tuan Dicky sahabat tuan Arsen kata Jery,
Ok ini kami sudah bergerak sahutku.
kirim alamat dan sharelock tempat tuan Dicky kepadaku Jer,
Sudah Net, aku sudah setting di monitor mobilmu sahut Jery,
Aku mengakhiri sambungan telepon dengan Jery, dan kembali mendekati Putra,
Bye sayang gak boleh rewel ya,
mbak Siti tolong jagain Putra ya,
baik Non,
Non Janeta juga hati - hati ya kata mbak Siti sendu
aku membalasnya dengan senyuman,
__ADS_1
Net, hati - hati.....
Ok, tx bang
tolong Hp bang Arsen di nonaktifkan saja ya, untuk sementara komunikasi kita lewat Miki dan Miko, sampai kita ketemu di rumah aman kataku.
mobil kami pun berpisah arah,
Aku terus melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi dan berharap apa yang aku lakukan tidak terlambat.
Menjemput tuan Dicky sahabat bang Arsen adalah tujuan ku saat ini.
Aku melajukan mobilku ke arah lokasi yang dikirim oleh Jery,
kurang lebih 30 menit dengan laju mobil diatas rata - rata aku sudah sampai didepan rumah model minimalis yang tidak terlalu besar tapi terkesan apik,
tapi aku curiga kenapa waktu aku masuk ke perumahan ini tadi tidak ada satpam yang berjaga,
Aku masih didalam mobil dan memperhatikan dengan seksama sebab ada sesuatu yang ganjil, suasana sangat sepi dan situasi disekitar rumah tuan Dicky pun terlihat sepi. ( sepi yang tidak biasa )
Jer, situasinya tidak sewajarnya kataku
Coba kamu lihat monitor mu biar aku setting ulang jaringan nya, sahut Jery.
Betul Net, satpam kompleks sudah disandera dan dibekap di dalam garasi milik tuan Dicky sedangkan tuan Dicky masih berada di dalam rumah dengan kondisi diikat dan di acungi pistol oleh salah satu cecunguk Aji, kata Jery.
Ada berapa orang didalam Jer,
hanya ada 2 orang Net,
Ok, aku masuk ya Jer,
Ok, hari - hati jawab Jery.
Shit !!!!
mereka sudah bergerak cepat dari dugaannku,
perlahan dan sambil mengendap - endap aku masuk ke dalam......
Aku mengeluarkan belati ku untuk membebaskan satpam kompleks dan juga untuk berjaga - jaga dari serangan musuh,
Aku melangkah menuju ke garasi untuk membebaskan satpam kompleks terlebih dahulu, dan ...
Bak.....buk....sret... jlep......
Agh......
satu orang bisa aku lumpuhkan dengan mudah dan memotong tali ikatan yang ada di tangan satpam kompleks juga melepaskan lakban yang menyunat mulutnya,
Ikat balik dia pak kataku,
Baik bu,
terima kasih sudah menyelamatkan saya kata satpam kompleks.
Bu, didalam ada tuan Dicky yang juga diikat dan di todong dengan pistol kata satpam kompleks,
Iya pak saya sudah tahu,
habis mengikat orang ini bapak segera telpon polisi ya,
Baik bu siap.....
Aku kembali mengendap - endap masuk kedalam rumah terapi lewat pintu tembus antara garasi dengan ruang utama,
perlahan aku mendekatkan telingaku di pintu untuk mengetahui pergerakan didalam rumah,
Cepat..... hubungi tuan Arsenio teriak seorang pria dengan seseorang yang diancam,
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
__ADS_1
YA SAY ๐๐๐๐