THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Menjalani hari bersamamu


__ADS_3

DETIK DETIK TERAKHIR KISAH INI JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA,


HARGAI KAMI SEBAGAI PENULIS DENGAN MEMBERIKAN VOTE ......


JERIH LELAH KAMI SELAMA BER MINGGU - MINGGU AKAN TERBAYAR BAHAGIA APABILA KALIAN MEMBERIKAN VOTE ATAS NOVEL INI.....


๐Ÿ™ ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Janeta PoV


Pukul : 05.30


Dikediaman Arsen,


Aku sengaja bangun pagi untuk berenang karena lama tidak berenang, dan pengen meregangkan otot-otot lenganku.


Aku berenang dengan fokus kedepan dan kembali lagi sampai tidak terasa sudah 7 kali bolak balik lintasan, aku berhenti karena merasa sudah terengah-engah.


Bun, mau dibuatin minum apa kata buk Subur yang sudah berada ditepi kolam.


Buatin kopi capuccino ya buk, jawabku


Siap Bun,


( sekarang buk Subur juga memanggilku dengan panggilan bunda seperti mbak Siti dan Putra ).


Sayang kok renang gak ngajak abang, tanya bang Arsen yang sudah siap berenang.


Kan Abang masih tidur jadi Janet gak bangunin, sini masuk kataku kepada bang Arsen.


Byur.......


Bang..... !! berenang bukan nganggu Janet kataku sambil menghindari tangan bang Arsen yang sudah menarikku dan dibawanya ke pelukan nya,


Bun, kopinya....


buk Subur taruh meja ya Bun,


Makasih buk, teriakku karena posisiku yang sudah dipojok kolam, menghindari kejaran bang Arsen.


Sayang..... panggil bang Arsen yang mendekati ku,


Apa bang..... awas jangan bermain dikolam ya, nanti ada yang lihat gak bagus kataku.


Kalau begitu kita kekamar saja ya sahut bang Arsen sambil menunjukkan wajah melas nya.


Janeta masih pengen renang,


Tapi kau sudah dari tadi pagi lho renangnya,


ini sudah jam 07.00,


Iya...iya....ayo kita keluar dari kolam kataku, dan disusul bang Arsen...


Kami akhirnya bilas di kamar mandi didekat kolam, seperti biasa bang Arsen ikut masuk dan minta digosok punggung nya......


Selesai bersih - bersih kami langsung menuju ke meja makan, dan aku pura - pura melupakan permintaan bang Arsen.....


Mbak Siti Putra belum bangun ya tanyaku,


Putra belum bangun Bun,


nyenyak banget tidurnya.....


Biarin aja mbak,


Kami berdua masih menikmati sarapan kami, nasi goreng dan ceplok telor ditambah tempe goreng...... ๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›


Mbak Siti nanti kalau Putra sudah bangun tolong mandiin dan suapin dulu ya, bunda mau kekamar ....


Siap Bun, kata mbak Siti semangat 45

__ADS_1


SKIP ๐Ÿ’ฎ


sayang jangan pura - pura lupa ya,


Apa bang....


Tuh....kan betul pura - pura lupa kata bang Arsen cemberut, dan aku yang melihatnya hanya terkekeh sambil duduk disofa.


Aku masih melihat bang Arsen menekuk kan mukanya dengan mendekati ku dan ikut duduk di sofa.


Sayang lihat abang....


Iya ini Janeta lihat abang godaku sambil mendekatkan wajahku ke depan wajah nya,


dan langsung memeluk nya dan mencium bibir nya sekilas.... dan terlihat di mulai tersenyum manis.


Bang Arsen menarikku dan langsung me****t bibirku dengan lembut dan penuh kehangatan, tapi lama-kelamaan ciuman nya makin menuntut untuk aku membalasnya.


Dan akupun mulai berinisiatif untuk memuaskan bang Arsen.


Bentuk sayangku kepada suamiku, dan aku menginginkan perjalanan bahtera Rumah Tangga kami selalu diliputi kebahagiaan dan keseimbangan didalamnya.


Menjalani hari bersamamu dan anak - anak kita nantinya adalah hal yang ku inginkan.


Disofa kamar,


Agh...... bang......Ar..sen.......


Panggil nama abang sayang, .....


Agh..... Janet.....a...... kamu luar biasa sayang racau bang Arsen yang sangat menikmati percintaan kami pagi ini,


Kami saling memuaskan dalam penyatuan panas dipagi hari.....


Terima kasih sayang kata bang Arsen sambil mencium keningku,


Masih dalam kondisi menetralkan nafasku aku hanya membalas ucapan bang Arsen dengan senyuman.


SKIP ๐Ÿ’ฎ


Bunda, Putla mau mainan yang itu.... tunjuknya, pada mesin mainan yang dipukul lalu keluar kepala mouse...


( apa nama nya ya, author juga lupa )


Ok ayo kita main mainan itu, kita hancurkan mouse nya ya kataku sambil menggandeng tangan Putra.


Ayo bunda, pukul lagi lebih kencang teriak Putra menyemangati ku....


Harusnya Putra yang main, kan Putra yang mau kataku sambil menunjukkan wajah cemberut kepada jagoanku....


Ha..ha...bunda capek ya.....kata Putra sambil mengelus tanganku.....


Iya....tangan bunda capek..... sahutku sambil duduk dikursi sebelah mesin mainan tersebut dan disusul Putra yang ikut duduk,


Ayo kalian berdua minum dulu kata bang Arsen memberikan botol air minum kepada kami berdua,


Terima kasih bang,


Tx dad,


Sama - sama kata bang Arsen yang ikut duduk diantara kami berdua.


Kami menikmati waktu kebersamaan kami dengan kebahagiaan.


Dad, habis ini Putla mau beli mainan ya, boleh ya dad.... katanya....


Ok....boleh..... tapi beli mainan nya gak boleh banyak- banyak ya, kata bang Arsen.


Iya dad, Putla tau.....


Anak pintar kataku sambil mengelus kepalanya dan mencium nya.

__ADS_1


Kami bertiga sudah berada di toko mainan, dan sudah melihat- lihat rak demi rak mainan dan tiba - tiba.....


Hiks.....hiks....hiks......


Kami mendengar ada anak kecil yang sedang duduk dilantai sambil menangis...


Lho kamu kenapa dik kata Putra sambil jongkok didepan anak kecil yang menangisi tadi,


Atu au mainan tu, tapi mamaku dak au beikan, hiks ...hiks....


Kakak yang belikan ya kata Putra menawari seolah-olah dia punya uang untuk membelikan mainan untuk anak kecil yang menangis tadi,


Tatak au belikan ainan buat Ayu.....


Aku melihat Putra mengangguk kan kepalanya....


Nama kamu Ayu..... tanya Putra kepada anak cewek yang menangis tadi...


Iya kak,


Bun, boleh ya kita belikan adik kecil ini mainan katanya,


Aku tersenyum dan mengangguk kan kepala ku, aku bangga Putra menunjukkan kepedulian nya kepada orang lain.


Ayo kita bayal dulu kata Putra sambil menggandeng anak kecil yang bernama Ayu ke arah meja kasir.


Lho Putra gak ambil mainan sekalian kata bang Arsen,


Putla gak jadi beli dad, jatah Putla buat adik kecil saja jawabnya...


Aku dan bang Arsen saling menatap dan tersenyum...


Dimeja kasir kami masih menunggu antrian dan tiba - tiba ada seorang wanita yang menarik tangan Ayu.... membuat kami menoleh dan terkejut sebab wanita tersebut adalah.....


Clarisa kata bang Arsen......!!!


Maaf saya mencari anak saya sahut Clarisa sambil menggandeng tangan Ayu dengan sedikit kasar.....


Tidak seharusnya seorang ibu memperlakukan anaknya seperti itu batinku.


Mam, ayu au ainan itu hiks...hiks....


Mama gak punya uang untuk beli, ayo sekarang kita pulang.... kata Clarisa....


Tapi tatak itu au belikan Ayu..... sambil menangis....


Tante, jangan talik tangan Ayu....


Putla yang belikan mainan ini buat Ayu....


Ayu....ini mainan mu teriak Putra sambil menyerahkan box mainan kepada Ayu.


Aku ikut mengejar Putra, sedangkan bang Arsen masih dikasir untuk mengurus pembayaran mainnya tadi dan aku lihat bang Arsen juga terkejut karena melihat Clarisa....


Clarisa ....panggilku,


Ayu nya jangan ditarik kasihan dia masih kecil kataku sambil menyejajarkan langkahnya, dan aku juga masih tetap menggandeng tangan Putra....


Tante..... Ayu mau sama tatak....kata Ayu sambil menggapai tanganku....


Ayu jangan nakal..... !! teriak Clarisa yang membuat ayu menangis dan justru mengundang tatapan para pengunjung mall.


Clarisa..... berhenti kataku sambil menarik tangan nya untuk menghentikan langkahnya yang sudah tidak bisa diikuti oleh langkah kecil Ayu.....


AKANKAH DI DETIK - DETIK TERAKHIR NOVEL INI RUMAH TANGGA ARSEN DAN JANETA GOYAH KARENA KEMUNCULAN CLARISA... ?


DAN ANAK SIAPA KAH AYU.... AKANKAH AYU ANAKNYA ARSEN ????


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2