THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Sandera vs Kakak


__ADS_3

Semua anak buah Aji sudah dilumpuhkan oleh pasukan elit dan sekarang meraka menyisir seluruh isi rumah mewah itu untuk mencari keberadaan Aji.


Semua pintu sudah dibuka dan tiba - tiba dari arah samping......


Awas jangan ada yang mendekat..... !!!


semua mata segera melihat dan semua siaga ditempat masing - masing sambil mengacungkan senapan dan pistol masing-masing kearah Aji.


Ternyata aji sedang mengarahkan pistol kearah leher Sandera nya, dan tak lain adalah Clarisa.


Bukankah ini kejadian yang penuh dengan kegilaan, bagaimana tidak beberapa waktu lalu mengatakan cinta dan rela mengorbankan semua demi cintanya tetapi pada kesempatan yang lain menjadikan orang yang dicintai nya sebagai sandera karena ambisi dan keserakahan dan juga untuk membentengi dirinya dari ancaman.


Bukankah ini yang dinamakan sebuah kegilaan; bagaimana tidak kalau harusnya orang yang layak dilindungi malah dijadikan sandera untuk melindungi dirinya sendiri.


aku cuma bisa mengatakan satu kata WOW,


laki - laki macam apa yang menjadikan seorang wanita sebagai sandera untuk membentengi dirinya agar terhindar dari bahaya, aku rasa Aji bukan laki - laki ya gaes..


๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก


Semua menyingkir kata Aji yang terus mengarahkan pistolnya ke kening Clarisa, terus mengancam....sambil diikuti oleh salah satu anak buahnya yang juga sedang menyeret satu wanita juga ( sandera ) yang lain,......


Mereka perlahan berjalan pelan kearah pintu utama,


Cepat jalannya jangan sengaja.... teriak Aji pada Clarisa dan sambil menyeretnya kasar, padahal bisa dilihat jelas kondisi Clarisa sedang hamil anaknya Aji.


I...iya, kata Clarisa dengan penuh ketakutan.


Kalian.... mundur kata Aji yang melihat pergerakan kami mengikuti langkahnya.


Aku melirik dari arah jam 12 sudah standby sniper dari pasukan elit, yang sudah mengarahkan senapan Laras panjangnya kearah Aji.


Sniper tersebut menggunakan senjata Laras panjang jenis : McMillan TAC 50 yang punya sederet keunggulan yang sangar.


Misalnya saja kemampuan bidiknya yang benar-benar akurat dan mampu melepaskan peluru dengan sangat cepat.


Hal tersebut dibuktikan dengan sebuah rekor yang dicapai oleh seorang tentara yang berhasil membunuh target dengan jarak hampir 2,4 kilometer.


" One shoot one kill "


Jadi 10 peluru bisa membunuh 10 orang itu istilahnya, tanpa meleset.


Jadi sekarang target sniper ada dua dan kami berharap bidikan sniper dari pasukan elit tidak meleset.


Komandan Garuda sudah memberikan kode rahasia kepada sniper yang sedang membidik dengan seksama sasarannya,


Kalian semua jangan ada yang mengikuti, kata Aji sambil berteriak dan sambil membuka pintu sebuah mobil, tiba - tiba


Swing.... sret....

__ADS_1


( anggap suara peluru yang keluar dari senapan lalu menembus tubuh seseorang )


Akh......


pelurus sniper mengenai bahu kanan Aji, dan langsung terhempas dan bersandra di body mobil miliknya,


sekali lagi aku melihat peluru menembus jantung anak buah Aji,


Swing..... sret....


Akh..... bugh....


Beberapa pasukan membekuk Aji dan memborgolnya, dan dua orang pasukan elit juga mengevakusi Clarisa dan salah satu wanita yang tadi di sandera.


sungguh hari ini aku disuguhi sebuah drama yang menguras tenaga dan perasaan.


Clear Ndan, kata salah satu pasukan elit komandan Garuda melapor kepada komandan Garuda bahwa misi sudah selesai.


Ok, kembali ke markas kata komandan Garuda memerintah pasukannya,


Siap kata mereka serempak


Iring iringan mobil kami menjadi pusat perhatiannya masyarakat di sekitar perumahan tersebut.


SKIP ๐Ÿ’ฎ


Aku berpisah dengan pasukan elit dan mengarahkan laju mobilku ke Klinik pribadi Safety X, aku mau melihat kondisi Janeta.


Aku sudah menganggap Janeta adalah sosok kakak perempuan yang "best" .


Selama ini dialah tempat aku mengadu akan semua beban yang menghimpit ku, bahkan ketika aku sampaikan ada misi untuk menjaga dan melindungi seorang anak kecil, aku langsung meminta langsung kepada ketua yaitu Angel X untuk mengirim Janeta untuk melaksanakan misi ini dan bukan tanpa alasan, sebenarnya Janeta sendiri sudah ready seandainya dialah yang diminta untuk menyelesaikan misi ini.


Semua berawal dari aku yang sudah memiliki rencana untuk membalaskan dendam ku kepada Aji.


Aji lah yang sudah menghabisi kakak ku karena kakak ku adalah korban kekejamannya ketika kakak ku melaksanakan misi untuk menangkap Aji karena kasus penyelundupan senjata ke tanah air, dan kakakku lah yang memimpin penggrebekan tersebut, tapi tak disangka di TKP tempat penggrebekan itulah kakak ku diberondong senjata oleh Aji dan anak buahnya.


Dan sejak itu aku berjanji untuk menangkap sendiri Aji dan menjebloskannya ke penjara dengan hukuman seberat-beratnya, dan hari ini aku berhasil memenuhi janjiku kepada kakak tercintaku.


Semua berkat Janeta, kakak perempuan ku yang hebat, pejuang tangguh.....


" Wonder Woman " dialah yang membantuku mensukseskan misi pembalasanku.


Aku sangat menyayanginya dan semua agenpun tahu kalau aku sudah menganggap Janeta sebagai kakak ku pengganti kakak kandungku yang sudah meninggal.


Kami sama - sama profesional kalau sedang bekerja tapi jika sedang free kami akan menghabiskan waktu dengan jalan dan makan bersama, menghabiskan waktu dengan bercengkrama layaknya keluarga.


Janeta sudah tidak memiliki keluarga karena ayah, ibu dan adiknya meninggal dalam peristiwa kecelakaan pesawat sekitar 7 tahun yang lalu, dan akulah yang dipilih oleh hatinya sebagai pengganti adiknya.


Sekarang aku sudah berada di klinik "Majesty" Klinik pribadi milik Safety X, klinik ini di khususkan untuk para agen dalam bertugas karena kami tahu resiko dalam menjalankan misi, nyawa kamilah yang menjadi taruhannya, karena itu demi menjaga privasi kami Safety X menyediakan fasilitas klinik pribadi agar semua hal yang dikerjakan oleh para dokter kepada para agen bisa lebih maksimal.

__ADS_1


Didepan ruang operasi lampu masih menyala merah itu berarti proses operasi masih berjalan, padahal sudah berlangsung sekitar 5 jam tapi operasi belum juga selesai.


Aku menunggu dengan perasaan dag....dig....dug.....


aku cemas kalau - kalau ada sesuatu yang membuat gagal operasi terus bagaimana nanti ......


Akankah Janeta bisa sembuh....


Akankah aku kehilangan kakak untuk yang kedua kali....


dan akankah.......


Akh.... pusing aku, teriakku dalam hati sambil menyugar rambutku....


Kopi Jer, kata Billy sambil menyodorkan gelas kopi padaku....


tx Bil,


Hei....santai bro, doain Janeta baik - baik saja kata Billy menasehati ku,


Ehm.... sahutku sambil menyeruput kopi ku..


aku takut Bil sahutku setelah menelan kopi ku,


Jangan pesimis kamu harus optimis kalau Janeta bisa melewati semua ini,


dia wanita yang kuat......


Hallo, sahutku...


Iya masih dioperasi....


baik X, sahutku kepada Angel X, yang menanyakan kabar Janeta.


Aku berdiri dan mondar-mandir di depan ruang operasi, perasan gelisah dan cemas bercampur menjadi satu, sesekali aku menyeruput kopi ku, duduk lagi dan menyandarkan kepalaku ditembok.


Rasanya nyawaku hampir melayang memikirkan beberapa saat yang lalu Janeta melindungi musuhnya dari terjangan peluru senjatanya Aji.


Panas hatiku melihat sendiri kakak yang aku sayangi tergeletak tak berdaya karena peluru itu hampir menembus jantung Janeta.


" Lindungi dan selamatkan Janeta ya Tuhan "


Hanya doa yang bisa aku lakukan saat ini untuk orang yang aku sayangi, untuk kakak terkasihku Janeta.


Akankah Janeta selamat ......


doain ya gaes....


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2