THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Kombat Fighter


__ADS_3

Disinilah kami malam ini, disebuah ruangan yang sangat mewah, aku melihat ada seorang pria yang sedang duduk dikursi seperti kursi raja - raja, di sebelah kanan dan kirinya ada dua orang bodyguard dengan pandangan yang dingin ketika melihat kami masuk,


Aku, Jery dan Billy sudah berdiri didepan meja orang tersebut kemudian Jery mengambil map yang ada ditas ransel nya dan menyodorkannya kepada orang yang ada dihadapan kami,


Tuan Aji ini surat perjanjian yang sudah kita sepakati Anda tinggal menandakan tangani, silahkan kata Jery.


Ehm, jawab Aji kepada Jery,


sambil mengambil map yang berisi surat perjanjian, membuka dan membacanya dengan teliti.


Ternyata ini yang namanya Aji, aku sudah pernah melihatnya di foto yang dikirimkan Jery kepadaku tetapi bertatap muka langsung baru kali ini.


Seorang pria dengan tampilan parlente dengan wajah arogan dan penuh ambisi, memang kalau tidak kenal kita akan menyangka bahwa Aji adalah orang yang penuh karisma dan seperti kebanyakan pria dewasa kaya, ada sifat dingin diwajahnya, bisa dikatakan ganteng tapi ganteng rata - rata saja, kalau dibandingkan dengan Jery dan Billy lebih ganteng Jery dan Billy lah.


Ehm..... tidak menyalahkan Clarisa kalau dia tergila - gila dengan pria didepanku ini, tapi aku bisa meyakinkan bahwa seorang Aji adalah orang yang "tega" --- dan Clarisa pasti akan menyesal telah mengenal Aji, batinku.


Aku tidak tahu apa yang dicari Clarisa padahal kalau dia mencari harta bang Arsen juga kaya, mencari ganteng bang Arsen lebih ganteng 1000 kali dari pada Aji,


Akh.... entahlah apa yang dicari Clarisa sebenarnya....


-------- ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Ok, saya setuju....


kata Aji sambil menandatangani surat perjanjian tersebut dan kembali menyerahkannya kepada Jery.


Jadi ini petarung kamu kata Aji kepada Jery,


Iya tuan, kenalkan namanya Janet sahut Jery tanpa menyebut namaku lengkap,


O.... cantik, harusnya jangan jadi petarung kalau body nya dan wajahnya seperti ini harusnya menjadi temanku di ranjang ....


kata tuan Aji terkekeh sambil melihatku dengan tatapan seperti singa yang melihat mangsanya dan ingin segera menerkamnya.


Orang gila batinku, tapi aku berusaha tenang dan tidak terprovokasi dengan kalimat yang ditujukan kepada ku.


Tuan, semua sudah siap kata salah satu bodyguard tuan Aji.


Ok,


aku melihat Aji berdiri dan semua orang mengikuti nya termasuk aku, Jery dan Billy.


Aku sudah siap tanding dengan mengenakan pakaian Kickboxing model Shorts Boxing - Pants Fights Clothing atau biasa disebut Clothing Fighting.


Sesuai aturan yang disepakati tidak ada pelindung kepala dan juga tidak menggunakan sarung tinju, maupun pelindung gigi.


Ternyata ini arena Kombat Fighter yang dibanggakan kaum gambler kelas Internasional.


Suasana sudah ramai bahkan bisa dikatakan riuh.... karena banyaknya para gambler yang hadir untuk melakukan taruhan.


Aku melihat para penonton dan para gambler yang hadir adalah kalangan atas semua, terbukti dari penampilan dan cara mereka mulai mengeluarkan uang.


Pukul : 20.00

__ADS_1


Wasit masuk di arena dan mengambil mic lalu,


Hello,


Good night,


Ladies and gentlemen tonight we will witness a very reliable fight of two fighters,


from the left side there is a challenger with the name Janet, and from the right side there is a mainstay fighter Kombat Fighter Engeline.


( Hallo,


Selamat malam,


Tuan - tuan malam ini kita akan menyaksikan pertarungan dua petarung yang sangat andal,


dari sisi kiri ada penantang dengan nama Janet, dan dari sisi kanan ada petarung andalan Kombat Fighter Engeline )


Semua yang ada di area pertandingan berteriak mengelu - elukan Engeline, aku bisa melihat raut wajah bangga dan sedikit sombong ketika namanya dielu - elukan oleh para gambler, aku hanya tersenyum tipis melihatnya.


Tonight's match is a match to the death,


( Pertandingan malam ini adalah pertandingan sampai mati ) -----


kata wasit yang langsung disoraki dengan kencang oleh para gambler.


Suara yang sangat riuh membuat suasana didalam makin panas.


Panas oleh semangat dan ambisi satu dengan yang lainnya,


Net, fokus kata Jery dari pinggir ring....


sambil menelangkupkan kedua tangannya agar suaranya tidak kalah dengan suara hingar bingar teriakan penonton.


Kamu bisa Net, teriak Billy sambil memberikan jempolnya kearah ku.


Aku hanya bisa membalas suport mereka dengan mengacungkan jempolku ke Jery dan Billy.


Aku dan Engeline sudah berada disebelah kanan dan kiri wasit, dan seperti pertandingan tinju wasit memegang tangan kami berdua dan mengangkat tangan Engeline dengan mengatakan,


gentlemen, let us welcome the fighter Kombat fighter, Engeline.


( tuan - tuan mari kita sambut petarung andalan Kombat fighter, Engeline )


Sekali lagi semua penonton dan para gambler bersorak riuh, sambil berdiri dan bertepuk tangan.


Aku melihat ke arah tempat duduk tuan Aji, dia kelihatan tersenyum senang karena petarung andalannya dielu - elukan oleh para gambler dan juga penonton.


Sedikitpun aku tidak keder atau gentar, hal seperti ini sudah biasa di tempat pelatihan sewaktu di Rusia, jadi sekalipun aku tidak dijagokan bagiku tidak apa - apa.


Saya ingatkan kembali bahwa malam ini adalah pertarungan Kombat fighter jadi bertarung lah sampai tuntas, kata wasit mengingatkan kami.....


Aku dan Engeline mengangguk bersama, tanda mengerti apa yang sudah diucapkan oleh wasit.

__ADS_1


Wasit kemudian mengatakan dengan lantang,


KOMBAT FIGHTER...... teriaknya dan diikuti sorakan semua penonton dan itu awal aku bertarung, dan sempat aku katakan dalam hatiku : lindungi aku ya Tuhan.


Engeline langsung menyerang ku dengan pukulan jab nya dan hampir mengenai dadaku untungnya aku bisa membaca gerakannya dengan cepat aku menghindar dan langsung memberikannya pukulan short yang tepat mengenai dagunya, dan itu membuat penonton kecewa dengan penampilan Engeline, hingga mereka berseru hu.......


Kami saling menjauh dan sambil melompat kecil untuk melihat pergerakan lawan, dan bersamaan kami saling mendekat dan lagi Engeline mengirimiku sapuan sweeping dikakiku hingga membuat aku jatuh dan dengan cepat Engeline menambahi Jab yang sangat kencang dan aku langsung berguling kesamping dengan kejutan penuh sambil memberikan pukulan hook dan Engeline terhuyung sambil memegangi kepalanya yang terkena siku ku, tapi dia segera berdiri tegak kembali .....


Benar - benar tangguh kalau orang biasa kena pukulan itu bisa langsung pingsan batinku,


penonton kembali bersorak dan berteriak memberikan semangat kepada jagoan mereka masing-masing.


Masing-masing kami tidak ada yang mau menunjukkan sisi kelemahan tetapi justru makin arogan di ring pertarungan, ditambah dengan sorakan penonton membuat kami berdua terpacu untuk menunjukkan siapa pemenang dalam pertarungan ini.


para gambler sepertinya masih ragu untuk menambah uang taruhan mereka, karena mereka melihat antara kami berdua masing imbang........


Ditengah - tengah suasana riuh aku masih bisa mendengar Jery berteriak,


Net.....fokus....


fokus.... Net, teriaknya


Aku hanya tersenyum tipis mendengar teriakkan nya, dalam hatiku "dari tadi juga fokus, enak aja kalian disitu teriak fokus lha aku yang disini mati - matian bertarung, awas kalau sudah selesai ku cincang kalian berdua".


Pertarungan yang sengit bahkan aku merasakan bibirku berdarah karena tendangan dari Engeline tapi buatku itu hanya biasa saja sekalipun terasa sangat sakit....


Kini aku yang menyerang Engeline, dengan dorongan kneeing dan aku arahkan dipangkal pahanya, aku berharap dengan tenaga penuh itu bisa membuatnya terpincang-pincang dan betul dugaannku dia mulai memegangi pahanya dan merasakan sakit dengan wajah yang menyengir kesakitan.


Tapi dengan sekuat tenaga dia mendekatiku dan langsung memberikan ku serangan balik,


dengan tinjuan cross ( seperti ditinju : straight tinju ) yang mengenai badan sebelah kananku, dan itu cukup membuatku terhuyung dan merasakan sakit, dan aku memegangi badan bagian kananku,


itu membuat penonton makin memuja dan memberikan teriakkan suport kepada Engeline,


Aku kembali ke posisi berdiri tegak setelah menarik nafas untuk menghilangkan rasa sakit ku, tapi aku masih bisa melihat Engeline terpincang - pincang,


Aku akhirnya memberikan dia tendangan kneeing lagi dibagian pangkal paha satunya kali ini aku memberikannya dengan double tenaga hingga terdengar bunyi...


Krak......


Akh....... teriak Engeline sambil memegangi pangkal pahanya, dan bisa dipastikan tulang nya pasti patah, batinku.


Semua penonton seperti terhipnotis dan dengan tiba - tiba suasana menjadi silent tak ada suara sama sekali, arah pandangan mereka fokus kepada Engeline yang berteriak kesakitan,


Akankah aku mengakhirinya nya sekarang, batinku.... sambil melangkah mendekati Engeline,


Seketika suasana menjadi tegang, terutama wajah Engeline dia meringis kesakitan tapi masih bisa aku baca ada rasa ketakutan yang besar diwajahnya.....


AKANKAH JANETA MENGHABISI ENGELINE SESUAI DENGAN ATURAN


KOMBAT FIGHTER....


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2