THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Hari - Hari Sepi


__ADS_3

Aku tahu rasanya menahan sepi dalam hati, kali ini berbeda dari yang kemaren....


Hari - Hari Sepi ๐Ÿ˜ž aku lalui dengan memandang mu di atas bangkar RS, dengan denyut jantung yang stabil tapi belum ada respon kesadaran.


Sepi....benar - benar sepi,


Bangun Net, kamu gak kangen Putra.... kata ku pelan.


Sore ini pulang dari kantor aku mengunjungi Janeta di RS, dan seperti biasa belum ada respon dari Janeta, matanya masih tertutup rapat, aku tidak bisa menterjemahkan kondisinya apakah dia benar-benar masih pada fase kritis yang sesungguhnya atau dia masih enggan bangun dari tidur panjangnya karena rasa lelah yang dia lalui selama ini.


Kalau kamu berjalan menjauh, menoleh lah kepada titik cahaya dimana kamu berada sebab dititik itu kami menantimu, bisikku ditelinga nya....


Tiiit......tiiiit.......


tiba - tiba ada bunyi dari alat jantung yang membuatku terkejut, dan beberapa dokter dan perawat datang dengan tergopoh-gopoh untuk memeriksanya.....


Aku melihat keadaan yang mengejutkan itu membuatku bingung ada apa dengan Janeta...... batinku bertanya, ada sedikit rasa takut dan cemas ketika melihat dokter dan para perawat melakukan tindakan.


Bagaimana dok tanyaku,


tidak apa - apa dia merespon sesuatu, apakah tadi pak Arsenio berbicara mengenai hal yang sensitif sehingga ia merespon dengan baik.


Akan lebih baik kalau dia diajak berkomunikasi atau bercerita tentang yang baik - baik untuk memancing pemulihannya, kata dokter Martin.


Baik dok akan saya coba terus sahutku semangat.....


Kamu pasti kangen sama aku kan, godaku sambil mencium pipinya,


Kalau kamu bangun, kamu tahu apa yang akan aku lakukan.....


Aku mendekati telinganya dan membisikkan...


Daddynya Putra akan memakan Bundanya Putra, aku terkekeh sambil mencium kening Janeta dengan pelan.


Aku terus mengajaknya berkomunikasi dan bercanda ringan.......


Besok aku bawa Putra jenguk kamu ya, tapi kamu janji kalau Putra kesini kamu harus bangun ya....


Masih sepi dan tidak ada banyak hal yang bisa aku lakukan untuk Janeta, hanya menunggui nya, mengajak dia berkomunikasi dan sesekali bercandain dia......


Ceklek,


pintu dibuka oleh seseorang dan ternyata Jery,


Bang,.....ini Jery bawain makan malam dan kopi kata Jery sambil menaruh bungkusan makanan diatas meja.


Tx Jer,


kamu sudah makan kataku


sudah bang,


bang Arsen makan aja dulu.....


Ok,


Aku menikmati makanan yang dibawa Jery, aku yang lapar atau memang makanan nya yang enak, sebab aku makan dengan lahap.


Abang kalau capek pulang saja bang, biar Jery yang nungguin Janeta,

__ADS_1


Malam ini abang yang akan nemeni Janeta, besok kamu tolong bawa Putra dan mbak Siti ke sini, lagian abang juga sudah bawa baju ganti kok Jer, kataku.


Baiklah bang, besok Jery jemput Putra dan mbak Siti....kalau begitu Jery balik ya bang, sampe besok bang,


ok hati - hati ya Jer, kataku sambil mengantar nya kedepan pintu kamar.


Hallo, sayangnya bang Arsen..... kataku kepada Janeta sambil mencium pipinya,


I...Love.....You..... bisikku ketelinga Janeta.


Tiiit....tiiiiiiitiit.......


Lampu dan suara itu berbunyi lagi,


Maaf pak Arsen, kami akan melakukan tindakan kata dokter Martin dan teamnya yang dengan cepat masuk dan menangani Janeta....


Tubuhnya terhentak keras dan kejang berkali - kali, aku takut dan kuatir melihat kondisi nya dan hanya bisa berdoa....


" Oh Tuhan selamatkan Janeta dan sembuhkan lah dia "


Dan setelah selesai menangani Janeta, dokter Martin mendekati ku dan menyampaikannya sesuatu,


Pak Arsenio, sekarang kondisi nona Janeta sudah stabil dan dia sudah pada kondisi baik,


tinggal pemulihan kata dokter Martin,


Tapi dia belum membuka mata dok kataku,


Itu karena kami harus menyuntikkan obat yang ada kandungan obat tidurnya agar dia bisa beristirahat dengan baik kata dokter Martin,


Terima kasih dok kataku


kalau nona Janeta sudah bangun tolong segera hubungi kami ya, kata dokter Martin sambil keluar.


Aku mendekati Janeta dan duduk di sofa single sebelah bangkar, sambil menggenggam tangan nya...... aku melihat wajahnya dengan intens, wajah yang cantik dan tidak pernah bosan aku memandanginya.


Ini sudah 2 Minggu kamu tidur tanpa merindukan ku dan Putra, apa kamu tidak bosan..... ayo bangunlah.....


aku merindukanmu.....


aku rindu perhatianmu......


aku rindu wajahmu saat aku bangun pagi, saat aku pulang kerja bahkan saat aku makan,


aku kesepian tanpa kamu......


Tanpa dirimu hari - hariku terasa sepi.....


Sambil mengucapkan kalimat demi kalimat untuk mengajaknya berkomunikasi sesekali aku menciumi tangannya yang ada di genggaman ku.


Mataku terasa berat dan sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, akupun terlelap dengan posisi duduk dan menyandarkan kepalaku di sofa......


Pukul : 02.15


Ada tangan yang aku rasakan sedang membelai rambutku, masih pada posisi antara masih mengantuk dan rasa penasaran, aku menoleh dan kulihat senyum manis yang aku tunggu satu minggu ini sedang memandangku dengan mata indahnya.... tanpa aku sadari posisi kepalaku sudah menunduk di pinggir bangkar nya.


Ya ampun, kamu sudah sadar sayang....kataku sambil menciumi wajahnya,


sebentar aku panggil dokter.....

__ADS_1


terima kasih sudah kembali.....kataku tersenyum bahagia.


dan tak lama dokter Martin dan beberapa perawat masuk kedalam ruangan dan segera memeriksa Janeta dengan sangat teliti.


Pak Arsenio, nona Janeta benar - benar sudah sadar dan besok kami akan melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan kondisi bagian dalam tubuh nona Janeta yang terkena tembakan kata dokter Martin menjelaskan


terima kasih banyak dok, sahutku gembira.


Akhirnya pak Arsenio bisa bernafas lega, dua Minggu yang mendebarkan sudah terlewati, dan sekarang nona Janeta tinggal pemulihan dan rutin kontrol ke depannya.


Kalau begitu kami pamit dulu ya pak Arsenio kata dokter Martin berlalu dan diikuti oleh para perawat.


Akhirnya semua orang di Klinik Safety X sudah tahu kalau aku mencintai Janeta, agen kebanggaan Safety X.


Aku kembali mendekati Janeta, aku tidak tahu harus berbicara apa dengan Janeta yang aku tahu jati dan perasaan ku sangat senang.


Selamat datang sayang..... kataku sambil mencium pipinya.....


Tx .... bang, sudah sabar dan setia menunggu Janeta, katanya dengan pelan.


Sudah menjadi kewajiban abang menunggumu dan abang akan disini terus sampai kamu bangun....


Abang tidak tahu tanpa dirimu hari - hari abang terasa sepi.


Abang gak kuat gak ada kamu,


rasanya nafas abang berkurang separuh.... dan abang gak tahu harus melakukan apa agar kamu segera bangun.


Kamu lama bangun nya Net,


abang kira kamu gak kangen sama abang dan Putra,


Putra nanyain kamu Net, dia nangis dan merajuk terus..... kami kerepotan dengan tingkahnya.


Besok Putra dan Jery akan kesini pasti dia senang ketemu sama kamu, selama ini aku bilang kalau kamu masih tugas diluar kota.


Aku frustasi tanpa kamu Net, rengekku sambil melihatnya dengan wajah melasku.


Janeta tersenyum manis mendengarkan ocehan ku dan melihat expresi wajahku yang memelas.


Abang lucu dan menggemaskan kata Janeta,


Janeta kangen Abang......


Janeta kangen Putra...... katanya pelan.


Karena dia belum diperbolehkan banyak bicara,....dan dia harus banyak istirahat agar cepat fase pemulihan nya.


( pesan dokter Martin .... ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘๐Ÿ‘ )


Mataku berkaca-kaca mendengar pengakuan nya yang sangat menggetarkan hatiku, aku kira hanya aku yang kangen sama dia, batinku.


Abang tambah cerewet katanya pelan sambil terkekeh.....


Kamu mengejek abang ya,


kalau kamu sembuh tunggu hukuman dari abang ya, kataku becanda..... dan kamipun tersenyum bahagia,


Sudah tidak ada lagi hari - hari sepi....

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2