THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Makan Malam


__ADS_3

Sore ini aku sudah duduk manis di rumah kak Gerald, dan menunggu nya yang sedang siap - siap,


Non, mau minum apa kata mbak Rita ART kak Gerald.


Kopi capuccino pake es ya mbak,


Siap non....


Tak lama aku melihat kak Gerald keluar dari kamarnya dan sungguh aku kagum akan kakak ku satu ini, body nya yang atletis apalagi sekarang dia mengenakan baju hem hitam lengan panjang yang digulung separuh dengan celana jeans sungguh pemandangan yang sangat lain dari kebiasaan kak Gerald.


Rita....teriak kak Gerald...


Lagi bikinin Anet kopi sahutku,


O.....


Non, ini kopinya...


tx ya mbak....


Rita mana bingkisan yang aku suruh siapkan,


Sebentar tuan....


Bingkisan apa kak,


Bingkisan buat keluarga Jordy sahutnya,


Anet gak salah dengar ya kak...


Gak,,, ... sahutnya pendek.


Ini tuan bingkisannya....


terus kamu suruh aku yang angkat gitu, kamu mau makan gaji buta kata kak Gerald memarahi mbak Rita.


Salah lagi gumam mbak Rita,


Aku dengar omelanmu Rita teriak kak Gerald


Maaf tuan,


Mbak Rita taruh saja disitu nanti kalau kami siap berangkat biar diangkat sama Panjul kataku. ( Panjul salah satu bodyguard kak Gerald )


Iya non, terima kasih kata mbak Rita.


Isi nya apa sih kak tanyaku,


Rahasia...


Jangan aneh-aneh ya kataku dengan tatapan curiga.


Guci Antik dari Tiongkok waktu kak Gerald jalan - jalan kesana beberapa bulan yang lalu kak Gerald diberi oleh rekan bisnis kak Gerald sahutnya.


Kok kak Gerald tahu kalau mama nya Jordy suka guci tanyaku,


Karena aku melihat di rumah om Januardi banyak guci yang cantik-cantik.


Apa sih yang kak Gerald gak tahu katanya


Iya deh....kakak memang best, tapi sayang gak best soal cewek sahutku


Awas kamu ya ngolok - olok kakak,


Ampun kak... sahutku sambil berdiri dan keluar rumah,


Panjul.... teriakku


iya non,


Angkat bingkisan diruang utama, hati - hati isinya guci teriakku.


Siapa non....


SKIP ๐Ÿ’ฎ


Kami berdua sudah berada di teras rumah om Januardi dan aku melihat mereka sudah menunggu kami dengan manis.


Jordy.... sini panggilku..


Iya mbak,


Angkat bingkisan didalam mobil mbak,

__ADS_1


Aku dan kak Gerald berjalan kearah om dan Tante,


Selamat sore om-tante sapaku, kenalkan ini Geraldino kataku.


Selamat sore tuan sapa kak Gerald kepada om Januardi dan kak Gerald mengulurkan tangannya dan disambut pelukan oleh om Januardi, aku lihat kak Gerald kikuk atas perlakuan om Januardi kepadanya, dan mau tidak mau kak Gerald pun membalas pelukan om Januardi.


Demikian juga saat dia menyapa Tante Margaretha, dengan takut - takut Tante Margaretha pun memeluk kak Gerald dan menangkup wajah kak Gerald dan mencium pipi kak Gerald.


Aku juga melihat kak Gerald salah tingkah.


Ayo... ayo masuk,


Aku berjalan dibelakang mereka dan tanpa mereka sadari tangan kak Gerald digandeng oleh Tante Margaretha seolah Tante menemukan anaknya yang hilang.


Mam, kenapa mama memegang tangan Nak Gerald seperti itu dia kan malu mam,


Ih...papa iri....


kata tante Margaretha yang ikut duduk disebelah kak Gerald.


Katanya takut sama ketua Genk Black Mask Tante kataku,


Kalau Tante tahu ketua Genk Black Mask orangnya seperti ini Tante gak takut, kata Tante senyum - senyum.


Kak Gerald tersenyum kikuk,


Bang..... kata Jordy mengulurkan tangannya kepada kak Gerald.


Kak Gerald pun mengulurkan tangannya kepada Jordy.


Aku melihat wajah Jordy tegang antara takut dan malu menjadi satu saat ketemu kak Gerald.


Tante ini ada oleh - oleh dari kak Gerald kataku,


Tante Margaretha terkejut dan langsung berdiri mendekati bingkisan tersebut dan membukanya dihadapan kami,


Om dan Jordy hanya bisa menggeleng geleng kan kepala nya.


Maaf ya nak Gerald, atas sikap Tante...


Tidak apa-apa om sahut kak Gerald.


Wah.... Guci...


Guci ini kan yang mama inginkan pa....


kata Tante yang memeluk dan mengelus guci tersebut seperti mengelus seorang bayi.


Aku sih gak seberapa tahu tentang guci dan semahal apa sih guci seperti itu batinku.


Nak Gerald terima kasih banyak ya, bagaimana bisa nak Gerald tahu kalau Tante suka dan sedang mencari guci ini.... kata Tante Margaretha sambil duduk dan memeluk kak Gerald dari samping.


Wah....mama untung banyak kata om Januardi sambil tersenyum.


Iya pah,


ya ampun..... Tante bahagia lho nak Gerald,


kata Tante Margaretha girang.


Nak Gerald kami sekeluarga mengucapkan terima kasih banyak atas pengampunan yang nak Geraldino berikan kepada anak kami Jordy kata om Januardi kepada kak Gerald sambil didengar oleh kami semua.


Iya tuan,


Jangan panggil saya tuan,


panggil om atau ayah juga boleh kata om Januardi.


Kalau sama Tante nak Gerald harus panggil mama seperti Jordy panggil .... kata Tante Margaretha kepada kak Gerald.


Saya panggil om dan Tante saja kata kak Gerald pendek.


Baiklah....


Saya juga minta maaf sudah mengganggu ketenangan keluarga om dan Tante.


Tidak apa-apa nak, kalau tidak ada hal seperti ini Jordy tidak belajar dewasa sahut om Januardi.


Bentar - bentar, nak Gerald kok bisa mendapatkan guci ini bagaimana ceritanya kata Tante Margaretha....


Mam, kenapa malah membahas guci kata om Januardi.


Biarin .....

__ADS_1


Ayo nak Gerald cerita ke Tante....


Beberapa bulan yang lalu Gerald ke Tiongkok ada urusan bisnis dan Gerald dihadiahi rekan bisnis Gerald guci tersebut,


Nak Gerald tahu gak berapa harga guci tersebut tanya Tante Margaretha,


Tahu Tante kata kak Gerald,


Terus kenapa diberikan kepada Tante,


Gerald mau memberikan barang berharga tersebut kepada seorang ibu....


karena Gerald sudah tidak punya ibu makanya Gerald berikan kepada Tante sebagai seorang ibu kata kak Gerald sendu.


O....sayang, Tante bahagia sekali kamu menganggap Tante ibu kamu kata Tante Margaretha memeluk kak Gerald kembali dam menciumi bahu kak Gerald.


Aku melihat om Januardi dan Jordy juga ikut tersenyum bahagia.


mam, memang harga guci itu berapa kata Jordy,


Kamu gak bisa membelikan nya untuk mama sahut Tante sinis.


Jordy hanya pengen tahu mam,


Harganya sebanding dengan 3 buah mobil New Al***d kata Tante Margaretha sambil tersenyum bangga.


What .... semahal itu mam kata Jordy shock.


Iya memang segitu, makanya guci ini jadi rebutan dan langka juga diperebutkan para kolektor kata tante Margaretha.


Sebenarnya bukan harganya kata Tante tapi siapa yang memberi kata Tante Margaretha senang.


Tiba - tiba Tante Margaretha menangis didada kak Gerald....


Kami semua bingung dengan sikap Tante Margaretha yang berubah mendadak.


Mam ada apa.... kata om Januardi kepada istrinya.


Mama hari ini bahagia,


mama diberikan lagi dua anak - anak yang baik,


Mama mau mulai hari ini Gerald dan Janeta jadi anak mama,..... hiks...hiks....


Nak Gerald ....


Nak Janeta .....


Mau kan jadi anak nya Tante.....


hiks....


hiks....


hiks....


kami berdua saling memandang dan seolah menanyakan .... bagaimana kak ????


Kami mau Tante sahut kak Gerald,


Benar Nak Gerald.... kata Tante yang langsung memeluk Gerald dan juga beralih memeluk ku dan menciumi pipiku dengan bahagia.


Om Januardi dan Jordy juga menghampiri kami dan ikut memeluk kami....


Besok, papa urus KK.... masukkan nama Gerald dan Janet di dalam anggota keluarga kita kata Tante Margaretha semangat.


Iya nanti Anton yang akan urus kata om Januardi.


Mam kapan makan malam nya, kata Jordy santai.


Dasar anak gak peka.... orang lagi tangis tangisan haru kamu malah merusak suasana menanyakan makan malam kata Tante Margaretha gemas.


Kami semua tertawa melihat interaksi anak dan mama yang saling becanda.


Ya sudah ayo kita makan dulu.....


Malam ini semua harus menikmati makan malam dengan sukacita ya, kata om Januardi kepada kami semua.


Akhirnya aku dan kak Gerald bisa tersenyum diantara orang asing yang menjadikan kami bagian keluarga mereka.


Aku belum pernah melihat kak Gerald tersenyum bahagia, tapi malam ini aku melihat wajah kakak ku memancarkan kebahagiaan.


Bahagia terus kak batinku.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2