THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Pernikahan


__ADS_3

TAK DIDUGA TERNYATA AUTHOR BISA MENULIS SAMPAI DI BAB INI,


PARA READER DUKUNG KARYA INI YA.... KARENA KARYA INI MASUK LOMBA KARYA SASTRA DI MANGATOON.


DOAKAN AGAR LOLOS DAN MENJADI KARYA YANG BEST SEPERTI BERONDONG SETIA KU,


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA DAN MENGHARGAI KARYAKU.


DOA KU SEMUA SEHAT DAN BAHAGIA.... ๐Ÿ’ฎ


LANJUT...... ----------------------- >


Aku mengenalkan kak Gerald kepada bang Arsen dan juga Putra,


Aku juga sudah ceritakan semua kepada bang Arsen, siapa kak Gerald dan kapan kami bertemu dan juga kisah kepergian ku selama kurang lebih 7 tahun untuk mempersiapkan diri membalas kematian papa dan mama.


Tidak ada yang aku tutup - tutupi dari bang Arsen.


Aku berprinsip sebelum terjadi Pernikahan dan dalam mengarungi bahtera rumah tangga tidak ada yang ditutup tutupi.


Kami sedang berada di rumah kak Gerald dan kami sedang bercengkrama bersama.


Terutama kak Gerald bahagia sekali bermain bersama Putra.


Bagaimana Persiapan pernikahan kalian kata kak Gerald.


Sudah 90% kak, sahutku.


Kakak punya gedung yang bisa kamu pake untuk pesta pernikahan mu kata kak Gerald menawarkan.


Kami tidak mau pesta digedung kak, aku dan bang Arsen sepakat akan mengadakan jamuan makan malam di rumah bang Arsen saja, papa dan mama nya bang Arsen juga sudah menyetujui rencana kami sahutku.


Kenapa begitu Net, kakak mau pesta pernikahan kalian dibuat secara besar-besaran kata kak Gerald kepada kami.


Kak, Anet seorang agen dan menurut peraturan pesta pernikahan tidak diperbolehkan diekspos dan dilaksanakan secara besar besaran kataku menjelaskan.


Baiklah kalau itu sudah menjadi kesepakatan kalian berdua, yang penting kalian bahagia....


Terima kasih kak kataku sambil memeluk kak Gerald yang duduk dibawah karena sedang bermain dengan Putra.


Bunda kenapa menangis kata Putra yang melihat ku sedang menangis dipelukan kak Gerald.


Bunda menangis bahagia sayang kataku kepada Putra,


Sini peluk kak Gerald kata nya kepadaku dan kepada bang Arsen, dan kamipun memeluknya erat disusul oleh Putra .....


Bahagianya hidupku dikelilingi dengan pria - pria yang luar biasa, batinku.


Persiapan Pernikahan kami memang dibantu beberapa agen dan juga mbak Siti dan Engeline yang memiliki peranan besar dalam membantu ku mempersiapkan semua.


Dan inilah saatnya,

__ADS_1


๐Ÿคต๐Ÿ‘ฐ๐Ÿต๏ธ๐Ÿต๏ธ๐Ÿต๏ธ๐Ÿ’˜


Digandeng oleh Jenderal Bayu aku melangkah ke altar Pernikahan dan diujung sana aku melihat priaku dan jagoanku Putra menyambut ku dengan senyuman,


Aku juga melihat ada Istri Jenderal Bayu, Angel dan suaminya berdiri dibagian bangku depan,


Papa dan mama bang Arsen juga duduk dideretan sebelah Angel, mereka tersenyum manis melihatku digandeng Jenderal Bayu.


Ada Jery, Miki dan Miko.....


Ada keluarga om Januardi..... aku melihat Tante Margaretha ikut bahagia dan tersenyum manis memandangku juga Jordy.


Beberapa agen terlihat juga berseri seri melihatku mereka ikut bahagia atas Pernikahanku.


Hari ini aku mengikat janji sehidup semati dengan Arsenio, pria yang sudah memporak-porandakan hatiku.


Jenderal Bayu menyerahkan tanganku dan berkata kepada bang Arsen,


Aku serahkan Putri ku kepadamu, jaga dan sayangilah dia seperti kami menyayanginya kata Jenderal Bayu kepada bang Arsen,


Saya berjanji.... sahut bang Arsen yang langsung menyambut tanganku dan digenggam nya erat.


Kemudian didepan Pendeta kami mengucapkan janji suci kami di saksikan Tuhan dan juga jemaat yang hadir.


Setelah selesai kami semua menuju kekediaman bang Arsen dan menikmati jamuan makan bersama dengan penuh kehangatan.


Sekalipun kami tidak mengadakan pesta besar tapi penjagaan diluar rumah tetap ketat.


Ada kemananan dari pihak berwenang karena ada Jenderal Bayu hadir.


Ada para agen Safety X,


Semua membaur menjadi satu mengamankan jalannya acara Pernikahan kami.


Sederhana tapi penuh kebahagiaan dan kehangatan dalam ikatan keluarga besar.


Live musik terus mengalun memeriahkan jamuan makan malam kami saat ini, bahkan ada beberapa yang sudah berdansa dengan pasangan mereka masing-masing.


Aku dan bang Arsen juga turun di lantai dansa dan mengikuti alunan musik yang tiba - tiba berubah slow..... dan syahdu....


Terima kasih mau menerima bang Arsen menjadi pendamping hidupmu, kata bang Arsen sambil mencium keningku.


Janet juga berterima kasih karena abang mau menerima Janeta menjadi istri bang Arsen dan ibu buat Putra sahutku sambil menenggelamkan wajahku ke dada bang Arsen.


Tangan kami masih bertautan dan tangan bang Arsen satunya masih dipinggang ku, tubuh kami makin merapat seakan waktu dan suasana ini milik kami berdua.


Pernikahan yang akan membawa ku pada sebuah keluarga kecil bahagia.


Akan kami ciptakan kebahagiaan di keluarga kecil kami batinku bahagia.


Aku juga melihat kak Gerald sedang bercengkrama dengan Engeline, mereka seakan sudah kenal lama, aku juga ikut tersenyum melihat interaksi yang intens bahkan kak Gerald berani mengajak Engeline dansa.

__ADS_1


Semua larut dalam kebahagiaan.....


โค๏ธ๐Ÿคต๐Ÿ‘ฐโค๏ธ


Makin malam suasana makin meriah dan romantis, dan perlahan satu persatu undur pamit pulang kecuali para bodyguard kak Gerald dan beberapa penjaga rumah bang Arsen mereka mengganti kan kami untuk menikmati pesta sendiri, ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… moment ini mereka jadikan sebagai ajang hiburan mereka ( maklum kurang hiburan ).


Mbak Siti juga sudah masuk menidurkan Putra begitu juga dengan buk Subur dan pak Subur mereka masuk ke paviliun.


Aku pamit sama kak Gerald yang masih duduk di ruang keluarga ditemani Engeline,


Kak.... Anet masuk tidur dulu ya...


ntar kalau kakak mau istirahat kamar istirahat saja dikamar tamu kataku,


Iya...ntar juga kakak ditemani Engeline katanya ....


Kak... awas ya jangan macem-macem kataku,


sambil meninggalkan mereka dan menyusul bang Arsen ke kamar kami.


Aku masuk dengan santai karena memang gaun pernikahan ku tidak seribet pada umumnya, aku suka yang simple....


Bang, mau mandi kataku.....


Sayang..... sini abang bantu melepas gaun mu kata bang Arsen yang langsung menurunkan resleting gaun ku dengan perlahan......


Aku merasakan sentuhan kulit tangan bang Arsen menempel di kulit punggungnya ku.... membuatku merasa kan getaran aneh, memang kami sudah beberapa kali berciuman tapi untuk yang lebih jauh kami selalu menjaga nya agar tidak kebeblasan.


Selesai membuka resleting gaunku sampai pinggang, dengan perlahan bang Arsen membalikkan badanku dan posisi kami sudah saling berhadapan.


Kami saling menatap dan aku merasakan hembusan nafas bang Arsen bisa aku rasakan begitu hangat, dan aku merasakan ada sesuatu yang hangat dan basah di bibir ku, ciuman bang Arsen dan lu*****n bibirnya menyapu semua area bibirku dengan lembut, aku hanyut dalam kelembutan yang bang Arsen lakukan.


Tidak ada perlakuan kasar justru bang Arsen menuntun tanganku untuk melingkar dilehernya, dia tahu cara memperlakukan wanitanya yang masih butuh tuntunan.


Seakan berebut oksigen, apa yang kami lakukan makin menuntut satu dengan yang lainnya, bahkan tangan bang Arsen sudah menjelajah diseluruh tubuhku yang sudah polos tanpa sehelai benang pun, entah kemana perginya bra dan CD ku aku juga gak sadar kalau bang Arsen sudah melepaskannya, bahkan sekilas aku juga melihat tubuhnya bang Arsen tak tertutupi lagi dengan pakaiannya.


Dua anak manusia dalam kepolosan tubuhnya menderu dan menyatu.... dalam ikatan hasrat nafsu yang sudah bergelora dan saling membutuhkan satu sama lain.


Desahan, erangan dan birahi dua anak manusia menggema diseluruh penjuru kamar, dan suasana sudah makin panas bahkan AC kamar sudah tidak terasa dingin lagi.


Perjuangan bang Arsen untuk menerobos dinding pertahanan ku merupakan perjuangan yang tidak mudah, tapi setelah berhasil ada kebanggaan dan kebahagiaan yang tersirat diwajahnya.


Terima kasih sayang..... katanya di sela - sela perjuangan nya memberikan kepuasan dalam percintaan kami.


Aku sudah tidak kuat menjawabnya hanya senyuman yang bisa aku berikan.


Abang mencintai kamu..... katanya pelan tepat ditelinga ku dan kembali me****t bibirku dengan lembut.


Kami sama-sama berpikir dan bersikap dewasa dalam melakukan hubungan percintaan kami, masih ada hari esok...esok...dan esok lagi untuk melakukannya.


Kami tidur dalam pelukan kehangatan satu sama lainnya, sampai batas malam ini aku hanya bisa bersyukur diberikan pasangan yang baik, seorang Arsenio dalam ikatan Pernikahan.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2