THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Insiden Makan Malam 1


__ADS_3

Hallo bang, ada apa..... jawabku kepada bang Arsen yang menelpon ku.


Nanti malam kita keluar makan ya, sama Putra juga,


Ada apa ini tumben ngajak makan keluar sahutku.


Pengen aja, lama gak ngajak Putra keluar jawab bang Arsen.


Ok, bang.....


SKIP ๐Ÿ’ฎ


Bunda..... Putla mau maen di Mol....


Gak bisa hari ini ya sayang, soalnya nanti malam Daddy ngajak kita keluar makan, jadi Putra harus istirahat siang ini, sahutku menjelaskan.


Asyik.....telual matan... ( \= keluar makan )๐Ÿ™‡


Aku tersenyum saja melihat putra bahagia, memang sejak insiden yang mencelakakan dirinya, pura tidak pernah keluar rumah.


Tiba - tiba ada ide gila untuk menjebak target dengan mengajak Putra keluar dan nanti malam aku rasa waktu yang tepat untuk menarik perhatian target, batinku.


Putra sedang bermain dan di tunggui mbak Siti, sedangkan aku mengecek kondisi mobil ku, rencananya nanti malam aku akan menggunakan mobilku saja lebih aman.


Disela - sela aku mengecek kondisi mobil, aku menelpon seseorang,


Hallo Jer, nanti malam rencananya aku, Bang Arsen dan Putra akan keluar makan --- tolong kamu monitor kondisi mobilku dan juga lokasi resto tempat kami makan, nanti aku sharelock tempat nya, sahutku.


Ok siap juragan, kata Jery sambil meledek ku.


Ha..ha... asyik juga ya kalau sungguhan jadi juragan sahut ku menimpali candaan Jery.


Yang ada kalau kamu jadi juragan aku malah kamu jadikan babu, kata Jery


Tahu aja kamu dan sangat tepat, ha...ha....


Awas kamu ya,.....


Jer, waktu aku meninggalkan markas semua amunisi di mobil ku sudah full dan ready semua kan, tanyaku


Beres juragan,......


Ok deh, tx ya ...... adikku yang ganteng....


Halah ada maunya aja bilang aku ganteng, coba kalau gak ada maunya aku ditendang jauh...... kata Jery.


Tahu aja kamu,


ok sudah dulu ya.... tolong kamu stand by kan dua agen di lokasi ya,


Ok.... laksanakan....


selamat bersenang-senang ya.....bye.


Aku tersenyum mendengar kalimat Jery, kalau dipikir-pikir agen satu itu memang lucu.


SKIP ๐Ÿ’ฎ


Aku dan Putra sudah siap tinggal nunggu bang Arsen pulang, saat kami masih menonton TV aku mendengar suara mobil.


Hallo, selamat malam.....


Malam bang sahutku,


Wuih anaknya Daddy kok gak menjawab ....


He...he.... hallo Daddy..... sahut Putra sambil tersenyum.


Bentar ya Daddy mandi dulu.....

__ADS_1


setelah menunggu beberapa saat kami pun melangkah keluar,


Bang kita pake mobil Janeta saja ya kataku kepada bang Arsen.


Lho memang kenapa kalau pake mobil Abang,


Gak kenapa - kenapa bang, lagi pengen saja, soalnya lama mobil ku gak diajak keluar bang, sahutku sambil tersenyum.


Baiklah kalau begitu, mana kunci mobil nya kata bang Arsen.


Aku saja yang nyetir bang,


bang Arsen sama Putra duduk manis saja ya,


biar aku yang jadi sopir bang Arsen dan Putra malam ini sahutku.


Wah, kalau sopir nya secantik ini tiap hari aku akan ajak keluar jalan, sahut bang Arsen menggoda ku.


Alay bang, sahutku tersenyum.


Wow..... keren sekali interior mobil kamu Net, aku saja yang laki - laki gak seperti ini mendesain interior mobil kata bang Arsen kagum.


Biasa aja bang, namanya juga kendaraan untuk kerja jadi ya aku buat senyaman dan selengkap mungkin bang, jadi kalau ada perjalanan jauh atau tidak pulang, mobil inilah yang menjadi rumah ke dua ku bang, sahutku menjelaskan.


Putla juga au punya mobing sepelti punya bunda, kata putra sambil memegang megang interior mobil yang berwarna warni.


Putra kalau mau juga boleh kok pake mobil bunda, kataku


tungguh bunda, kata putra senang dengan muka berseri-seri.


Iya Daddy juga pengen punya mobil seperti ini, sahut bang Arsen menimpali ocehan Putra.


Ditengah perjalanan, aku mendapat kan panggilan dari Jery, sehingga mengharuskan menggunakan earphone.


Iya Jer, ada informasi apa kataku tiba - tiba sehingga membuat bang Arsen dan Putra melihatku.... seolah bertanya aku sedang bicara dengan siapa.


Gini Net, aku melihat ada pergerakan dua mobil mengikuti kalian,


Sejak kalian keluar dari gerbang utama perumahan,


Ok.... tolong pantau terus ya....


O... iya, apa permintaan ku sudah standby di lokasi,


Sudah Net, aku kirim : Miki dan Miko duo kembar --- mereka rekrutan baru dikhususkan dilapangan, dan tidak perlu diragukan keahlian menyetir dan menembaknya, pasti on target kata Jery menjelaskan.


SIP..... ๐Ÿ‘


Aku percaya sama kamu,


sekarang mereka juga mendengar pembicaraan kita kok Net karena aku sengaja merelay pembicaraan kita.


Hei kembar sapa tuh Bu komandan, kata Jery kepada Miki dan Miko.


Malam Komandan, sapa duo kembar kepadaku.


Selamat malam juga dan salam kenal sahutku.


Bunda.....bitala cama siapa kata Putra.


aku menoleh dan tersenyum manis kepada putra,


Bunda bicara sama dengan uncle Jery, Uncle Miko dan Uncle Miki sahutku.


Putra mau bicara sama mereka..... tawarku


au....


Aku mensepeaker sambungan pembicaraan...

__ADS_1


Ayo sekarang putra sudah bisa bicara sama uncle, kataku.


Tapi Putla au pake sepelti bunda, yang ada di telinga bunda kata putra merengek.


Akupun melepas earphone ku dan menyerahkan kepada bang Arsen untuk dipasangkan di telinga Putra.


anak Daddy kok ganggu bunda sih, kata bang Arsen, sambil memasang kan earphone ku ditelinga Putra.


Aku melirik putra sudah senyum - senyum bahagia.


Hallo uncle, sapanya kepada Jery, Miki dan Miko...


Hallo jagoan....


Wah mau jalan - jalan ya,


Putla au makan cama Daddy dan bunda sahutnya,


Lho makan - makan kok gak ajak uncle Jery...


Abis uncle gak ke yumah Putla sih...


Lain kali uncle main ke rumah putra ya,


tapi uncle mau nya di rumah putra ada es cream, kata Miki


Boyeh, nanti Putla minta cama bunda belikan uncle es cim ya,


Ok, selamat makan ya ganteng....


salam buat Daddy ya....


Oce uncle, bye


Bye sayang..... love you sahut mereka bertiga,


Dan bang Arsen pun mengembalikan earphone kepadaku dan aku memasang nya kembali di telingaku.


Ok, stand by semua ya sahutku


siap....


Aku memutuskan komunikasi ku dengan mereka Bean terus mengarahkan mobilku ke arah sebuah resto di daerah Jl. XY yang sangat ramai oleh pengunjung dan ternyata bang Arsen sudah reservasi terlebih dahulu.


Kami pun memasuki resto sambil aku melihat ke sekeliling memantau situasi resto, melihat kalau - kalau ada musuh yang bergerak mendekati kami.


Ayo Net, duduk sini ajak bang Arsen sambil menarik kursi untukku.


tx bang sahutku,


Putla au dekat bunda, sahutnya


dan bang Arsen juga meladeni Putra dengan mengangkat tubuhnya untuk di dudukkan dikursi sebelah ku.


Aku dan bang Arsen sudah sama - sama membuka buku menu dan memilih beberapa menu untuk kami pesan.


Bang, maaf aku belum memberikan laporan mengenai pantauan kami beberapa hari terakhir ini,


Tapi nanti sampai rumah aku akan menjelaskan semua kepada bang Arsen kataku.


Iya Net gpp, kita nikmati dulu makan malam kita....


Baik bang sahutku


kami pun menikmati acara makan malam kami dengan sesekali aku menyuapi Putra,


malam ini rasanya seperti sebuah keluarga kecil, batinku dan aku pun tersenyum tipis.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2