THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Kejutan


__ADS_3

Janeta POV


Pukul : 02.15,


Aku akhirnya keluar dari cafe dan meluncurkan mobilku ke rumah bang Arsen, aku butuh istirahat didekat orang - orang yang menyayangiku, aku butuh semangat baru.


Aku memarkirkan mobilku digarasi dan aku melangkah masuk kedalam rumah,


Sepi.......


Hanya remang lampu yang menyinari ruangan rumah.....


Aku melanjutkan langkahku kearah kamar Putra aku buka dan melihat Putra tidur nyenyak di temani mbak Siti.


Kemudian aku menutupnya kembali dan melangkah kan kakiku ke kamar bang Arsen, aku buka pintu dan masuk .... aku melihat tubuh pria yang aku cintai sedang menikmati peraduan malam dengan nyenyak, aku masuk ke kamar mandi dan menikmati guyuran air dari shower.


Aku sandarkan kepalaku ditembok dan merenungkan roda kehidupan yang sedang membawaku ke arah jalan yang terjal.


Berat....


Sesak.....


Serasa tak ada jalan keluar.....


Bingung....


Bimbang.....


semua bercampur menjadi satu dalam rasa yang menyesakkan dadaku,


Aku sudahi ritual mandiku dan membalut badan ku dengan handuk dan aku berjalan ke arah lemari untuk mengambil hem lengan panjang milik bang Arsen, aku pilih warna hitam agar tidak terlalu transparan dan aku membuka laci penyimpanan boxer milik bang Arsen lalu mengambil boxer dan aku pake, karena pakaianku berada di kamar Putra.


Aku membaringkan tubuhku di sofa, kedua mataku masih belum terpejam aku masih melamunkan pertemuanku dengan kak Geraldino..... bagaimana bisa setelah sekian tahun aku menghindari nya tapi justru alur cerita hidupku membawaku kembali bertemu dengan saudara kandungku, bahkan jalan hidupku membawaku pada sejuta kejutan saudara kandung yang aku hindari ternyata adalah target misiku, bukankah sebuah Kejutan diperhadapkan dengan jalan hidupku.


Lama kelamaan mataku terpejam dan ketenangan malam sudah membawaku pada dunia mimpi.


End POV


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Arsen POV


Aku seperti dibangun kan, dalam keadaan masih mengantuk aku merasakan haus dan akhirnya dengan malas aku bangun dan melangkah ke meja untuk mengambil minum.


Di pagi buta aku mendapatkan kejutan,


Aku sangat terkejut disofa ada wanitaku sedang tidur dengan nyenyak nya,


Aku mendekati nya dan duduk di lantai mensejajarkan wajahku dengan posisi wajah Janeta.


Sungguh kasihan aku melihat nya, seorang wanita yang sangat luar biasa dimataku dan malam ini harusnya dia bisa saja langsung ikut tidur disebelahku tapi dia lebih memilih tidur di sofa aku tahu dia tidak mau mengganggu tidurku, dia memang wanita yang menghormati ku......


Aku mengangkat tubuh nya dan membawa nya ke tempat tidur, aku rebahkan tubuhnya dan akupun ikut berbaring di sebelahnya dan membawanya dalam pelukanku dan mencium keningnya dengan pelan agar dia tidak terganggu.


Aku masih memperhatikan wajahnya.....


Aku tidak tahu seberapa berat beban yang saat ini dia pikul, tapi dari raut wajahnya aku bisa menebak saat ini dia sedang menghadapi beban misi yang berat, aku memang tidak menanyakan detail misinya karena itu privaci agen dan aku menghargai keputusan nya.


Dia harus mempersiapkan acara pernikahan kami dan disaat yang hampir bersamaan dia harus dibebani dengan misi yang berat.


Tapi aku sudah mengambil keputusan dan kesepakatan bahwa aku menerima dia apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kalau dia ada beban yang besar berarti aku harus membantunya dengan tidak memberikan beban baru kepadanya.


Aku, Putra dan isi rumah ini adalah tempat dia mendapat kan ketenangan dan hiburan untuk mengurangi bebannya.


Biarlah kami yang akan memberikan kejutan - kejutan kebahagiaan buat dirinya.

__ADS_1


Akupun ikut terlelap dalam pelukan yang memberikan kenyamanan.


end POV


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Pukul : 07.00


Aku sudah bangun dan sudah mandi, ini hari Minggu dan aku rencana mau mengantar Putra mengikuti Sunday School di Gereja.


Aku turun dan duduk di meja makan untuk menikmati kopi dan rotiku sambil menunggu Putra.


Buk Subur hari ini rencana mau masak apa kataku


Mau masak SOP Iga tuan,


Tolong masak soto daging saja,


Lho memang ada nona Janeta ya tuan,


Karena kalau ada Janeta maka akan ada menu soto daging itu sudah menjadi menu favorit Janeta dan kami semua.


Iya, Janeta pulang buk,


Baik tuan saya akan ganti menunya,


Daddy..... bunda pulang ya,....


He..he... jagoannya Daddy dengar ya,


Putla mau cama bunda ya....


Jangan sayang, bunda masih tidur...


Bental aja Dad,


Bunda baru pulang masih capek.....


Nanti saja kalau sudah pulang dari Gereja ya,


kataku menjelaskan.


Ok...ok.... kata Putra sambil cemberut..


Makan dulu sarapannya baru kita berangkat,


Ok Dad....


SKIP ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Kami sudah pulang dari Gereja dan Putra langsung ganti baju dengan mbak Siti, aku masih menunggu nya.....


Sudah Dad,


Ayo kita temui bunda kata Putra semangat,


Mbak Siti apa soto nya sudah siap,


Sudah siap tuan,


SIP..... ๐Ÿ‘๐Ÿ‘


Kami berdua melangkah menuju ke kamarku dan akupun membuka pintu dan masuk untuk memberikan kejutan kepada Janeta, tapi kami mendapati Janeta masih nyaman di tempat tidur..... aku hanya tersenyum melihatnya.


Dad, bunda masih tidul, kata Putra kecewa.

__ADS_1


Iya bunda capek sayang....


Kita tunggu sebentar ya kataku....


Iya Dad, katanya sambil duduk di karpet dan memainkan mobil - mobilannya.


Aku duduk dipinggir tempat tidur sambil memperhatikan wajah cantik didepanku, aku mengelus pipinya......


Mungkin merasa terganggu Janeta menunjukkan pergerakan dengan menggeliat pelan dan membuka matanya dengan pelan.


Bang ...... panggilnya dengan pelan.


Aku tersenyum dan langsung memeluk nya dan mencium kening nya,


Selamat siang sayang...


Jam berapa bang....


Sekarang sudah pukul : 11.30,


Ya ampun selama itukah aku tidur bang,


Ha..ha.... sangat nyenyak sayang kata bang Arsen sambil mencium hidungku.


Bunda.....teriak seorang anak kecil, suara yang kurindukan.


Putra berlari dan naik ke tempat tidur kemudian memelukku erat,


Bunda, Putla kangen..... rengeknya....


Bunda lebih kangen sahutku sambil mencium kepalanya.


Bunda kok gak pulang - pulang katanya sambil duduk disebelah ku, dan enggan melepas tanganku yang dia genggam erat.


Bunda kan mau kasih kejutan sama jagoannya bunda sahutku sambil mencubit pelan pipinya,


Iya Putla telkejut sahutnya lucu....


Ha..ha.... jagoannya bunda bisa menghibur bunda ya, sini peluk bunda lagi kataku, dan malah kedua priaku memelukku bersamaan ... dan kamipun tertawa bersama....


Bahagianya hari ini bersama dengan mereka, ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Mereka menciumi wajahku dengan bertubi - tubi sehingga membuatku kegelian dan aku berteriak minta ampun, tapi mereka justru makin membuatku tak bisa menolak perlakuan sayang nya kepadaku.


Sungguh bukan aku yang memberikan kejutan tapi merekalah yang memberiku kejutan, yang sangat indah.


Selesai aku mandi, kamipun turun kebawah dan menuju ke meja makan untuk menikmati makan siang.


Aku minta kepada semua penghuni rumah untuk makan bersama, dan siang ini kami menikmati soto daging kesukaanku dengan suasana penuh kehangatan.


Buk Subur bisa minta buatkan es cappucino kataku...


Wualah .... maaf ya non, buk Subur lupa...


Maklum sudah tua kata mbak Siti yang disambut gelak tawa semua yang ada dimeja makan.


Suasana kekeluargaan yang aku ciptakan sejak aku menjadi Nanny nya Putra.


Dan aku berharap suasana ini tidak akan hilang.....sebab kejutan demi kejutan akan tercipta indah didalam keluarga.


Sekalipun bang Arsen sibuk akupun juga sibuk tapi aku berharap kesibukan kami tidak mengurangi kedekatan dan kehangatan sebuah keluarga.


Bebanku sejenak hilang dan tergantikan dengan kejutan kebahagiaan.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE

__ADS_1


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2