THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Makan Malam Spesial


__ADS_3

Disinilah kami saat ini yaitu disebuah resto yang hanya bisa di datangi kalangan kelas atas, disebuah tower di lantai 50 dengan pemandangan lepas yang mempertontonkan kota besar ini.


Aku masih berdiri melihat gemerlap lampu digedung - gedung pencakar langit yang sangat epik untuk dilihat.


Silahkan duduk nona kata Andro yang sudah menarik kursi untukku,


Terima kasih tuan sahutku,


( Kalau seperti ini tidak seperti manusia durhaka batinku ).


Saya sudah memesankan makanan yang akan kita nikmati nona, tapi kalau nona mau menambahkan dengan menu yang lain, nona bisa memesan nya....


Tidak perlu tuan sudah cukup kataku,


Bagaimana kalau jangan memanggil saya dengan embel-embel tuan.


Panggil dengan nama saya "Andro"...


Baiklah saya akan memanggil dengan nama anda saja, begitu juga dengan kamu Andro kamu juga harus panggil aku dengan namaku saja "Neta" kataku.


( aku sengaja tidak menyebutkan nama Janeta biar tidak sama dengan orang - orang terdekatku ).


Nikmatilah makan malam kita Neta,


ehm .... baiklah An, kataku setelah menu makan malam sudah siap didepan kami.


Selama makan tidak ada pembicaraan yang berarti, karena kami lebih fokus dengan makanan kami, sekalipun sesekali aku melihat Andro memperhatikan ku dengan intens, aku tidak tahu persis apa yang sedang dia cari dari ku.


Tapi aku tetap harus waspada dengan ajakannya untuk makan malam.


Kami sudah selesai dengan makanan kami dan dengan segera waiters merapikan semuanya dan digantikan dengan wine tapi aku tidak meminum nya aku memesan kopi capuccino sebagai teman kami ngobrol.


Neta terima kasih ya sudah mau menemaniku makan malam kata Andro sambil menyesap wine di gelasnya.


Sama - sama An, sahutku


Apakah setelah ini kamu langsung pulang atau mau menemaniku jalan atau nonton,


Kita lihat saja nanti,


ditengah-tengah obrolan kami, aku melihat Andro menerima panggilan telepon....


Ya, hallo....


Baiklah suruh masuk saja....


Neta, maaf ya...ada temanku yang mau menemui ku disini, apakah kamu keberatan tanyanya kepadaku.


Tidak apa - apa An, silahkan .... kataku santai.


Aku masih menatap kearah jendela kaca dan melihat pemandangan kota dimalam hari sambil menikmati kopi ku, tanpa aku melihat bahwa sudah ada seorang pria yang duduk disalah satu kursi di area meja makan kami.


Neta kenalkan ini temanku kata Andro,


Aku menoleh dan melihat seorang pria yang aku kenal dan yang sudah lama tidak aku jumpai,


Pria itupun sangat terkejut dan langsung berdiri menatapku .....


Aku juga berdiri sambil memperhatikan nya dari atas kebawah, seolah - olah aku ingin memastikan bahwa ini adalah pria itu... pria dari masa laluku.....


Kami saling menatap, seakan kami berdua tidak percaya akan bertemu dengan keadaan seperti ini....


Anet.... ( panggilan sayang dari Gerald ) panggilnya lirih kepadaku....


dia melangkah mendekatiku dan langsung memeluk ku erat tanpa memperdulikan bahwa ada orang lain diantara kami yaitu Andro.

__ADS_1


Sekalipun lama tidak ketemu tapi yang namanya sedarah tidak bisa dibohongi, pasti ada keterikatan batin yang erat didalamnya.


Akupun membalas pelukannya, memang tidak bisa aku ingkari bahwa akupun merindukannya,


merindukan kehadiran nya,


merindukan pelukannya,


merindukan aromanya,


merindukan perhatiannya,


dan merindukan semua yang ada dirinya,


Anet aku merindukanmu...katanya lirih tapi masih bisa aku dengar karena posisi bibirnya yang dekat dengan telinga ku.


Geraldino .....


iya pria yang saat ini sedang memelukku adalah Geraldino.....


Aku juga kangen...... kataku sambil meneteskan air mata,


Kenapa kamu menghilang dan menghindar, apa salahku......


Kamu menyiksaku dengan kepergian mu,


Katanya dengan kesedihan yang sangat dalam dan dengan nada keputus asaan.


Maaf,


Maaf,


Hanya dengan cara itu aku menghilang kan kesedihanku sahutku sambil mengelus punggung nya,


Tapi terlalu lama kamu menghilang kata Geraldino sambil mencium puncak kepala ku dengan lembut, seakan ingin meluapkan rasa yang selama ini terpendam.


Turunkan kak kataku sambil memukul pelan bahunya,


Iya Geraldino kakak laki-laki, pelindungku....


Bahkan baginya aku adalah princess nya yang tidak akan tergantikan oleh siapapun...


Kami berpisah tepatnya aku yang pergi darinya karena kejadian kematian papa dan mama, dan dialah yang menyebabkan semua insiden kecelakaan pesawat yang ditumpangi papa dan mama.


Hal itu lah yang membuatku marah dan aku memutuskan untuk bergabung dengan spy kelas dunia dan membawaku di camp pelatihan agen di Rusia.


7 tahun aku menghilang setelah kejadian kematian papa dan mama dan membawaku bergabung dengan Safety X.


Rasa benci, marah dan dendam membuatku merasa tidak punya siapa - siapa lagi, bagiku keluargaku adalah para agen.


Dan demi rasa profesionalisme misi aku saat ini harus kembali menemui orang yang menjadi penyebab meninggalnya orang tuaku, kakakku sendirilah yang menyebabkan orang tua kami terbunuh di pesawat yang dibajak oleh anak buahnya.


Memang kak Gerald ( panggilan kesayangan buat Geraldino ) juga tidak tahu persis kronologi nya karena saat itu yang menggarap misi pembajakan adalah orang kepercayaan nya, karena orang kepercayaan kak Gerald menginginkan tebusan untuk sanderanya seorang pejabat Negara.


Papa sebenarnya sudah menyiapkan sebuah perusahaan untuk dikelola kak Gerald tapi justru kak Gerald memilih jalannya menjadi Mafia kelas kakap dan akhirnya perusahaan dipegang oleh Pak Josep orang kepercayaan papa, bahkan aku sudah tidak ambil pusing dengan perusahaan peninggalan papa.


Aku sudah menganggap bahwa aku adalah anak yatim piatu. Para agen tahunya juga begitu kecuali Angel dan Jery hanya merekalah yang tahu persis siapa aku.


Kakak kangen kamu Anet,


Jangan pergi lagi,


Jangan tinggalkan kakak lagi sayang,


Kakak sudah tidak sanggup melewati hari tanpa kamu,

__ADS_1


Anet juga kangen sama kakak kataku sambil melepas pelukannya dan menghapus air mata di pipinya,


Mafia mana yang menangis ....kataku mengejeknya,


Mafia Geraldino katanya sambil mencubit pipiku....


Kakak menangis hanya didepanmu saja katanya sambil mencium pipiku gemas,


Adiknya Kakak sudah dewasa, sangat cantik katanya memujiku....


Rasanya kakak tidak rela untuk berbagi dengan pria pilihanmu nanti, katanya sambil memeluk ku lagi.


Apa sih kak,


emang aku pacar kakak kataku sambil memukul dadanya.


Bagaimana kamu bisa secantik ini katanya dengan senyum manisnya.


Ya bisalah kak kan bibitnya juga cantik dan ganteng kan sahutku dengan nada bercanda.


Iya..... papa dan mama memang cakep dan cantik, kakak juga bangga punya orang tua seperti mereka.


Sudah gak perlu sedih lagi, Anet sudah bisa menerima semuanya kataku tegas kepada kak Gerald.


Terima kasih sayang, kata kak Gerald kembali memeluk ku.


Hei....kalian berdua lama sekali berpelukan dan ngobrol tanpa memperdulikan ku, kata seseorang seakan menjadi penghalang acara kangen - kangenan kami.


Maaf bro kata kak Gerald kepada Andro.


Duduklah dan jelaskan semua ini kata Andro.


Dia adikku bro,


Adik yang selama ini aku cari,


Dia keluarga ku satu - satunya,


Dia nafasku, kata kak Gerald kepada Andro.


What .... ๐Ÿคฌ๐Ÿคฌ๐Ÿคฌ


Kenapa bisa begini ya, kata Andro sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Bisalah namanya juga terpisah lama.... jadi orang - orang tidak tahu kalau aku punya seorang adik kata kak Gerald menjelaskan kepada Andro.


Bro, adik mu memang sangat cantik kata Andro pelan....takut kedengaran oleh ku,


Lha memang cantik, aku sebagai Kakaknya juga ganteng kan...sahut kak Gerald.


Iya percaya bro kata Andro,


Kok kalian bisa saling kenal kata kak Gerald kepada kami.


Ya bisalah bro, siapa yang tidak kenal Andro sahutnya sombong....


Dia yang paksa aku untuk makan malam dengannya kak sahutku sambil menunjuk Andro,


Apa kamu memaksa adikku.....kata kak Gerald dengan nada marah,


Woles bro.....


Aku akan jelaskan kata Andro dengan sedikit takut kepada kak Gerald.


Aku terkekeh melihat reaksi Andro yang ketakutan didepan kak Gerald.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2