THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Manjanya Arsen Kecil


__ADS_3

Sudah beberapa hari aku berada di rumah tuan Arsenio membuat aku bisa menyesuaikan dengan ART dan juga sudah terbiasa dengan kemanjaan Arsen kecil.


Arsen sayang, mulai sekarang bunda panggil Arsen dengan panggilan Putra ya, biar gak sama dengan Daddy kataku sambil mencium Arsen di atas tempat tidur.


Iya...iya....bunda atu mau di panggil Putla, kata Putra lucu...


Ok.....SIP, ....


Bunda,....kata Putra merengek manja sambil memeluk ku erat....


kenapa ini anak bunda kok manja banget....


pasti ada maunya kataku.


Putla mau dipeyuk cama bunda, ..


Lha ini sudah dipeluk bunda dari tadi kataku tersenyum...


Bunda,....


ya sayang kataku mengelus kepalanya,


Jangan tinggalin Putla ya Bun, kata nya pelan,


Bunda gak akan ninggalin putra,


bunda sayang sama putra....Ok...


Matasih bunda,.....


tidak berapa lama Putra sudah tidur sambil memelukku.....


SKIP ๐Ÿ’ฎ


Aku keluar dari kamar dan menemui semua ART dan memberitahu mereka bahwa panggilan Arsen sekarang ganti Putra, biar gak bingung dan bisa dibedakan dengan nama tuan Arsenio.


Aku mengambil tas yang berisi peralatan IT dan menuju ke ruang keluarga, para ART sudah masuk di paviliun tempat tinggal mereka, yang berada di belakang rumah.


Aku mulai memasang camera CCTV mini dan memasangkan nya dibeberapa titik di rumah tuan Arsenio, supaya memudahkan aku memantau kondisi rumah, bahkan tanpa sepengetahuan para ART aku juga memasang beberapa Camara CCTV di beberapa titik.di luar maupun di dalam paviliun, di halaman dan juga di taman dan kolam renang aku pasangi semua dengan camera pemantau milik Safety X, jadi bukan hanya aku saja yang bisa memantau tetapi pihak agen Safety X juga bisa memantau pergerakan isi rumah ini.


Bahkan aku juga memasang beberapa speaker mini dibeberapa titik yang sering di gunakan untuk berkumpul anggota keluarga.


Jer, tolong kamu juga aktifkan dimarkas semua camera dan speaker yang sudah aku pasang dirumah tuan Arsenio kataku kepada Jery salah satu agen Safety X.


Siap Net....


Bunda.....!!! teriak Putra dari dalam kamar,


Aku lari ke arah kamar....


iya sayang ini bunda, kataku sambil memeluknya ....


bunda dali mana Putla cali bunda,


maaf bunda dari dapur sayang ambil minum,


ayo bangun ... terus mandi .... kataku sambil membantu nya bangun.


Kami masuk kedalam kamar mandi dan memandikan putra, setelah itu masih berada digendonganku aku mengajak putra ke arah teras rumah, sambil menyuapi nya risoles.


Tidak lama tiba - tiba muncul sebuah mobil, dan keluar seorang pria dengan penampilan parlente dan modis, siapa lagi kalau bukan tuan Arsenio.


Wah....anak Daddy lagi makan apa....


Daddy boleh minta kata tuan Arsenio sambil mencium putra.


Daddy .... jangan cium Putla...

__ADS_1


Putla..... kata tuan Arsenio penuh tanya,


Iya, setalang panggil atu dengan panggilan Putla, biak gak salah panggil cama nama Daddy, ...


O..... begitu ya,


Ok anak daddy yang ganteng.... mulai sekarang Daddy akan panggil dengan panggilan Putra.


Putra menunjukkan jempol nya kepada Daddy nya,


Bunda, .....


iya sayang....


Jangan kasih Daddy snack nya Putla ya,


Aku tersenyum mendengar permintaan nya,


Putra harus berbagi tidak boleh dimakan sendiri, kan bunda buat Risolesnya banyak kataku,


Lho anak nya Daddy kok begitu sama Daddy, protes tuan Arsenio kepada putra,


ya sudah .....


Ayo kita masuk, mau digendong Daddy gak...?


Dak au, Putla aunya digendong bunda aja,


Ha..ha... yang punya bunda sekarang gak mau lagi sama Daddy ya, anak pinter.... kata tuan Arsenio sambil mengusap kepala Putra.


Sebelum aku mengikuti tuan Arsenio masuk kedalam rumah, sekilas aku melihat sebuah mobil yang terparkir di seberang jalan depan, dari aku mulai menyuapi putra sampai aku berdiri mau masuk, tapi aku berusaha untuk tetap tenang dan waspada.


Pak Satpam, tolong tutup gerbangnya teriak ku kepada satpam rumah.


Baik Bu, siap....


Ada apa Net,


Gak ada apa-apa pak, hanya waspada saja jawabku asal.


Sekarang Putra minum susu dulu ya,


duduk sini biar bunda buat susunya kata ku sambil mendudukkan putra di kursi makan.


Aku menyodorkan gelas susu didepan Putra,


dan dengan segera dia meminum susunya dengan senang.


Den Putra Sekarang bahagia ya,


jadi tambah ganteng.... kata salah satu ART yang sedang nyiapin makan malam.


Iya dong, kan tekalang Putla cudah punya bunda, kata putra lucu...


Mbak Siti senang lho sekarang den Putra tambah pinter, sambil memberikan jempol ke arah Putra.


Iya lah mbak, kan atu tekalang diajali bunda


he..he.....


semua yang ada di dapur tertawa senang, melihat putra tambah pintar.


Wah.... ramai sekali di sini ada apa ini, pasti gara - gara ada anak nya Daddy ya makanya suasana nya rame kata tuan Arsenio yang baru keluar dari kamarnya.


Daddy....... teriak Putra


Tuan Arsenio mendekati putra dan langsung menciumi pipi nya sambil menggelitik badan nya putra, sehingga putra tertawa geli.

__ADS_1


Bunda tolong Putla...... teriak nya sambil terus tertawa...


Aku dan para ART melihat interaksi anak dan ayah menjadi ikut larut dalam suasana bahagia di sore hari dan sesekali ikut tertawa.


Bunda,..... wua....wua..... Daddy nakal....


kata putra yang ternyata malah nangis karena tidak ada yang menolong nya dari gangguan Daddy nya.


Semua ART tertawa melihat putra menangis yang makin menambah keras tangisan nya.


Iya...iya sini sama bunda kataku sambil menggendong tubuhnya.


Wua.....hiks....hiks.... Daddy nakal.... wua....


Sudah...cup...cup..... kataku sambil mengelus punggung nya untuk menenangkan nya.


Masak anak cowok cengeng,


ntar gak ada yang suka sama putra lho....


Bunda, pukul Daddy..... wua.....hiks....


kata putra sambil melingkarkan tangan nya di leherku, dan dengan nada merajuk.


Aku tersenyum saja melihat adu mulut antara anak dan Daddy nya, begitu juga dengan para ART.


Awas ya, Daddy gak boleh cium Putla,


Putla malah sama Daddy..... kata putra sambil menjulurkan lidah nya ke arah Daddy nya,


O..... berani ngancam Daddy ya,


kata tuan Arsenio sambil berdiri mendekati putra yang masih ada di gendongan ku,


Bunda, lali bunda...


ayo bunda ....lali, nanti Daddy tangkap Putla katanya sambil menghentakkan kakinya di udara,


Aku berusaha untuk bergerak dan menuruti permintaan nya, dan melangkah kan kaki ku dengan cepat ke arah ruang keluarga, begitu juga dengan tuan Arsenio yang membuntuti kami dengan sedikit berjalan cepat seolah mengejar putra, sehingga putra makin berteriak .....


Ayo...bunda lebih cepat lali nya.....


Wkwkwkwk..... kita mau ditangkap Daddy....


Aku pura - pura jatuh, dan meringis kesakitan dan seperti dugaan ku putra langsung merasa bersalah dan menghibur ku,


Bunda mana yang tatit.....


bial Putla obati,.... kata nya sedih


maafin Putla ya Bun, katanya pelan.


Daddy iyat, gala - gala Daddy bunda jatuh...


makanya jangan kejal Putla, kata putra sedikit marah ke arah Daddy nya, sehingga membuat Daddy nya tertawa sambil duduk dikarpet.


Bunda ..... Daddy nakal..... katanya merajuk sambil memeluk ku ....


ya ampun.... anak nya Daddy sejak kapan Manja seperti ini ya, ..... kata tuan Arsenio kepada putra.....


Tx ya Net, sudah hadir dan memberikan kebahagiaan dalam hidup Putra, kata tuan Arsenio sambil tersenyum kepada ku,..... dan makin membuat Putra manja kepada mu.


Aku menjawab dengan senyuman kepada tuan Arsenio.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2