THE NANNY ( Pengasuh )

THE NANNY ( Pengasuh )
Sopir Cantik


__ADS_3

Arsenio POV


Pagi ini ada urusan kantor yang tidak bisa ditunda, mau tidak mau Janeta yang mengantarkan ku ke kantor karena Miki sudah ditugaskan untuk mengantar dan mengawal Dicky ke kantor.


End POV


Sudah siap bang, kataku kepada bang Arsen yang akan berangkat ke kantor,


Sudah Net,


kita langsung saja ya soalnya ada meeting dengan para staf,


Siap bang,


Bunda.... Putla itut ( ikut ) ya ?


Bunda ngantar Daddy kekantor jadi Putra sama mbak Siti dulu ya kataku sambil mencium pipinya,


Tapi Putla au nya ( maunya ) cama bunda rengeknya sambil cemberut,


Nanti sore ya sama bunda, sekarang bunda ngantar Daddy dulu ya, kataku sambil mengangkat tubuh nya untuk aku gendong dan menenangkan nya supaya tidak rewel.


Tungguh ( sungguh ) ya bunda, kata Putri sambil menyenderkan kepalanya di leherku,


Iya bunda janji, sahutku.


Bang Arsen yang melihat kami hanya senyum - senyum aja sebab dia sudah tahu kebiasaan anaknya kalau ada aku pasti manja dan suka merajuk,


SKIP ๐Ÿ’ฎ


Aku melajukan mobilku dijalanan kota yang padat, tanpa pembicaraan seperti biasa diantara kami, apalagi aku lebih suka fokus pada jalanan.


Sesekali aku melirik kearah bang Arsen yang menatap jalanan depan, matanya melihat kedepan tapi tidak dengan pikiran nya, akupun tidak tahu apa yang menjadi beban pikiran nya.....


Bang sudah sampai kataku membuyarkan lamunannya,


eh...iya Net, kata bang Arsen gugup karena ketahuan kalau lagi melamun.


Kamipun keluar dari mobilku yang sudah terparkir diarea parkir khusus Direktur Perusahaan Arsenio Corps.


Kami melangkah bersama kedalam lobi kantor, banyak mata yang melihat ke arah kami ( serasa artis yang disambut oleh fans batinku sambil tersenyum tipis ).


Aku melihat banyak pegawai yang kasak kusuk sambil melihat kami;


โœ“ Wow.... Bos bawa cewek cantik.....


โœ“ Siapa ya yang bersama dengan Bos ???


โœ“ Barangkali itu cewek nya pak Bos.


โœ“ Bla....bla....bla....


Banyak banget kasak kusuk yang mereka lontarkan dengan sesama pegawai.


Aku melihat bang Arsen santai dan tidak menanggapi ocehan pegawai nya, begitu juga dengan ku .... cuek bebek saja toh aku bukan bagian dari perusahaan ini, batinku.


Kami berdua memasuki lift dan bang Arsen menekan tombol angka 5.


Maaf ya Net,


Maaf buat apa bang, sahutku


Pegawai ku pada kasak kusuk tentang kamu, kata bang Arsen merasa bersalah.


Santai bang,

__ADS_1


Jam berapa bang Arsen selesai meeting kataku,


Paling sampai jam makan siang Net,


ada apa ..... kalau kamu bosen kamu bisa jalan - jalan dulu kata bang Arsen.


Gpp bang, kita lihat saja nanti sahutku.


Kami sampai dilantai 5 yang ternyata khusus untuk ruang bang Arsen, ruang sekretaris dan juga ruang meeting utama.


Masuk Net, kata bang Arsen membukakan pintu ruangannya dan akupun masuk diikuti oleh bang Arsen.


Kamu bisa duduk disofa itu Net,


kalau kamu butuh minum kamu bisa buat di situ ( sambil menunjuk pintu ) ada pantry.


Ok bang,


Net.... kalau tiap hari kamu ngantar aku ke kantor pasti orang - orang akan iri kepadaku ...


memang iri soal apa bang,


iri karena aku punya sopir cantik, kata bang Arsen menggoda ku.


Kebiasaan alay bang, sahutku sambil berdiri dan mendekati jendela kaca dibelakang meja kerja bang Arsen, aku menatap suasana jalanan yang masih banyak kendaraan berlalu lalang tanpa henti,


( betapa sibuknya orang - orang, gumamku ),


masih pada posisi memperhatikan situasi jalanan dari gedung lantai 5 ini, tiba - tiba aku merasakan hawa hangat di sekitar telingaku, aku menoleh dan melihat bang Arsen sudah berada di sebelahku sambil mendekat kan kepalanya di telingaku dan sesekali meniup telinga ku.


Bang apaan sih, kataku sambil mendorong tubuhnya agar menjauh dariku,


He..he.... lagian kamu dipanggil dari tadi gak dengar kata bang Arsen sambil terkekeh.


Masak sih bang Arsen memanggil ku,


kataku sambil mengerutkan dahiku tanda ragu kalau dia memanggil ku,


Tuh betul kan kamu melamun kata bang Arsen menggoda ku,


Pasti lagi mikirin aku kan... ? kata bang Arsen sambil tersenyum gak jelas.


Ngganggu aja bang kataku, sambil menjauh dari jendela dan mendekati meja kerja bang Arsen dan melihatnya dari belakang kursinya kira - kira apa yang sedang dikerjakan oleh bang Arsen.


Kenapa.... mau bantu ? kata bang Arsen kepadaku sambil memutar kursinya menghadapku,


aku sedikit kaget dengan reaksi bang Arsen yang dengan cepat memutar kursinya sehingga kami berhadapan, dan dengan cepat tanganku sudah dipegang oleh bang Arsen dan ditarik sehingga tubuhku terjerembab di dada bang Arsen ( tanpa siap dengan kuda - kuda ) dan dengan wajah yang sangat dekat sekali bahkan aku bisa merasakan hembusan panas nafas bang Arsen diwajahku.


Bang, kata ku sambil berdiri membetulkan posisi tubuhku..... belum sempat aku melangkah menjauh tangan bang Arsen sudah memegang pinggang ku dan menarik pinggangku sehingga aku duduk di pangkuan bang Arsen dan memelukku dengan erat.


Bang, apaan sih.... gak baik kalau dilihat pegawai bang Arsen kataku sambil mencoba melepaskan pelukan nya, dengan merenggangkan tangannya, tapi upayaku sia - sia ....


Bentar aja Net,


Aku tidak pernah melakukan hal seperti ini dengan siapapun kata bang Arsen sambil menyembunyikan wajahnya di punggung ku,


Baiklah, kataku menyerah karena kasihan dengan perasaan bang Arsen,


Net.....


Ehm....,


Boleh bang Arsen minta sesuatu katanya,


Minta apa bang,

__ADS_1


Ehm.....aku takut kamu marah....,


Ya lihat dulu apa yang bang Arsen minta,


Gak jadi kata bang Arsen,


ya sudah kalau gak jadi, tapi pelukan nya disudahi ya kataku ....


Bentar lagi Net,


Aku butuh kamu sahut bang Arsen sangat pelan tapi masih bisa aku dengar,


Net.....


Iya bang, kenapa kok malah seperti Putra sahutku,


Ih....geli bang kataku sambil menggerakkan badanku kekanan dan kekiri karena dengan tiba - tiba bang Arsen menciumi punggung ku dengan mendadak, dan tangannya mulai meraba tubuhku dengan pelan dan justru itu membuatku terasa seperti di sengat listrik, ada gelenyar yang aneh di tubuhku menerima perlakuan bang Arsen.


Bang, stop bang..... gak boleh bang sahutku sambil melepaskan pelukannya dan langsung berdiri menghadap bang Arsen,


Bang..... !!! kataku geram.


Maaf.... kata bang Arsen yang ikut berdiri di depanku, dan dia mengambil kedua tanganku lalu mengarahkan nya di dadanya,


Rasakan detak jantung ku Net,


seperti orang yang sedang joging detak nya,


itulah rasanya saat aku berdekatan denganmu, dan detak jantung ini seperti berpacu dengan cepat bila dekat kamu Net, kata bang Arsen pelan dan sendu.


Aku terperangah mendengar dan merasakan detak jantung bang Arsen yang berdetak sangat cepat, masih dalam kondisi tidak percaya aku sudah merasakan sesuatu yang lebih hangat di bibirku,


Aku melotot kearah bang Arsen yang sudah memejamkan matanya karena menikmati kehangatan bibir kami yang sudah tidak ada jarak nya lagi,


tanganku masih berada dada bang Arsen dan sejak kapan tangan bang Arsen sudah berpindah ke punggung ku dan makin menekan untuk mendekatkan tubuh kami.


Aku seakan terbuai dengan perhatian dan sikap bang Arsen kepadaku, tak ada penolakan lagi dariku...


aku mengalir saja mengikuti alur yang dibuat bang Arsen yang saat ini sangat membutuhkan seseorang untuk menjadi bagian dari hidupnya.


Kehangatan dan kenikmatan yang belum pernah aku rasakan sekalipun usiaku sudah usia dewasa, tapi ini adalah pengalaman pertamaku dengan seorang pria,


Ba....ng, .....egh......ehm...... kataku sambil mendorong badan bang Arsen agar menjauh dan menyudahi ciumannya.


Seakan tak melihat tempat dan status, kami akhirnya sama - sama tenggelam dalam kenikmatan ******* yang dilakukan bang Arsen kepadaku.


Inikah yang dinamakan Cinta,


Bang Arsen menyudahi ciumannya karena melihat ku yang kehabisan nafas dan dengan terengah - engah, bang Arsen menyapu bibirku dengan ibu jarinya.


Lain kali ambil nafas dari hidung jangan ditahan, kata bang Arsen mejelaskan dengan mencium bibirku sekilas.


Aku menunduk kan kepala ku,


antara malu dan rasa yang lain bercampur menjadi satu tanpa bisa aku uraikan.


Sopir Cantik abang ternyata malu - malu kata bang Arsen yang langsung memelukku,


Makasih ya Net, kata bang Arsen tepat ditelinga ku,


Aku tidak menjawab hanya bisa diam membisu, dalam pelukan bang Arsen.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE


YA SAY ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2