
Geraldino PoV
Aku memang bukan Pria yang alim, yang santun atau apalah namanya..... aku bisa dibilang pria brengsek, bahkan dari muda aku sudah bergelut di dunia yang kacau, entah apa yang salah dan siapa yang patut disalahkan ..... padahal orang tua ku sudah memberikan kasih sayang dan perhatian nya kepadaku, bahkan papa begitu menaruh harapan besar kepadaku untuk meneruskan perusahaan nya, tapi nyatanya dunia mafia lebih menarik buat aku geluti.
Pergaulan......
Ya kata itu yang tepat yang telah mengubah hidupku, pergaulan keras yang aku pilih telah membawa ku kepada kerasnya pertarungan antar Genk dan tidak ada satupun keluarga ku yang sanggup mengeluarkan ku dari dunia hitam. Akhirnya keluarga ku menyerah dan memberikan kebebasan untuk aku memilih masa depanku.
Ternyata pilihanku membawa keluarga ku hancur, papa dan mama meninggal karena adanya persaingan bisnis dengan rival nya.
( Seperti kata Janeta ke Andro sampai sekarang Geraldino tidak tahu bahwa Andro lah dalang dibalik kematian papa dan mama nya ),
sedangkan adik kesayanganku pergi entah dibelahan bumi bagian mana aku tidak menemukannya.
Padahal aku adalah ketua Genk Black Mask, mafia kelas Asia tetapi keberadaan adikku tidak terendus oleh kecanggihan teknologi yang dimiliki Genk Black Mask, bahkan relasiku yang berhubungan dengan para peretas pun tidak menemukan titik koordinat keberadaan adikku.
Sampai akhirnya aku bertemu dia kembali JANETA ku sayang ketika makan malam dengan temanku Andro.
Betapa terkejutnya diriku mendapati adikku sedang bersama orang yang dekat dengan ku, orang yang memberikan suntikan dana untuk
perkembangan Black Mask.
Bahkan orang yang sama yang telah mengkhianatinya ku dengan cara menikung ku dari belakang dengan bermain gila dengan pacarku.
Orang - orang terdekat,
Orang - orang yang selama ini aku kenal baik dan bersahabat dengan ku, bahkan wanitaku yang aku cintai dan akan kujadikan permaisuri di istanaku pun mengkhianati cinta ku.
Sungguh ironis perjalanan hidupku,
Sejak pengkhianatan itu aku tak dak percaya lagi dengan sebuah pertemanan dan percintaan, tapi ternyata itu hanya sebuah kalimat sementara saja bagiku,
Sejak aku bertemu dengan adikku tersayang dan dialah pahlawan sejati bagiku,
Aku makin yakin bahwa masih ada orang-orang baik yang bisa dipercaya,
Ada Janeta, Jery, Arsen, keponakan lucuku Putra, orang - orang yang ada di rumah Arsen sekalipun ART dan penjaga rumah, ada keluarga Janeta yaitu para agen Safety X, dan yang paling menggetarkan hatiku ada Engeline......
ya wanita yang berada di rumah Arsen, yang mengabdikan hidupnya untuk adikku Janeta,
Dari cerita Engeline dia hutang nyawa dengan Janeta.
Dihari Pernikahan Janeta dan Arsen aku sungguh terpesona dengan wanita satu ini, dengan menggunakan gaun warna hitam penampilan nya begitu menghipnotis pandanganku.
Dengan penuh percaya diri dan keberanian full aku mendekatinya dan mengenalkan diri bahwa aku adalah kakak nya Janeta, dari situ kami mulai pembicaraan yang lebih intens.
Gayung bersambut Engeline juga tidak sungkan bahkan dia juga melayani perbincangan dengan diriku, bahkan malam itu juga ketika pesta telah usai aku dan Engeline masih berada di ruang keluarga rumah Arsen, kami masih berbincang banyak hal....
Tentang kehidupan kami masing-masing, Tentang perjuangan hidup yang kami alami,
Tentang keluarga kami,
dan banyak hal sampai endingnya aku menyatakan perasaan ku kepadanya,
__ADS_1
Ine.... maukah kamu menjalani hari-hari hidupmu kedepan dengan ku.... kataku sambil meraih tangan nya dan mencium nya,
Aku melihat Engeline mengangguk kan kepalanya tanda menerima cintaku โค๏ธ, aku mengeluarkan cincin bermata berlian dan aku sematkan dijari manisnya, aku melihat mata Ine sudah berkaca-kaca karena bahagia.
Tx bang katanya pelan....
Kami pun mulai dengan saling memberikan perhatian dan kasih sayang, bahkan beberapa kali Engeline aku ajak keluar jalan dan makan, juga Shoping seperti hobi wanita lain, tapi justru aku heran dengan wanita satu ini tidak ada barang yang dia pilih, akhirnya akulah yang memilihkan beberapa barang untuknya.
Wanita yang unik batinku.
Kenapa membelanjakan ku dengan barang yang banyak sekali bang katanya.
Aku suka saja,
Kan uangnya lebih baik ditabung....
Aku kerja buat apa kalau tidak dipakai uangnya sahutku sambil menggandeng tangannya keluar dari Mall.
Kita pulang ke rumah bang Gerald saja ya,
kataku kepada Ine.
Aku harus minta ijin dulu sama Janeta sahutnya,
Baiklah aku saja yang menghubungi Janeta.
Akupun meraih HP ku dan menghubungi Janeta,
Ada apa kak....
Bawa aja kak ..... sahut Janeta dengan nada menggodaku,
Tx sayang sahutku,
Nikmati waktu kalian kak, buatin Jnaeta keponakan kata Janeta
Siap bos sahutku.....sambil terkekeh atas perkataan Janeta.
aku mengakhiri sambungan telepon dengan Janeta dan melirik kearah Ine yang tersenyum manis kearahku.
Kami sudah berada di garasi mobil rumahku dan disambut oleh beberapa anak buah ku dan mereka mengeluarkan barang belanjaan baik pakaian Ine maupun beberapa barang kebutuhan RT.....
Mereka berlarian masuk meletakkan barang ditempatnya masing-masing, bahkan salah satu dari mereka membawa belanjaan Ine ke Kamar Utama...
Aku dan Ine masuk kedalam kamar utama dan kami pun duduk di sofa dan aku mulai bermanja - manja dengan Ine, baru kali ini aku manja pada wanita biasanya para wanita itulah yang aku manjakan....
Aku merebahkan badanku di sofa dengan kepala diatas paha Ine, dan tidak disuruh tangan Ine sudah mulai membelai kepala ku dan aku merasakan ketenangan yang benar-benar aku nikmati.
Makasih sayang, kataku pelan....
Ine yang harusnya berterima kasih karena Janeta dan Abang sangat baik sama Ine sahutnya.
Hei.... jangan melo dong kataku sambil tersenyum kepada Ine.
__ADS_1
Jangan tinggalin abang ya..... kataku sambil duduk dan memeluknya,
Ine akan setia kepada abang dan juga Janeta sahutnya,
Aku melepaskan pelukan ku dan mulai me****t bibirnya dengan penuh gairah, aku tidak tahu sejak Ine hadir dihidupku seakan duniaku adalah Ine....Ine dan Ine....
Bahkan aku tidak tahan untuk tidak "memakannya" ๐........
Seperti saat ini, aku melahap habis bibirnya dan tidak memberikannya kesempatan untuk mengelak atau pun menolak ku.
Agh......ehm....... bang,
Panggil nama abang.....
Abang.....
Aku mulai menjilati leher nya bahkan tanganku sudah membuka satu persatu kancing bajunya, dan menciumi bahunya yang mulus..... dan bajunya sudah terlepas dari tubuh Ine dan aku melempar nya asal dan terlihatlah tato bergambar tengkorak di bagian atas pa***ra sebelah kanan,
Wanita yang extrem tapi wanita yang sexy dimataku......
Aku melahap semua sisi kulitnya bahkan menyulapnya dengan memberikan tato merah di beberapa bagian p*****ranya,
Makin lama aku sudah tidak bisa menahan gairah yang sudah dipuncak ..... bahkan sudah tidak ada sehelai benangpun ditubuh ku. Makin mendengar desahan dan erangan Ine aku makin terpancing dengan terus melancarkan aksi ku memanjakan Ine dengan jilatan dan ciuman diarea tubuhnya, bahkan aku sudah tidak bisa menahannya lagi ketika Miss * terlihat didepanku......
Ine ...... puaskan abang..... kataku sambil melancarkan aksiku dan memberikan kenikmatan surga dunia dengan penyatuan kami.
Sudah tidak bisa diukur rasanya.....
Waktu aku melakukan pertama kali dengan Ine beberapa waktu yang lalu ternyata Ine masih Perawan.....
Oh God, aku merusak anak orang tapi aku berjanji akan bertanggungjawab dengan apa yang sudah aku lakukan pada Ine, bahkan baru kali ini aku serius dengan seorang wanita, kalau dulu - dulu bagiku wanita adalah sebagai pemuas ku saja.
Agh..... sayang..... ka....mu ...... luar biasa kataku sambil terus menyatukan inti kami...
Sungguh rasa yang berbeda yang aku rasakan dengan Ine, .....
Kenikmatan bercampur dosa sedang berkubang menjadi satu bahkan aku benar-benar dipuaskan dengan penyatuan kami yang kesekian kali......
Oh....sayang......kamu.....hebat..kataku sambil terus mengaduk - aduk area Miss * nya yang membuatku merem melek.....
Sudah berlangsung lumayan lama aktivitas yang kami lakukan malam ini, ingin mencari lebih puncak kepuasan dari diri kami masing-masing....
Akh..... sungguh pertarungan ranjang yang seimbang antara aku dan Ine....
Dia selalu bisa memuaskan ku.....
Pengalaman baru buat Ine dengan berguru kepada yang lebih berpengalaman yaitu aku Geraldino.
Aku akan memberikan hidupku hanya untuk seorang Ine, aku mau anak - anakku lahir dari rahimnya......
Aduh.... author adem panas say...... ๐ค mau ngadem dengan bikin es teh dulu ๐ฅ.....
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK YA SAY......
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
YA SAY ๐๐๐๐๐