
Keputusan sudah diambil, dan tidak mungkin lagi bisa air ludah dijilat kembali.
Arsenio POV
Setelah pembicaraan dengan Dicky dan Janeta, hari berikutnya aku menghubungi mama dan papa meminta nasehat kepada beliau, betapaku aku sudah dewasa aku tetap membutuhkan beliau berdua untuk membantuku dalam mengambil keputusan besar ini.
dan akhirnya aku dan orang tuaku menetapkan untuk aku dan Clarisa berpisah, dan itu membuatku Runtuhnya Pernikahan yang sudah terjalin selama 2,5 tahun.
Sudah tidak bisa dipertahankan dan sudah tidak bisa diperbaiki,
seperti gelas yang pecah seandainya dirangkai kembali pun bekasnya masih kelihatan nyata.
---- 💮-------
Nio, mama dan papa minta maaf disaat kamu sedang terpuruk kami tidak ada disamping mu, tapi kamu harus kuat dan bisa menjalani proses sidang cerai mu, kata mama kepadaku.
Iya mam, GPP --- Nio ada Dicky yang mendampingi Nio kataku,
untuk masalah dengan Aji cs aku tidak menceritakan kepada mama dan papa,
aku takut mereka terkejut dan justru mempengaruhi kesehatan mereka.
Ok mam, doain Nio bisa melewati semua ini kataku memohon kepada orang tuaku.
Mama dan papa selalu mendoakan mu dan juga anakmu,
Ok son good luck, God bless you and
I love you ..... 😘😘
Love you too mam, bye.....
SKIP 💮
Gugatan sudah diajukan di Pengadilan Negeri, dan aku memilih menunjuk seorang pengacara yang disarankan Dicky.
Contoh syarat - syarat Perceraian :
Kartu Tanda Penduduk atau KTP
Kutipan Akta Nikah
Akta Kelahiran anak jika ada
Kartu Keluarga
Surat Gugatan Perceraian,
dan beberapa dokumen tambahan lainnya.
( syarat - syarat diatas hanya sebagai bentuk edukasi saja dan tidak untuk dicontoh and smart think ya ).
Semua syarat yang diminta sudah aku serahkan lewat Janeta, karena posisiku masih dirumah aman, jadi Safety X lah yang membantu untuk mengirim dokumen ke kantor pengacara yang aku tunjuk.
Bang, sudah siap menghadapi semua kelanjutan proses perceraian, kata ku kepada bang Arsen yang lagi melamun di taman belakang rumah aman.
Siap tidak siap harus siap Net, katanya dengan beban yang seperti nya belum lepas.
Apa yang membuat bang Arsen berat,
__ADS_1
Banyak Net terutama Putra, tapi aku rasa anak itu sudah melupakan mommy nya, terbukti terakhir kali dia bertemu dengan mommy nya dia tidak merespon panggilan mommy nya.
tapi yang aku pikirkan adalah ketika dia besar nanti dan tiba - tiba mommy nya muncul apakah itu tidak membuatnya menjadi bingung dan kecewa 😕 ? kata bang Arsen.
Pikirkanlah secara perlahan bang,
hadapi dulu yang ada dihadapan bang Arsen saat ini, fokus dengan tahapan yang harus bang Arsen hadapi di pengadilan nanti, kataku sambil menepuk bahu bang Arsen sebagai tanda menguatkan nya.
Tx Net,
Bang, aku pernah membaca buku tentang perceraian --- menyatakan bahwa :
Perceraian adalah putusnya hubungan pernikahan antara seorang laki - laki dengan seorang perempuan yang telah hidup bersama sebagai suami-istri
Istilah perceraian ada dua pengertian yang digunakan dalam dua keadaan yang berbeda :
👉 Pertama,
adalah perceraian dengan istilah
a mensa et thera (dari meja dan tempat tidur), lebih tepat lagi didefinisikan sebagai pemisahan.
Dalam masalah ini pasangan suami isteri tersebut berhenti untuk tinggal bersama sebagai suami isteri, tetapi masih terikat dengan perkawinan dan tidak ada kebebasan untuk menikah lagi dengan orang lain ketika pasangannya masih hidup.
👉 Kedua,
adalah dengan istilah
a Vincula yang berarti putusnya hubungan dari ikatan perkawinan
(secara hukum/resmi).
Sedangkan masalah bang Arsen disini memilih opsi kedua, jadi resiko kedepan harus abang tanggung secara bijak.
Arsen akan menjadi anak yang broken, abang akan memiliki status yang berbeda di kehidupan sosial, dan akan muncul anggapan yang miring terhadap kehidupan bang Arsen, kataku menjelaskan.
Iya Net, aku sudah siap menerima semuanya itu --- itulah yang menjadi pertimbangan ku selama ini,
tapi aku sudah mengambil keputusan final dalam pernikahan ku ini, bahkan aku anggap bangunan pernikahan ku runtuh menjadi puing - puing tak berguna, kata bang Arsen sedih.
Baiklah bang, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik buat bang Arsen dan Putra sahutku.
Tx Net,
Bahkan kamu sudah sangat membantu kami selama ini, aku tidak tahu bahwa kehidupan Putra dan aku kalau tidak ada kamu, kata bang Arsen dengan sedih.
Sudah menjadi bagian tugasku bang,
aku malah menikmati semua nya ini, jawabku.
Semangat bang, .... kataku memberikan suport kepada bang Arsen.
💪💪💪
Aku melihat bang Arsen tersenyum lebar ke arahku, ....
sambil menatap ke arah big tank sebutan kami para agen yang berisi ikan - ikan besar ( Aquarium besar ) yang sdya dihadapan kami bang Arsen mengatakan sesuatu kepadaku,
Dulu aku pernah mendamba pernikahan sekali seumur hidup ku, tapi ternyata aku tidak bisa mempertahankan nya Net,
__ADS_1
ada rasa bersalah ketika aku berada dialtar dan mengucapkan Janji Suci dengan orang yang tidak aku cintai.
Nilai dosa memang sudah aku lakukan, harusnya aku tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan saat itu, rasanya
ada beban yang sangat berat menindihku Net,
andai tidak ada Putra mungkin aku akan menjadi pria yang tidak bertanggungjawab.
Tapi aku masih bersyukur ada Putra yang memberikan aku kebahagiaan dan kekuatan bagiku ditengah Runtuhnya Pernikahanku,
aku tidak mau terpuruk dalam kubangan kehancuran ini tapi aku mau menjadi pria dan ayah yang menyayangi Putra dan menata kembali langkah ku ke depan, kata bang Arsen dengan penuh keyakinan.
Bagus itu bang,
dalam hidup harus optimis bahwa bang Arsen dan Putra bisa melewati semua ini kataku.
Permisi non, kata mbak Siti
Iya mbak ada apa, kataku
Tuan muda Putra mencari non Janeta,
O...iya mbak, makasih ya kataku sambil berdiri menuju ke dalam rumah.
Bunda, putrla cali - cali bunda ( putra cari - cari bunda ) kata putra yang hampir saja menangis.
Aku mendekati dan menggendong nya,
Bunda tadi ditaman belakang lagi bicara sama Daddy kataku menjelaskan.
Bunda, Putla au snack yang dulu bunda suapin ke Putla katanya.
Aku berpikir kira - kira snack apa ya yang pernah aku suapin ke Putra ya,
O.... i see, resoles batinku.
Ok bunda lihat dulu ada bahan nya gak dikulkas, kataku sambil mengajaknya ke arah dapur dan membuka kulkas.... melihat isi kulkas mencari bahan - bahan untuk membuat resoles.
Mbak Siti ...... panggilku,
Iya non.....
Ayo sini,
Janeta mau bikin resoles ternyata Putra suka, jadi mbak Siti lihat aku buat resoles nya ya,
biar lain kali kalau aku gak ada mbak Siti bisa buatkan putra, kataku menjelaskan.
Wualah non, lha doa mbak Siti dan Bu Subur... non Janeta akan selamanya menemani dan momong tuan muda Putra sahut mbak Siti.
Ha..ha.... kejauhan mimpinya mbak sahutku sambil tertawa.
Kita buktikan ya non, kata mbak Siti mengedipkan mata kepadaku.
Ih....mbak Siti genit....
takut....... kataku sambil tertawa....
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
__ADS_1
YA SAY 😍😍😍😍